Pilihan
Silaturrahmi Akbar, IKA FIA Unilak Gelar Parade Musik dan Lagu
Ketua PWI Riau Buka Resmi Agenda OKK Calon Anggota Baru Tahun 2025
Bupati Bengkalis yang Tak Anti Kritik
Ciri Khas Warna Kuning, Masjid Kuning Miliki Sejarah Panglima Minal
Warga Kulim Minta Pemko Pekanbaru Turun Tangan Atasi Serbuan Lalat Diduga dari Peternakan Ayam
BEDELAU.COM --Warga Jalan Jati Jajar I, Lintas Timur, Kecamatan Kulim, meminta Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru segera turun tangan mengatasi serbuan lalat yang diduga berasal dari peternakan ayam di sekitar kawasan permukiman.
Gangguan yang telah berlangsung selama bertahun-tahun itu dinilai belum mendapatkan penyelesaian yang tuntas.
Warga berharap Pemko Pekanbaru melalui organisasi perangkat daerah (OPD) terkait segera melakukan inspeksi lapangan untuk memastikan sumber permasalahan, sehingga penanganan yang dilakukan tepat sasaran.
Salah seorang warga, Lya, mengatakan ledakan populasi lalat biasanya terjadi saat peternakan memasuki masa panen maupun ketika bibit ayam baru dimasukkan ke dalam kandang. Pada periode tersebut, lalat dalam jumlah besar disebut menyerbu kawasan permukiman.
"Kalau sudah musim panen atau ayam baru masuk kandang, lalat langsung banyak. Rumah kami dipenuhi lalat dari pagi sampai malam," ujar Lya, Sabtu (25/7/2026).
Menurutnya, lalat tidak hanya memenuhi halaman rumah, tetapi juga masuk ke hampir seluruh ruangan, mulai dari ruang tamu, kamar tidur, dapur, ruang makan hingga kamar mandi. Kondisi tersebut membuat aktivitas sehari-hari warga menjadi terganggu.
Lya mengungkapkan, persoalan itu bukan baru terjadi kali ini. Keluhan telah berulang kali disampaikan kepada pihak terkait, namun hingga kini belum ada solusi yang mampu mengakhiri masalah tersebut.
"Kami bukan baru sekali mengalami ini. Sudah bertahun-tahun, tetapi sampai sekarang belum ada penyelesaian yang benar-benar tuntas," katanya.
Meski menduga sumber serbuan lalat berasal dari peternakan ayam di sekitar permukiman, warga meminta pemerintah melakukan pemeriksaan secara menyeluruh untuk memastikan penyebabnya. Mereka menilai penanganan harus didasarkan pada hasil investigasi agar solusi yang diberikan benar-benar efektif.
Selain mengganggu kenyamanan, warga juga khawatir banyaknya lalat dapat berdampak terhadap kebersihan lingkungan dan kesehatan masyarakat. Mereka menilai lalat yang hinggap di makanan maupun peralatan rumah tangga berpotensi menjadi media penyebaran penyakit apabila kondisi tersebut terus berlangsung.
"Kami hanya ingin hidup dengan nyaman di rumah sendiri tanpa harus setiap hari berhadapan dengan serbuan lalat. Sudah terlalu lama kami menunggu solusi," tutupnya.
Sumber: cakaplah.com
Pertikaian Parisman Ihwan dan Eet, BK DPRD Riau Panggil Sekuriti dan Sekretariat Dewan
BEDELAU.COM --Badan Kehormatan (BK) DPRD Riau tengah.
Kawasan Ditata, Pemko Pekanbaru Siapkan Tenda yang Layak Bagi Pedagang di Stadion Utama Riau
BEDELAU.COM --Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru, ten.
Agung Nugroho Lantik 39 ASN, 18 Lurah Baru Siap Perkuat Pelayanan Masyarakat
BEDELAU.COM --Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho kemb.
Jadwal Pembangunan Flyover Simpang Panam Belum Ada Kepastian
BEDELAU.COM --Rencana pembangunan Flyover Simpang Pa.
Polsek Sukajadi: Kasus Tiga Eks Karyawan PT Asyifa Diduga Gelapkan Uang Perusahaan
BEDELAU.COM --Polsek Sukajadi menegaskan perkara yan.
Wako Agung Minta RT dan RW di Pekanbaru Aktif Laporkan Persoalan Lingkungan
BEDELAU.COM --Para Ketua RT dan RW di Kota Pekanbaru.








