• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Opini
  • Advertorial
  • Nasional
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Rohul
    • Rohil
    • Inhu
    • Inhil
    • Kuansing
    • Meranti
  • Dunia
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • More
    • Hukrim
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar

Pilihan

  • +INDEX
Silaturrahmi Akbar, IKA FIA Unilak Gelar Parade Musik dan Lagu
Dibaca : 1e3 Kali
Ketua PWI Riau Buka Resmi Agenda OKK Calon Anggota Baru Tahun 2025
Dibaca : 1e3 Kali
Bupati Bengkalis yang Tak Anti Kritik
Dibaca : 1e3 Kali
Ciri Khas Warna Kuning, Masjid Kuning Miliki Sejarah Panglima Minal
Dibaca : 1e3 Kali
Hasil Putusan PTUN, Posisi Ketua DPRD Bengkalis Dikembalikan kepada Khairul Umam
Dibaca : 1e3 Kali

  • Home
  • Daerah
  • Pekanbaru

Sudah Makan Korban, Disdik Pekanbaru Minta Peran Orang Tua Siswa Awasi Penggunaan Gadget

Redaksi

Rabu, 22 April 2026 19:43:40 WIB
Cetak
Sudah Makan Korban, Disdik Pekanbaru Minta Peran Orang Tua Siswa Awasi Penggunaan Gadget
Ilustrasi (foto:cakaplah.com)

BEDELAU.COM --Siswi SMP di Pekanbaru jadi korban pemerasan dan pengancaman. Korban dieksploitasi melalui media sosial dan diminta mengirimkan uang hingga puluhan juta.

Dalam pengungkapan kasus tersebut, polisi menangkap seorang laki-laki berinisial FR serta tiga anak yang berhadapan dengan hukum (ABH), masing-masing berinisial MS, RF, dan RY.

Kasus ini menjadi perhatian serius karena melibatkan ancaman berbasis digital yang berdampak pada psikologis korban, serta menjerat anak di bawah umur dalam praktik pemerasan yang berulang.

Menanggapi itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru Syafrian Tommy kepada CAKAPLAH.com mengatakan, hal ini menjadi perhatian serius apalagi melibatkan ancaman gadget kepada anak di bawah umur.

"Berkaca dari hal ini, kita harapkan tak terulang kembali. Kita mengimbau kepada orang tua, jika kita memberikan gadget kepada anak anak kita terutama di bawah umur, sesuai dengan arahan pemerintah, harus sudah yang teregister sesuai dengan umur anak tersebut konten kontennya, dan selalu diawasi," kata Tommy (22/4/2026).

Tommy mengatakan, peran orang tua dalam mengawasi sangat berpengaruh dan krusial menentukan tumbuh kembang anak di era teknologi informasi yang tak terbendung seperti sekarang ini.

"Pendampingan orang tua sangat penting ketika anak menggunakan gadget," katanya lagi.

Tommy juga menyebut, pengawasan tidak cukup hanya di sekolah, di sekolah hanya saat kebutuhan pembelajaran gadget dipergunakan, dan ketika tidak dibutuhkan dikumpulkan di satu tempat.

"Maka peran paling penting itu dari orang tua dan keluarga, kita khawatir dengan hal hal ini, maka haris bijak merdedsos," katanya.

Diberitakan sebelumnya. Kepala Unit Reserse Kriminal Polresta Pekanbaru, AKP Anggi Rian Diansyah, membenarkan pengungkapan kasus tersebut.

"Satu orang pelaku dewasa dan tiga anak yang berhadapan dengan hukum," ujar Anggi, Selasa (21/4/2026).

Para terduga pelaku diduga melakukan pemerasan disertai ancaman penyebaran konten asusila serta pengancaman sebagaimana diatur dalam Pasal 482, Pasal 483, atau Pasal 492 jo Pasal 126 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.

Kasus ini bermula dari perkenalan korban berinisial JS dengan pelaku MS pada April 2025 melalui komunikasi daring. Dari perkenalan tersebut, korban kemudian diduga diancam akan diculik apabila tidak mengirimkan foto pribadi tidak senonoh.

Karena berada dalam tekanan dan rasa takut, korban akhirnya mengirimkan foto yang diminta melalui aplikasi WhatsApp. Namun, ancaman tidak berhenti di situ.

Pelaku kembali meminta foto lain dengan ancaman akan menyebarkan foto sebelumnya apabila permintaan tidak dipenuhi. Situasi ini kemudian berkembang menjadi pola pemerasan yang dilakukan secara berulang.

Bersama dua rekannya, RF dan RY, MS diduga melakukan pemerasan terhadap korban dengan nominal bervariasi, mulai dari Rp700 ribu hingga Rp10 juta. Dalam perkembangan berikutnya, korban sempat menceritakan peristiwa tersebut kepada FR.

Namun, alih-alih memberikan bantuan, FR justru diduga ikut melakukan pemerasan dengan modus serupa menggunakan nomor telepon berbeda, dengan permintaan uang berkisar Rp6 juta hingga Rp7 juta.

"Aksi tersebut berlangsung sejak Januari hingga Maret 2026, hingga total kerugian yang dialami korban mencapai sekitar Rp60 juta," jelas Anggi.

Kasus ini dilaporkan ke aparat kepolisian. Polisi langsung bergerak, melakukan penyelidikan, dan mengamankan empat pelaku. Saat ini, penyidik masih melakukan pendalaman untuk mengungkap peran masing-masing pelaku serta kemungkinan adanya korban lain dalam kasus serupa.

Anggi mengimbau masyarakat, terutama para remaja, agar lebih berhati-hati dalam berinteraksi di media sosial. Jangan memberikan data atau foto pribadi hingga dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan.

"Peran orang tua juga sangat diharapkan untuk mengawasi aktivitas anak-anak di media sosial," pungkas Anggi.

 

 

 

Sumber: cakaplah.com


[Ikuti Bedelau.com


Bedelau.com

BERITA LAINNYA +INDEKS

Daerah

Penanaman Serentak Kuartal III Siap Dimulai, Polsek Tandun Tinjau Lahan Jagung

Jumat, 24 Juli 2026 - 12:00:00 WIB

BEDELAU.COM,ROKAN HULU – Polsek Tandun terus memperkuat dukungannya terhadap P.

Daerah

Dinkes Riau Catat 1.170 Kasus Positif HIV Selama 2025, Dominasi Kelompok LSL

Kamis, 23 Juli 2026 - 20:24:44 WIB

BEDELAU.COM --Dinas kesehatan (Diskes) provinsi Riau.

Daerah

Pemko Pekanbaru Minta Pedagang Kosongkan Jalan Teratai

Kamis, 23 Juli 2026 - 20:02:49 WIB

BEDELAU.COM --Petugas dari Dinas Perindustrian dan P.

Daerah

Didominasi LSL, Kasus HIV di Bengkalis Ditemukan Capai 35 Kasus dalam Enam Bulan

Rabu, 22 Juli 2026 - 19:44:22 WIB

BEDELAU.COM --Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Ben.

Daerah

70 Lapak PKL di Kawasan Stadion Utama Riau Ditertibkan

Rabu, 22 Juli 2026 - 19:41:45 WIB

BEDELAU.COM --Puluhan lapak Pedagang Kaki Lima (PKL).

Daerah

DED Fly Over Simpang Panam Final, Target Pembebasan Lahan Selesai Tahun Ini

Rabu, 22 Juli 2026 - 19:37:59 WIB

BEDELAU.COM --Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau ber.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini

  • +INDEX
Penanaman Serentak Kuartal III Siap Dimulai, Polsek Tandun Tinjau Lahan Jagung
24 Juli 2026
Jumat Berkah Subuh, Kepedulian Sosial Hadir di Meureudu
24 Juli 2026
Bongkar Dua Sindikat Curanmor, Polisi Bekuk 11 Pelaku di Pekanbaru
23 Juli 2026
Dinkes Riau Catat 1.170 Kasus Positif HIV Selama 2025, Dominasi Kelompok LSL
23 Juli 2026
CPO Basahi Jalan Lintas Duri, Polantas Bengkalis Tangani Tabrakan Beruntun 4 Truk Fuso
23 Juli 2026
Abdul Wahid Sebut JPU Jadi "Advokat" Dani, Replik Dinilai Penuh Narasi dan Asumsi
23 Juli 2026
Pemko Pekanbaru Minta Pedagang Kosongkan Jalan Teratai
23 Juli 2026
Kejati Riau Geledah Disdik, Tiga Boks Dokumen Dugaan Korupsi Smart Board Disita
23 Juli 2026
Didominasi LSL, Kasus HIV di Bengkalis Ditemukan Capai 35 Kasus dalam Enam Bulan
22 Juli 2026
Polda Riau Bongkar Praktik Penyalahgunaan BBM Subsidi di Rohil
22 Juli 2026

Terpopuler

  • +INDEX
  • 1 Polisi Selidiki Kericuhan di DPRD Riau, Rekaman CCTV Jadi Bukti Utama
  • 2 Serang Pakai Sajam Saat Disergap, Polisi Tembak Pengedar Ekstasi di Pekanbaru
  • 3 Resahkan Warga, Wako Pekanbaru Perintahkan Satpol PP Segera Tertibkan Tenda Biru di Air Hitam
  • 4 Ditlantas Polda Riau dan BPTD Intensifkan Ramp Check Demi Keselamatan
  • 5 Prabowo Bocorkan Motor Listrik Nasional Segera Meluncur
  • 6 Konflik Parisman dan Eet, BK DPRD Riau Proses Sesuai Kode Etik
  • 7 Kejati Riau Dalami Peran Afrizal Sintong di Kasus Korupsi Dana PI SPRH

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

Bedelau.com ©2021 | All Right Reserved