• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Opini
  • Advertorial
  • Nasional
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Rohul
    • Rohil
    • Inhu
    • Inhil
    • Kuansing
    • Meranti
  • Dunia
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • More
    • Hukrim
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar

Pilihan

  • +INDEX
Silaturrahmi Akbar, IKA FIA Unilak Gelar Parade Musik dan Lagu
Dibaca : 1e3 Kali
Ketua PWI Riau Buka Resmi Agenda OKK Calon Anggota Baru Tahun 2025
Dibaca : 1e3 Kali
Bupati Bengkalis yang Tak Anti Kritik
Dibaca : 1e3 Kali
Ciri Khas Warna Kuning, Masjid Kuning Miliki Sejarah Panglima Minal
Dibaca : 1e3 Kali
Hasil Putusan PTUN, Posisi Ketua DPRD Bengkalis Dikembalikan kepada Khairul Umam
Dibaca : 1e3 Kali

  • Home
  • Nasional

Indonesia Masuk Periode Rawan Bencana? Kemarau Makin Kering, Karhutla Mengancam

Redaksi

Sabtu, 15 Agustus 2026 19:40:45 WIB
Cetak
Indonesia Masuk Periode Rawan Bencana? Kemarau Makin Kering, Karhutla Mengancam
Indonesia Masuk Periode Rawan Bencana? Kemarau Makin Kering, Karhutla Mengancam, Gempa Besar Mengguncang, Foto: Istimewa.SM News.com

BEDELAU.COM --Indonesia tengah menghadapi periode dengan sejumlah ancaman bencana yang datang bersamaan. Di satu sisi, musim kemarau semakin dominan dan El Niño menguat sehingga risiko kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla) meningkat. Di sisi lain, gempa bumi besar kembali mengguncang wilayah Indonesia, termasuk NTT dan Sumatera Utara.

Data terbaru Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan kondisi kering semakin meluas. Pada dasarian I Agustus 2026, curah hujan kategori rendah mendominasi 90,79 persen wilayah Indonesia. Sebanyak 76,5 persen wilayah atau 535 Zona Musim (ZOM) juga telah memasuki musim kemarau.

Situasi tersebut diperburuk oleh penguatan El Niño. BMKG menyebut kondisi atmosfer dalam sepekan ke depan masih dipengaruhi El Niño dengan intensitas sangat kuat dan kecenderungan Indian Ocean Dipole (IOD) positif. Kombinasi tersebut menyebabkan suplai uap air berkurang sehingga atmosfer Indonesia cenderung lebih kering.

“Masyarakat dan pemerintah daerah diimbau untuk menghemat penggunaan air serta meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan,” demikian imbauan BMKG dalam analisis cuaca periode 14–20 Agustus 2026.

BMKG juga secara khusus meminta masyarakat tidak membakar sampah maupun membuka lahan dengan cara membakar, terutama di kawasan yang mudah terbakar seperti lahan gambut, semak belukar, dan hutan.

Ancaman tersebut bukan sekadar prakiraan. BNPB pada 15 Agustus 2026 masih mencatat kejadian karhutla di sejumlah wilayah Indonesia. Artinya, kondisi kering telah mulai berhadapan dengan dampak nyata di lapangan.

Gempa Datang dari Ancaman yang Berbeda

BMKG mencatat gempa Magnitudo 6,4 mengguncang wilayah sekitar 20 kilometer tenggara Simalungun, Sumatera Utara, pada Sabtu (15/8/2026) pukul 17.54.52 WIB. Gempa tersebut berpusat di darat dengan kedalaman 163 kilometer.

Pada hari yang sama, gempa M7,7 mengguncang wilayah NTT dan sempat memicu peringatan dini tsunami. BMKG kemudian mengakhiri peringatan tersebut setelah melakukan pemantauan.

Rangkaian kejadian ini perlu dibaca secara hati-hati. Kemarau, kekeringan dan karhutla berkaitan dengan kondisi atmosfer dan iklim, sedangkan gempa bumi merupakan fenomena geologi. Tidak ada dasar untuk menyatakan keduanya disebabkan oleh satu fenomena yang sama.

Namun dari sisi kesiapsiagaan, situasi ini menunjukkan satu persoalan penting: Indonesia harus menghadapi berbagai jenis ancaman bencana secara bersamaan.

BMKG sendiri telah memperingatkan bahwa kondisi kering masih berlanjut pada periode 14–20 Agustus. Masyarakat diminta mengantisipasi kekeringan, menghemat air, mencegah pembakaran yang dapat memicu karhutla, serta terus memantau informasi resmi mengenai cuaca dan peringatan dini.

Dengan puncak musim kemarau 2026 yang diperkirakan berada pada periode Juli–September, ancaman kekeringan dan karhutla belum bisa dianggap selesai.

Sementara untuk gempa bumi, persoalannya berbeda. Gempa tidak dapat diprediksi secara tepat kapan dan di mana akan terjadi. Karena itu, yang dapat dilakukan masyarakat adalah memperkuat kesiapsiagaan dan memahami langkah keselamatan ketika gempa terjadi.

Apakah Indonesia sedang masuk fase rawan bencana?

Jawabannya bukan berarti seluruh Indonesia sedang berada dalam satu status bahaya. Tetapi data BMKG menunjukkan risiko bencana hidrometeorologi kering memang sedang meningkat, sementara kejadian gempa di sejumlah wilayah kembali mengingatkan bahwa ancaman geologi tetap ada.

Persoalan terbesarnya bukan apakah semua bencana itu saling berkaitan, melainkan seberapa siap masyarakat dan pemerintah menghadapi beberapa ancaman berbeda dalam waktu yang berdekatan.

 

 

 

Sumber: SM News.com


[Ikuti Bedelau.com


Bedelau.com

BERITA LAINNYA +INDEKS

Nasional

Jumat Berkah Sambangi Masjid Baitul Aman dan Pesantren Yatim-Piatu Yayasan Bustanul Aiman

Jumat, 14 Agustus 2026 - 07:35:01 WIB

BEDELAU.COM — Semangat berbagi dan kepedulian terh.

Nasional

Masjid Madinah Japakeh Meriahkan Jum’at Berkah Subuh di Meurah Dua

Jumat, 07 Agustus 2026 - 07:54:29 WIB

PIDIE JAYA, BEDELAU.COM – Kegiatan Jum’at.

Nasional

Jum’at Berkah Subuh Digelar di Masjid Baitul Maghfirah, Santuni Marbot dan Petugas Kebersihan

Jumat, 31 Juli 2026 - 07:22:12 WIB

PIDIE JAYA, BEDELAU.COM – Kegiatan Jum’at.

Nasional

MK Putuskan Kuota Internet Tak Boleh Hangus, Syahrul Aidi: Hak Pengguna Harus Dilindungi

Ahad, 26 Juli 2026 - 18:54:08 WIB

BEDELAU.COM --Anggota Komisi I DPR RI, Dr. Syahrul A.

Nasional

Jumat Berkah Subuh, Kepedulian Sosial Hadir di Meureudu

Jumat, 24 Juli 2026 - 08:00:00 WIB

BEDELAU.COM – Kegiatan Jumat Berkah Subuh kembali .

Nasional

Polemik Febrie Makin Memanas, MAKI Sentil Hotman Paris Soal “Pamit” ke Prabowo

Sabtu, 18 Juli 2026 - 19:31:12 WIB

BEDELAU.COM --Perdebatan hukum terkait penetapan ter.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini

  • +INDEX
Jelang HUT RI Ke-81, Ketua RT 01 RW 22 Ajak Warga Perum Bougenville Gotong Royong
15 Agustus 2026
Indonesia Masuk Periode Rawan Bencana? Kemarau Makin Kering, Karhutla Mengancam
15 Agustus 2026
Langit Berawan Panas Tetap Menyengat! Hujan Diam-diam Mengintai Riau
15 Agustus 2026
Pekanbaru Jadi Salah Satu Lokasi, Bareskrim Bongkar Judol Internasional "Ujangbet"
15 Agustus 2026
Hilang Sepekan, Lansia 80 Tahun Ditemukan Duduk di Hutan Lebat Meranti
15 Agustus 2026
Penjara Belanda Disulap Jadi Panggung Masa Depan Ekonomi Kreatif Bengkalis
15 Agustus 2026
Realisasi PAD Pekanbaru Tumbuh Positif, Pajak Reklame Sudah Tembus 96% dari Target Tahunan
15 Agustus 2026
MI Maziyyatul Islam Tandun Semarakkan HUT RI ke-81, Tampilkan Drumband hingga Ragam Ekstrakurikuler
15 Agustus 2026
Prabowo Usut 'Dosa-dosa' Petinggi BUMN 30 Tahun Terakhir, Usulkan Bentuk Pengadilan Ad Hoc
14 Agustus 2026
Ditolak Ajakan Berhubungan, Pria di Pelalawan Ini Bunuh Teman Wanitanya
14 Agustus 2026

Terpopuler

  • +INDEX
  • 1 Laskar RMRB PAC Rambah Samo Sinergi Bantu Perbaiki Jalan Alternatif di Desa Rambah Baru
  • 2 Buang Puntung Rokok 5 Hektare Lahan Sawit Terbakar Polisi Inhu Tangkap Pengangkut Sawit
  • 3 Hendak Pergi ke Pesta Adat Batak, Mobil Lansia Tabrak Rumah Warga di Pekanbaru
  • 4 Tewas Bersimbah Darah, Warga Pekanbaru diduga Dibunuh Mantan Suami
  • 5 Malam Ini Sejumlah Wilayah Riau Berpotensi Diguyur Hujan Lebat
  • 6 Lantik 131 Ketua RT dan RW di Rumbai Timur, Begini Pesan Wali Kota Pekanbaru!
  • 7 Tak Direstui Menikah, Pria di Dumai Bacok Ayah Kekasih dengan Celurit

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

Bedelau.com ©2021 | All Right Reserved