• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Opini
  • Advertorial
  • Nasional
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Rohul
    • Rohil
    • Inhu
    • Inhil
    • Kuansing
    • Meranti
  • Dunia
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • More
    • Hukrim
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar

Pilihan

  • +INDEX
Silaturrahmi Akbar, IKA FIA Unilak Gelar Parade Musik dan Lagu
Dibaca : 1e3 Kali
Ketua PWI Riau Buka Resmi Agenda OKK Calon Anggota Baru Tahun 2025
Dibaca : 1e3 Kali
Bupati Bengkalis yang Tak Anti Kritik
Dibaca : 1e3 Kali
Ciri Khas Warna Kuning, Masjid Kuning Miliki Sejarah Panglima Minal
Dibaca : 1e3 Kali
Hasil Putusan PTUN, Posisi Ketua DPRD Bengkalis Dikembalikan kepada Khairul Umam
Dibaca : 1e3 Kali

  • Home
  • Daerah
  • Pekanbaru

Tak Perlu Lagi Jauh ke Padang! RSUD Arifin Achmad Kini Jadi Layanan Jantung Riau

Redaksi

Kamis, 04 Juni 2026 19:40:34 WIB
Cetak
Tak Perlu Lagi Jauh ke Padang! RSUD Arifin Achmad Kini Jadi Layanan Jantung Riau
Ilustrasi gedung RSUD Arifin Achmad, Pekanbaru. (sumber: media center riau)

BEDELAU.COM --Pelayanan jantung Riau memasuki babak baru setelah Kementerian Kesehatan menetapkan RSUD Arifin Achmad sebagai rumah sakit pengampu pelayanan jantung dan pembuluh darah untuk seluruh rumah sakit kabupaten dan kota di Provinsi Riau. Keputusan tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat layanan kesehatan spesialistik. 

Penetapan tersebut tertuang dalam Keputusan Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan Nomor HK.02.02/D/1619/2026. Regulasi itu mengatur rumah sakit pengampu regional untuk layanan kanker, jantung dan pembuluh darah, stroke, uronefrologi, serta kesehatan ibu dan anak. Keputusan itu memberi peran baru bagi RSUD Arifin Achmad. Peran strategis tersebut mencakup pembinaan rumah sakit jejaring di seluruh Riau.

Langkah ini menjadi kabar penting bagi masyarakat daerah. Selama bertahun-tahun, banyak pasien harus dirujuk ke luar provinsi. Perjalanan panjang sering menjadi tantangan tersendiri bagi keluarga pasien. Kondisi tersebut terutama terjadi pada kasus jantung yang membutuhkan penanganan cepat.

Sebelumnya, fungsi pengampu pelayanan jantung dijalankan di RSUP M Djamil Padang. Kini tongkat estafet berpindah ke Pekanbaru. Perubahan tersebut menandai meningkatnya kapasitas layanan kesehatan di Riau. Sekaligus memperkuat posisi RSUD Arifin Achmad sebagai rumah sakit rujukan utama provinsi.

Direktur RSUD Arifin Achmad, drg Yusi Prastiningsih MM, menyebut penunjukan tersebut sebagai amanah besar. Tugas baru itu tidak sekadar simbol administratif. Tanggung jawabnya mencakup peningkatan kualitas layanan kesehatan daerah. Fokus utamanya berada pada pelayanan jantung dan pembuluh darah.

"Alhamdulillah, berdasarkan keputusan Kementerian Kesehatan, RSUD Arifin Achmad ditunjuk sebagai rumah sakit pengampu pelayanan jantung bagi rumah sakit kabupaten dan kota di Provinsi Riau," kata Yusi Prastiningsih, Kamis, 4 Juni 2026.

Di balik keputusan tersebut terdapat pekerjaan besar yang harus dijalankan. Rumah sakit pengampu bertugas mendampingi rumah sakit jejaring. Pendampingan mencakup peningkatan sumber daya manusia. Tata kelola pelayanan juga menjadi bagian penting dari program tersebut.

Selain itu, kualitas penanganan pasien akan menjadi perhatian utama. Rumah sakit daerah akan memperoleh dukungan pengembangan layanan. Tenaga kesehatan mendapatkan kesempatan untuk peningkatan kompetensi. Sistem pelayanan juga diarahkan agar semakin terintegrasi.

Tujuan akhirnya cukup sederhana tetapi sangat penting. Pasien jantung tidak perlu selalu dirujuk keluar daerah. Pelayanan dapat diberikan lebih dekat dengan tempat tinggal mereka. Waktu penanganan menjadi lebih singkat. Peluang keselamatan pasien pun meningkat.

"Melalui pola pengampuan ini, kami akan mendampingi rumah sakit kabupaten dan kota dalam pengembangan pelayanan jantung sehingga akses layanan kesehatan masyarakat menjadi lebih dekat, cepat, dan berkualitas," ujar Yusi.

Program pengampuan tersebut segera memasuki tahap pelaksanaan. Sebanyak 12 rumah sakit daerah kabupaten dan kota akan menjadi jejaring. Kerja sama itu dijadwalkan ditandatangani pada Jumat, 5 Juni 2026. Lokasi kegiatan dipusatkan di RSUD Kota Dumai.

Agenda di Dumai memiliki arti lebih besar dibandingkan dengan seremoni biasa. Kegiatan tersebut menjadi titik awal pelaksanaan pengampuan jantung di Riau. Seluruh rumah sakit jejaring akan mulai masuk dalam sistem pendampingan. Tahapan pengembangan layanan akan berjalan secara bertahap.

"Besok kami melaksanakan penandatanganan PKS dengan seluruh RSUD di Riau yang menjadi jejaring pengampuan. Kegiatannya dipusatkan di RSUD Kota Dumai dan sekaligus menandai dimulainya pelayanan pengampuan jantung," kata Yusi.

Bagi dunia kesehatan Riau, langkah ini bisa menjadi titik balik. Penyakit jantung masih menjadi ancaman besar masyarakat Indonesia. Jumlah kasus terus meningkat dari tahun ke tahun. Beban pelayanan kesehatan juga ikut bertambah.

Karena itu, pemerataan layanan spesialistik menjadi kebutuhan mendesak. Daerah tidak bisa terus bergantung pada rumah sakit besar di luar wilayahnya. Penguatan kapasitas rumah sakit daerah menjadi solusi jangka panjang. Program pengampuan hadir untuk menjawab kebutuhan tersebut.

Dalam praktiknya, rumah sakit pengampu akan berbagi pengalaman dan pengetahuan. Dokter spesialis dapat melakukan pendampingan klinis. Sistem pelayanan akan diselaraskan sesuai standar yang berlaku. Rumah sakit jejaring juga memperoleh arahan pengembangan fasilitas.

Pendekatan tersebut telah diterapkan di berbagai daerah Indonesia. Hasilnya menunjukkan peningkatan kemampuan rumah sakit daerah. Banyak kasus yang sebelumnya harus dirujuk dapat ditangani lebih dekat. Efisiensi pelayanan pun meningkat secara signifikan.

Bagi masyarakat, manfaatnya terasa sangat nyata. Biaya perjalanan dapat ditekan lebih rendah. Keluarga pasien tidak harus berpindah kota dalam waktu lama. Akses terhadap dokter spesialis menjadi lebih mudah. Kualitas hidup pasien juga berpotensi meningkat.

Riau memiliki wilayah yang luas dengan karakter geografis beragam. Sebagian daerah membutuhkan waktu perjalanan yang panjang menuju pusat layanan kesehatan. Kondisi tersebut sering menjadi tantangan saat menghadapi kasus jantung darurat. Setiap menit sangat berharga dalam penanganan penyakit tersebut.

Kehadiran sistem pengampuan memberi harapan baru. Rumah sakit daerah akan semakin siap menghadapi kasus kompleks. Kemampuan tenaga medis terus diperkuat. Infrastruktur pelayanan juga berkembang secara bertahap.

Yusi berharap program tersebut mampu mempercepat pemerataan layanan kesehatan spesialistik. Fokus utama berada pada pelayanan jantung dan pembuluh darah. Kebutuhan masyarakat terhadap layanan tersebut terus meningkat. Karena itu penguatan kapasitas rumah sakit menjadi prioritas.

"Dengan adanya pengampuan ini, kemampuan rumah sakit daerah semakin meningkat sehingga pelayanan kepada masyarakat bisa dilakukan lebih optimal tanpa harus selalu dirujuk ke luar daerah," tutur Yusi.

Keputusan Kementerian Kesehatan ini menjadi sinyal positif bagi pembangunan kesehatan Riau. Daerah tidak lagi hanya menjadi penerima layanan. Riau mulai mengambil peran lebih besar dalam pengembangan sistem kesehatan regional. RSUD Arifin Achmad kini berada di garis depan perubahan tersebut.

Perjalanan panjang masih menanti di depan. Program pengampuan membutuhkan komitmen berkelanjutan. Dukungan tenaga medis, manajemen rumah sakit, serta pemerintah daerah menjadi faktor penting. Semua elemen harus bergerak dalam arah yang sama.

Meski begitu, langkah awal sudah dimulai. Penetapan RSUD Arifin Achmad sebagai rumah sakit pengampu membuka peluang besar bagi peningkatan kualitas pelayanan kesehatan. Dari ruang perawatan di Pekanbaru hingga rumah sakit daerah terjauh, harapan baru sedang dibangun. Harapan agar pasien jantung mendapatkan pelayanan terbaik tanpa harus meninggalkan Provinsi Riau.
 

 

 

Sumber: SM News.com

 


[Ikuti Bedelau.com


Bedelau.com

BERITA LAINNYA +INDEKS

Daerah

Penanaman Serentak Kuartal III Siap Dimulai, Polsek Tandun Tinjau Lahan Jagung

Jumat, 24 Juli 2026 - 12:00:00 WIB

BEDELAU.COM,ROKAN HULU – Polsek Tandun terus memperkuat dukungannya terhadap P.

Daerah

Dinkes Riau Catat 1.170 Kasus Positif HIV Selama 2025, Dominasi Kelompok LSL

Kamis, 23 Juli 2026 - 20:24:44 WIB

BEDELAU.COM --Dinas kesehatan (Diskes) provinsi Riau.

Daerah

Pemko Pekanbaru Minta Pedagang Kosongkan Jalan Teratai

Kamis, 23 Juli 2026 - 20:02:49 WIB

BEDELAU.COM --Petugas dari Dinas Perindustrian dan P.

Daerah

Didominasi LSL, Kasus HIV di Bengkalis Ditemukan Capai 35 Kasus dalam Enam Bulan

Rabu, 22 Juli 2026 - 19:44:22 WIB

BEDELAU.COM --Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Ben.

Daerah

70 Lapak PKL di Kawasan Stadion Utama Riau Ditertibkan

Rabu, 22 Juli 2026 - 19:41:45 WIB

BEDELAU.COM --Puluhan lapak Pedagang Kaki Lima (PKL).

Daerah

DED Fly Over Simpang Panam Final, Target Pembebasan Lahan Selesai Tahun Ini

Rabu, 22 Juli 2026 - 19:37:59 WIB

BEDELAU.COM --Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau ber.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini

  • +INDEX
Penanaman Serentak Kuartal III Siap Dimulai, Polsek Tandun Tinjau Lahan Jagung
24 Juli 2026
Jumat Berkah Subuh, Kepedulian Sosial Hadir di Meureudu
24 Juli 2026
Bongkar Dua Sindikat Curanmor, Polisi Bekuk 11 Pelaku di Pekanbaru
23 Juli 2026
Dinkes Riau Catat 1.170 Kasus Positif HIV Selama 2025, Dominasi Kelompok LSL
23 Juli 2026
CPO Basahi Jalan Lintas Duri, Polantas Bengkalis Tangani Tabrakan Beruntun 4 Truk Fuso
23 Juli 2026
Abdul Wahid Sebut JPU Jadi "Advokat" Dani, Replik Dinilai Penuh Narasi dan Asumsi
23 Juli 2026
Pemko Pekanbaru Minta Pedagang Kosongkan Jalan Teratai
23 Juli 2026
Kejati Riau Geledah Disdik, Tiga Boks Dokumen Dugaan Korupsi Smart Board Disita
23 Juli 2026
Didominasi LSL, Kasus HIV di Bengkalis Ditemukan Capai 35 Kasus dalam Enam Bulan
22 Juli 2026
Polda Riau Bongkar Praktik Penyalahgunaan BBM Subsidi di Rohil
22 Juli 2026

Terpopuler

  • +INDEX
  • 1 Polisi Selidiki Kericuhan di DPRD Riau, Rekaman CCTV Jadi Bukti Utama
  • 2 Serang Pakai Sajam Saat Disergap, Polisi Tembak Pengedar Ekstasi di Pekanbaru
  • 3 Resahkan Warga, Wako Pekanbaru Perintahkan Satpol PP Segera Tertibkan Tenda Biru di Air Hitam
  • 4 Ditlantas Polda Riau dan BPTD Intensifkan Ramp Check Demi Keselamatan
  • 5 Prabowo Bocorkan Motor Listrik Nasional Segera Meluncur
  • 6 Konflik Parisman dan Eet, BK DPRD Riau Proses Sesuai Kode Etik
  • 7 Kejati Riau Dalami Peran Afrizal Sintong di Kasus Korupsi Dana PI SPRH

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

Bedelau.com ©2021 | All Right Reserved