Pilihan
Silaturrahmi Akbar, IKA FIA Unilak Gelar Parade Musik dan Lagu
Ketua PWI Riau Buka Resmi Agenda OKK Calon Anggota Baru Tahun 2025
Bupati Bengkalis yang Tak Anti Kritik
Ciri Khas Warna Kuning, Masjid Kuning Miliki Sejarah Panglima Minal
Malam-malam Wako Turun Ke Marpoyan Damai Cari Penyebab Banjir
BEDELAU.COM --Wali Kota (Wako) Pekanbaru, Agung Nugroho turun langsung meninjau genangan air ke sejumlah wilayah pasca hujan yang mengguyur Pekanbaru, Selasa (21/4/2026) malam.
Agung melihat langsung luapan air, dan permasalahan yang sebabkan banjir akibat hujan yang turun dari siang hari hingga malam tersebut.
Didampingi Kepala Dinas PUPR Kota Pekanbaru, Edward Riansyah, Plt Kadis Perkim Martin Manouluk beserta Plt Camat Marpoyan Damai, Defna Leoni, Agung melihat luapan air dan penyumbatan drainase di Jalan Paus, Jalan Gelatik, hingga ke kawasan Soekarno Hatta, Kecamatan Marpoyan Damai.
"Saya turun langsung untuk melihat langsung kondisi lapangan, apa sebenarnya yang menjadi kendala utama sehingga air masih menggenang di titik-titik tersebut," kata Wako Agung, Rabu (22/4/2026).
Malam itu juga Wako langsung untuk meminta dinas terkait untuk terus bersiaga dan melakukan pemetaan ulang pada titik-titik yang masih sering terjadi banjir.
Dinas PUPR juga melakukan drainase jalan yang alami penyumbatan. Mereka mengangkat endapan sedimen, hingga sampah-sampah yang menyumbat drainase.
"Kita akan terus berupaya memperbaiki sistem drainase kota ini secara bertahap, namun pasti," jelasnya.
Ia menambahkan bahwa pembenahan banjir ini bukan hanya melibatkan pemerintah kota. Namun ada akses jalan yang di bawah Pemerintah Provinsi Riau. Ada juga yang di bawah pemerintah pusat.
"Ada gorong-gorong di Jalan Soekarno Hatta, tepatnya dekat Eco Green, posisinya di bawah aspal, sehingga harus dibongkar," ulasnya.
Menurutnya, pembongkaran gorong-gorong itu membuat air bisa mengalir arah Sungai Kampar. Ia menyebut bahwa arus di gorong-gorong itu cukup deras kala hujan.
"Maka harus dibuat, bagaimana aliran air lancar, tidak terhambat lagi," terangnya.
Agung menyatakan bahwa penanganan banjir saat ini sudah sesuai kewenangan pemerintah kota. Namun penanganan tidak terhenti di sana karena butuh koordinasi dengan pemerintah provinsi dan pusat.
"Agar penanganan banjir bisa optimal, sebab penanganan banjir ini butuh koordinasi dengan semua pihak," ungkapnya.
Banjir di Kecamatan Marpoyan Damai jadi perhatian setelah ada korban meninggal pada 10 April 2026 lalu. Korban yang kala itu mengendarai sepeda motor terbawa arus parit.
Sumber: Riauaktual.com
Angin Kencang Melanda Desa Api Api, SMPN 1 Banlak Rusak Parah
BEDELAU.COM --Musibah angin kencang yang melanda Des.
Besok Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Jangan Langgar 10 Pelanggaran Ini
BEDELAU.COM --Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polrest.
Diikuti 15.080 Pelari Se-Indonesia, Riau Bhayangkara Run 2026 Pecahkan Rekor
BEDELAU.COM --Antusiasme masyarakat terhadap pelaksa.
Pedagang Menjerit! Kebakaran Besar Sapu Deretan Ruko Pasar Atas Bangkinang
BEDELAU.COM --Kebakaran Pasar Atas Bangkinang, Kabup.
Plt Gubri Minta Pohon Sudah Ditanam di Kawasan Stadion Utama Harus Dirawat
BEDELAU.COM --Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF.
Nunggak Pajak? Warga Pekanbaru Bisa Manfaatkan Program Penghapusan Denda
BEDELAU.COM --Warga Kota Pekanbaru bisa memanfaatkan.








