Kanal

Diduga Usai Duel dengan Teman, Siswa SMK di Pekanbaru Meninggal

BEDELAU.COM --Seorang siswa SMK berinisial MF (17) di Kota Pekanbaru meninggal dunia setelah diduga usai terlibat perkelahian dengan teman sepermainannya. Sebelum meninggal, korban disebut mengalami pendarahan otak dan patah tulang leher berdasarkan hasil pemeriksaan medis.

Kuasa hukum keluarga korban, Lyanson TM Siagian, mengatakan MF merupakan warga Kecamatan Tuah Madani, Pekanbaru. Peristiwa itu terungkap setelah korban mengeluhkan kondisi tubuhnya yang tidak sehat pada 12 Juli 2026.

Kecurigaan keluarga semakin kuat ketika melihat urine korban berwarna hitam saat hendak buang air kecil. MF kemudian dibawa ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan dan mendapatkan penanganan medis.

Menurut Lyanson, berdasarkan hasil pemeriksaan dan CT scan, korban diketahui mengalami pendarahan pada otak dan patah tulang leher.

Kepada keluarganya, MF disebut sempat menceritakan bahwa sebelum pulang ke rumah, dirinya terlibat perkelahian dengan seorang teman berinisial B. B disebut merupakan teman sepermainan korban.

"Terduga pelaku merupakan teman sepermainan korban," kata Lyanson, Rabu (22/7/2026).

MF kemudian menjalani perawatan selama dua hari. Namun, nyawanya tidak tertolong dan korban dinyatakan meninggal dunia di RSUD Arifin Achmad, Pekanbaru.

Keluarga MF selanjutnya melaporkan peristiwa tersebut ke Polda Riau pada 18 Juli 2026. Laporan disampaikan melalui Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Riau terkait dugaan tindak pidana yang dikaitkan dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

Pihak keluarga melalui kuasa hukumnya berharap kepolisian segera menindaklanjuti laporan tersebut dengan memeriksa pihak-pihak yang mengetahui kejadian, termasuk B yang disebut terlibat perkelahian dengan korban.

"Kami memohon perhatian dari pihak kepolisian, khususnya Direktorat Reskrimum, agar mempercepat proses pemeriksaan terhadap pelaku maupun saksi-saksi. Korban sudah dimakamkan. Apabila nantinya diperlukan ekshumasi, kami khawatir proses pembusukan jenazah akan menjadi kendala bagi pemeriksaan forensik," ujar Lyanson.

Lyanson juga mengungkapkan pihak keluarga B sempat berupaya membuka komunikasi untuk menyelesaikan persoalan secara damai. Namun, keluarga korban belum memberikan keputusan atas upaya tersebut.

"Keluarga pelaku berupaya meminta berdamai, tapi kita belum bisa memberikan jawaban karena kita lihat juga itikadnya memakai perantara," katanya.

Keluarga korban kini berharap kepolisian segera melakukan penyelidikan untuk mengungkap secara terang rangkaian kejadian hingga penyebab kematian MF.

"Kami meminta kepada Polda Riau untuk segera mengusut perkara ini dan mempercepat proses pemeriksaan terhadap terduga pelaku dan pihak korban," tutup Lyanson.

Hingga berita ini ditulis, belum terdapat keterangan dari pihak kepolisian maupun pihak B terkait laporan dan dugaan perkelahian tersebut.

 

 

 

Sumber: Riauaktual.com

Ikuti Terus Riaupower

BERITA TERKAIT

BERITA TERPOPULER