Pilihan
Silaturrahmi Akbar, IKA FIA Unilak Gelar Parade Musik dan Lagu
Ketua PWI Riau Buka Resmi Agenda OKK Calon Anggota Baru Tahun 2025
Bupati Bengkalis yang Tak Anti Kritik
Ciri Khas Warna Kuning, Masjid Kuning Miliki Sejarah Panglima Minal
Serbuan Lalat di Kulim Ditindaklanjuti, Pemilik Peternakan Akui Populasi Meningkat Saat Panen
BEDELAU.COM --Keluhan warga Jalan Jati Jajar I, Kelurahan Sialangrampai, Kecamatan Kulim, terkait serangan lalat yang diduga berasal dari aktivitas peternakan ayam potong mulai ditindaklanjuti Pemerintah Kecamatan Kulim. Bersama pihak kelurahan, ketua RW, masyarakat, dan pemilik usaha, pemerintah setempat melakukan monitoring dan klarifikasi langsung di lokasi pada Senin (27/7/2026).
Langkah tersebut dilakukan untuk mencari solusi atas persoalan yang telah lama dikeluhkan warga. Dari hasil monitoring, peternakan ayam yang menjadi perhatian masyarakat berada di Jalan Lintas Timur Km 16,5 RT 04 RW 06, Kelurahan Sialangrampai, Kecamatan Kulim. Usaha tersebut diketahui milik Nasir yang juga tinggal di sekitar lokasi kandang.
Dalam klarifikasi, Nasir mengakui populasi lalat memang cenderung meningkat saat masa panen maupun setelah panen. Menurutnya, kondisi itu dipicu oleh aktivitas penangkapan dan pengangkutan ayam, pembersihan kandang, hingga penyemprotan yang dilakukan setelah kandang dikosongkan.
"Sebagai pemilik kandang kami menerima laporan dari masyarakat, dan kami akan mengupayakan yang terbaik agar lalat tidak mengganggu warga," ujar Nasir.
Ia menjelaskan berbagai upaya pengendalian telah dilakukan, mulai dari penggunaan obat pengendali lalat, pengelolaan limbah, hingga pembersihan kandang secara rutin guna menekan perkembangan populasi lalat.
"Obat lalat dan pengelolaan limbah kami upayakan semaksimal mungkin untuk menekan populasi lalat, terutama saat proses pembersihan kandang," katanya.
Nasir menambahkan, kandang yang dikelolanya saat ini berkapasitas sekitar 3.500 ekor ayam. Ia menegaskan kebersihan kandang menjadi perhatian karena rumahnya juga berada di samping lokasi peternakan.
"Kalau kebersihan kami usahakan sebaik mungkin karena rumah saya juga di sebelah kandang. Jadi kami juga berkepentingan menjaga lingkungan tetap bersih," ujarnya.
Sementara itu, Kasi Ketenteraman dan Ketertiban (Trantib) Kecamatan Kulim, Riko, mengatakan monitoring dilakukan sebagai tindak lanjut atas laporan masyarakat mengenai gangguan lalat yang dirasakan warga.
"Hari ini kami turun bersama pihak kelurahan, Ketua RW, masyarakat, dan pelaku usaha untuk menyikapi laporan tersebut. Dari penjelasan pemilik usaha, memang sudah ada upaya pengendalian menggunakan obat lalat. Namun kami meminta agar langkah itu lebih dimaksimalkan sehingga dampaknya terhadap masyarakat bisa jauh berkurang," katanya.
Menurut Riko, berdasarkan hasil klarifikasi, peningkatan populasi lalat memang terjadi ketika proses panen dan pembersihan kandang berlangsung. Meski demikian, pihak kecamatan meminta pelaku usaha meningkatkan langkah-langkah pencegahan agar lalat tidak menyebar ke kawasan permukiman.
"Berdasarkan informasi yang kami peroleh, lalat meningkat ketika proses panen dan pencucian kandang. Hal itu memang tidak bisa dipungkiri. Karena itu kami menekankan agar penyemprotan dan pengendalian dilakukan lebih maksimal sehingga lalat tidak berkembang semakin banyak," ujarnya.
Berdasarkan hasil monitoring, masyarakat pada prinsipnya menerima penjelasan yang disampaikan pemilik usaha. Namun, warga tetap berharap pengendalian lalat dan bau dilakukan lebih optimal agar dampak yang dirasakan masyarakat dapat berkurang secara signifikan.
Selain itu, Pemerintah Kecamatan Kulim juga mengimbau pelaku usaha untuk terus menjalin komunikasi dan koordinasi dengan pengurus RT, RW, Kelurahan Sialangrampai, serta pihak kecamatan. Langkah tersebut dinilai penting agar setiap persoalan yang muncul dapat segera ditangani melalui dialog dan koordinasi sehingga tercipta lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif bagi seluruh masyarakat.
Sumber: Riauaktual.com
Teror Kemunculan Harimau, Kondisi Desa Danai Inhil Mendadak Mencekam
BEDELAU.COM --Ancaman konflik satwa liar melumpuhkan.
Diduga Jadi Korban Begal, Wanita Tergeletak di Parit Binawidya Gegerkan Warga
BEDELAU.COM --Seorang wanita diduga menjadi korban p.
Parisman Ihwan Berulang Kali Salah Sebut Saat Paripurna, Naskah Sidang Keliru?
BEDELAU.COM --Rapat paripurna DPRD Riau yang dipimpi.
Warga Kulim Minta Pemko Pekanbaru Turun Tangan Atasi Serbuan Lalat Diduga dari Peternakan Ayam
BEDELAU.COM --Warga Jalan Jati Jajar I, Lintas Timur.
Pertikaian Parisman Ihwan dan Eet, BK DPRD Riau Panggil Sekuriti dan Sekretariat Dewan
BEDELAU.COM --Badan Kehormatan (BK) DPRD Riau tengah.
Kawasan Ditata, Pemko Pekanbaru Siapkan Tenda yang Layak Bagi Pedagang di Stadion Utama Riau
BEDELAU.COM --Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru, ten.








