Pilihan
Silaturrahmi Akbar, IKA FIA Unilak Gelar Parade Musik dan Lagu
Ketua PWI Riau Buka Resmi Agenda OKK Calon Anggota Baru Tahun 2025
Bupati Bengkalis yang Tak Anti Kritik
Ciri Khas Warna Kuning, Masjid Kuning Miliki Sejarah Panglima Minal
Gubri Apresiasi Kab/Kota Gelar Festival Lampu Colok
PEKANBARU, BEDELAU.COM --Ternyata tidak hanya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau yang menggelar Festival Lampu Colok Kreatif pada Ramadan tahun ini.
Beberapa kabupaten/kota juga serius melestarikan tradisi orang Melayu itu. Sebut saja, misalnya Bengkalis, Rokan Hilir, Kepulauan Meranti atau Kota Dumai.
"Saya apresiasi sekaligus mengucapkan terima kasih kepada kabupaten/kota yang telah menggelar Festival Lampu Colok tahun ini," ucap Gubernur Riau (Gubri) Drs H Syamsuar MSi kepada pers, Sabtu (30/04/2022) di Pekanbaru.
Menurut Gubri, selain memberikan hiburan dan kebahagian tersendiri bagi masyarakat, Festival Lampu Colok adalah wujud komitmen untuk melestarikan budaya Melayu.
"Ternyata Festival Lampu Colok Kreatif yang kita laksanakan di provinsi mendapat sambutan yang sangat baik dari masyarakat. Kita melihat bagaimana masyarakat antusias dengan lampu colok dalam berbagai kreasi," ungkap Gubri.
Gubri berharap ke depan, tradisi seperti lampu colok tetap mendapat perhatian dari berbagai pihak untuk dilestarikan. "Kemajuan teknologi tidak berarti melupakan tradisi yang telah lama hidup dalam masyarakat Melayu," kata Gubri lagi.
Seperti diketahui, untuk menyemarakkan bulan suci Ramadan sekaligus suka cita menyambut hari lebaran, Pemprov Riau menggelar Festival Lampu Colok Kreatif.
Lampu colok dipilih karena sejak dulu sudah jadi tradisi dalam kehidupan masyarakat Melayu.
Biasanya, pada sepuluh hari terakhir Ramadan, masyarakat akan memasang lampu colok di depan rumahnya.
Dalam bahasa Melayu, colok artinya lampu penerang.
Lampu colok ialah sejenis lampu teplok yang menggunakan minyak tanah sebagai bahan bakarnya.
Lampu tradisional ini digunakan dengan menyalakan sumbu kompor di dalamnya.
Biasanya, tradisi menyalakan lampu colok dimulai pada malam ke-21 Ramadan atau malam satu likur.
Selain sebagai penerang, memasang lampu colok di depan rumah juga merupakan antusiasme muslim Melayu dalam menyambut malam Lailatul Qadar.
Festival digelar antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Provinsi Riau dan seluruh kelurahan yang ada di Kota Pekanbaru.
Festival ini memperebutkan hadiah puluhan juta rupiah.
Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Riau, Raja Yoserizal Zen yang dipercaya sebagai salah seorang juri menyebut bahwa etika, estetika dan kreativitas akan menjadi tolak ukur dalam penilaian.
Festival Lampu Colok Kreatif, kata Yose,juga mengandung unsur budaya. Oleh karena itu diharapkan juga menjadi wisata budaya di bulan Ramadan.
Kata Yose lagi, Lampu Colok dari Riau merupakan Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) yang sudah ditetapkan sebagai WBTB Indonesia pada tahun 2021.
“Kalau sudah ditetapkan sebagai WBTB Indonesia, maka Pemerintah Daerah wajib melakukan pembinaan,” jelas Kadisbud Riau itu.
Sumber: riauaktual.com
Polres Meranti Bongkar Jaringan Narkoba Internasional, 9,3 Kg Sabu Disita, Hampir 9 Kg Dimusnahkan
SELATPANJANG, BEDELAU.COM--Peredaran narkotika jarin.
Usai Didemo, Pemprov Riau akan Pertemukan Mahasiswa Unilak dan UIR dengan Plt Gubri
BEDELAU.COM --Pemprov Riau berencana mempertemukan P.
BMKG Buka Suara Soal Bau Menyengat di Pekanbaru
BEDELAU.COM --Bau menyengat menyerupai bahan kimia y.
DLHK Cek PLTU Hingga Wilayah Perbatasan, Sumber Aroma Gas di Pekanbaru Masih Misterius
BEDELAU.COM --Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan .
Bayi Ditemukan di Teras Rumah Pekanbaru, Polisi: Keluarga Diminta Datangi Dinsos
BEDELAU.COM --Polsek Bina Widya mengimbau jika ada o.
Demo di Kantor Gubernur Riau, Mahasiswa Unilak Sampaikan Kritik Lewat Puisi
BEDELAU.COM --Aksi unjuk rasa Aliansi Mahasiswa Bada.








