Pilihan
Silaturrahmi Akbar, IKA FIA Unilak Gelar Parade Musik dan Lagu
Ketua PWI Riau Buka Resmi Agenda OKK Calon Anggota Baru Tahun 2025
Bupati Bengkalis yang Tak Anti Kritik
Ciri Khas Warna Kuning, Masjid Kuning Miliki Sejarah Panglima Minal
Tanpa Tabung Oksigen, Penyelam Tradisional Cari Bocah Tenggelam di Sungai Siak
BEDELAU.COM --Berbekal kompresor, selang angin, dan batu pemberat seberat 20 kilogram, Samsir (50) alias Atan tak ragu menyelam ke dasar Sungai Siak yang dingin dan gelap gulita.
Bersama tim gabungan dari Kantor SAR Pekanbaru, BPBD Siak, Polri, TNI AL, serta warga setempat, penyelam tradisional ini bertarung dengan arus deras demi menemukan seorang bocah berusia 13 tahun yang tenggelam di Sungai Siak tepatnya di depan Kelenteng Hock Siu Kiong, Kota Siak Sri Indapura.
Korban dilaporkan tenggelam sejak Rabu (5/8/2026) sore saat mandi bersama teman-temannya. Naas, korban terseret arus pasang Sungai Siak, sementara dua rekannya berhasil menyelamatkan diri.
Dalam proses pencarian, tiga orang penyelam diturunkan ke sungai dua dari tim SAR dan satu penyelam tradisional, yakni Samsir.
Hingga Kamis (6/8/2026), Samsir tercatat sudah delapan kali turun menyelam ke dasar sungai.
"Sudah delapan kali turun, Bang. Ini masih menyisir, mencari ke mana arah meluncurnya korban saat jatuh. Kami cari bagian sungai yang agak landai dan banyak tumpukan sampah," ujar Samsir saat diwawancarai wartawan di lokasi pencarian, Kamis (6/8/2026).
Menyelam di Sungai Siak bukan perkara mudah. Samsir mengungkapkan, pada kedalaman 15 hingga 20 meter, kondisi bawah air sama sekali tidak terlihat.
"Di bawah gelap, jarak pandang nol. Jadi cuma meraba-raba saja," tutur pria asli Siak yang kini menetap di Sungai Apit tersebut.
Selain kegelapan total, tantangan terbesar bagi penyelam tradisional seperti Samsir adalah keamanan alat pernapasan. Ia hanya menggunakan dacor (morpis) yang tersambung ke kompresor melalui selang panjang, tanpa tabung oksigen standar penyelaman profesional.
"Kendalanya dan yang paling mengkhawatirkan itu alatnya. Takutnya napas dari kompresor itu makin ke dalam tidak steril, takut keracunan. Tapi saya pakai pemberat batu 20 kilo supaya tidak terseret arus bawah yang kencang," jelas Samsir, yang mengaku sudah menjadi penyelam tradisional selama 15 tahun.
Meski demikian, Samsir optimistis korban masih berada di sekitar titik awal tenggelam dan di dasar sungai.
"Sebelum 2x24 jam, korban biasanya belum mengapung karena belum ada gas. Pasti meluncur ke dasar atau tersangkut di tumpukan sampah bawah air," tambahnya.
Keberanian Samsir ternyata mengalir dari sang ayah, M. Jamil (80), seorang penyelam senior di Kabupaten Siak. Jamil yang kini tinggal di Tanjung Agung samping Kantor Bupati Siak mengaku sudah menjadi penyelam sejak usia 20 tahun dan kerap membantu pencarian korban tenggelam di Sungai Siak hingga kapal tengker yang karam.
"Saya penyelam paling tua, gigi pun sudah tanggal semua bekas gigit empes (alat selam kompresor). Karena sudah tak bisa menyelam lagi, anak saya inilah yang melanjutkan," cerita Jamil penuh rasa bangga.
Melihat tingginya risiko yang dihadapi para penyelam tradisional saat membantu aksi kemanusiaan, Jamil berharap adanya perhatian khusus dari Pemerintah Kabupaten Siak.
"Kami mohon kepada pihak Pemkab Siak, Ibu Bupati, tolonglah bantu alat-alat atau kendaraan penyelam yang layak. Kalau ada kejadian seperti ini, kita ada persiapan alat dan bisa bergerak cepat. Orang banyak yang mau bantu, tapi alat kita tak ada. Kasihan kalau menolong orang tapi peralatan seadanya," tegas Jamil.
Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan beserta warga dan penyelam tradisional masih terus mengupayakan penyisiran di sepanjang alur dan dasar Sungai Siak guna menemukan keberadaan korban.
Sumber: Riauterkini.com
Sudah Diisi KONI, Stadion Utama Bakal Difungsikan Siang dan Malam
BEDELAU.COM --Stadion Utama Riau di Jalan Naga Sakti.
Warga Diserang Monyet Ekor Panjang di Inhil, BBKSDA Riau Siapkan Kandang Perangkap
BEDELAU.COM --Konflik antara manusia dan satwa liar .
Aksi Ugal-ugalan Pengendara Motor Wanita di Pekanbaru Viral, Polisi Buru Pelaku
BEDELAU.COM --Aksi seorang wanita yang mengendarai s.
BBKSDA Riau Pasang Kandang Jebak Pascaserangan Beruang Madu di Pelalawan
BEDELAU.COM --Balai Besar Konservasi Sumber Daya Ala.
Bak Film Aksi, Tim Pemburu Bersenapan Turun Taklukkan Monyet Liar yang Teror Warga Inhil
BEDELAU.COM --Suasana bak adegan film aksi terlihat .
Penarikan Pajero Sport di Parkiran RSUD Arifin Achmad Berujung Keributan, Polisi Turun Tangan
BEDELAU.COM --Keributan antara pemilik mobil dan pih.








