Pilihan
Silaturrahmi Akbar, IKA FIA Unilak Gelar Parade Musik dan Lagu
Ketua PWI Riau Buka Resmi Agenda OKK Calon Anggota Baru Tahun 2025
Bupati Bengkalis yang Tak Anti Kritik
Ciri Khas Warna Kuning, Masjid Kuning Miliki Sejarah Panglima Minal
Menteri LH: 335 Perusahaan Konsesi Terindikasi Karhutla
BEDELAU.COM --Menteri Lingkungan Hidup (LH) Jumhur Hidayat mengungkap sekitar 335 perusahaan pemilik konsesi di Indonesia terindikasi memiliki titik api dan mengalami kebakaran di wilayah konsesinya. Kebakaran tersebut tersebar di sejumlah wilayah Sumatra dan Kalimantan dengan total luasan hampir 85.000 hektare.
Hal itu disampaikan Jumhur saat mengecek langsung lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jalan Keluarga, Kelurahan Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, Sabtu (22/8/2026).
Menurut Jumhur, berdasarkan data yang diterimanya, terdapat sekitar 3.800 titik api di seluruh Indonesia. Peningkatan jumlah titik api terjadi dalam satu hingga dua hari terakhir sehingga data sebaran kebakaran bergerak cukup cepat.
"Dari data itu, ada sekitar 335 perusahaan pemilik konsesi di Indonesia yang tersebar di seluruh Kalimantan dan Sumatra, yang di wilayah konsesinya ada titik api dan terjadi kebakaran," kata Jumhur.
Ia menegaskan, luas kebakaran tidak menjadi alasan untuk mengabaikan tanggung jawab pemegang konsesi. Kebakaran meski hanya terjadi satu atau dua hektare tetap berada dalam wilayah yang menjadi tanggung jawab perusahaan.
Jumhur mengatakan, pemerintah akan melakukan verifikasi lapangan terhadap perusahaan-perusahaan yang wilayah konsesinya ditemukan titik api dan mengalami kebakaran.
Bahkan, kata dia, sudah ada sejumlah perusahaan di luar Riau yang berdasarkan hasil pemeriksaan awal memiliki indikasi kuat melakukan pelanggaran dan telah dikenai tindakan penyegelan.
"Kalau 335 perusahaan itu, bahkan mungkin bisa lebih lagi, indikasinya ada niat untuk membuka lahan dengan cara mudah, cara murah, dengan membakar, konsekuensinya akan sangat besar," tegasnya.
Menurut Jumhur, perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran dapat menghadapi konsekuensi hukum, mulai dari denda kepada negara dan kewajiban biaya pemulihan lingkungan hingga pidana apabila ditemukan unsur kesengajaan atau mens rea.
Riau Dinilai Lebih Baik
Di tengah peningkatan karhutla secara nasional, Jumhur justru menilai kondisi Riau relatif lebih baik dibandingkan periode sebelumnya.
Ia menyebut langkah mitigasi yang dilakukan sebelum fenomena El Nino, seperti pembangunan sekat kanal dan embung, turut membantu menekan dampak kebakaran. Upaya tersebut juga didukung pemerintah daerah dan Polda Riau melalui program Green Policing.
"Alhamdulillah, dari data kami, Riau termasuk provinsi yang sekarang mitigasinya sangat baik. Jumlah kebakaran dan sebagainya itu jauh menurun dibandingkan sebelumnya," ujarnya.
Jumhur menilai langkah mitigasi di Riau dapat menjadi pembelajaran bagi daerah lain dalam menghadapi ancaman karhutla.
Di lokasi karhutla Kampar, sendiri, Jumhur menyebut lahan yang terbakar mencapai sekitar 4 hektare dan api telah berhasil dipadamkan. Saat ini proses penanganan memasuki tahap pendinginan.
Jumhur kembali mengingatkan seluruh pemegang konsesi agar menjalankan komitmen mitigasi dan tidak menggunakan pembakaran sebagai cara membuka lahan.
Pemerintah, kata dia, akan terus melakukan verifikasi terhadap wilayah konsesi yang ditemukan titik api.
Sumber: cakaplah.com
Sempat Sampaikan Niat Akhiri Hidup, Pria di Rohil Ditemukan Meninggal
BEDELAU.COM ---Seorang laki-laki bernama IL(42) dite.
Pemko Pekanbaru Siapkan Rp10 Miliar untuk Program Beasiswa 2027
BEDELAU.COM --Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru mema.
Aksi Konten Kreator Asal Sumut Pamer Tuak di Pacu Jalur 2026 Tuai Kritik
BEDELAU.COM --Aksi seorang konten kreator asal Sumat.
OMC di Riau Masuk Hari ke-21, Sebanyak 26.000 Kilogram Garam Sudah Disemai
BEDELAU.COM --- Hingga saat ini sebanyak 26.000 kilo.
Remaja 17 Tahun Tenggelam di Sungai Kuantan, Tim SAR Sisir Lokasi
BEDELAU.COM --Adam Firmansah (17), tenggelam di Sung.
Atasi Macet, Halaman Kantor Camat Bukit Raya dan Bangunan Warga Terpaksa Dipangkas
BEDELAU.COM --Walikota Pekanbaru Agung Nugroho memas.








