• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Opini
  • Advertorial
  • Nasional
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Rohul
    • Rohil
    • Inhu
    • Inhil
    • Kuansing
    • Meranti
  • Dunia
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • More
    • Hukrim
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar

Pilihan

  • +INDEX
Silaturrahmi Akbar, IKA FIA Unilak Gelar Parade Musik dan Lagu
Dibaca : 1e3 Kali
Ketua PWI Riau Buka Resmi Agenda OKK Calon Anggota Baru Tahun 2025
Dibaca : 1e3 Kali
Bupati Bengkalis yang Tak Anti Kritik
Dibaca : 1e3 Kali
Ciri Khas Warna Kuning, Masjid Kuning Miliki Sejarah Panglima Minal
Dibaca : 1e3 Kali
Hasil Putusan PTUN, Posisi Ketua DPRD Bengkalis Dikembalikan kepada Khairul Umam
Dibaca : 1e3 Kali

  • Home
  • Ekonomi
  • Pekanbaru

Harga Sawit Swadaya Riau Menanjak, TBS Umur 9 Tahun Naik Sedikit

Redaksi

Selasa, 23 Juni 2026 18:16:04 WIB
Cetak
Harga Sawit Swadaya Riau Menanjak, TBS Umur 9 Tahun Naik Sedikit
Ilustrasi petani sawit swadaya di Riau. (sumber: istimewa)

BEDELAU.COM --Harga tandan buah segar (TBS) sawit petani swadaya di Riau kembali naik. Penetapan berlaku untuk periode 24 hingga 30 Juni 2026. Kenaikan terjadi setelah dua komponen utama menguat. Petani mulai menghitung ulang potensi pendapatan pekan ini.

Pemerintah Provinsi Riau mengumumkan harga terbaru tersebut. Penetapan dilakukan melalui Dinas Perkebunan Riau. Hasil rapat keluar pada Selasa, 23 Juni 2026. Angka baru langsung menjadi perhatian pelaku perkebunan.

Data penetapan menunjukkan kenaikan tertinggi terjadi. Kelompok tanaman umur sembilan tahun memimpin. Nilainya naik Rp11,28 per kilogram. Persentasenya mencapai sekitar 0,31 persen.

Kenaikan itu membawa harga baru. TBS umur sembilan tahun mencapai Rp3.707,61. Angka tersebut menjadi harga tertinggi. Posisi itu bertahan pada periode terbaru.

Di balik kenaikan harga tersebut terdapat pergerakan pasar. Tim penetapan memeriksa seluruh komponen harga. Perubahan tidak muncul secara tiba-tiba. Ada jejak yang dapat ditelusuri.

Harga minyak sawit mentah atau CPO meningkat. Nilainya bertambah Rp57,64 per kilogram. Pada saat bersamaan kernel juga menguat. Kenaikannya mencapai Rp394,38 per kilogram.

Dua komponen itu menjadi faktor utama. Formula harga TBS mengikuti perkembangan pasar. Ketika keduanya bergerak naik bersamaan, hasil akhirnya ikut berubah. Petani kemudian menerima dampaknya.

Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Dinas Perkebunan Riau, Defris Hatmaja, menjelaskan hasil penetapan terbaru. Tim melakukan perhitungan sesuai ketentuan berlaku dengan memeriksa akurasi data. “Hasil perhitungan menunjukkan tren yang lebih baik,” kata Defris Hatmaja, Selasa, 23 Juni 2026.

Ia menjelaskan bahwa evaluasi dilakukan secara rutin. Setiap perubahan pasar dipantau. Penyesuaian dilakukan setiap periode. 

Harga pembelian TBS petani kini meningkat. Nilainya mencapai Rp3.707,61 per kilogram. Harga cangkang juga ikut dihitung. Nilainya berada pada Rp23,11 per kilogram.

Komponen lain ikut menentukan hasil akhir. Indeks K digunakan pada level 92,45 persen. Angka tersebut menjadi dasar pembagian nilai. Petani memperhatikan indikator tersebut setiap pekan.

Dalam proses penetapan, tidak semua pabrik bertransaksi. Situasi itu memengaruhi sumber data harga. Tim kemudian mengacu pada aturan berlaku. Mekanisme cadangan segera digunakan.

Peraturan Menteri Pertanian Nomor 13 Tahun 2024 menjadi acuan. Pasal 16 mengatur proses validasi. Harga rata-rata tim digunakan dalam kondisi tertentu. Langkah itu menjaga kesinambungan perhitungan.

Apabila masuk validasi kedua, mekanisme berubah. Harga mengacu pada rata-rata KPBN. Sistem tersebut diterapkan sesuai ketentuan. Tujuannya menjaga objektivitas data.

“Harga harus mencerminkan kondisi pasar sebenarnya,” ujar Dr Defris Hatmaja. Transparansi menjadi bagian penting. Seluruh proses mengikuti regulasi. Hasilnya diumumkan secara terbuka.

Pada periode ini harga rata-rata CPO KPBN tercatat Rp15.335. Harga kernel KPBN mencapai Rp12.610. Kedua angka tersebut menjadi referensi. Formula harga TBS menggunakannya secara langsung.

Kenaikan harga pekan ini berbeda dari periode sebelumnya. Saat itu beberapa komponen melemah. Kali ini arah pasar berubah. CPO dan kernel bergerak menguat.

Bagi petani swadaya, perubahan harga selalu penting. Setiap rupiah berdampak pada pendapatan. Produksi kebun berlangsung setiap hari. Hasil panen mengikuti harga pasar.

Kebun dengan usia produktif memperoleh keuntungan lebih besar. Kelompok umur sembilan tahun memimpin daftar harga. Posisi tersebut menunjukkan produktivitas optimal. Harga tertinggi muncul pada fase tersebut.

Tanaman umur tiga tahun dihargai Rp2.866,37. Umur empat tahun mencapai Rp3.199,68. Umur lima tahun berada Rp3.436,65. Harga meningkat seiring produktivitas tanaman.

Kelompok umur enam tahun dihargai Rp3.569,98. Umur tujuh tahun mencapai Rp3.650,23. Umur delapan tahun berada Rp3.694,75. Puncaknya terjadi pada umur sembilan tahun.

Setelah melewati fase tersebut, harga mulai melandai. Umur sepuluh hingga dua puluh tahun dihargai Rp3.667,79. Umur dua puluh satu tahun Rp3.604,85. Tren penurunan berlanjut sesuai usia tanaman.

Pemerintah daerah juga terus memperbaiki tata kelola. Sistem penetapan harga semakin diperkuat. Berbagai unsur terlibat dalam pengawasan. Tujuannya menjaga keadilan bagi petani.

Kejaksaan Tinggi Riau ikut mendukung proses tersebut. Pengawasan dilakukan pada berbagai tahapan. Tata kelola yang baik terus didorong. Stabilitas sektor perkebunan menjadi sasaran.

“Pendapatan petani perlu terus diperkuat,” kata Defris Hatmaja. Perbaikan tata kelola memberi dampak luas. Kepercayaan pelaku usaha ikut meningkat. Aktivitas perkebunan berjalan lebih sehat.

Periode baru telah dimulai. Harga sawit swadaya bergerak naik. Petani kembali menatap pekan berikutnya. Pasar tetap menjadi penentu arah selanjutnya.

 

 

 

Sumber: SM Nes.com


[Ikuti Bedelau.com


Bedelau.com

BERITA LAINNYA +INDEKS

Ekonomi

Harga Cabai Pekanbaru Bikin Geleng Kepala

Ahad, 18 Oktober 2026 - 19:50:09 WIB

BEDELAU.COM --Belanja dapur warga Pekanbaru pekan in.

Ekonomi

IHSG dan Rupiah Hancur! Airlangga Tagih Bukti Reformasi BEI di Tengah Ancaman MSCI

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:52:20 WIB

BEDELAU.COM --Pasar saham Indonesia sedang meminta j.

Ekonomi

Beras Rp60 Ribu dan Telur Rp49 Ribu, Catat 5 Lokasi Pasar Murah Pemprov Riau Pekan Ini

Senin, 12 Oktober 2026 - 19:47:56 WIB

BEDELAU.COM --Belanja dapur tak harus membuat dompet.

Ekonomi

Cabai di Pekanbaru Tembus Rp110 Ribu per Kilogram

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 23:16:37 WIB

BEDELAU.COM --Di Pekanbaru, cabai merah keriting kin.

Ekonomi

Cabai Riau Mengamuk! Harga Merah Keriting Nyaris Rp100 Ribu, Ini Biang Keroknya

Ahad, 04 Oktober 2026 - 19:05:41 WIB

BEDELAU.COM --Harga cabai di Riau kembali membuat pa.

Ekonomi

Harga Sawit Riau Terjun Lagi, TBS Umur 9 Tahun Kini Rp3.866 per Kilogram

Selasa, 29 September 2026 - 00:26:57 WIB

BEDELAU.COM --Harga TBS sawit Riau kembali tergelinc.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini

  • +INDEX
Jumat Berkah Subuh Hadir di Masjid Madinah Japakeh, Iskandar Idris Koordinasikan Gerakan Berbagi di Pidie Jaya
23 Oktober 2026
Hadiri Rakornas TPAKD 2026, Bupati Asmar Dorong Perluasan Akses Keuangan Masyarakat Meranti
23 Oktober 2026
Polres Meranti Bongkar Jaringan Narkoba Internasional, 9,3 Kg Sabu Disita, Hampir 9 Kg Dimusnahkan
23 Oktober 2026
Buron Dua Pekan, Pria Pelaku Pencabulan Anak Ini Akhirnya Ditangkap
21 Oktober 2026
Bisnis Gelap Solar Subsidi di Siak yang Dibongkar Polda Riau, 2 Orang Ditahan
21 Oktober 2026
Usai Didemo, Pemprov Riau akan Pertemukan Mahasiswa Unilak dan UIR dengan Plt Gubri
21 Oktober 2026
BMKG Buka Suara Soal Bau Menyengat di Pekanbaru
21 Oktober 2026
DLHK Cek PLTU Hingga Wilayah Perbatasan, Sumber Aroma Gas di Pekanbaru Masih Misterius
21 Oktober 2026
Bayi Ditemukan di Teras Rumah Pekanbaru, Polisi: Keluarga Diminta Datangi Dinsos
20 Oktober 2026
Demo di Kantor Gubernur Riau, Mahasiswa Unilak Sampaikan Kritik Lewat Puisi
20 Oktober 2026

Terpopuler

  • +INDEX
  • 1 Cegah Karhutla Sejak Dini, Magister Pendidikan Biologi UNRI Edukasi Santri MA Al-Munawwarah tentang Gambut
  • 2 Wow! Mulai Tahun Ini Gaji ASN Dibayarkan Lewat Koperasi Merah Putih
  • 3 SF Hariyanto Sebut Asap Riau Berasal dari Karhutla Sumsel dan Jambi
  • 4 Dulu Prabowo Tegas Minta Karhutla Jadi Bencana Nasional
  • 5 Lapas Pasir Pangarayan dan Tim Gabungan Temukan Kembali Warga Binaan yang Kabur
  • 6 Kabut Asap Karhutla Selimuti Perairan, KSOP Bengkalis Imbau Kapal Waspadai Jarak Pandang
  • 7 PJJ Bukan Libur Jalan-Jalan, Anak Pekanbaru Kini Dikejar Ancaman Asap

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

Bedelau.com ©2021 | All Right Reserved