Pilihan
Silaturrahmi Akbar, IKA FIA Unilak Gelar Parade Musik dan Lagu
Ketua PWI Riau Buka Resmi Agenda OKK Calon Anggota Baru Tahun 2025
Bupati Bengkalis yang Tak Anti Kritik
Ciri Khas Warna Kuning, Masjid Kuning Miliki Sejarah Panglima Minal
Sudah 248 Ha Lahan Terbakar di Riau Sejak awal Januari 2021
RIAUREVIEW.COM --Sejak awal Januari 2021 hingga saat ini, luas hutan dan lahan terbakar di Riau mencapai 248,95 hektare. Itu tersebar di 8 kabupaten dan kota di Riau.
"Karhutla terjadi 8 daerah di Riau dengan luas lahan terbakar bervariasi. Ada yang 4 hektare, ada juga 82 hektare yang terbakar. Total semuanya mencapai 248,95 ha lahan terbakar sejak awal Januari 2020," kata Kepala BPBD Riau Edwar Sanger, Selasa (23/2).
Edwar menjelaskan, lahan terbakar itu paling luas di Kabupaten Bengkalis, yakni mencapai 82 hektare. Selanjutnya disusul Siak 45 ha, Kota Dumai 40 ha, dan Indragiri Hilir juga 40 ha.
"Lalu di Kabupaten Pelalawan 26 ha, Kepulauan Meranti 4 ha, Indragiri Hulu 5 ha dan Rokan Hilir 5 ha," kata Edwar.
Sebagai upaya pemadaman itu, tim gabungan dari TNI, Polri, BPBD dan Manggala Agni dibantu RPK dari perusahaan di sekitar lokasi kebakaran seperti PT Sumatera Riang Lestari.
Sementara itu, Kapolda Riau Irjen Agung Setya Imam Effendi mengatakan, beberapa pointers arahan Presiden Joko Widodo yang harus segera dilaksanakan untuk mengantisipasi dan mengendalikan kebakaran hutan dan lahan.
"Bapak Presiden telah memberikan pengarahan dan penekanan kepada kita semua untuk kita harus memprioritaskan upaya pencegahan dan tidak terlambat dalam menangani titik api, itu penekanan pertama arahan Bapak Presiden," kata Agung.
Pucuk pimpinan Polri di Riau menjelaskan, presiden meminta manajemen pelaporan titik api agar terkordinasi semua pihak. Caranya dengan mengupdate kondisi harian dengan memanfaatkan teknologi.
Untuk pengantisipasi Karhutla, harus melibatkan para Bhabinkamtibmas, Babinsa dan masyarakat peduli api.
Karena penyebab utama Karhutla adalah faktor manusia dengan motif ekonomi.
Penataan ekosistem gambut agar tetap dilakukan dengan menjaga tinggi permukaan air gambut.
"Arahan presiden jangan membiarkan api membesar, jangan terlambat memadamkan, agar direspon dengan cepat," jelasnya.
Penggunaan water boombing (bom air) hanya bila api sudah besar dan tidak terkendali, karena mengoperasionalkan water boombing memerlukan biaya besar.
"Penegakan hukum pelaku karhutla dilakukan tanpa kompromi. Kita akan langsung tancap gas dengan berkoordinasi dan bersinergi dengan semua pihak dan lebih memaksimalkan lagi penggunaan aplikasi Dashboard Lancang Kuning," kata Agung.
Sumber: riauaktual.com
Polres Meranti Bongkar Jaringan Narkoba Internasional, 9,3 Kg Sabu Disita, Hampir 9 Kg Dimusnahkan
SELATPANJANG, BEDELAU.COM--Peredaran narkotika jarin.
Usai Didemo, Pemprov Riau akan Pertemukan Mahasiswa Unilak dan UIR dengan Plt Gubri
BEDELAU.COM --Pemprov Riau berencana mempertemukan P.
BMKG Buka Suara Soal Bau Menyengat di Pekanbaru
BEDELAU.COM --Bau menyengat menyerupai bahan kimia y.
DLHK Cek PLTU Hingga Wilayah Perbatasan, Sumber Aroma Gas di Pekanbaru Masih Misterius
BEDELAU.COM --Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan .
Bayi Ditemukan di Teras Rumah Pekanbaru, Polisi: Keluarga Diminta Datangi Dinsos
BEDELAU.COM --Polsek Bina Widya mengimbau jika ada o.
Demo di Kantor Gubernur Riau, Mahasiswa Unilak Sampaikan Kritik Lewat Puisi
BEDELAU.COM --Aksi unjuk rasa Aliansi Mahasiswa Bada.








