• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Opini
  • Advertorial
  • Nasional
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Rohul
    • Rohil
    • Inhu
    • Inhil
    • Kuansing
    • Meranti
  • Dunia
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • More
    • Hukrim
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar

Pilihan

  • +INDEX
Silaturrahmi Akbar, IKA FIA Unilak Gelar Parade Musik dan Lagu
Dibaca : 1e3 Kali
Ketua PWI Riau Buka Resmi Agenda OKK Calon Anggota Baru Tahun 2025
Dibaca : 1e3 Kali
Bupati Bengkalis yang Tak Anti Kritik
Dibaca : 1e3 Kali
Ciri Khas Warna Kuning, Masjid Kuning Miliki Sejarah Panglima Minal
Dibaca : 1e3 Kali
Hasil Putusan PTUN, Posisi Ketua DPRD Bengkalis Dikembalikan kepada Khairul Umam
Dibaca : 1e3 Kali

  • Home
  • Nasional

Pertalite Bakal Dibatasi Lagi, Jenis Kendaraan Jadi Penentu Penerima BBM Subsidi

Redaksi

Sabtu, 22 Agustus 2026 20:54:08 WIB
Cetak
Pertalite Bakal Dibatasi Lagi, Jenis Kendaraan Jadi Penentu Penerima BBM Subsidi
Pemerintah menyiapkan pembatasan baru Pertalite dengan menjadikan jenis kendaraan sebagai salah satu indikator penerima. Foto : Istimewa

BEDELAU.COM --Pemerintah menyiapkan pembatasan baru Pertalite dengan menjadikan jenis kendaraan sebagai salah satu indikator penerima.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut aturan tersebut masih menjalani pematangan sebelum diterapkan. Kebijakan ini berpotensi membuat kendaraan tertentu tidak lagi dapat membeli Pertalite bersubsidi pemerintah.

Pemerintah menilai karakteristik kendaraan dapat menggambarkan tingkat kesejahteraan pemilik kendaraan secara lebih mudah. Pendekatan tersebut menjadi dasar pembahasan pembatasan distribusi Pertalite pada tahap berikutnya nanti.

Airlangga menyampaikan pemerintah masih menggodok skema tersebut agar penerapannya tepat sasaran. “Kita kemarin berbasis dari jenis kendaraan. Dari jenis kendaraan kan mencerminkan desil,” ujar Airlangga.

Pernyataan tersebut memperlihatkan pemerintah mempertimbangkan klasifikasi kendaraan sebagai penentu penerima subsidi. Namun pemerintah belum membuka daftar kendaraan yang nantinya kehilangan akses pembelian Pertalite.

Airlangga menegaskan pembahasan mengenai mekanisme pembatasan masih berlangsung di internal pemerintah saat ini. “Nanti kita matangkan lagi, kita matengin,” kata Airlangga ketika menjelaskan perkembangan kebijakan tersebut.

Pernyataan itu sekaligus menandakan belum terdapat keputusan final mengenai batas kendaraan penerima.

Sebelumnya, pemerintah sempat membahas pembatasan Pertalite berdasarkan kapasitas mesin kendaraan bermotor. Mobil berkapasitas mesin maksimal 1.400 cc sempat disebut sebagai batas penerima Pertalite.

Sementara kendaraan diesel penerima solar subsidi sempat dikaitkan dengan kapasitas mesin maksimal 2.000 cc.

Skema tersebut belum menjadi ketentuan final pemerintah hingga pembahasan kebijakan terbaru berlangsung sekarang. Pemerintah kini mengkaji jenis kendaraan sebagai tambahan indikator dalam menentukan penerima subsidi.

Langkah tersebut bertujuan mengurangi konsumsi BBM subsidi sekaligus memperbaiki ketepatan sasaran distribusinya. Saat ini pembelian Pertalite sebenarnya sudah memiliki sejumlah pembatasan bagi kendaraan tertentu.

Kendaraan perseorangan roda empat memiliki batas pembelian maksimal 50 liter setiap hari. Ketentuan tersebut berlaku untuk kendaraan angkutan orang maupun barang sesuai aturan pemerintah.

Pembelian BBM subsidi juga mensyaratkan penggunaan barcode melalui aplikasi MyPertamina saat transaksi berlangsung. Mekanisme tersebut digunakan pemerintah untuk mencatat konsumsi serta mengawasi distribusi BBM subsidi. Pemerintah dapat memantau transaksi kendaraan melalui sistem digital dalam pengendalian distribusi tersebut.

Pembatasan serupa juga diterapkan terhadap pembelian solar subsidi bagi kendaraan tertentu. Konsumsi solar subsidi untuk kendaraan terkait dibatasi maksimal 50 liter dalam satu hari. Aturan tersebut menjadi bagian pengendalian konsumsi energi bersubsidi agar distribusinya semakin terukur.

Anggota Dewan Energi Nasional Satya Widya Yudha menilai pembatasan kendaraan berpotensi menghemat konsumsi signifikan. Perhitungan tersebut menggunakan kombinasi kapasitas mesin kendaraan serta kategori kendaraan sebagai indikator pembatasan.

“Kalau berdasarkan CC dan jenis kendaraan itu potensi hematnya, hitungan kami itu 10-15% daripada volume,” jelas Satya.

Perkiraan penghematan tersebut menunjukkan pembatasan kendaraan dapat memberikan dampak terhadap konsumsi Pertalite nasional. Pemerintah kini perlu memastikan skema baru tidak menimbulkan persoalan bagi masyarakat pengguna kendaraan harian. Kejelasan kriteria kendaraan menjadi faktor penting sebelum kebijakan pembatasan tersebut diberlakukan secara luas.

Kendaraan pelayanan umum juga tetap memiliki ketentuan pembelian BBM subsidi dalam aturan saat ini. Ambulans, mobil jenazah, pemadam kebakaran, serta pengangkut sampah memiliki batas 50 liter. Batas tersebut berlaku setiap hari untuk setiap kendaraan pelayanan umum terkait.

Pemerintah menghadapi tantangan besar dalam memastikan subsidi energi benar-benar diterima kelompok sasaran. Pembatasan berdasarkan kendaraan dapat menjadi instrumen baru untuk menekan pemborosan konsumsi Pertalite. Namun pemerintah perlu mengumumkan kriteria secara terbuka sebelum penerapan aturan dimulai.

Skema final pembatasan Pertalite hingga kini belum disampaikan secara rinci kepada masyarakat luas. Jenis kendaraan dan kapasitas mesin masih menjadi bagian pembahasan pemerintah dalam menentukan penerima. Keputusan final pemerintah akan menentukan kendaraan mana yang tetap dapat mengakses Pertalite subsidi.
 

 

 

Sumber: SM News.com


[Ikuti Bedelau.com


Bedelau.com

BERITA LAINNYA +INDEKS

Nasional

Puluhan Triliun Denda Sawit Dalam Kawasan Hutan Mengalir ke Pusat, Daerah Penghasil Gigit Jari?

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 22:30:32 WIB

BEDELAU.COM --Ada ironi besar dalam penertiban kawas.

Nasional

Nota Diplomatik, Langkah Terakhir Malaysia Hadapi Asap dari Indonesia

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 22:27:35 WIB

BEDELAU.COM --Pemerintah Malaysia menyebut pengirima.

Nasional

Wow! Mulai Tahun Ini Gaji ASN Dibayarkan Lewat Koperasi Merah Putih

Rabu, 14 Oktober 2026 - 22:49:45 WIB

BEDELAU.COM --Pemerintah berencana mulai menyalurkan.

Nasional

BBM Katanya Aman, Rakyat Malah Mengantre 3 Jam! Ombudsman Bongkar 4 Biang Kerok

Rabu, 14 Oktober 2026 - 22:47:44 WIB

BEDELAU.COM --Bayangkan menghabiskan tiga jam hanya .

Nasional

Dulu Prabowo Tegas Minta Karhutla Jadi Bencana Nasional

Ahad, 11 Oktober 2026 - 19:03:15 WIB

BEDELAU.COM --Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) d.

Nasional

Inilah Enam Jenderal yang Jadi Panglima 6 Kodam Baru Diresmikan Prabowo

Senin, 05 Oktober 2026 - 21:49:04 WIB

BEDELAU.COM --Presiden Prabowo Subianto resmi meresm.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini

  • +INDEX
Hadiri Rakornas TPAKD 2026, Bupati Asmar Dorong Perluasan Akses Keuangan Masyarakat Meranti
23 Oktober 2026
Polres Meranti Bongkar Jaringan Narkoba Internasional, 9,3 Kg Sabu Disita, Hampir 9 Kg Dimusnahkan
23 Oktober 2026
Buron Dua Pekan, Pria Pelaku Pencabulan Anak Ini Akhirnya Ditangkap
21 Oktober 2026
Bisnis Gelap Solar Subsidi di Siak yang Dibongkar Polda Riau, 2 Orang Ditahan
21 Oktober 2026
Usai Didemo, Pemprov Riau akan Pertemukan Mahasiswa Unilak dan UIR dengan Plt Gubri
21 Oktober 2026
BMKG Buka Suara Soal Bau Menyengat di Pekanbaru
21 Oktober 2026
DLHK Cek PLTU Hingga Wilayah Perbatasan, Sumber Aroma Gas di Pekanbaru Masih Misterius
21 Oktober 2026
Bayi Ditemukan di Teras Rumah Pekanbaru, Polisi: Keluarga Diminta Datangi Dinsos
20 Oktober 2026
Demo di Kantor Gubernur Riau, Mahasiswa Unilak Sampaikan Kritik Lewat Puisi
20 Oktober 2026
Kera Diduga Picu Blackout Batam-Bintan, Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka
20 Oktober 2026

Terpopuler

  • +INDEX
  • 1 Wow! Mulai Tahun Ini Gaji ASN Dibayarkan Lewat Koperasi Merah Putih
  • 2 SF Hariyanto Sebut Asap Riau Berasal dari Karhutla Sumsel dan Jambi
  • 3 Dulu Prabowo Tegas Minta Karhutla Jadi Bencana Nasional
  • 4 Lapas Pasir Pangarayan dan Tim Gabungan Temukan Kembali Warga Binaan yang Kabur
  • 5 Kabut Asap Karhutla Selimuti Perairan, KSOP Bengkalis Imbau Kapal Waspadai Jarak Pandang
  • 6 PJJ Bukan Libur Jalan-Jalan, Anak Pekanbaru Kini Dikejar Ancaman Asap
  • 7 Antrean BBM Riau Mengular, SF Hariyanto Kini Tagih Pertamina: Jangan Main-Main!

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

Bedelau.com ©2021 | All Right Reserved