• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Opini
  • Advertorial
  • Nasional
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Rohul
    • Rohil
    • Inhu
    • Inhil
    • Kuansing
    • Meranti
  • Dunia
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • More
    • Hukrim
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar

Pilihan

  • +INDEX
Silaturrahmi Akbar, IKA FIA Unilak Gelar Parade Musik dan Lagu
Dibaca : 1e3 Kali
Ketua PWI Riau Buka Resmi Agenda OKK Calon Anggota Baru Tahun 2025
Dibaca : 1e3 Kali
Bupati Bengkalis yang Tak Anti Kritik
Dibaca : 1e3 Kali
Ciri Khas Warna Kuning, Masjid Kuning Miliki Sejarah Panglima Minal
Dibaca : 1e3 Kali
Hasil Putusan PTUN, Posisi Ketua DPRD Bengkalis Dikembalikan kepada Khairul Umam
Dibaca : 1e3 Kali

  • Home
  • Daerah
  • Kampar

Menteri LH: 335 Perusahaan Konsesi Terindikasi Karhutla

Redaksi

Sabtu, 22 Agustus 2026 20:51:30 WIB
Cetak
Menteri LH: 335 Perusahaan Konsesi Terindikasi Karhutla

BEDELAU.COM --Menteri Lingkungan Hidup (LH) Jumhur Hidayat mengungkap sekitar 335 perusahaan pemilik konsesi di Indonesia terindikasi memiliki titik api dan mengalami kebakaran di wilayah konsesinya. Kebakaran tersebut tersebar di sejumlah wilayah Sumatra dan Kalimantan dengan total luasan hampir 85.000 hektare.

Hal itu disampaikan Jumhur saat mengecek langsung lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jalan Keluarga, Kelurahan Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, Sabtu (22/8/2026).

Menurut Jumhur, berdasarkan data yang diterimanya, terdapat sekitar 3.800 titik api di seluruh Indonesia. Peningkatan jumlah titik api terjadi dalam satu hingga dua hari terakhir sehingga data sebaran kebakaran bergerak cukup cepat.

"Dari data itu, ada sekitar 335 perusahaan pemilik konsesi di Indonesia yang tersebar di seluruh Kalimantan dan Sumatra, yang di wilayah konsesinya ada titik api dan terjadi kebakaran," kata Jumhur.

Ia menegaskan, luas kebakaran tidak menjadi alasan untuk mengabaikan tanggung jawab pemegang konsesi. Kebakaran meski hanya terjadi satu atau dua hektare tetap berada dalam wilayah yang menjadi tanggung jawab perusahaan.

Jumhur mengatakan, pemerintah akan melakukan verifikasi lapangan terhadap perusahaan-perusahaan yang wilayah konsesinya ditemukan titik api dan mengalami kebakaran.

Bahkan, kata dia, sudah ada sejumlah perusahaan di luar Riau yang berdasarkan hasil pemeriksaan awal memiliki indikasi kuat melakukan pelanggaran dan telah dikenai tindakan penyegelan.

"Kalau 335 perusahaan itu, bahkan mungkin bisa lebih lagi, indikasinya ada niat untuk membuka lahan dengan cara mudah, cara murah, dengan membakar, konsekuensinya akan sangat besar," tegasnya.

Menurut Jumhur, perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran dapat menghadapi konsekuensi hukum, mulai dari denda kepada negara dan kewajiban biaya pemulihan lingkungan hingga pidana apabila ditemukan unsur kesengajaan atau mens rea.

Riau Dinilai Lebih Baik

Di tengah peningkatan karhutla secara nasional, Jumhur justru menilai kondisi Riau relatif lebih baik dibandingkan periode sebelumnya.

Ia menyebut langkah mitigasi yang dilakukan sebelum fenomena El Nino, seperti pembangunan sekat kanal dan embung, turut membantu menekan dampak kebakaran. Upaya tersebut juga didukung pemerintah daerah dan Polda Riau melalui program Green Policing.

"Alhamdulillah, dari data kami, Riau termasuk provinsi yang sekarang mitigasinya sangat baik. Jumlah kebakaran dan sebagainya itu jauh menurun dibandingkan sebelumnya," ujarnya.

Jumhur menilai langkah mitigasi di Riau dapat menjadi pembelajaran bagi daerah lain dalam menghadapi ancaman karhutla.

Di lokasi karhutla Kampar, sendiri, Jumhur menyebut lahan yang terbakar mencapai sekitar 4 hektare dan api telah berhasil dipadamkan. Saat ini proses penanganan memasuki tahap pendinginan.

Jumhur kembali mengingatkan seluruh pemegang konsesi agar menjalankan komitmen mitigasi dan tidak menggunakan pembakaran sebagai cara membuka lahan. 

Pemerintah, kata dia, akan terus melakukan verifikasi terhadap wilayah konsesi yang ditemukan titik api.

 

 

Sumber: cakaplah.com


[Ikuti Bedelau.com


Bedelau.com

BERITA LAINNYA +INDEKS

Daerah

Polres Meranti Bongkar Jaringan Narkoba Internasional, 9,3 Kg Sabu Disita, Hampir 9 Kg Dimusnahkan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 08:30:00 WIB

SELATPANJANG, BEDELAU.COM--Peredaran narkotika jarin.

Daerah

Usai Didemo, Pemprov Riau akan Pertemukan Mahasiswa Unilak dan UIR dengan Plt Gubri

Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:55:33 WIB

BEDELAU.COM --Pemprov Riau berencana mempertemukan P.

Daerah

BMKG Buka Suara Soal Bau Menyengat di Pekanbaru

Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:53:16 WIB

BEDELAU.COM --Bau menyengat menyerupai bahan kimia y.

Daerah

DLHK Cek PLTU Hingga Wilayah Perbatasan, Sumber Aroma Gas di Pekanbaru Masih Misterius

Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:49:05 WIB

BEDELAU.COM --Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan .

Daerah

Bayi Ditemukan di Teras Rumah Pekanbaru, Polisi: Keluarga Diminta Datangi Dinsos

Selasa, 20 Oktober 2026 - 19:10:04 WIB

BEDELAU.COM --Polsek Bina Widya mengimbau jika ada o.

Daerah

Demo di Kantor Gubernur Riau, Mahasiswa Unilak Sampaikan Kritik Lewat Puisi

Selasa, 20 Oktober 2026 - 19:04:14 WIB

BEDELAU.COM --Aksi unjuk rasa Aliansi Mahasiswa Bada.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini

  • +INDEX
Jumat Berkah Subuh Hadir di Masjid Madinah Japakeh, Iskandar Idris Koordinasikan Gerakan Berbagi di Pidie Jaya
23 Oktober 2026
Hadiri Rakornas TPAKD 2026, Bupati Asmar Dorong Perluasan Akses Keuangan Masyarakat Meranti
23 Oktober 2026
Polres Meranti Bongkar Jaringan Narkoba Internasional, 9,3 Kg Sabu Disita, Hampir 9 Kg Dimusnahkan
23 Oktober 2026
Buron Dua Pekan, Pria Pelaku Pencabulan Anak Ini Akhirnya Ditangkap
21 Oktober 2026
Bisnis Gelap Solar Subsidi di Siak yang Dibongkar Polda Riau, 2 Orang Ditahan
21 Oktober 2026
Usai Didemo, Pemprov Riau akan Pertemukan Mahasiswa Unilak dan UIR dengan Plt Gubri
21 Oktober 2026
BMKG Buka Suara Soal Bau Menyengat di Pekanbaru
21 Oktober 2026
DLHK Cek PLTU Hingga Wilayah Perbatasan, Sumber Aroma Gas di Pekanbaru Masih Misterius
21 Oktober 2026
Bayi Ditemukan di Teras Rumah Pekanbaru, Polisi: Keluarga Diminta Datangi Dinsos
20 Oktober 2026
Demo di Kantor Gubernur Riau, Mahasiswa Unilak Sampaikan Kritik Lewat Puisi
20 Oktober 2026

Terpopuler

  • +INDEX
  • 1 Wow! Mulai Tahun Ini Gaji ASN Dibayarkan Lewat Koperasi Merah Putih
  • 2 SF Hariyanto Sebut Asap Riau Berasal dari Karhutla Sumsel dan Jambi
  • 3 Dulu Prabowo Tegas Minta Karhutla Jadi Bencana Nasional
  • 4 Lapas Pasir Pangarayan dan Tim Gabungan Temukan Kembali Warga Binaan yang Kabur
  • 5 Kabut Asap Karhutla Selimuti Perairan, KSOP Bengkalis Imbau Kapal Waspadai Jarak Pandang
  • 6 PJJ Bukan Libur Jalan-Jalan, Anak Pekanbaru Kini Dikejar Ancaman Asap
  • 7 Antrean BBM Riau Mengular, SF Hariyanto Kini Tagih Pertamina: Jangan Main-Main!

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

Bedelau.com ©2021 | All Right Reserved