• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Opini
  • Advertorial
  • Nasional
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Rohul
    • Rohil
    • Inhu
    • Inhil
    • Kuansing
    • Meranti
  • Dunia
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • More
    • Hukrim
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar

Pilihan

  • +INDEX
Silaturrahmi Akbar, IKA FIA Unilak Gelar Parade Musik dan Lagu
Dibaca : 1e3 Kali
Ketua PWI Riau Buka Resmi Agenda OKK Calon Anggota Baru Tahun 2025
Dibaca : 1e3 Kali
Bupati Bengkalis yang Tak Anti Kritik
Dibaca : 1e3 Kali
Ciri Khas Warna Kuning, Masjid Kuning Miliki Sejarah Panglima Minal
Dibaca : 1e3 Kali
Hasil Putusan PTUN, Posisi Ketua DPRD Bengkalis Dikembalikan kepada Khairul Umam
Dibaca : 1e3 Kali

  • Home
  • Ekonomi
  • Pekanbaru

Harga Sawit Riau Terjun Lagi, TBS Umur 9 Tahun Kini Rp3.866 per Kilogram

Redaksi

Selasa, 29 September 2026 00:26:57 WIB
Cetak
Harga Sawit Riau Terjun Lagi, TBS Umur 9 Tahun Kini Rp3.866 per Kilogram
Ilustrasi petani sawit. (sumber: istimewa)

BEDELAU.COM --Harga TBS sawit Riau kembali tergelincir pada awal Oktober 2026. Petani harus menerima harga lebih rendah untuk periode pekan ini. Penurunan terjadi pada kelompok sawit mitra swadaya maupun plasma.

Untuk pekebun mitra swadaya, harga TBS umur sembilan tahun menjadi Rp3.866,97 per kilogram. Angka itu turun Rp18,19 dibandingkan periode sebelumnya. Penetapan berlaku mulai 30 September hingga 6 Oktober 2026.

Sementara itu, harga TBS mitra plasma berada sedikit lebih tinggi. Umur sembilan tahun ditetapkan Rp3.912,29 per kilogram. Harga tersebut turun Rp36,41 per kilogram dari periode sebelumnya.

Penurunan harga tersebut berkaitan dengan pelemahan harga komoditas olahan sawit. Harga CPO dan kernel menjadi bagian utama perhitungan. Kondisi pasar akhirnya ikut terasa sampai tingkat pekebun.

Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan Riau Defris Hatmaja menjelaskan penyebabnya. “Penurunan harga minggu ini lebih disebabkan karena faktor turunnya harga CPO,” kata Defris. Untuk plasma, ia juga memasukkan penurunan harga kernel.

Penetapan harga berlangsung melalui rapat Tim Penetapan Harga TBS Riau. Rapat tersebut berlangsung Selasa, 29 September 2026. Tim menetapkan harga tanaman berusia tiga hingga 30 tahun.

Pada kelompok swadaya, penurunan terbesar terjadi pada tanaman umur sembilan tahun. Penurunannya mencapai Rp18,19 per kilogram atau sekitar 0,47 persen. Harga akhirnya berhenti pada level Rp3.866,97 per kilogram.

Kelompok plasma menghadapi tekanan lebih besar pada umur yang sama. Penurunannya mencapai Rp36,41 per kilogram atau sekitar 0,92 persen. Harga akhirnya berada di level Rp3.912,29 per kilogram.

Harga acuan juga memperlihatkan perbedaan antara dua skema kemitraan tersebut. Swadaya menggunakan harga CPO Rp15.552,66 per kilogram. Harga kernelnya mencapai Rp14.271 per kilogram.

Untuk plasma, harga CPO tercatat Rp15.525,87 per kilogram. Harga kernel berada di angka Rp13.443,82 per kilogram. Perbedaan angka tersebut ikut memengaruhi hasil perhitungan akhir.

Indeks K swadaya berada pada angka 93,30 persen. Sementara itu, indeks K plasma mencapai 93,93 persen. BOTL masing-masing tercatat 0,61 persen dan 1,24 persen.

Harga cangkang juga masuk dalam formula penetapan TBS periode tersebut. Swadaya menggunakan harga cangkang Rp24,65 per kilogram. Plasma menggunakan harga cangkang Rp15,46 per kilogram.

Sejumlah pabrik kelapa sawit tidak melakukan penjualan pada periode penetapan. Kondisi tersebut membuat tim menggunakan mekanisme harga rata-rata. Aturan tersebut mengacu pada ketentuan yang berlaku.

Defris menjelaskan mekanisme tersebut memiliki jalur validasi tersendiri. “Apabila terkena validasi 2 maka digunakan harga rata-rata KPBN,” jelasnya. Harga rata-rata CPO KPBN mencapai Rp15.583,67 per kilogram.

Untuk kernel KPBN, harga rata-ratanya mencapai Rp13.639 per kilogram. Angka tersebut menjadi acuan ketika kondisi tertentu terpenuhi. Mekanisme ini menjaga proses penetapan tetap mengikuti aturan.

Harga TBS swadaya paling rendah terdapat pada tanaman umur tiga tahun. Harganya ditetapkan Rp2.994,10 per kilogram. Nilainya kemudian meningkat seiring bertambahnya usia tanaman.

Pada umur empat tahun, harga mencapai Rp3.339,35 per kilogram. Umur lima tahun mencapai Rp3.583,73 per kilogram. Umur enam tahun berada pada Rp3.721,83 per kilogram.

Harga terus naik hingga kelompok umur sembilan tahun. Setelah itu, kelompok umur 10 hingga 20 tahun berada Rp3.826,84 per kilogram. Harga kemudian kembali turun pada tanaman yang lebih tua.

Pada kelompok plasma, umur tiga tahun berada pada Rp3.013,79 per kilogram. Umur empat tahun mencapai Rp3.417,66 per kilogram. Umur lima tahun ditetapkan Rp3.622,60 per kilogram.

Harga plasma mencapai Rp3.780,67 pada tanaman umur enam tahun. Umur tujuh tahun berada Rp3.862,13 per kilogram. Umur delapan tahun mencapai Rp3.907,82 per kilogram.

Setelah umur sembilan tahun, harga mulai bergerak turun perlahan. Kelompok umur 10 hingga 20 tahun berada Rp3.891,28 per kilogram. Umur 30 tahun akhirnya berada Rp3.390,75 per kilogram.

Dinas Perkebunan Riau terus memperbaiki tata kelola penetapan harga TBS. Langkah tersebut diarahkan agar mekanisme berjalan sesuai regulasi. Kepastian harga menjadi bagian penting dalam hubungan pekebun dan perusahaan.

Pemerintah Provinsi Riau turut mendukung pembenahan mekanisme tersebut. Kejaksaan Tinggi Riau juga disebut ikut mendukung komitmen tersebut. Tujuannya menjaga proses penetapan berjalan transparan dan sesuai aturan.

Bagi petani, penurunan harga langsung menyentuh pendapatan setiap panen. Selisih belasan hingga puluhan rupiah menjadi berarti ketika volume besar. Harga pekanan akhirnya menjadi angka yang terus ditunggu pekebun.

Defris berharap pembenahan tata kelola memberi dampak terhadap pendapatan petani. “Komitmen bersama ini pada akhirnya tentu akan berimbas pada peningkatan pendapatan petani,” ujarnya. Harapannya, pendapatan tersebut ikut mendorong kesejahteraan masyarakat.

Pekan ini, sawit Riau kembali menghadapi tekanan dari pasar komoditas. Harga TBS turun pada dua skema kemitraan sekaligus. Petani kini kembali menghitung hasil panen dengan harga terbaru.

 

 

 

Sumber: SM News.com


[Ikuti Bedelau.com


Bedelau.com

BERITA LAINNYA +INDEKS

Ekonomi

TBS Sawit Riau Makin Gemuk, Harga Umur 9 Tahun Tembus Rp3.945 per Kg

Rabu, 26 Agustus 2026 - 19:34:48 WIB

BEDELAU.COM --Harga tandan buah segar atau TBS sawit.

Ekonomi

Harga Ayam Ras Naik Secara Nasional, Dua Daerah di Riau Ikut Terdampak

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 20:45:43 WIB

BEDELAU.COM --Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau mel.

Ekonomi

Pemprov Riau Gelar Operasi Pasar Murah di Lima Lokasi Pekan Ini

Selasa, 18 Agustus 2026 - 17:35:20 WIB

BEDELAU.COM --Operasi pasar murah Pemprov Riau kemba.

Ekonomi

Harga TBS Sawit Riau Terus Naik, Hampir Sentuh Rp4.000 per Kg

Selasa, 28 Juli 2026 - 00:10:37 WIB

BEDELAU.COM --Harga tandan buah segar (TBS) kelapa s.

Ekonomi

CPO Melonjak, Kantong Petani Swadaya Riau Lebih Tebal

Selasa, 14 Juli 2026 - 17:48:08 WIB

BEDELAU.COM --Dinas Perkebunan Provinsi Riau merilis.

Ekonomi

Operasi Pasar Murah Pemprov Riau Hadir di 3 Lokasi, Ini Waktunya!

Rabu, 24 Juni 2026 - 17:53:09 WIB

BEDELAU.COM --Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau mel.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini

  • +INDEX
Pemko Pekanbaru Prioritaskan Jalan Dharma Bakti, Jadi Akses Alternatif Saat Flyover Dibangun
30 September 2026
Kuasa Hukum Korban Investasi Bodong, Desak Polres Rohul Tangkap DPO
29 September 2026
Diduga Lecehkan Bawahannya, Oknum Sekcam di Inhil Diminta Dinonaktifkan
29 September 2026
Harga Sawit Riau Terjun Lagi, TBS Umur 9 Tahun Kini Rp3.866 per Kilogram
29 September 2026
Kapolsek Kunto Darussalam Bersama Upika Sosialisasi Pencegahan Kenakalan Remaja di SMA 1 Pagaran Tapah
29 September 2026
Kepala UPT Parkir Definitif, Walikota: Jangan Sampai Juru Parkir Minta Rp2 Ribu untuk Motor
29 September 2026
Bukan Bentuk Satgas Mafia Solar, Pemprov Riau Malah Ajukan Penambahan Kuota BBM
29 September 2026
Diduga Gegara Utang, Pria di Rohul Pukul Rekan Kerja Pakai Kayu hingga Koma
29 September 2026
PETI di Kuantan Singingi: Mengapa Mesin Dibakar, Tambang Emas Ilegal Tetap Beroperasi?
28 September 2026
Layangkan Interupsi, DPRD Pekanbaru Sebut Sekda Arogan
28 September 2026

Terpopuler

  • +INDEX
  • 1 Diterjang Hujan Lebat dan Angin Kencang, Dua Rumah Warga di Kuala Kampar Rusak
  • 2 Tanah Tak Lagi Tanpa Batas? Pemerintah Siapkan Aturan Penguasaan dan Kepemilikan
  • 3 Wako Pekanbaru Tegaskan soal Jalan Berportal: Sudah Dibangun APBD, Harus Terbuka untuk Umum
  • 4 Galian di Jalan Kayu Manis Viral, PUPR Pekanbaru: Sekarang Saluran Air, Tahun Depan Overlay
  • 5 Bawaslu Rohul Gelar Diskusi Hukum Putusan MK, Kawal Demokrasi dan Keadilan Pemilu
  • 6 Masyarakat Desak Pemkab Bengkalis Turun Tangan Kasus Lahan Chua Cin Heng di Rupat
  • 7 3.391 Hektare Lahan di Riau Hangus, Polisi Sudah Tetapkan 63 Tersangka Karhutla

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

Bedelau.com ©2021 | All Right Reserved