• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Opini
  • Advertorial
  • Nasional
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Rohul
    • Rohil
    • Inhu
    • Inhil
    • Kuansing
    • Meranti
  • Dunia
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • More
    • Hukrim
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar

Pilihan

  • +INDEX
Silaturrahmi Akbar, IKA FIA Unilak Gelar Parade Musik dan Lagu
Dibaca : 1e3 Kali
Ketua PWI Riau Buka Resmi Agenda OKK Calon Anggota Baru Tahun 2025
Dibaca : 1e3 Kali
Bupati Bengkalis yang Tak Anti Kritik
Dibaca : 1e3 Kali
Ciri Khas Warna Kuning, Masjid Kuning Miliki Sejarah Panglima Minal
Dibaca : 1e3 Kali
Hasil Putusan PTUN, Posisi Ketua DPRD Bengkalis Dikembalikan kepada Khairul Umam
Dibaca : 1e3 Kali

  • Home
  • Hukrim

Adik Eks Kepala BNPB Diduga Pakai Dana Bencana Beli Saham Rp 30,98 Miliar

Redaksi

Jumat, 16 Oktober 2026 21:45:17 WIB
Cetak
Adik Eks Kepala BNPB Diduga Pakai Dana Bencana Beli Saham Rp 30,98 Miliar

BEDELAU.COM --Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap dugaan penggunaan dana siap pakai (DSP) kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk membeli saham senilai Rp 30,98 miliar.

Dana tersebut diduga mengalir ke perusahaan yang terafiliasi dengan Bima Setiawan, tenaga ahli kepala BNPB sekaligus adik eks Kepala BNPB Suharyanto.

Bima kini telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan konflik kepentingan penggunaan dana kebencanaan BNPB periode 2024–2026.

Pelaksana Tugas Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein mengatakan, dana yang mengalir ke perusahaan terafiliasi dengan Bima diduga digunakan untuk kepentingan pribadi, termasuk pembelian saham PT Medela Potentia Tbk (MDLA) melalui PT Alfa Veritas Energizer (AVE).

Menurut Taufik, PT AVE memiliki 150,4 juta lembar saham MDLA atau setara 1,07% kepemilikan. Berdasarkan harga saham Rp 206 per lembar pada 13 Oktober 2026, nilai kepemilikan tersebut mencapai sekitar Rp 30,98 miliar.

Taufik menjelaskan, dugaan konflik kepentingan tersebut berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa untuk kebutuhan kebencanaan BNPB selama periode 2024–2026. Dalam pengadaan itu, BNPB bermitra dengan sejumlah penyedia melalui mekanisme penunjukan langsung.

KPK menduga sejumlah penyedia tersebut terafiliasi dengan Bima, yang saat itu menjabat tenaga ahli Kepala BNPB sekaligus adik Kepala BNPB.

"Dari sejumlah penyedia tersebut diduga terafiliasi dengan Sdr BMS selaku tenaga ahli kepala BNPB sekaligus adik dari (eks) kepala BNPB, dengan total nilai pengadaan lebih kurang mencapai Rp 148 miliar," kata Taufik, Jumat (16/10/2026).

KPK memerinci nilai pengadaan tersebut mencapai Rp 45,76 miliar pada 2024, Rp 52,27 miliar pada 2025, dan Rp 50 miliar pada 2026.

Kasus dugaan korupsi dana kebencanaan di lingkungan BNPB ini bermula dari operasi tangkap tangan (OTT) KPK terhadap 15 orang di Jakarta pada Selasa (13/10/2026).

Setelah melakukan pemeriksaan selama 1x24 jam dan gelar perkara, KPK memutuskan meningkatkan penanganan kasus dari tahap penyelidikan ke penyidikan serta menetapkan lima orang sebagai tersangka.

Kelima tersangka tersebut adalah:

1. Bima Setiawan (BMS), tenaga ahli kepala BNPB sekaligus adik eks kepala BNPB.

2. Richard Erlangga (RIC), tenaga ahli kepala BNPB saat itu.

3. Gabriel Purwaka Sigit (GPS), kepala sekaligus pejabat pembuat komitmen (PPK) pada Subdirektorat Pengelolaan Bantuan dan Dana Kedaruratan BNPB.

4. Syifa Nrika Ghifari (SNG), pihak swasta.

5. Gery Prasetiawan (GER), pihak swasta.

 

 

 

Sumber: cakaplah.com


[Ikuti Bedelau.com


Bedelau.com

BERITA LAINNYA +INDEKS

Hukrim

Bupati Kuansing Nonaktif Suhardiman Amby Tolak Disumpah, Jaksa dan Advokat Adu Argumen

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:48:35 WIB

BEDELAU.COM --Suhardiman Amby menolak memberikan ket.

Hukrim

Alasan Sakit, Kades Sontang Batal Diperiksa Terkait Kasus Pungutan Liar

Rabu, 14 Oktober 2026 - 22:45:00 WIB

BEDELAU.COM --Kepala Desa (Kades) Sontang, Kabupaten.

Hukrim

Disita Jaksa Terkait Kasus Korupsi PI Rp64,2 Miliar, SPBU di Kampar Tetap Beroperasi

Rabu, 14 Oktober 2026 - 22:41:39 WIB

BEDELAU.COM --Penyitaan oleh Kejaksaan Tinggi (Kejat.

Hukrim

Kapolda Riau Tegaskan Polisi Tak Boleh Tunggu Viral untuk Layani Aduan Warga

Rabu, 14 Oktober 2026 - 22:36:32 WIB

BEDELAU.COM --Kapolda Riau Irjen Pol Arman Achdiat m.

Hukrim

Residivis Ditangkap Usai Diduga Bobol Toko Buku di Dumai

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:43:53 WIB

BEDELAU.COM --Seorang pria berinisial S (40) diamank.

Hukrim

Bareskrim Police Line Pub dan Satu Room MP Club Pekanbaru, 63 Orang Positif Narkoba

Senin, 12 Oktober 2026 - 19:37:05 WIB

BEDELAU.COM --Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau .

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini

  • +INDEX
Perkuat Solidaritas dan Kepedulian Sosial, DPC Laskar RMRB Rohul Sambangi PAC Kabun
16 Oktober 2026
Mekanik Tewas Tertimpa Muatan Kayu Truk Fuso di Pangkalan Lesung, Pelalawan
16 Oktober 2026
IHSG dan Rupiah Hancur! Airlangga Tagih Bukti Reformasi BEI di Tengah Ancaman MSCI
16 Oktober 2026
Bupati Kuansing Nonaktif Suhardiman Amby Tolak Disumpah, Jaksa dan Advokat Adu Argumen
16 Oktober 2026
Adik Eks Kepala BNPB Diduga Pakai Dana Bencana Beli Saham Rp 30,98 Miliar
16 Oktober 2026
Mobil dan Motor Kecelakaan di Jalan Siak II Pekanbaru
16 Oktober 2026
Pemko Pekanbaru Siapkan Bantuan Gerobak Hingga Bahan Baku untuk UMKM Kurang Mampu
16 Oktober 2026
Wow! Mulai Tahun Ini Gaji ASN Dibayarkan Lewat Koperasi Merah Putih
14 Oktober 2026
BBM Katanya Aman, Rakyat Malah Mengantre 3 Jam! Ombudsman Bongkar 4 Biang Kerok
14 Oktober 2026
Alasan Sakit, Kades Sontang Batal Diperiksa Terkait Kasus Pungutan Liar
14 Oktober 2026

Terpopuler

  • +INDEX
  • 1 SF Hariyanto Sebut Asap Riau Berasal dari Karhutla Sumsel dan Jambi
  • 2 Kabut Asap Karhutla Selimuti Perairan, KSOP Bengkalis Imbau Kapal Waspadai Jarak Pandang
  • 3 PJJ Bukan Libur Jalan-Jalan, Anak Pekanbaru Kini Dikejar Ancaman Asap
  • 4 Antrean BBM Riau Mengular, SF Hariyanto Kini Tagih Pertamina: Jangan Main-Main!
  • 5 Kabut Asap Semakin Pekat, Pemko Pekanbaru akan Gelar Salat Istisqa
  • 6 Disdik Pekanbaru Tegaskan Sekolah Swasta Wajib Patuhi PJJ Saat Kabut Asap
  • 7 19 Pejabat Pemko Pekanbaru Dirotasi, Inspektur hingga Lurah Bergeser

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

Bedelau.com ©2021 | All Right Reserved