Pilihan
Silaturrahmi Akbar, IKA FIA Unilak Gelar Parade Musik dan Lagu
Ketua PWI Riau Buka Resmi Agenda OKK Calon Anggota Baru Tahun 2025
Bupati Bengkalis yang Tak Anti Kritik
Ciri Khas Warna Kuning, Masjid Kuning Miliki Sejarah Panglima Minal
Polres Kuansing Tertibkan PETI di Lima Lokasi, 8 Rakit Dimusnahkan
BEDELAU.COM --Sungai-sungai Kuantan Singingi kembali menyimpan jejak tambang emas ilegal. Polisi menyisir lima lokasi pada Jumat hingga Sabtu, 3 Oktober 2026. Delapan rakit dan empat papan asbuk akhirnya dimusnahkan.
Penertiban itu berlangsung setelah informasi masyarakat masuk ke kepolisian. Sejumlah peralatan ditemukan dalam kondisi tidak beroperasi. Polisi memilih menghancurkannya agar tidak kembali turun ke sungai.
Di Desa Logas, Kecamatan Singingi, tiga rakit jenis setingkai ditemukan. Lokasinya berada dekat areal PT Sinergi Inti Makmur. Ketiga rakit langsung dirusak dan dibakar petugas.
Dua rakit berikutnya ditemukan di Desa Kebun Lado. Lokasi tersebut masih berada dalam wilayah Kecamatan Singingi. Peralatan itu juga ditemukan tanpa aktivitas penambangan.
Polsek Kuantan Mudik kemudian bergerak menuju Desa Pantai. Petugas menemukan dua rakit lanting beserta peralatan PETI darat. Seluruh peralatan tersebut kembali dimusnahkan di lokasi.
Cerita berbeda muncul di Tepian Narosa, Teluk Kuantan. Dua orang diduga sedang menambang menggunakan peralatan manual. Mereka kabur menyeberangi sungai setelah melihat kedatangan petugas.
Peralatan yang tertinggal cukup sederhana, tetapi tetap mengkhawatirkan. Ada cangkul, saringan, karpet, serta papan asbuk kecil. Empat papan asbuk kemudian dirusak dan dibakar petugas.
Aktivitas tersebut dilaporkan berlangsung malam hari. Lokasinya berada dekat kawasan pancang start arena pacu jalur. Kawasan budaya itu ikut menjadi sasaran aktivitas tambang manual.
Kapolsek Kuantan Tengah AKP Toni mengatakan pengecekan berawal dari informasi warga. Polisi langsung mendatangi lokasi setelah menerima informasi tersebut. “Kami langsung melakukan pengecekan ke lokasi bersama personel,” ujarnya.
Jejak terakhir ditemukan di Sungai Jake, Desa Bumi Mulya. Polsek Logas Tanah Darat menemukan satu unit dompeng. Mesin tersebut sudah tidak beroperasi ketika petugas datang.
Dompeng itu kemudian dirusak dan dibakar di lokasi. Polisi tidak menemukan pekerja tambang saat penyisiran berlangsung. Tidak ada pelaku yang berhasil diamankan dalam penindakan tersebut.
Kasi Humas Polres Kuansing Iptu Romlan mengatakan operasi berasal dari informasi lapangan. “Peralatan ditemukan dalam keadaan tidak beroperasi,” ujarnya. Peralatan kemudian ditertibkan agar tidak digunakan kembali.
Penindakan lima lokasi itu ternyata bukan operasi terpisah. Polisi sebelumnya sudah menyisir sejumlah kawasan lain di Kuansing. Pola penertiban terus berlangsung sepanjang pekan terakhir September.
Data RRI mencatat 49 rakit PETI dimusnahkan selama sepekan. Penindakan berlangsung pada 16 lokasi sejak 26 September. Polisi juga melakukan 140 kegiatan mitigasi dan imbauan masyarakat.
Kapolres Kuansing AKBP Hidayat Perdana menyebut langkah tersebut terus diperluas. “Kami terus mengimbau seluruh masyarakat Kabupaten Kuantan Singingi,” katanya. Ia meminta aktivitas PETI dihentikan karena melanggar hukum.
Catatan kepolisian menunjukkan pelaku kerap meninggalkan peralatan sebelum petugas tiba. Kondisi serupa terlihat dalam operasi sebelumnya. Polisi menemukan rakit tanpa pemilik di beberapa kawasan sungai.
Pada 30 September, polisi memusnahkan 16 rakit PETI. Peralatan itu tersebar pada empat lokasi berbeda. Seluruhnya ditemukan tanpa aktivitas saat petugas melakukan pemeriksaan.
Temuan lain muncul dekat kompleks perkantoran Pemkab Kuansing. Polisi menemukan rakit PETI hanya beberapa ratus meter dari kantor BPKAD. Peralatan tersebut ditinggalkan sebelum petugas tiba.
Rentetan penindakan itu memperlihatkan persoalan PETI belum selesai. Rakit berpindah, sungai tetap menjadi sasaran. Polisi kini mengandalkan informasi warga untuk menemukan titik aktivitas.
Di Kuansing, sungai bukan sekadar jalur air. Sungai juga menjadi ruang ekonomi dan bagian kehidupan masyarakat. Aktivitas tambang ilegal berpotensi mengubah fungsi tersebut secara perlahan.
Polisi menyebut dampak lingkungan menjadi alasan utama penertiban. Aktivitas tanpa izin dapat mengganggu aliran sungai. Kerusakan lingkungan juga berpotensi membebani masyarakat sekitar.
Iptu Masjidil mengatakan penertiban Sungai Jake memiliki tujuan khusus. “Kami mencegah kembali berlangsungnya aktivitas PETI,” katanya. Langkah tersebut juga diarahkan untuk menjaga kelestarian aliran sungai.
Tidak ada tersangka dalam rangkaian penindakan terbaru tersebut. Tidak ada pula barang bukti yang dibawa menuju Mapolres. Seluruh peralatan dihancurkan langsung pada lokasi penemuan.
Bagi polisi, rakit yang sudah terbakar bukan akhir pekerjaan. Penyisiran tetap membutuhkan informasi baru dari masyarakat. Sungai-sungai Kuansing masih menjadi wilayah yang perlu diawasi.
Pekan terakhir memberi gambaran cukup jelas mengenai pola tersebut. Puluhan rakit ditemukan tanpa pemilik ketika polisi tiba. Aktivitasnya berhenti, tetapi peralatannya masih tertinggal.
Karena itu, polisi meminta warga tidak mencoba peruntungan melalui tambang ilegal. Keuntungan sesaat dapat membawa persoalan hukum dan lingkungan. Sungai pun menjadi pihak yang paling lama menanggung akibatnya.
Kuansing kini menghadapi dua pekerjaan sekaligus. Polisi harus memutus penggunaan peralatan PETI yang tersisa. Masyarakat juga perlu menjaga sungai dari aktivitas serupa.
Angka penindakan akhirnya berbicara cukup keras. Lima lokasi terbaru menghasilkan delapan rakit dan empat papan asbuk. Dalam sepekan, jumlah rakit yang dimusnahkan mencapai 49 unit.
Sungai Jake menjadi salah satu titik terbaru dalam rangkaian tersebut. Dompeng yang ditemukan sudah tak bergerak ketika polisi datang. Mesin itu akhirnya berubah menjadi besi hangus di tepian sungai.
Di balik peralatan yang dibakar, ada pesan lebih panjang. Penertiban PETI tidak hanya soal menghilangkan rakit. Persoalannya juga menyangkut masa depan sungai dan kehidupan warga.
Sumber: SM News.com
Polres Inhil Dampingi Proses Ekshumasi dan Autopsi Mayat yang Ditemukan dalam Togok
BEDELAU.COM --Polres Indragiri Hilir (Inhil) melakuk.
Sepekan, Polres Kuansing Tertibkan 16 Lokasi PETI dan Musnahkan 49 Rakit
BEDELAU.COM --Polres Kuantan Singingi (Kuansing), Ri.
Enam Rakit PETI Kabur Saat Polisi Merapat, Sungai Kuantan Jadi Jalur Pelarian
BEDELAU.COM --Enam rakit diduga melakukan aktivitas .
Mantan Kepsek di Kampar Ditangkap, Diduga Lecehkan Puluhan Siswi
BEDELAU.COM --Polres Kampar menangkap mantan kepala .
Mantan Penghulu Rawa Mekar Jaya Ditahan, Dugaan Korupsi APBKam Rp404 Juta
BEDELAU.COM --Dugaan penyimpangan pengelolaan Anggar.
Arena Pacu Jalur Tepian Narosa "Diserang" PETI, Polisi Langsung Bakar
BEDELAU.COM --Tepian Narosa Teluk Kuantan, arena ber.








