• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Opini
  • Advertorial
  • Nasional
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Rohul
    • Rohil
    • Inhu
    • Inhil
    • Kuansing
    • Meranti
  • Dunia
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • More
    • Hukrim
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar

Pilihan

  • +INDEX
Silaturrahmi Akbar, IKA FIA Unilak Gelar Parade Musik dan Lagu
Dibaca : 1e3 Kali
Ketua PWI Riau Buka Resmi Agenda OKK Calon Anggota Baru Tahun 2025
Dibaca : 1e3 Kali
Bupati Bengkalis yang Tak Anti Kritik
Dibaca : 1e3 Kali
Ciri Khas Warna Kuning, Masjid Kuning Miliki Sejarah Panglima Minal
Dibaca : 1e3 Kali
Hasil Putusan PTUN, Posisi Ketua DPRD Bengkalis Dikembalikan kepada Khairul Umam
Dibaca : 1e3 Kali

  • Home
  • Daerah
  • Pekanbaru

Heboh Penggundulan Kawasan Hijau Ekoriparian Unilak, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Redaksi

Senin, 18 Mei 2026 19:40:23 WIB
Cetak
Heboh Penggundulan Kawasan Hijau Ekoriparian Unilak, Siapa yang Bertanggung Jawab?
Penebangan pohon yang menyebabkan gundulnya kawasan ekoriparian kampus Universitas Lancang Kuning (Unilak) Pekanbaru memicu kritik keras. Foto: Istimewa/SM News.com

BEDELAU.COM --Penebangan pohon yang menyebabkan gundulnya kawasan ekoriparian kampus Universitas Lancang Kuning (Unilak) Pekanbaru memicu kritik keras. Sivitas akademika mempertanyakan alih fungsi kawasan yang konon akan dijadikan menjadi lokasi pembibitan kepala sawit. 

Foto-foto penggundulan kawasan hijau kampus tersebut beredar di media sosial. Terlihat penggundulan terjadi di area lereng ekoriparian. Pembabatan kawasan menyebabkan lumpur kuning mengalir ke kanal menuju danau kampus. 

Taman Ekoriparian Unilak diresmikan oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya pada Senin, 30 September 2024 silam. Kawasan penyangga lingkungan ini sempat digadang-gadang sebagai area 'konservasi' ekologi kampus. 

Ekoriparian Unilak merupakan proyek yang dibangun sejak Desember 2022 dan telah rampung pada Februari 2023. Proyek dibiayai oleh dana Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) ditaksir menghabiskan anggaran mencapai Rp 9 miliar. 

Ekoriparian adalah konsep penataan dan restorasi kawasan sepadan sungai yang terintegrasi, bertujuan menurunkan beban pencemaran limbah domestik dan sampah, sekaligus menjadikannya area edukasi, konservasi, dan ekowisata. Pendekatan ini mengubah sempadan sungai—yang sering menjadi tempat pembuangan sampah—menjadi ruang publik hijau yang menarik, bersih, dan bermanfaat ekonomi.

Itu sebabnya, penggundulan kawasan ekoriparian memicu tanda tanya besar, manakala fungsi utama lingkungan justru diterabas. Hal ini bertolak belakang dengan semangat “Green Campus” yang selama ini selalu dikampanyekan pihak kampus. 

Pembabatan kawasan hijau ekoriparian Unilak juga memunculkan tanda tanya soal kepatuhan pemanfaatan tata ruang dan analisis dampak lingkungan. Soalnya, pembukaan lahan akan memicu terjadinya abrasi dan pencemaran air karena area yang telah terbuka akan menghasilkan lumpur. 

Guru Besar Lingkungan Fakultas Pertanian Unilak, Prof. Dr. Syafrani, mengaku prihatin atas perubahan fungsi kawasan ekoriparian. Ia menegaskan, area tersebut mestinya bisa dipertahankan fungsinya dan dijaga keberlangsungannya untuk keseimbangan hidrologi dan keberlanjutan sumber daya air kampus.

“Kalau vegetasinya dibuka dan fungsi lahannya berubah, tentu ada risiko ekologis yang harus dipertanggungjawabkan secara akademik maupun lingkungan,” ujarnya.

Menurut mantan Rektor Unilak ini, kebijakan tata kelola lingkungan ekoriparian semestinya dilakukan lewat pembahasan intensif yang melibatkan banyak pihak. Termasuk pembicaraan di forum senat dan persetujuan yayasan. 

“Saya merasa prihatin, karena seharusnya keputusan strategis terkait kawasan konservasi kampus harusnya melalui mekanisme akademik dan tata kelola yang baik mempertimbangkan efek ekologi," tegasnya. 

Menurutnya, ekoriparian yang mengusung semangat Green Campus akan kehilangan makna apabila justru dialihfungsikan untuk kepentingan ekonomi berbasis industri ekstraktif dan perkebunan.

“Kalau kawasan konservasi justru dibuka untuk kepentingan pembibitan sawit, publik tentu akan mempertanyakan arah kebijakan lingkungan kampus ke depan,” tegasnya.

Di kalangan mahasiswa, protes terhadap alih fungsi kawasan ekoriparian juga telah menggema. Mahasiswa mendesak Rektor Unilak segera menghentikan proyek pembukaan lahan dan bertanggung jawab atas dugaan kerusakan kawasan konservasi di lingkungan kampus.

Selain itu, mahasiswa juga menuntut agar fungsi kawasan ekoriparian dikembalikan seperti semula sebagai hutan konservasi, daerah resapan air, serta ruang penyangga ekologis kampus. Mereka menilai proyek pembibitan sawit di kawasan tersebut berpotensi merusak keseimbangan lingkungan dan menghilangkan identitas kampus sebagai institusi yang selama ini mengusung konsep “Green Campus”.

Mahasiswa juga meminta transparansi kebijakan terkait pembukaan kawasan ekoriparian, termasuk dugaan keterlibatan pihak korporasi maupun asosiasi perkebunan sawit dalam proyek tersebut. Mereka menilai kampus seharusnya menjadi benteng moral dan akademik dalam menjaga lingkungan hidup, bukan justru menjadi bagian dari praktik yang dinilai merusak kawasan konservasi.

Kasus tersebut mengingatkan publik pada polemik kerusakan hutan di Papua yang sempat viral secara nasional. Ketika masyarakat adat melakukan “pesta babi” sebagai simbol kemarahan atas hancurnya hutan akibat kepentingan korporasi, kini ironi serupa dinilai mulai terlihat di lingkungan akademik. 

"Ketika kawasan hijau dan sumber mata air dikorbankan atas nama proyek, maka yang terancam bukan hanya keberlangsungan lingkungan, tetapi juga integritas moral lembaga pendidikan di mata publik," kata seorang mahasiswa Unilak.

 

 

 

 

Sumber: Sm News.com


[Ikuti Bedelau.com


Bedelau.com

BERITA LAINNYA +INDEKS

Daerah

Polres Meranti Bongkar Jaringan Narkoba Internasional, 9,3 Kg Sabu Disita, Hampir 9 Kg Dimusnahkan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 08:30:00 WIB

SELATPANJANG, BEDELAU.COM--Peredaran narkotika jarin.

Daerah

Usai Didemo, Pemprov Riau akan Pertemukan Mahasiswa Unilak dan UIR dengan Plt Gubri

Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:55:33 WIB

BEDELAU.COM --Pemprov Riau berencana mempertemukan P.

Daerah

BMKG Buka Suara Soal Bau Menyengat di Pekanbaru

Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:53:16 WIB

BEDELAU.COM --Bau menyengat menyerupai bahan kimia y.

Daerah

DLHK Cek PLTU Hingga Wilayah Perbatasan, Sumber Aroma Gas di Pekanbaru Masih Misterius

Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:49:05 WIB

BEDELAU.COM --Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan .

Daerah

Bayi Ditemukan di Teras Rumah Pekanbaru, Polisi: Keluarga Diminta Datangi Dinsos

Selasa, 20 Oktober 2026 - 19:10:04 WIB

BEDELAU.COM --Polsek Bina Widya mengimbau jika ada o.

Daerah

Demo di Kantor Gubernur Riau, Mahasiswa Unilak Sampaikan Kritik Lewat Puisi

Selasa, 20 Oktober 2026 - 19:04:14 WIB

BEDELAU.COM --Aksi unjuk rasa Aliansi Mahasiswa Bada.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini

  • +INDEX
Pemkab Meranti Bahas Isu LGBT, Fokus pada Pencegahan dan Pemetaan Titik Rawan
23 Oktober 2026
Jumat Berkah Subuh Hadir di Masjid Madinah Japakeh, Iskandar Idris Koordinasikan Gerakan Berbagi di Pidie Jaya
23 Oktober 2026
Hadiri Rakornas TPAKD 2026, Bupati Asmar Dorong Perluasan Akses Keuangan Masyarakat Meranti
23 Oktober 2026
Polres Meranti Bongkar Jaringan Narkoba Internasional, 9,3 Kg Sabu Disita, Hampir 9 Kg Dimusnahkan
23 Oktober 2026
Buron Dua Pekan, Pria Pelaku Pencabulan Anak Ini Akhirnya Ditangkap
21 Oktober 2026
Bisnis Gelap Solar Subsidi di Siak yang Dibongkar Polda Riau, 2 Orang Ditahan
21 Oktober 2026
Usai Didemo, Pemprov Riau akan Pertemukan Mahasiswa Unilak dan UIR dengan Plt Gubri
21 Oktober 2026
BMKG Buka Suara Soal Bau Menyengat di Pekanbaru
21 Oktober 2026
DLHK Cek PLTU Hingga Wilayah Perbatasan, Sumber Aroma Gas di Pekanbaru Masih Misterius
21 Oktober 2026
Bayi Ditemukan di Teras Rumah Pekanbaru, Polisi: Keluarga Diminta Datangi Dinsos
20 Oktober 2026

Terpopuler

  • +INDEX
  • 1 Cegah Karhutla Sejak Dini, Magister Pendidikan Biologi UNRI Edukasi Santri MA Al-Munawwarah tentang Gambut
  • 2 Wow! Mulai Tahun Ini Gaji ASN Dibayarkan Lewat Koperasi Merah Putih
  • 3 SF Hariyanto Sebut Asap Riau Berasal dari Karhutla Sumsel dan Jambi
  • 4 Dulu Prabowo Tegas Minta Karhutla Jadi Bencana Nasional
  • 5 Lapas Pasir Pangarayan dan Tim Gabungan Temukan Kembali Warga Binaan yang Kabur
  • 6 Kabut Asap Karhutla Selimuti Perairan, KSOP Bengkalis Imbau Kapal Waspadai Jarak Pandang
  • 7 PJJ Bukan Libur Jalan-Jalan, Anak Pekanbaru Kini Dikejar Ancaman Asap

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

Bedelau.com ©2021 | All Right Reserved