• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Opini
  • Advertorial
  • Nasional
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Rohul
    • Rohil
    • Inhu
    • Inhil
    • Kuansing
    • Meranti
  • Dunia
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • More
    • Hukrim
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar

Pilihan

  • +INDEX
Silaturrahmi Akbar, IKA FIA Unilak Gelar Parade Musik dan Lagu
Dibaca : 1e3 Kali
Ketua PWI Riau Buka Resmi Agenda OKK Calon Anggota Baru Tahun 2025
Dibaca : 1e3 Kali
Bupati Bengkalis yang Tak Anti Kritik
Dibaca : 1e3 Kali
Ciri Khas Warna Kuning, Masjid Kuning Miliki Sejarah Panglima Minal
Dibaca : 1e3 Kali
Hasil Putusan PTUN, Posisi Ketua DPRD Bengkalis Dikembalikan kepada Khairul Umam
Dibaca : 1e3 Kali

  • Home
  • Nasional

El Nino Ekstrem Disebut Sudah Tiba, Ilmuwan Keluarkan Peringatan Bahaya

Redaksi

Sabtu, 13 Juni 2026 17:07:01 WIB
Cetak
El Nino Ekstrem Disebut Sudah Tiba, Ilmuwan Keluarkan Peringatan Bahaya

BEDELAU.COM --Badan Administrasi Kelautan dan Atmosfer Nasional Amerika Serikat atau National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) menyatakan fenomena El Nino telah tiba. Para ilmuwan bahkan memperkirakan fenomena iklim tersebut akan terus menguat hingga akhir tahun dan berpotensi menjadi salah satu yang terkuat dalam sejarah.

Dikutip dari Channel News Asia, El Nino merupakan fenomena iklim alami yang ditandai dengan menghangatnya suhu permukaan laut di Samudra Pasifik ekuator bagian tengah dan timur. Kondisi ini dapat memengaruhi pola angin, curah hujan, dan cuaca di berbagai belahan dunia.

Para ilmuwan khawatir kemunculan El Nino kali ini akan memperburuk pemanasan global yang sudah meningkat akibat emisi bahan bakar fosil. Dampaknya dikhawatirkan memicu lebih banyak kejadian cuaca ekstrem di berbagai negara.

Dalam pembaruan terbarunya, NOAA menyebut kondisi El Nino berkembang sepanjang bulan lalu, ditandai dengan suhu permukaan laut di wilayah Pasifik yang berada di atas normal.

"Ada kemungkinan 63 persen terjadinya El Nino yang sangat kuat selama November hingga Januari, yang akan termasuk di antara peristiwa El Nino terbesar sejak pencatatan dimulai pada 1950," tulis NOAA dalam peringatannya.

Bisa Picu Kekeringan hingga Gangguan Musim Hujan

Meski setiap peristiwa El Nino memiliki karakteristik berbeda, fenomena yang kuat biasanya memunculkan pola dampak yang relatif serupa di berbagai wilayah dunia.

Beberapa dampak yang kerap terjadi antara lain kekeringan di sebagian wilayah Amazon, Indonesia, dan Australia, gangguan musim monsun di India, serta perubahan pola curah hujan di kawasan tropis lainnya.

Fenomena El Nino umumnya terjadi setiap dua hingga tujuh tahun sekali dan berlangsung selama sembilan hingga 12 bulan.

Periode puncaknya biasanya terjadi menjelang akhir tahun. Namun, panas yang tersimpan di lautan dilepaskan secara bertahap ke atmosfer sehingga dampaknya terhadap kenaikan suhu global sering kali terasa lebih kuat pada tahun berikutnya.

'Sirene Mematikan'

Peringatan serupa juga disampaikan oleh Layanan Perubahan Iklim Copernicus Eropa. Pada Rabu (10/6), lembaga tersebut menyatakan keyakinan para peramal iklim global semakin kuat bahwa El Nino yang sangat intens dapat terbentuk pada akhir tahun.

"Kemungkinan besar akan terjadi peristiwa El Nino dengan kekuatan sedang hingga kuat, atau bahkan sangat kuat hingga memecahkan rekor," kata Direktur Copernicus Climate Change Service, Carlo Buontempo, kepada AFP.

Menanggapi proyeksi NOAA, Direktur lembaga iklim dan energi Power Shift Africa, Mohamed Adow, menyebut peringatan tersebut bukan sekadar prakiraan cuaca biasa.

"Bagi jutaan orang di seluruh dunia, ini bukan hanya ramalan cuaca biasa, melainkan sirene mematikan yang harus ditakuti," ujarnya.

Menurut Adow, dampak El Nino dapat berupa gagal panen, kematian tanaman akibat kekeringan, lonjakan harga pangan, hingga meningkatnya kesulitan ekonomi bagi masyarakat rentan.

"Ini berarti gagalnya hujan, matinya tanaman, kenaikan harga pangan, dan keluarga-keluarga kembali terdesak ke ambang kesulitan," katanya.

PBB Minta Dunia Bersiap

Awal bulan ini, Sekretaris Jenderal PBB, António Guterres, juga mengingatkan dunia agar memperlakukan ancaman cuaca ekstrem akibat El Nino sebagai peringatan serius.

"Kondisi El Nino akan memperparah pemanasan global," ujar Guterres.

Ia menegaskan bahwa respons paling efektif untuk menghadapi ancaman tersebut adalah mempercepat aksi iklim global, termasuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan memperluas penggunaan energi terbarukan.

"Satu-satunya respons yang efektif adalah aksi iklim yang setara dengan krisis ini, mengakhiri ketergantungan pada bahan bakar fosil, mempercepat transisi ke energi terbarukan, melindungi kelompok yang paling rentan, serta menyediakan sistem peringatan dini bagi semua orang," pungkasnya.

 

 

 

Sumber: Detik.com


[Ikuti Bedelau.com


Bedelau.com

BERITA LAINNYA +INDEKS

Nasional

Jum’at Berkah Subuh Digelar di Masjid Baitul Maghfirah, Santuni Marbot dan Petugas Kebersihan

Jumat, 31 Juli 2026 - 07:22:12 WIB

PIDIE JAYA, BEDELAU.COM – Kegiatan Jum’at.

Nasional

MK Putuskan Kuota Internet Tak Boleh Hangus, Syahrul Aidi: Hak Pengguna Harus Dilindungi

Ahad, 26 Juli 2026 - 18:54:08 WIB

BEDELAU.COM --Anggota Komisi I DPR RI, Dr. Syahrul A.

Nasional

Jumat Berkah Subuh, Kepedulian Sosial Hadir di Meureudu

Jumat, 24 Juli 2026 - 08:00:00 WIB

BEDELAU.COM – Kegiatan Jumat Berkah Subuh kembali .

Nasional

Polemik Febrie Makin Memanas, MAKI Sentil Hotman Paris Soal “Pamit” ke Prabowo

Sabtu, 18 Juli 2026 - 19:31:12 WIB

BEDELAU.COM --Perdebatan hukum terkait penetapan ter.

Nasional

Prabowo Bocorkan Motor Listrik Nasional Segera Meluncur

Jumat, 17 Juli 2026 - 20:08:07 WIB

BEDELAU.COM --Presiden Prabowo Subianto memastikan I.

Nasional

Jumat Berkah di Mesjid Baitussattar, Wujud Kepedulian Sosial Masyarakat Meureudu

Jumat, 17 Juli 2026 - 08:57:39 WIB

BEDELAU.COM – Kegiatan Jumat Berkah kembali dilaks.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini

  • +INDEX
Duka Konservasi Riau, Gajah Legendaris Jovi Mati Setelah 34 Hari Dirawat Intensif
04 Agustus 2026
Pemko Pekanbaru Siapkan Seragam Gratis untuk 20.800 Siswa SD dan SMP
04 Agustus 2026
Diduga Terjatuh Dari Jembatan Rantau Berangin, Boiko Gulo Hilang di Sungai Kampar
04 Agustus 2026
Kurang dari 24 Jam, Polsek Binawidya Ringkus Pelaku Curanmor di 10 TKP
04 Agustus 2026
Dukung Iven Pacu Jalur, Menteri PU Kaji Jalan Tol Pekanbaru-Kuansing
04 Agustus 2026
Korban Serangan Monyet Liar di Inhil Capai 15 Orang
04 Agustus 2026
Polisi: Kematian Dokter PPDS di Siak karena Depresi Terlilit Utang Pinjol
04 Agustus 2026
Pemkab Kuansing Masih Menunggu Konfirmasi Pusat Terkait Pembukaan Pacu Jalur
03 Agustus 2026
Simpang SKA Akan Dirombak, Traffic Light Dihapus dan Dua U-Turn Diperluas
03 Agustus 2026
Ruko Disegel Pemko, DPRD Langsung Turun ke STC Dampingi Pedagang
03 Agustus 2026

Terpopuler

  • +INDEX
  • 1 Pemko Pekanbaru Genjot Pengaspalan 23 Kilometer Jalan, Akses Warga Makin Lancar
  • 2 Polisi Tangkap Dukun Cabul di Inhu, Korban Diperdaya dengan Ritual Nikah Batin
  • 3 Teror Kemunculan Harimau, Kondisi Desa Danai Inhil Mendadak Mencekam
  • 4 Diduga Jadi Korban Begal, Wanita Tergeletak di Parit Binawidya Gegerkan Warga
  • 5 KPK Panggil Mantan Ketua KPID Riau Bambang Suwarno, Kasus Pemerasan di Pemprov Riau
  • 6 Kabur Usai Curi Trafo PLN di Siak, Dua Pria Ditangkap Warga di Pekanbaru
  • 7 Wacana Lama Muncul Kembali: Riau Pesisir Siap Berdiri Sendiri

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

Bedelau.com ©2021 | All Right Reserved