• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Opini
  • Advertorial
  • Nasional
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Rohul
    • Rohil
    • Inhu
    • Inhil
    • Kuansing
    • Meranti
  • Dunia
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • More
    • Hukrim
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar

Pilihan

  • +INDEX
Silaturrahmi Akbar, IKA FIA Unilak Gelar Parade Musik dan Lagu
Dibaca : 1e3 Kali
Ketua PWI Riau Buka Resmi Agenda OKK Calon Anggota Baru Tahun 2025
Dibaca : 1e3 Kali
Bupati Bengkalis yang Tak Anti Kritik
Dibaca : 1e3 Kali
Ciri Khas Warna Kuning, Masjid Kuning Miliki Sejarah Panglima Minal
Dibaca : 1e3 Kali
Hasil Putusan PTUN, Posisi Ketua DPRD Bengkalis Dikembalikan kepada Khairul Umam
Dibaca : 1e3 Kali

  • Home
  • Daerah

Tanpa Tabung Oksigen, Penyelam Tradisional Cari Bocah Tenggelam di Sungai Siak

Redaksi

Kamis, 06 Agustus 2026 20:22:10 WIB
Cetak
Tanpa Tabung Oksigen, Penyelam Tradisional Cari Bocah Tenggelam di Sungai Siak

BEDELAU.COM --Berbekal kompresor, selang angin, dan batu pemberat seberat 20 kilogram, Samsir (50) alias Atan tak ragu menyelam ke dasar Sungai Siak yang dingin dan gelap gulita. 

Bersama tim gabungan dari Kantor SAR Pekanbaru, BPBD Siak, Polri, TNI AL, serta warga setempat, penyelam tradisional ini bertarung dengan arus deras demi menemukan seorang bocah berusia 13 tahun yang tenggelam di Sungai Siak tepatnya di depan Kelenteng Hock Siu Kiong, Kota Siak Sri Indapura.

Korban dilaporkan tenggelam sejak Rabu (5/8/2026) sore saat mandi bersama teman-temannya. Naas, korban terseret arus pasang Sungai Siak, sementara dua rekannya berhasil menyelamatkan diri.

Dalam proses pencarian, tiga orang penyelam diturunkan ke sungai dua dari tim SAR dan satu penyelam tradisional, yakni Samsir. 

Hingga Kamis (6/8/2026), Samsir tercatat sudah delapan kali turun menyelam ke dasar sungai.

"Sudah delapan kali turun, Bang. Ini masih menyisir, mencari ke mana arah meluncurnya korban saat jatuh. Kami cari bagian sungai yang agak landai dan banyak tumpukan sampah," ujar Samsir saat diwawancarai wartawan di lokasi pencarian, Kamis (6/8/2026).

Menyelam di Sungai Siak bukan perkara mudah. Samsir mengungkapkan, pada kedalaman 15 hingga 20 meter, kondisi bawah air sama sekali tidak terlihat.

"Di bawah gelap, jarak pandang nol. Jadi cuma meraba-raba saja," tutur pria asli Siak yang kini menetap di Sungai Apit tersebut.

Selain kegelapan total, tantangan terbesar bagi penyelam tradisional seperti Samsir adalah keamanan alat pernapasan. Ia hanya menggunakan dacor (morpis) yang tersambung ke kompresor melalui selang panjang, tanpa tabung oksigen standar penyelaman profesional.

"Kendalanya dan yang paling mengkhawatirkan itu alatnya. Takutnya napas dari kompresor itu makin ke dalam tidak steril, takut keracunan. Tapi saya pakai pemberat batu 20 kilo supaya tidak terseret arus bawah yang kencang," jelas Samsir, yang mengaku sudah menjadi penyelam tradisional selama 15 tahun.

Meski demikian, Samsir optimistis korban masih berada di sekitar titik awal tenggelam dan di dasar sungai. 

"Sebelum 2x24 jam, korban biasanya belum mengapung karena belum ada gas. Pasti meluncur ke dasar atau tersangkut di tumpukan sampah bawah air," tambahnya.

Keberanian Samsir ternyata mengalir dari sang ayah, M. Jamil (80), seorang penyelam senior di Kabupaten Siak. Jamil yang kini tinggal di Tanjung Agung samping Kantor Bupati Siak mengaku sudah menjadi penyelam sejak usia 20 tahun dan kerap membantu pencarian korban tenggelam di Sungai Siak hingga kapal tengker yang karam.

"Saya penyelam paling tua, gigi pun sudah tanggal semua bekas gigit empes (alat selam kompresor). Karena sudah tak bisa menyelam lagi, anak saya inilah yang melanjutkan," cerita Jamil penuh rasa bangga.

Melihat tingginya risiko yang dihadapi para penyelam tradisional saat membantu aksi kemanusiaan, Jamil berharap adanya perhatian khusus dari Pemerintah Kabupaten Siak.

"Kami mohon kepada pihak Pemkab Siak, Ibu Bupati, tolonglah bantu alat-alat atau kendaraan penyelam yang layak. Kalau ada kejadian seperti ini, kita ada persiapan alat dan bisa bergerak cepat. Orang banyak yang mau bantu, tapi alat kita tak ada. Kasihan kalau menolong orang tapi peralatan seadanya," tegas Jamil.

Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan beserta warga dan penyelam tradisional masih terus mengupayakan penyisiran di sepanjang alur dan dasar Sungai Siak guna menemukan keberadaan korban.

 

 

Sumber: Riauterkini.com


[Ikuti Bedelau.com


Bedelau.com

BERITA LAINNYA +INDEKS

Daerah

Sudah Diisi KONI, Stadion Utama Bakal Difungsikan Siang dan Malam

Kamis, 06 Agustus 2026 - 20:12:26 WIB

BEDELAU.COM --Stadion Utama Riau di Jalan Naga Sakti.

Daerah

Warga Diserang Monyet Ekor Panjang di Inhil, BBKSDA Riau Siapkan Kandang Perangkap

Kamis, 06 Agustus 2026 - 20:10:20 WIB

BEDELAU.COM --Konflik antara manusia dan satwa liar .

Daerah

Aksi Ugal-ugalan Pengendara Motor Wanita di Pekanbaru Viral, Polisi Buru Pelaku

Kamis, 06 Agustus 2026 - 20:08:13 WIB

BEDELAU.COM --Aksi seorang wanita yang mengendarai s.

Daerah

BBKSDA Riau Pasang Kandang Jebak Pascaserangan Beruang Madu di Pelalawan

Kamis, 06 Agustus 2026 - 20:05:18 WIB

BEDELAU.COM --Balai Besar Konservasi Sumber Daya Ala.

Daerah

Bak Film Aksi, Tim Pemburu Bersenapan Turun Taklukkan Monyet Liar yang Teror Warga Inhil

Rabu, 05 Agustus 2026 - 23:13:22 WIB

BEDELAU.COM --Suasana bak adegan film aksi terlihat .

Daerah

Penarikan Pajero Sport di Parkiran RSUD Arifin Achmad Berujung Keributan, Polisi Turun Tangan

Rabu, 05 Agustus 2026 - 23:10:09 WIB

BEDELAU.COM --Keributan antara pemilik mobil dan pih.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini

  • +INDEX
Tanpa Tabung Oksigen, Penyelam Tradisional Cari Bocah Tenggelam di Sungai Siak
06 Agustus 2026
Polda Riau Bongkar Makam Pelajar di Rumbai, Usut Dugaan Penganiayaan
06 Agustus 2026
Sudah Diisi KONI, Stadion Utama Bakal Difungsikan Siang dan Malam
06 Agustus 2026
Warga Diserang Monyet Ekor Panjang di Inhil, BBKSDA Riau Siapkan Kandang Perangkap
06 Agustus 2026
Aksi Ugal-ugalan Pengendara Motor Wanita di Pekanbaru Viral, Polisi Buru Pelaku
06 Agustus 2026
BBKSDA Riau Pasang Kandang Jebak Pascaserangan Beruang Madu di Pelalawan
06 Agustus 2026
Polres Pelalawan Tangkap Dua Pelaku Pengangkutan Kayu Ilegal, 12 Kubik Disita
05 Agustus 2026
Pemprov Riau Mulai Lelang Pemeliharaan Lanjutan Jembatan Sei Rokan Kiri
05 Agustus 2026
Kejati Riau Lelang 754 Barang Rampasan Negara, Ada Mobil, Tanah, Emas hingga Kapal
05 Agustus 2026
Sempat Viral, Sopir Sedan Lancer Kabur usai Tabrak Motor, Positif Narkoba
05 Agustus 2026

Terpopuler

  • +INDEX
  • 1 DPRD Kepulauan Meranti Sahkan Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025, Pemkab Siap Tindaklanjuti 11 Rekomendasi Banggar
  • 2 Bupati Asmar dan PLN UP3 Dumai Perkuat Sinergi, Pastikan Layanan Listrik Kepulauan Meranti Semakin Andal
  • 3 Pemko Pekanbaru Genjot Pengaspalan 23 Kilometer Jalan, Akses Warga Makin Lancar
  • 4 Tiga Warisan Bersejarah Siak Diuji di Tingkat Nasional, Bupati Afni Ajak Masyarakat Berdoa
  • 5 Polisi Terus Sisir dan Bakar PETI di Kuansing
  • 6 Polisi Tangkap Dukun Cabul di Inhu, Korban Diperdaya dengan Ritual Nikah Batin
  • 7 Fantastis! Pemko Pekanbaru Siapkan Rp100 Miliar Tangani Banjir, Drainase di Sejumlah Titik Dibangun

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

Bedelau.com ©2021 | All Right Reserved