• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Opini
  • Advertorial
  • Nasional
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Rohul
    • Rohil
    • Inhu
    • Inhil
    • Kuansing
    • Meranti
  • Dunia
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • More
    • Hukrim
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar

Pilihan

  • +INDEX
Silaturrahmi Akbar, IKA FIA Unilak Gelar Parade Musik dan Lagu
Dibaca : 1e3 Kali
Ketua PWI Riau Buka Resmi Agenda OKK Calon Anggota Baru Tahun 2025
Dibaca : 1e3 Kali
Bupati Bengkalis yang Tak Anti Kritik
Dibaca : 1e3 Kali
Ciri Khas Warna Kuning, Masjid Kuning Miliki Sejarah Panglima Minal
Dibaca : 1e3 Kali
Hasil Putusan PTUN, Posisi Ketua DPRD Bengkalis Dikembalikan kepada Khairul Umam
Dibaca : 1e3 Kali

  • Home
  • Ekonomi
  • Pekanbaru

Harga Sawit Kembali Menguat, Petani Plasma Riau Nikmati Kenaikan

Redaksi

Rabu, 17 Juni 2026 22:50:10 WIB
Cetak
Harga Sawit Kembali Menguat, Petani Plasma Riau Nikmati Kenaikan
Ilustrasi petani sawit. (sumber: istimewa)

BEDELAU.COM --Pekan ini menjadi kabar menggembirakan bagi ribuan petani kelapa sawit di Provinsi Riau. Harga tandan buah segar (TBS) kemitraan plasma kembali mengalami kenaikan setelah mendapat dorongan dari menguatnya harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) di pasar.

Kenaikan tersebut memang tidak terlalu besar jika dibandingkan dengan lonjakan harga yang pernah terjadi pada periode sebelumnya. Namun bagi petani, setiap tambahan rupiah pada harga TBS tetap memiliki arti penting karena langsung berpengaruh terhadap pendapatan hasil panen mereka.

Dinas Perkebunan Provinsi Riau resmi menetapkan harga TBS kelapa sawit kemitraan plasma untuk periode 17 hingga 23 Juni 2026. Hasil penetapan menunjukkan hampir seluruh kelompok umur tanaman sawit memperoleh harga yang relatif stabil dengan kecenderungan menguat.

Kelompok umur sembilan tahun tercatat menjadi yang mengalami kenaikan tertinggi. Harga TBS pada kelompok umur tersebut naik sebesar Rp17,36 per kilogram atau sekitar 0,46 persen dibandingkan periode sebelumnya.

Dengan kenaikan itu, harga pembelian TBS petani untuk kelompok umur sembilan tahun kini mencapai Rp3.785,88 per kilogram. Angka tersebut menjadi salah satu harga tertinggi dalam penetapan periode minggu ini.

Pelaksana Tugas Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Dinas Perkebunan Riau, Vera Virgianti, menjelaskan bahwa pergerakan harga kali ini dipengaruhi oleh membaiknya harga jual CPO di tingkat pasar.

Menurut Vera, kenaikan harga minyak sawit mentah memberikan dampak langsung terhadap perhitungan harga TBS yang diterima petani plasma di Riau. Karena itu, meskipun harga kernel mengalami penurunan, penguatan CPO masih mampu menjaga tren kenaikan harga sawit.

"Yang paling penting saat ini adalah menjaga stabilitas tata niaga sehingga petani dapat merasakan manfaat dari perbaikan harga yang terjadi di pasar," ujar Vera, Rabu, 17 Juni 2026.

Penetapan harga minggu ini menggunakan indeks K sebesar 93,30 persen. Sementara harga cangkang ditetapkan sebesar Rp19,15 per kilogram.

Dalam perhitungan tim penetapan harga, harga jual CPO tercatat mengalami kenaikan sebesar Rp231,87 dibandingkan minggu sebelumnya. Di sisi lain, harga kernel justru mengalami penurunan sebesar Rp654,23.

Meski demikian, kenaikan harga CPO mampu menjadi faktor dominan yang mendorong penguatan harga TBS petani. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pasar minyak sawit masih menjadi penentu utama dalam pembentukan harga buah sawit di tingkat pekebun.

Pada periode ini, terdapat beberapa pabrik kelapa sawit yang tidak melakukan transaksi penjualan. Karena itu, tim penetapan harga mengacu pada ketentuan yang diatur dalam Peraturan Menteri Pertanian Nomor 13 Tahun 2024.

Melalui mekanisme tersebut, harga CPO dan kernel yang digunakan berasal dari harga rata-rata tim penetapan. Apabila data penjualan terkena validasi tertentu, maka digunakan harga rata-rata yang ditetapkan melalui KPBN.

Berdasarkan hasil perhitungan terbaru, harga rata-rata CPO KPBN berada di angka Rp15.281 per kilogram. Sementara harga kernel KPBN tercatat sebesar Rp12.475 per kilogram.

Vera menilai kondisi ini menunjukkan adanya perbaikan dalam tata kelola penetapan harga sawit di Riau. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku industri, dan berbagai pemangku kepentingan mulai memberikan hasil yang positif.

"Kami melihat adanya komitmen bersama untuk menciptakan sistem penetapan harga yang lebih transparan dan memberikan manfaat lebih besar kepada petani," katanya.

Perbaikan tata kelola tersebut dinilai penting karena menyangkut nasib jutaan masyarakat yang bergantung pada sektor perkebunan sawit. Riau sendiri merupakan salah satu daerah penghasil kelapa sawit terbesar di Indonesia dengan jumlah petani yang sangat besar.

Ketika harga sawit naik, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh petani. Aktivitas ekonomi di desa-desa perkebunan juga ikut bergerak karena meningkatnya daya beli masyarakat.

Kenaikan harga TBS biasanya akan memengaruhi perputaran uang di berbagai sektor. Mulai dari perdagangan kebutuhan pokok, jasa transportasi, usaha bengkel, hingga pelaku usaha kecil yang berada di sekitar kawasan perkebunan.

Untuk periode 17 hingga 23 Juni 2026, harga tertinggi tercatat pada kelompok umur sembilan tahun sebesar Rp3.785,88 per kilogram. Sementara kelompok umur delapan tahun berada di angka Rp3.781,98 per kilogram.

Kelompok umur 10 hingga 20 tahun juga masih menunjukkan harga yang kompetitif dengan nilai Rp3.765,20 per kilogram. Umur tanaman pada rentang tersebut selama ini dikenal sebagai fase produktif yang mampu menghasilkan buah dalam jumlah optimal.

Sementara itu, tanaman yang lebih muda maupun lebih tua memiliki harga yang berbeda sesuai tingkat produktivitasnya. Kelompok umur tiga tahun misalnya, ditetapkan sebesar Rp2.913,56 per kilogram.

Sedangkan untuk tanaman berusia 30 tahun, harga yang ditetapkan berada pada angka Rp3.276,49 per kilogram. Perbedaan harga tersebut merupakan bagian dari formula penetapan yang mempertimbangkan produktivitas tanaman berdasarkan umur.

Bagi petani plasma, kenaikan harga minggu ini menjadi sinyal positif menjelang pertengahan tahun. Mereka berharap tren penguatan harga dapat terus berlanjut sehingga mampu memberikan keuntungan yang lebih baik dalam beberapa bulan mendatang.

Harapan itu cukup beralasan mengingat harga sawit masih sangat dipengaruhi kondisi pasar global. Ketika harga CPO dunia bergerak naik, peluang peningkatan harga TBS di tingkat petani juga semakin terbuka.

Di tengah tantangan biaya pupuk, perawatan kebun, dan kebutuhan operasional lainnya yang terus meningkat, setiap kenaikan harga menjadi suntikan semangat bagi petani untuk terus menjaga produktivitas kebun mereka.

Kini, mata para petani kembali tertuju pada perkembangan harga CPO dalam beberapa pekan ke depan. Jika tren positif terus berlanjut, bukan tidak mungkin harga TBS di Riau akan kembali mencatatkan penguatan yang lebih besar pada periode berikutnya.

 

 

Sumber: SM News.com


[Ikuti Bedelau.com


Bedelau.com

BERITA LAINNYA +INDEKS

Ekonomi

Harga TBS Sawit Riau Terus Naik, Hampir Sentuh Rp4.000 per Kg

Selasa, 28 Juli 2026 - 00:10:37 WIB

BEDELAU.COM --Harga tandan buah segar (TBS) kelapa s.

Ekonomi

CPO Melonjak, Kantong Petani Swadaya Riau Lebih Tebal

Selasa, 14 Juli 2026 - 17:48:08 WIB

BEDELAU.COM --Dinas Perkebunan Provinsi Riau merilis.

Ekonomi

Operasi Pasar Murah Pemprov Riau Hadir di 3 Lokasi, Ini Waktunya!

Rabu, 24 Juni 2026 - 17:53:09 WIB

BEDELAU.COM --Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau mel.

Ekonomi

Harga Sawit Swadaya Riau Menanjak, TBS Umur 9 Tahun Naik Sedikit

Selasa, 23 Juni 2026 - 18:16:04 WIB

BEDELAU.COM --Harga tandan buah segar (TBS) sawit pe.

Ekonomi

Ribuan Pencari Kerja Serbu Job Fair Pekanbaru 2026

Ahad, 21 Juni 2026 - 18:28:19 WIB

BEDELAU.COM --Suasana Mall SKA Pekanbaru berubah men.

Ekonomi

Operasi Pasar Murah Pemprov Riau Pekan Ini Hadir di 4 Lokasi

Senin, 15 Juni 2026 - 16:28:14 WIB

BEDELAU.COM --Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau mel.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini

  • +INDEX
Duka Konservasi Riau, Gajah Legendaris Jovi Mati Setelah 34 Hari Dirawat Intensif
04 Agustus 2026
Pemko Pekanbaru Siapkan Seragam Gratis untuk 20.800 Siswa SD dan SMP
04 Agustus 2026
Diduga Terjatuh Dari Jembatan Rantau Berangin, Boiko Gulo Hilang di Sungai Kampar
04 Agustus 2026
Kurang dari 24 Jam, Polsek Binawidya Ringkus Pelaku Curanmor di 10 TKP
04 Agustus 2026
Dukung Iven Pacu Jalur, Menteri PU Kaji Jalan Tol Pekanbaru-Kuansing
04 Agustus 2026
Korban Serangan Monyet Liar di Inhil Capai 15 Orang
04 Agustus 2026
Polisi: Kematian Dokter PPDS di Siak karena Depresi Terlilit Utang Pinjol
04 Agustus 2026
Pemkab Kuansing Masih Menunggu Konfirmasi Pusat Terkait Pembukaan Pacu Jalur
03 Agustus 2026
Simpang SKA Akan Dirombak, Traffic Light Dihapus dan Dua U-Turn Diperluas
03 Agustus 2026
Ruko Disegel Pemko, DPRD Langsung Turun ke STC Dampingi Pedagang
03 Agustus 2026

Terpopuler

  • +INDEX
  • 1 Pemko Pekanbaru Genjot Pengaspalan 23 Kilometer Jalan, Akses Warga Makin Lancar
  • 2 Polisi Tangkap Dukun Cabul di Inhu, Korban Diperdaya dengan Ritual Nikah Batin
  • 3 Teror Kemunculan Harimau, Kondisi Desa Danai Inhil Mendadak Mencekam
  • 4 Diduga Jadi Korban Begal, Wanita Tergeletak di Parit Binawidya Gegerkan Warga
  • 5 KPK Panggil Mantan Ketua KPID Riau Bambang Suwarno, Kasus Pemerasan di Pemprov Riau
  • 6 Kabur Usai Curi Trafo PLN di Siak, Dua Pria Ditangkap Warga di Pekanbaru
  • 7 Wacana Lama Muncul Kembali: Riau Pesisir Siap Berdiri Sendiri

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

Bedelau.com ©2021 | All Right Reserved