• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Opini
  • Advertorial
  • Nasional
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Rohul
    • Rohil
    • Inhu
    • Inhil
    • Kuansing
    • Meranti
  • Dunia
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • More
    • Hukrim
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar

Pilihan

  • +INDEX
Silaturrahmi Akbar, IKA FIA Unilak Gelar Parade Musik dan Lagu
Dibaca : 1e3 Kali
Ketua PWI Riau Buka Resmi Agenda OKK Calon Anggota Baru Tahun 2025
Dibaca : 1e3 Kali
Bupati Bengkalis yang Tak Anti Kritik
Dibaca : 1e3 Kali
Ciri Khas Warna Kuning, Masjid Kuning Miliki Sejarah Panglima Minal
Dibaca : 1e3 Kali
Hasil Putusan PTUN, Posisi Ketua DPRD Bengkalis Dikembalikan kepada Khairul Umam
Dibaca : 1e3 Kali

  • Home
  • Ekonomi

Dolar AS Nyaris Sentuh Rp17.000, Siap-siap Harga Barang Impor Bakal Melambung Tinggi!

Redaksi

Senin, 16 Maret 2026 00:43:59 WIB
Cetak
Dolar AS Nyaris Sentuh Rp17.000, Siap-siap Harga Barang Impor Bakal Melambung Tinggi!
Ilustrasi nilai tukar Rupiah dengan Dolar AS (ist), SM News.com

BEDELAU.COM --Rupiah nyaris jatuh ke jurang psikologis yang lama bikin pasar gelisah. Pada penutupan perdagangan, Senin, 16 Maret 2026, mata uang Garuda berhenti di Rp16.997 per dolar AS. Angka itu melemah 39 poin atau 0,23 persen dari posisi sebelumnya Rp16.958. Selisihnya tipis dari level 17.000, tapi efeknya tebal di kepala pelaku pasar.

Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate atau JISDOR Bank Indonesia juga ikut lesu. Nilainya bergerak ke Rp16.990 per dolar AS dari posisi sebelumnya Rp16.934. Ini memberi sinyal satu hal yang sulit dibantah. Tekanan pada rupiah bukan cuma terlihat di layar perdagangan, tapi juga terekam dalam acuan resmi.

Di pasar spot, tekanan sempat mendorong rupiah nyaris pas di level Rp17.000 per dolar AS pada siang hari. Data Bloomberg pada pukul 14.40 WIB mencatat pelemahan harian 0,25 persen. Angka itu menunjukkan pasar bergerak dengan napas pendek. Setiap sentimen global langsung mengguncang kurs.

Research and Development Indonesia Commodity and Derivatives Exchange, Muhammad Amru Syifa, menilai tekanan utama datang dari penguatan dolar AS di pasar global. Menurut dia, dana global sedang mencari tempat berlindung. “Tekanan terhadap rupiah terutama berasal dari penguatan dolar AS,” kata Amru.

Ucapan itu bukan sekadar kalimat pasar yang biasa. Saat ketidakpastian global meninggi, dolar AS tampak seperti rumah beton di tengah badai. Rupiah dan mata uang negara berkembang lain jadi seperti atap seng yang lebih mudah bergetar. 

Dolar Menguat, Rupiah Kena Guncang

Sumber tekanan paling terasa datang dari konflik geopolitik di Timur Tengah. Ketegangan di kawasan itu membuat pelaku pasar menahan risiko. Saat risiko naik, dolar AS ikut mendapat panggung lebih besar. Pasar global bergerak seperti orang yang mendadak menarik uangnya ke tempat yang dianggap aman.

Kepala Ekonom Permata Bank, Josua Pardede, juga melihat arah yang sama. Menurut dia, konflik di Timur Tengah ikut menekan sentimen risiko. “Ketidakpastian yang masih berlanjut turut menekan sentimen pasar,” ujar Josua.

Situasi bertambah panas setelah muncul laporan soal peningkatan skala serangan terkait Iran. Lalu ada kabar pengerahan unit ekspedisi Marinir Amerika Serikat ke kawasan itu. Rangkaian perkembangan ini membuat pasar global makin tegang. Timur Tengah memang bukan sekadar titik di peta. Kawasan ini menyangkut urat nadi energi dunia.

Saat ketegangan naik, harga minyak ikut terdorong. Inilah simpul lain yang membuat rupiah makin berat bergerak. Pada perdagangan Jumat, 13 Maret 2026, harga minyak Brent melonjak 2,67 persen ke level 103,14 dolar AS per barel. Harga energi yang naik memberi tekanan tambahan ke pasar keuangan global.

Kenaikan minyak membuat kekhawatiran pasar makin lengkap. Jika pasokan energi terganggu, inflasi bisa kembali sulit jinak di banyak negara. Akibatnya bank sentral besar, terutama Federal Reserve, bisa tetap galak dalam urusan bunga. Saat bunga tinggi bertahan, dolar AS makin nyaman duduk di kursi kuatnya.

Amru menyorot inflasi AS yang masih ada di kisaran 2,4 persen secara tahunan. Angka ini dianggap cukup stabil untuk menjaga ekspektasi suku bunga tinggi lebih lama. “Stabilitas pasar valas dan likuiditas dolar sangat penting,” kata Amru. Pesan itu menunjukkan tekanan rupiah bukan cuma soal satu hari perdagangan, tapi soal arah sentimen yang lebih panjang.

Meski begitu, ada satu data dari Amerika Serikat yang sempat menahan laju dolar. Produk Domestik Bruto AS kuartal IV-2025 direvisi turun menjadi 0,7 persen quarter on quarter dari estimasi sebelumnya 1,4 persen. Revisi ini memberi tanda ekonomi AS mulai kehilangan tenaga. Namun sinyal pelemahan itu belum cukup kuat untuk mengangkat rupiah kembali. 

Pasar Menanti Jurus Penahan

Di tengah tekanan eksternal, rupiah masih punya bantalan dari dalam negeri. Inflasi Indonesia relatif terkendali. Stabilitas makroekonomi masih terjaga. Neraca perdagangan juga masih mencatat surplus. Fondasi ini membuat rupiah belum sepenuhnya jatuh ke mode panik.

Tetap saja, pasar tidak hidup dari fondasi saja. Pasar hidup dari rasa percaya dan rasa takut. Saat rasa takut lebih besar, kurs bisa bergerak lebih liar dari yang dibayangkan. Itulah kenapa angka Rp17.000 kini tampak seperti garis tipis yang diawasi banyak mata.

Ekonom CORE Indonesia, Yusuf Rendy Manilet, menilai rupiah masih berpotensi bergerak dalam tekanan pada semester pertama 2026. Ia memperkirakan pergerakan rupiah ada di kisaran Rp16.700 sampai Rp17.000 per dolar AS. “Level Rp17.000 lebih mencerminkan batas psikologis pasar,” ucap Yusuf.

Angka 17.000 bukan sekadar urusan hitung-hitungan. Level itu punya efek psikologis yang kuat. Saat rupiah mendekati titik itu, pasar biasanya lebih sensitif, lebih reaktif, dan lebih cepat memantul pada sentimen negatif.

Faktor domestik juga tetap masuk hitungan. Stabilitas fiskal dan kepercayaan investor pada prospek ekonomi Indonesia masih jadi bahan bakar utama buat menahan tekanan lebih dalam. Jika dua hal itu kuat, pelemahan rupiah bisa lebih terkendali. Jika goyah, tekanannya bisa lebih berat.

Untuk meredam guncangan, koordinasi pemerintah dan Bank Indonesia jadi sorotan. Intervensi terukur di pasar valas dan kecukupan likuiditas dolar di pasar domestik dinilai penting. Langkah seperti ini dibutuhkan agar transaksi perdagangan internasional tetap lancar dan volatilitas tidak berubah liar.

 

 

 

Sumber: SM News.com


[Ikuti Bedelau.com


Bedelau.com

BERITA LAINNYA +INDEKS

Ekonomi

Jangan Terlewatkan! Ini Lokasi Operasi Pasar Murah Awal Maret

Senin, 02 Maret 2026 - 17:39:19 WIB

BEDELAU.COM --- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau m.

Ekonomi

Pemdes Berkerjasama Dengan BUMDes Sepahat Maju Bersama, Melaksanakan Program Ketahanan Pangan

Rabu, 25 Februari 2026 - 15:30:00 WIB

BENGKALIS, BEDELAU.COM--Pemerintah Desa bersama Bada.

Ekonomi

TKD Bagan Melibur Jadi Lapangan Kerja Warga Desa

Rabu, 31 Desember 2025 - 08:00:00 WIB

KEPULAUAN MERANTI, BEDELAU.COM--Tanah Kas Desa (TKD).

Ekonomi

UMK 2026 Kabupaten dan Kota di Riau Ditetapkan, Ini Daftarnya

Selasa, 23 Desember 2025 - 22:37:22 WIB

BEDELAU.COM --Pemerintah Provinsi Riau telah menetap.

Ekonomi

Dari Dapur Rumahan ke Rak Supermarket: Kisah Sukses Komunitas UMKM Pucuk Rebung Binaan PHR

Sabtu, 13 Desember 2025 - 22:41:45 WIB

DURI, (Bedelau.com) – Upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat di wilayah operasi.

Ekonomi

Antusiasme Meningkat, Riau Job Fair 2025 Jadi Incaran Pencari Kerja

Kamis, 04 Desember 2025 - 19:23:55 WIB

BEDELAU.COM --aknya. Agenda yang dipusatkan di Gor T.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini

  • +INDEX
Kredit UMKM Tanpa Bunga Mulai Bergulir di Pasar Cik Puan
17 Maret 2026
Polisi di Kuansing Ungkap Dugaan Kasus Kekerasan Seksual Anak
17 Maret 2026
Polres Bengkalis Buka Layanan Penitipan Kendaraan Gratis untuk Pemudik
17 Maret 2026
Viral, Pemotor Jambret Amplop Santunan Anak Yatim di Pekanbaru
17 Maret 2026
Jembatan Merah Putih Presisi Diresmikan, Akses Siswa SDN 18 Semulut Kini Lebih Aman
17 Maret 2026
Dolar AS Nyaris Sentuh Rp17.000, Siap-siap Harga Barang Impor Bakal Melambung Tinggi!
16 Maret 2026
Pemotongan TTP Siak Bikin ASN Kelabakan dan Diprotes Wakil Rakyat
16 Maret 2026
Sadis! Rusa di Penangkaran Siak Disembelih Maling, Satu Lagi Mati dengan Kaki Patah
16 Maret 2026
Viral di Siak, Chat WA Rp6 Juta untuk 'Orang Polres' Agar Kasus KDRT Cepat Diproses
16 Maret 2026
Kuasa Hukum Sebut Abdul Wahid Siap Hadapi Sidang Perdana di Pekanbaru
16 Maret 2026

Terpopuler

  • +INDEX
  • 1 Indahnya Kebersamaan, Majelis Taklim RW 22 Tebar Takjil dari Sedekah Warga
  • 2 Bukan omon omon Bos Kartel Narkoba Meksiko Tewas, Ternyata Jaringannya Sampai ke Indonesia
  • 3 Ternyata Ini Pemicu 11 Gajah Mengamuk di Siak: Berjuang Selamatkan Anak
  • 4 Sat Lantas Polres Bengkalis Antisipasi Balap Liar dan Kejahatan
  • 5 Rem Blong di Jembatan Siak II, Truk Lindas Dua Pengendara Motor
  • 6 Modus Kredit iPhone, Oknum Bhayangkari di Pekanbaru Tipu Puluhan Warga Rp1,5 Miliar
  • 7 11 Gajah Liar Masuk Perumahan Karyawan PT Arara Abadi di Minas

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

Bedelau.com ©2021 | All Right Reserved