Pilihan
Silaturrahmi Akbar, IKA FIA Unilak Gelar Parade Musik dan Lagu
Ketua PWI Riau Buka Resmi Agenda OKK Calon Anggota Baru Tahun 2025
Bupati Bengkalis yang Tak Anti Kritik
Ciri Khas Warna Kuning, Masjid Kuning Miliki Sejarah Panglima Minal
Lawan Hegemoni Barat, Putin Tegaskan Rusia Siap Mempersenjatai Korea Utara
BEDELAU.COM --Presiden Vladimir Putin menegaskan Rusia berhak menyediakan senjata bagi sekutunya, saat Barat mengklaim dapat mempersenjatai Ukraina tanpa hukuman. Putin juga menyatakan Rusia dapat mengirim senjata jarak jauh ke Korea Utara (Korut atau DPRK) dan negara-negara lain.
Demikian disampaikan Putin ketika berbicara dengan wartawan di Hanoi setelah pertemuannya dengan para pemimpin Vietnam pada Kamis (20/6/2024). Salah satu pertanyaan terkait dengan sarannya sebelumnya bahwa Moskow dapat mengirim rudal ke musuh-musuh Barat, sebagai tanggapan terhadap AS dan sekutunya yang memberikan lampu hijau untuk serangan Ukraina jauh di dalam wilayah Rusia.
"Kami tidak mengesampingkan kemungkinan memasok senjata ke negara-negara lain, termasuk Republik Rakyat Demokratik Korea," tegas Putin melansir Sindonews.
"Biarkan Barat berpikir di mana senjata itu akan berakhir."
Menurut Putin, negara-negara Barat yang telah memasok senjata jarak jauh dan senjata lainnya ke Ukraina mengatakan mereka tidak dapat bertanggung jawab atas bagaimana Kiev menggunakannya, dan bersikeras itu tidak menjadikan mereka pihak dalam konflik.
Putin menjelaskan, Rusia karenanya memiliki hak yang sama untuk dirinya sendiri.
Presiden Rusia juga mencatat Moskow sedang mempertimbangkan modifikasi doktrinnya tentang penggunaan senjata atom, karena Barat tampaknya sedang berupaya mengembangkan senjata berdaya ledak rendah untuk menurunkan ambang batas nuklir.
"Kami tidak memerlukan serangan pertama," papar Putin menanggapi pertanyaan lain.
"Karena serangan balasan kami dijamin akan menghancurkan penyerang mana pun."
Ketika ditanya tentang persyaratan perdamaian yang ditawarkannya kepada Ukraina pekan lalu, Putin mengatakan Rusia selalu bersedia berunding, sementara Kiev dan pendukung Baratnya menyabotase proses Minsk dan perundingan Istanbul.
Namun, persyaratan yang digariskannya tidak akan berlaku selamanya, Putin memperingatkan. "Persyaratan kami akan berubah tergantung pada situasi di lapangan," ungkap presiden Rusia.
Putin tiba di Hanoi pada Rabu malam dari Pyongyang, tempat ia menandatangani perjanjian kemitraan strategis dengan Pemimpin Korut Kim Jong-un.
Perjalanannya ke Vietnam melibatkan penguatan hubungan bilateral dengan Hanoi, termasuk kerja sama perdagangan dan energi nuklir.
Alasan China Tetap Diam Meski Sekutunya Iran Dibombardir Amerika Serikat
BEDELAU.COM --Usai Amerika Serikat (AS) dan Israel m.
5 Kandidat Utama Pengganti Ali Khamenei Usai Tewas dalam Serangan AS
BEDELAU.COM --Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali.
Umat Islam dari Seluruh Dunia Padati Masjidil Haram untuk Melaksanakan Tawaf
Makkah — Umat Islam dari berbagai belahan dunia terus memadati Masj.
Pemko Pekanbaru Upayakan MBG Sasar Wilayah Terluar Hingga Tertinggal
BEDELAU.COM --Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru, men.
Respons Keluhan Warga, Plt Gubernur Riau Instruksikan UPT Segera Perbaiki Jalan Rusak
BEDELAU.COM --Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau ber.
Serangan Cepat Kombinasi CIA-Delta Force AS, Berhasil Tembus Benteng Baja Presiden Venezuela Maduro
BEDELAU,COM --Amerika Serikat (AS) telah menangkap P.








