Pilihan
Silaturrahmi Akbar, IKA FIA Unilak Gelar Parade Musik dan Lagu
Ketua PWI Riau Buka Resmi Agenda OKK Calon Anggota Baru Tahun 2025
Bupati Bengkalis yang Tak Anti Kritik
Ciri Khas Warna Kuning, Masjid Kuning Miliki Sejarah Panglima Minal
Diduga Gunakan Bumbu Tak Layak, 21 Siswa SMKN 1 Kandis Keracunan Menu MBG
BEDELAU.COM --Program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Kandis berujung duka. Setidaknya 21 siswa Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Kandis harus dilarikan ke klinik dan menjalani perawatan medis intensif, diduga akibat keracunan makanan setelah mengkonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG), Senin (12/1/2026) lalu.
?Insiden ini terungkap setelah pihak sekolah melaporkan adanya gangguan pencernaan massal yang dialami siswa, Selasa pagi (13/1/26).
Korwil Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Siak, Lisa Wahari, mengatakan puluhan siswa mengalami diare, hingga harus mendapatkan tindakan medis berupa pemasangan infus.
Berdasarkan investigasi internal Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), kata Lisa, penyebab keracunan diduga kuat adalah bumbu pelengkap yang sudah tidak layak konsumsi.
Diduga ada unsur kelalaian serius yang dilakukan tim masak dari dapur penyedia tersebut.
Lisa menjelaskan, Ahad (11/1/26), dapur SPPG Kampung Telaga Sam-Sam, menerima bahan baku untuk diolah. Sehari setelah itu, ahli gizi menemukan bumbu pelengkap dalam kondisi buruk dan tidak layak digunakan.
Bumbu yang rusak tersebut diminta untuk segera dibuang. Namun, tim masak diduga tetap menggunakan bumbu tersebut untuk menu pengantaran siang. Mereka mencoba mencampurkan baking powder dengan asumsi dapat menetralkan rasa asam pada bumbu atau santan yang mulai rusak.
Pendistribusian menu makan siang itu telah selesai dilakukan di sejumlah sekolah, bahkan posyandu. Namun keluhan baru muncul sehari setelah menu tersebut dikonsumsi.
Pihak BGN langsung bergerak cepat dengan mengevakuasi korban ke klinik terdekat guna mendapatkan pertolongan pertama. ?Buntut dari kejadian ini, BGN mengambil tindakan tegas dengan menutup sementara operasional dapur di bawah Yayasan Tuah Karya tersebut.
?"Dapur ditutup sampai pihak pengelola mampu melengkapi standar operasional sesuai aturan ketat BGN," tegas Lisa Wahari.
Terpisah, ketua Dewan Pimpinan Pemuda Sakai Emi mengaku sangat menyayangkan kejadian keracunan tersebut.
“Kami meminta pihak terkait untuk mengevaluasi, agar kejadian serupa tidak terulang lagi,” kata Emi.
Sementara untuk pihak dapur MBG diminta menjalankan apa yang telah diperintahkan oleh ahli gizi.
“Ini menyangkut generasi muda. Jangan sampai timbul korban jiwa,” kata Emi.***
Sumber: Riauterkini.com
Agung Nugroho Lantik 39 ASN, 18 Lurah Baru Siap Perkuat Pelayanan Masyarakat
BEDELAU.COM --Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho kemb.
Jadwal Pembangunan Flyover Simpang Panam Belum Ada Kepastian
BEDELAU.COM --Rencana pembangunan Flyover Simpang Pa.
Polsek Sukajadi: Kasus Tiga Eks Karyawan PT Asyifa Diduga Gelapkan Uang Perusahaan
BEDELAU.COM --Polsek Sukajadi menegaskan perkara yan.
Wako Agung Minta RT dan RW di Pekanbaru Aktif Laporkan Persoalan Lingkungan
BEDELAU.COM --Para Ketua RT dan RW di Kota Pekanbaru.
Penanaman Serentak Kuartal III Siap Dimulai, Polsek Tandun Tinjau Lahan Jagung
BEDELAU.COM,ROKAN HULU – Polsek Tandun terus memperkuat dukungannya terhadap P.
Dinkes Riau Catat 1.170 Kasus Positif HIV Selama 2025, Dominasi Kelompok LSL
BEDELAU.COM --Dinas kesehatan (Diskes) provinsi Riau.








