Pilihan
Silaturrahmi Akbar, IKA FIA Unilak Gelar Parade Musik dan Lagu
Ketua PWI Riau Buka Resmi Agenda OKK Calon Anggota Baru Tahun 2025
Bupati Bengkalis yang Tak Anti Kritik
Ciri Khas Warna Kuning, Masjid Kuning Miliki Sejarah Panglima Minal
Dibayar Rp50 Ribu per Buah, Pria di Pekanbaru Jadi Pengedar Vape Getar
BEDELAU.,COM --Tergiur keuntungan instan yang tak seberapa, seorang pria berinisial EC (35) kini harus berhadapan dengan hukum.
Hanya demi upah Rp50 ribu per buah, EC diduga nekat menjadi perantara dalam peredaran etomidate yang dikenal sebagai pot getar atau vape getar di Kota Pekanbaru.
EC diamankan bersama seorang perempuan berinisial DF (26) saat diduga hendak melakukan transaksi etomidate di sebuah minimarket di Jalan Soekarno-Hatta, Pekanbaru.
Direktur Reserse Narkoba Polda Riau Kombes Pol Putu Yudha Prawira mengatakan, keduanya ditangkap pada Minggu (9/8/2026) sekitar pukul 02.45 WIB.
"Pengungkapan ini berawal dari informasi masyarakat terkait transaksi etomidate di sekitar Jalan Soekarno-Hatta. Setelah dilakukan pendalaman, petugas mengamankan dua orang," kata Putu di Pekanbaru, Jumat (14/8/2026).
Putu menjelaskan, polisi menerima informasi terkait dugaan transaksi etomidate sekitar pukul 00.15 WIB. Petugas kemudian melakukan penyelidikan terhadap DF yang diduga berperan sebagai perantara.
Dari hasil penyelidikan, DF diketahui kerap melakukan transaksi di rumah kosnya di Jalan Durian. Sekitar pukul 01.30 WIB, DF kemudian menghubungi EC untuk bertemu di sebuah minimarket di Jalan Soekarno-Hatta.
"DF selanjutnya menghubungi EC untuk melakukan pertemuan di sebuah minimarket di Jalan Soekarno-Hatta," ujarnya.
Sekitar pukul 02.45 WIB, petugas mendapati DF dan EC berada di toilet minimarket. Keduanya langsung diamankan.
Dari tangan EC, polisi menyita empat buah etomidate dan satu unit telepon seluler.
Dalam pemeriksaan awal, EC mengaku memperoleh barang tersebut dari seorang pria berinisial R yang kini masih dalam penyelidikan polisi.
EC mengaku baru satu kali mengambil etomidate dari R. Ia dijanjikan upah Rp50 ribu untuk setiap buah etomidate yang berhasil ditransaksikan.
"EC mengaku baru satu kali mengambil etomidate dari R dan dijanjikan keuntungan Rp50 ribu untuk setiap pieces apabila transaksi berhasil," kata Putu.
Selain mengamankan barang bukti, polisi juga melakukan tes urine terhadap EC. Hasilnya menunjukkan EC positif mengandung amphetamine.
Saat ini, Polda Riau masih memburu R dan mendalami kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam jaringan peredaran etomidate tersebut.
"Kami masih mendalami keberadaan R serta kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam jaringan peredaran etomidate tersebut," pungkasnya.
Sumber: Riauaktual.com
Buron Dua Pekan, Pria Pelaku Pencabulan Anak Ini Akhirnya Ditangkap
BEDELAU.COM --Sebuah pencarian ayah berakhir di ruan.
Bisnis Gelap Solar Subsidi di Siak yang Dibongkar Polda Riau, 2 Orang Ditahan
BEDELAU.COM --Praktik dugaan perdagangan ilegal baha.
Kera Diduga Picu Blackout Batam-Bintan, Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka
BEDELAU.COM --Seekor kera yang masuk ke area gardu i.
Sabu 56,64 Gram dan 28 Cartridge Etomidate Disita dari Kamar Kos Perempuan di Pekanbaru
BEDELAU.COM --Satresnarkoba Polresta Pekanbaru mengu.
Sasar Wisma di Pangkalan Kerinci, Polisi Ciduk Pria Positif Narkoba
BEDELAU.COM --Satuan Reserse Narkoba Kepolisian Reso.
Polisi Sisir 8 THM di Pekanbaru, Dua Pengunjung Positif Narkoba
BEDELAU.COM --Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau .








