• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Opini
  • Advertorial
  • Nasional
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Rohul
    • Rohil
    • Inhu
    • Inhil
    • Kuansing
    • Meranti
  • Dunia
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • More
    • Hukrim
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar

Pilihan

  • +INDEX
Silaturrahmi Akbar, IKA FIA Unilak Gelar Parade Musik dan Lagu
Dibaca : 1e3 Kali
Ketua PWI Riau Buka Resmi Agenda OKK Calon Anggota Baru Tahun 2025
Dibaca : 1e3 Kali
Bupati Bengkalis yang Tak Anti Kritik
Dibaca : 1e3 Kali
Ciri Khas Warna Kuning, Masjid Kuning Miliki Sejarah Panglima Minal
Dibaca : 1e3 Kali
Hasil Putusan PTUN, Posisi Ketua DPRD Bengkalis Dikembalikan kepada Khairul Umam
Dibaca : 1e3 Kali

  • Home
  • Nasional

Baru Setahun Jadi Menkeu, Purbaya Pergi Tinggalkan Jurus Rp200 Triliun

Redaksi

Senin, 14 September 2026 18:56:44 WIB
Cetak
Baru Setahun Jadi Menkeu, Purbaya Pergi Tinggalkan Jurus Rp200 Triliun
Purbaya Yudhi Sadewa, mantan Menteri Keuangan Kabinet Merah Putih. (sumber: istimewa)

BEDELAU.COM --Purbaya Yudhi Sadewa hanya sekitar setahun memegang kemudi Kementerian Keuangan. Presiden Prabowo Subianto kini menggantinya dengan Suahasil Nazara, tetapi sejumlah kebijakan Purbaya masih meninggalkan jejak dalam perjalanan APBN.

Purbaya mulai menjabat Menteri Keuangan pada 8 September 2025. Saat itu, ia menggantikan Sri Mulyani Indrawati setelah perubahan susunan kabinet dilakukan pemerintahan Prabowo.

Setahun kemudian, kursi tersebut kembali berpindah tangan. Suahasil Nazara yang sebelumnya menjabat Wakil Menteri Keuangan ditunjuk mengambil alih posisi strategis pengelolaan keuangan negara.

Pergantian tersebut membuat perjalanan Purbaya sebagai Menkeu berlangsung relatif singkat. Namun, periode tersebut tidak berjalan tanpa kebijakan yang cukup berani dalam mengarahkan APBN.

Salah satu langkah paling mencolok muncul pada September 2025. Pemerintah menempatkan dana sebesar Rp200 triliun pada lima bank umum mitra.

Lima bank tersebut terdiri dari BRI, BNI, Bank Mandiri, BTN, dan Bank Syariah Indonesia. Kebijakan tersebut diarahkan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong aktivitas ekonomi.

Langkah tersebut memperlihatkan pendekatan Purbaya terhadap APBN. Anggaran negara tidak hanya ditempatkan sebagai alat menjaga kesehatan fiskal, tetapi juga sebagai penggerak aktivitas ekonomi.

Dana pemerintah yang masuk ke perbankan diharapkan memperbesar ruang pembiayaan. Perbankan kemudian memiliki kapasitas lebih besar untuk menyalurkan kredit kepada sektor perekonomian.

Di sinilah gaya Purbaya terlihat cukup berbeda. APBN didorong menghasilkan efek pengganda melalui likuiditas, belanja pemerintah, dan aktivitas investasi.

Memasuki 2026, Purbaya kembali membawa target pertumbuhan ekonomi lebih tinggi. Ia menilai Indonesia perlu keluar dari kondisi yang sering disebut sebagai "kutukan pertumbuhan 5 persen".

Data Badan Pusat Statistik menunjukkan ekonomi Indonesia tumbuh 5,39 persen pada kuartal IV 2025. Pertumbuhan kemudian meningkat menjadi 5,61 persen pada kuartal pertama 2026.

Namun, laju ekonomi kembali melambat pada kuartal kedua. Pertumbuhan tercatat sebesar 5,29 persen, sehingga target menuju pertumbuhan 6 persen kembali membutuhkan strategi tambahan.

Purbaya mengaitkan perlambatan kuartal kedua dengan perkembangan ekonomi global. Meski begitu, ia tetap optimistis perekonomian nasional dapat diarahkan menuju pertumbuhan 6 persen.

"Kutukan pertumbuhan 5 persen" menjadi istilah yang menggambarkan kegelisahan tersebut. Pemerintah ingin ekonomi Indonesia tidak terus berputar pada kisaran pertumbuhan yang sama.

Untuk mencapai target itu, investasi ditempatkan sebagai salah satu mesin utama. Pertumbuhan investasi dinilai perlu didorong hingga sekitar 7 persen agar ekspansi ekonomi memiliki tenaga lebih besar.

Pemerintah kemudian diposisikan sebagai katalisator dalam strategi tersebut. Sektor swasta diharapkan mengambil peran utama sebagai penggerak investasi nasional.

Danantara juga ditempatkan dalam strategi percepatan investasi. Lembaga tersebut diharapkan ikut membuka ruang bagi proyek yang mampu memberikan dampak ekonomi lebih luas.

Dengan pendekatan itu, APBN tidak berhenti sebagai buku besar penerimaan dan belanja. Anggaran negara diarahkan menjadi instrumen yang ikut mendorong aktivitas ekonomi secara langsung.

Namun, Purbaya juga tidak meninggalkan agenda kesehatan fiskal. Reformasi pengelolaan APBN tetap ditempatkan sebagai bagian penting dalam pekerjaan Kementerian Keuangan.

Dalam rancangan kerja Kementerian Keuangan 2027, sejumlah agenda reformasi disiapkan. Reformasi perpajakan dan kepabeanan termasuk pekerjaan besar yang perlu terus dikerjakan.

Percepatan belanja produktif juga menjadi agenda penting. Belanja negara diharapkan tidak sekadar habis terserap, tetapi memberikan manfaat ekonomi yang lebih terasa.

Pada saat bersamaan, pengendalian defisit dan utang tetap harus dijaga. Pemerintah membutuhkan keseimbangan antara dorongan pertumbuhan dan kesehatan fiskal jangka panjang.

Di titik tersebut, warisan kebijakan Purbaya menghadirkan pekerjaan rumah bagi penggantinya. Suahasil Nazara kini harus menentukan kebijakan mana yang diteruskan dan mana yang perlu disesuaikan.

Suahasil sebenarnya bukan orang baru di lingkaran fiskal. Ia telah bertahun-tahun berada di Kementerian Keuangan, termasuk sebagai Wakil Menteri Keuangan sebelum naik menjadi Menkeu.

Pergantian tersebut membuat transisi kepemimpinan fiskal berlangsung dari figur lama menuju figur yang juga memahami dapur kementerian. Bedanya, Suahasil kini harus memikul tanggung jawab yang jauh lebih besar.

Purbaya meninggalkan kursi Menkeu dengan sejumlah agenda yang belum selesai. Target pertumbuhan 6 persen, investasi 7 persen, reformasi pajak, hingga pengendalian defisit masih membutuhkan kerja panjang.

Pergantian menteri tidak otomatis menghapus seluruh kebijakan sebelumnya. Namun, perubahan pemimpin selalu membuka ruang bagi penyesuaian strategi dalam menjalankan APBN.

Kini perhatian beralih kepada Suahasil Nazara. Ia datang membawa pengalaman panjang, sementara meja kerjanya sudah dipenuhi target pertumbuhan dan agenda fiskal yang diwariskan pemerintahan sebelumnya.

Pada akhirnya, perjalanan Purbaya sebagai Menkeu mungkin hanya berlangsung setahun. Tetapi kebijakan yang ia tinggalkan akan terus diuji oleh angka pertumbuhan, investasi, penerimaan negara, dan kesehatan APBN.

 

 

 

Sumber: SM News.com


[Ikuti Bedelau.com


Bedelau.com

BERITA LAINNYA +INDEKS

Nasional

Prabowo Copot Purbaya, Suahasil Nazara Jadi Menteri Keuangan Baru

Senin, 14 September 2026 - 19:03:31 WIB

BEDELAU.COM --Presiden Prabowo Subianto mencopot Pur.

Nasional

Jumat Berkah Subuh di Masjid Madinah Japakeh, Gerakan Berbagi Kembali Menyapa Jamaah Dayah Krut

Jumat, 11 September 2026 - 07:18:09 WIB

BEDELAU.COM – Semangat berbagi kembali hadir di te.

Nasional

Pertamina Tegaskan Beli BBM Tak Perlu Tunjukkan STNK

Jumat, 04 September 2026 - 21:35:46 WIB

BEDELAU.COM ---PT Pertamina Patra Niaga menegaskan m.

Nasional

Al-Hafiz KH. Ariful Makhali Hadir di Bahar Mulya, Kades M. Saidiner Tegaskan Dukungan untuk Palestina

Jumat, 04 September 2026 - 21:28:43 WIB

MUARO JAMBI, BEDELAU.COM — Safari dakwah bersama A.

Nasional

KH. Ariful Makhali Hadir di SMA Negeri 3 Muaro Jambi, Laksanakan Salat Istisqa dan Ceramah Maulid Nabi

Jumat, 04 September 2026 - 14:04:15 WIB

MUARO JAMBI - BEDELAU.COM — Al-Hafiz KH. Ariful Ma.

Nasional

Jum’at Berkah Subuh Kembali Berlanjut di Meureudu, Peduli Marbot dan Pembersih Jalan

Jumat, 04 September 2026 - 07:13:56 WIB

BEDELAU.COM – Rangkaian kegiatan Jum’at Berkah S.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini

  • +INDEX
Prabowo Copot Purbaya, Suahasil Nazara Jadi Menteri Keuangan Baru
14 September 2026
Biji Getah Jadi Pangan, Inovasi Warga Bantan Tembus 10 Besar DPD RI Award 2026
14 September 2026
Sudah Padam, Tanaman Kelapa dan Bangkai Ular Gosong Ditemukan di Bekas Areal Perkebunan
14 September 2026
Baru Setahun Jadi Menkeu, Purbaya Pergi Tinggalkan Jurus Rp200 Triliun
14 September 2026
Pekanbaru Catat Pertumbuhan Ekonomi 7,39 Persen, Tertinggi di Indonesia
14 September 2026
Pelebaran Jalan Tuanku Tambusai Mulai Dilakukan, Setiap Arah Akan Ada Empat Jalur
14 September 2026
Diduga Jambret Ibu-ibu di Jalan Cipta Karya Pekanbaru, 2 Pria Bertato Diamankan
14 September 2026
Satresnarkoba Polres Meranti Ringkus Tiga Pengedar Ekstasi, 1 Orang Perempuan
14 September 2026
Minggu Kasih Polres Meranti, Warga bungur Diajak Cegah Karhutla dan Jaga Pilkades Tetap Damai
14 September 2026
Jumat Berkah Subuh di Masjid Madinah Japakeh, Gerakan Berbagi Kembali Menyapa Jamaah Dayah Krut
11 September 2026

Terpopuler

  • +INDEX
  • 1 Mediasi PT KCN Belum Temukan Titik Temu, Abdul Halim Minta Waktu Pertimbangkan Tawaran Kompensasi dan Mutasi
  • 2 Dugaan Pencabulan Anak di Meranti Terbongkar, Pria 71 Tahun Diciduk Polisi
  • 3 Erupsi Anak Gunung Krakatau Reda, Penerbangan Rute Jakarta di Bandara SSK II Kembali Beroperasi
  • 4 Pemuda Tembilahan Ditemukan Meninggal di Sungai Indragiri Ketika Pergi Memancing
  • 5 Mayat Pria Ditemukan Tergantung di Belakang Rumah Sakit Pendidikan Unri
  • 6 Dugaan Korupsi Belanja BBM hingga Pemeliharaan Kendaraan, Kejari Geledah Kantor Bupati Kepulauan Meranti
  • 7 Pekan Ketiga September 2026 Jembatan Siak I Pekanbaru akan Ditutup

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

Bedelau.com ©2021 | All Right Reserved