• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Opini
  • Advertorial
  • Nasional
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Rohul
    • Rohil
    • Inhu
    • Inhil
    • Kuansing
    • Meranti
  • Dunia
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • More
    • Hukrim
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar

Pilihan

  • +INDEX
Silaturrahmi Akbar, IKA FIA Unilak Gelar Parade Musik dan Lagu
Dibaca : 1e3 Kali
Ketua PWI Riau Buka Resmi Agenda OKK Calon Anggota Baru Tahun 2025
Dibaca : 1e3 Kali
Bupati Bengkalis yang Tak Anti Kritik
Dibaca : 1e3 Kali
Ciri Khas Warna Kuning, Masjid Kuning Miliki Sejarah Panglima Minal
Dibaca : 1e3 Kali
Hasil Putusan PTUN, Posisi Ketua DPRD Bengkalis Dikembalikan kepada Khairul Umam
Dibaca : 1e3 Kali

  • Home
  • Hukrim
  • Pelalawan

Ditolak Ajakan Berhubungan, Pria di Pelalawan Ini Bunuh Teman Wanitanya

Redaksi

Jumat, 14 Agustus 2026 19:11:54 WIB
Cetak
Ditolak Ajakan Berhubungan, Pria di Pelalawan Ini Bunuh Teman Wanitanya
Ilustrasi. Foto: SM News/Created by AI

BEDELAU.COM --Sebuah kematian misterius di rumah kontrakan di Pelalawan terungkap sebagai pembunuhan terencana. Pelaku tak segan menyusun rekayasa agar kematian korban dianggap bunuh diri oleh semua pihak. Kebohongan itu akhirnya runtuh setelah bukti-bukti nyata berhasil dikumpulkan polisi.
 
Peristiwa naas berlangsung pada Selasa malam, 11 Agustus 2025, di Jalan Markisa, Pangkalan Kerinci. Korban bernama SS (46) datang ke kontrakan pelaku bernama Jamal alias Udin (27). Ia berniat beristirahat usai berselisih paham dengan suaminya sendiri.
 
Korban sebelumnya meminjam kunci kontrakan saat menemui pelaku di tempat kerjanya. Jamal yang saat itu sedang di luar rumah memberikan kunci tanpa curiga apa pun. Sekitar pukul sembilan malam, telepon dari korban masuk meminta bantuan beli air minum.
 
Sesampainya di kontrakan, Jamal menyerahkan air mineral yang diminta korban. Di momen itu pula, ia mengajak korban berhubungan badan meski tahu korban bersuami. Ajakan itu ditolak mentah-mentah hingga korban meledak marah dan berteriak keras.
 
Suara teriakan membuat Jamal merasa malu diketahui tetangga sekitar. Ia berusaha membujuk korban agar tenang namun kemarahan korban tak kunjung mereda. Tiba-tiba amarahnya meledak, tangan kekarnya mencekik leher korban dengan kuat.
 
Napas korban terhenti perlahan, tubuhnya tak lagi bergerak di lantai rumah. Tanpa menolong, Jamal justru meninggalkan jenazah korban sendirian di tempat itu. Ia memilih pergi dan tidur di tempat cuci motor tempatnya bekerja malam itu.
 
Rencana licik mulai disusun pelaku guna menutupi jejak kejahatannya. Ia mengunci pintu kontrakan dari luar, lalu keluar lewat jendela yang terbuka. Kunci pintu dilempar masuk ke dalam rumah agar tampak terkunci dari dalam.
 
Siang harinya, Rabu, 12 Agustus 2026, Jamal kembali ke lokasi bersama seorang temannya. Ia berpura-pura memanggil-manggil nama korban sambil menggedor pintu dengan keras. Tetangga yang mendengar suara keributan mulai merasa khawatir atas keadaan korban.
 
Seorang tetangga bernama P mengirim pesan meminta Jamal mendobrak pintu itu. Saat pintu terbuka, jenazah korban tergeletak diam dengan mata terbelalak lebar. Jamal seolah mengecek keadaan lalu menyampaikan kabar duka kepada siapa saja yang ada.
 
Ia segera melaporkan kejadian kepada Ketua RT dan warga sekitar tempat tinggal. Pihak RT kemudian menghubungi layanan darurat guna melaporkan kematian mendadak tersebut. Di hadapan petugas, Jamal mengarang cerita bahwa korban bunuh diri karena depresi.
 
Cerita yang ia sampaikan terus berubah-ubah tiap kali ditanya petugas kepolisian. Keterangan pelaku terbukti bertolak belakang dengan pernyataan saksi-saksi lain di lokasi. Rekaman CCTV turut memperkuat dugaan bahwa Jamal menyembunyikan banyak hal penting.
 
“Keterangan yang diberikan pelaku selalu berubah saat pertama kali kami amankan. Semua ceritanya bertentangan dengan keterangan saksi maupun rekaman CCTV yang ada. Namun kebenaran terungkap jelas setelah hasil pemeriksaan otopsi keluar kemarin,” ujar Kompol Shilton, Kapolsek Pangkalan Kerinci, Jumat, 14 Agustus 2026.
 
Hasil otopsi dari Biddokes Polda Riau mematahkan semua rekayasa yang dibuat pelaku. Tanda cekikan di leher korban menjadi bukti kuat penyebab kematian yang sebenarnya. Tak lagi mampu membela diri, Jamal akhirnya mengakui semua perbuatannya.
 
Pelaku kini mendekam di tahanan polisi guna menjalani proses hukum selanjutnya. Ancaman hukuman berat menanti atas tuduhan pembunuhan yang ia lakukan dengan sadar. Polisi mengingatkan agar persoalan pribadi tak diselesaikan dengan kekerasan mematikan.

 

 

 

Sumber: SM News.com


[Ikuti Bedelau.com


Bedelau.com

BERITA LAINNYA +INDEKS

Hukrim

Buron Dua Pekan, Pria Pelaku Pencabulan Anak Ini Akhirnya Ditangkap

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:01:26 WIB

BEDELAU.COM --Sebuah pencarian ayah berakhir di ruan.

Hukrim

Bisnis Gelap Solar Subsidi di Siak yang Dibongkar Polda Riau, 2 Orang Ditahan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:59:37 WIB

BEDELAU.COM --Praktik dugaan perdagangan ilegal baha.

Hukrim

Kera Diduga Picu Blackout Batam-Bintan, Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka

Selasa, 20 Oktober 2026 - 19:00:07 WIB

BEDELAU.COM --Seekor kera yang masuk ke area gardu i.

Hukrim

Sabu 56,64 Gram dan 28 Cartridge Etomidate Disita dari Kamar Kos Perempuan di Pekanbaru

Senin, 19 Oktober 2026 - 16:42:39 WIB

BEDELAU.COM --Satresnarkoba Polresta Pekanbaru mengu.

Hukrim

Sasar Wisma di Pangkalan Kerinci, Polisi Ciduk Pria Positif Narkoba

Ahad, 18 Oktober 2026 - 19:52:26 WIB

BEDELAU.COM --Satuan Reserse Narkoba Kepolisian Reso.

Hukrim

Polisi Sisir 8 THM di Pekanbaru, Dua Pengunjung Positif Narkoba

Ahad, 18 Oktober 2026 - 19:45:01 WIB

BEDELAU.COM --Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau .

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini

  • +INDEX
Hadiri Rakornas TPAKD 2026, Bupati Asmar Dorong Perluasan Akses Keuangan Masyarakat Meranti
23 Oktober 2026
Polres Meranti Bongkar Jaringan Narkoba Internasional, 9,3 Kg Sabu Disita, Hampir 9 Kg Dimusnahkan
23 Oktober 2026
Buron Dua Pekan, Pria Pelaku Pencabulan Anak Ini Akhirnya Ditangkap
21 Oktober 2026
Bisnis Gelap Solar Subsidi di Siak yang Dibongkar Polda Riau, 2 Orang Ditahan
21 Oktober 2026
Usai Didemo, Pemprov Riau akan Pertemukan Mahasiswa Unilak dan UIR dengan Plt Gubri
21 Oktober 2026
BMKG Buka Suara Soal Bau Menyengat di Pekanbaru
21 Oktober 2026
DLHK Cek PLTU Hingga Wilayah Perbatasan, Sumber Aroma Gas di Pekanbaru Masih Misterius
21 Oktober 2026
Bayi Ditemukan di Teras Rumah Pekanbaru, Polisi: Keluarga Diminta Datangi Dinsos
20 Oktober 2026
Demo di Kantor Gubernur Riau, Mahasiswa Unilak Sampaikan Kritik Lewat Puisi
20 Oktober 2026
Kera Diduga Picu Blackout Batam-Bintan, Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka
20 Oktober 2026

Terpopuler

  • +INDEX
  • 1 Wow! Mulai Tahun Ini Gaji ASN Dibayarkan Lewat Koperasi Merah Putih
  • 2 SF Hariyanto Sebut Asap Riau Berasal dari Karhutla Sumsel dan Jambi
  • 3 Dulu Prabowo Tegas Minta Karhutla Jadi Bencana Nasional
  • 4 Lapas Pasir Pangarayan dan Tim Gabungan Temukan Kembali Warga Binaan yang Kabur
  • 5 Kabut Asap Karhutla Selimuti Perairan, KSOP Bengkalis Imbau Kapal Waspadai Jarak Pandang
  • 6 PJJ Bukan Libur Jalan-Jalan, Anak Pekanbaru Kini Dikejar Ancaman Asap
  • 7 Antrean BBM Riau Mengular, SF Hariyanto Kini Tagih Pertamina: Jangan Main-Main!

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

Bedelau.com ©2021 | All Right Reserved