• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Opini
  • Advertorial
  • Nasional
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Rohul
    • Rohil
    • Inhu
    • Inhil
    • Kuansing
    • Meranti
  • Dunia
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • More
    • Hukrim
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar

Pilihan

  • +INDEX
Silaturrahmi Akbar, IKA FIA Unilak Gelar Parade Musik dan Lagu
Dibaca : 1e3 Kali
Ketua PWI Riau Buka Resmi Agenda OKK Calon Anggota Baru Tahun 2025
Dibaca : 1e3 Kali
Bupati Bengkalis yang Tak Anti Kritik
Dibaca : 1e3 Kali
Ciri Khas Warna Kuning, Masjid Kuning Miliki Sejarah Panglima Minal
Dibaca : 1e3 Kali
Hasil Putusan PTUN, Posisi Ketua DPRD Bengkalis Dikembalikan kepada Khairul Umam
Dibaca : 1e3 Kali

  • Home
  • Daerah
  • Pelalawan

Banjir Dukungan, Petani Sawit Dorong H Zukri Surati PPTPKH Terkait Legalitas Tanah

Redaksi

Jumat, 04 Oktober 2024 23:14:42 WIB
Cetak
Banjir Dukungan, Petani Sawit Dorong H Zukri Surati PPTPKH Terkait Legalitas Tanah
Ilustrasi Lahan

Pelalawan- Langkah Bupati Pelalawan H Zukri yang berkirim surat kepada Tim Invers Penyelesaian Penguasaan Tanah Dalam Rangka Penataan Kawasan Hutan (PPTPKH) Provinsi Riau melalui Balai Pemantapan Kawasan Hutan dan Tata Lingkungan Wilayah XIX Pekanbaru mendapat dukungan masyarakat yang selama ini merasa tidak adanya kepastian hukum atas tanah yang mereka garap untuk menopang kehidupan keluarga mereka.

A. Rahmat, Petani asal Segati kecamatan Langgam mengaku selama ini kehilangan gairah untuk menggarap lahan yang dikuasainya pada awal dekade 2004an, padahal sebelumnya lahan itu adalah semak belukar yang ditanami karet oleh ayahnya terdahulu. Menurutnya lahan yang ditanami sawit itu sering dijadikan alasan oleh perusahaan maupun aparat untuk menakuti nya.

“Sebetulnya di tanah itu ada sawit yang menghidupi kami sekeluarga di masa tuanya, namun karena hidup kami masyarakat kecil ini jadi tidak tenang. Ada saja yang datang kadang dari perusahaan yang mengatakan lahan itu masuk kawasan HGU perusahaan maupun HTI perusahaan, kadang dari aparat mengatas namakan hukum,”katanya.

Baca Juga :
  • Zukri Resmi Maju Kembali Pada Pilkada Bupati Pelalawan
  • Responden Hasil Survei IPI 2024, Elektabilitas Zukri-Thramrin Melecit Di Angka 64,6 Persen

“Padahal tanah itu milik leluhur kami turun temurun, tujuan nya saat itu dijadikan aset yang diharapkan menghidupi keluarga kami di masa tua. Namun karena tidak tenang menggarapnya jadi tidak maksimal mengolahnya,” akunya.

Dengan adanya keberanian Bupati Pelalawan menerebos kekakuan birokrasi selama ini, tentu menjadi nilai plus bagi Pemerintah daerah dibawah kepemimpinan H Zukri yang ikhlas berjuang untuk mengembalikan hak hak rakyat kecil.

“Sudah puluhan tahun nasib kami digantung tak bertali, dan sekarang kami bersyukur kali punya pemimpin yang mau berjuang untuk mendapatkan hak hak kami,”akunya.

Senada dengan A. Rahmat, Pemilik kebun sawit di Desa Kesuma Kecamatan Pangkalan Kuras merasakan eforia yang sama, walau baru setakat berkirim surat, namun itu seakan membuka ratusan asa para petani kecil yang kerap jadi korban arogansi perusahaan dan aparat  dengan dalih masuk kawasan hutan.

“Biasa kita hadapi, yang menyerobot tanah kami dengan alasan tanah kami masuk HGU perusahaan la, masuk kawasan hutan la. Harapan kami gantungkan di pundaknya pak Zukri untuk memperjuangkan nasib kami. Nasib tanah tanah kami yang kana diwariskan ke anak anakcucu kami.” Ujarnya tegas.

Perjuangan H Zukri untuk rakyat Pelalalwan melalui Surat bernomor 800/sekre/DPMPTSP/2024/220 tertanggal 12 Juli 2024 itu sejati merupakan upaya pro aktif pemerintah daerah dalam menindaklanjuti surat Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan nomor SK.6132/MENLHK-PKTL/PPKH/PLA.2/3/2024 tenteng peta indikatif penyelesaian penguasaan tanah dalam rangka penataan kawan hutan revisi III dan percepatan penyelesaian penguasaan tanah dalam rangka penataan kawasan hutan untuk lahan garapan kebun masyarakat dalam kawasan hutan di Kabupaten Pelalawan.

Surat itu terkhusus yang ditujukan kepada institusi pemerintah yang wewenang untuk menyelesaikan permasalahan agraria yang dirasakan oleh masyarakat yang sudah berpuluh tahun memperjuangkan hak atas tanah dan kebunnya itu sebagai sebuah ihtiar dari pemerintah daerah dalam menyerap dan menyampaikan aspirasi masyarakat sesuai aturan yang berlaku.

"Salut buat pak Zukri, bisa melihat celah untuk memperjuangkan hak masyarakatnya. Lagian surat yang dikirim itu kan karena ada keputusan menteri LHK, untuk mempercepat penyelesaian tanah dan kebun masyarakat dalam kawasan hutan dan perkebunan perusahaan. Keputusan itu kita tangkap sebagai jalan untuk menyelesaikan masalah masalah tanah yang melibatkan petani di Kabupaten Pelalawan, kami sangat mengapresiasi ini,"kata Aktivis Firdaus, Jumat (03/10/2024).

Dengan dukungan dan doa masyarakat Kabupaten Pelalawan, lanjutnya. Jika dalam pelaksanaan inventarisasi dan verifikasi yang dilakukan PPTPKH nanti. Tim yang turun di buka pintu hatinya oleh Allah SWT, dan di turunkan hidayah ke hatinya, sangat terbuka peluang untuk memberikan hak penuh atas tanah itu kepada masyarakat. Melalui surat itu lahan lahan yang dikelola oleh masyarakat, yang masuk kawasan hutan atau kawasan HTI perusahaan itu diminta tim Invers untuk di verifikasi.

“Jika perjuangan pak Zukri itu berhasil, ada seluas lebih kurang 33.616 hektar tanah yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Pelalawan menjadi hak penuh masyarakat dan diakui oleh negara. Ini jadi amal jariah pak Zukri, karena yang menikmati dari tanah itu akan turun temurun,” lanjut Firdaus.

Optimisme kembalinya kedaulatan rakyat di tanah tanah sepadan perusahaan dan hutan juga dirasakan oleh Ahmad, warga pemilik tanah di teluk Mernati. Ia sendiri mengaku mengajukan permohonan kepada Bupati Pelalawan untuk dimasukkan tanahnya dalam mendapat legalitas hukum dari negara.

"Selama ini perusahaan di anak emaskan oleh pemerintah, main serobot aja mereka. maka nya saya ikut mengajukan permohonan agar tanah saya bisa mendapatkan lehgalitas yang jelas. Semoga pak Zukri di beri kekuatan untuk memperjuangkan nasib kami masyarkat ini kedepannya,”tutupnya.

Penulis : R/Z


[Ikuti Bedelau.com


Bedelau.com

BERITA LAINNYA +INDEKS

Daerah

Paus 4 Ton Nyasar ke Hutan Mangrove Inhil, Ujung Tubuhnya Jadi Bangkai

Rabu, 23 September 2026 - 21:02:49 WIB

BEDELAU.COM --Empat ton bangkai mamalia laut raksasa.

Daerah

Perbaikan Jembatan Leighton Siak I dan III Ditargetkan Selesai Akhir 2026

Kamis, 24 September 2026 - 20:57:25 WIB

BEDELAU.COM --Perbaikan Jembatan Leighton atau Jemba.

Daerah

BPJS Kesehatan Minta Warga Lapor RS yang Bedakan Pasien, Sanksi Menanti

Kamis, 24 September 2026 - 20:54:16 WIB

BEDELAU.COM --Kepala Kantor Badan Penyelenggara Jami.

Daerah

Dorong Swasembada Pangan, Polsek Tandun Gerakkan Penanaman Jagung di Desa Tapung Jaya

Kamis, 24 September 2026 - 19:29:25 WIB

BEDELAU.COM — Upaya mendukung program ketahanan pangan terus dilakukan jajaran.

Daerah

Diterjang Hujan Lebat dan Angin Kencang, Dua Rumah Warga di Kuala Kampar Rusak

Selasa, 22 September 2026 - 19:35:41 WIB

BEDELAU.COM --Hujan lebat disertai angin kencang men.

Daerah

Wako Pekanbaru Tegaskan soal Jalan Berportal: Sudah Dibangun APBD, Harus Terbuka untuk Umum

Selasa, 22 September 2026 - 19:25:52 WIB

BEDELAU.COM --Jalan lingkungan di kawasan perumahan .

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini

  • +INDEX
Safari Dakwah Syekh Anas Al Masry di Pidie Jaya, Perkuat Ukhuwah Islamiyah dan Kepedulian Palestina
25 September 2026
Kasus Kebun Sawit dalam Kawasan Hutan, Anggota DPRD Kampar Fahmil Jadi Tersangka
24 September 2026
Perbaikan Jembatan Leighton Siak I dan III Ditargetkan Selesai Akhir 2026
24 September 2026
BPJS Kesehatan Minta Warga Lapor RS yang Bedakan Pasien, Sanksi Menanti
24 September 2026
Tak Temui Titik Terang, Perselisihan Keluarga Kesultanan Siak Masuk Ranah Hukum
24 September 2026
Oknum PNS Pemprov Riau Jadi Tersangka Dugaan Penipuan Pensiunan Guru
24 September 2026
Dorong Swasembada Pangan, Polsek Tandun Gerakkan Penanaman Jagung di Desa Tapung Jaya
24 September 2026
Paus 4 Ton Nyasar ke Hutan Mangrove Inhil, Ujung Tubuhnya Jadi Bangkai
23 September 2026
Diterjang Hujan Lebat dan Angin Kencang, Dua Rumah Warga di Kuala Kampar Rusak
22 September 2026
Tanah Tak Lagi Tanpa Batas? Pemerintah Siapkan Aturan Penguasaan dan Kepemilikan
22 September 2026

Terpopuler

  • +INDEX
  • 1 Konfercab PA GMNI Rohul Digelar, Wahyu Rahayu Terpilih sebagai Ketua
  • 2 Jumat Berkah Subuh di Ulim, Kebaikan Menyapa Jamaah, Anak Yatim dan Pekerja Jalanan
  • 3 Penuh Kehangatan Kapolres Meranti Dalam Kenal Pamit Pejabat Usai Pelantikan
  • 4 Kapolres Meranti AKBP Gede Adi Pimpin Sertijab Lima Perwira, Dorong Penguatan Kinerja Kepolisian
  • 5 Bupati Asmar Pimpin Apel Harhubnas 2026, Tekankan Keselamatan dan Konektivitas Transportasi
  • 6 Pemkab Meranti Berikan Rekomendasi Dukungan Pembentukan Riau Pesisir
  • 7 Listrik Meranti Kerap Mati-Hidup, Pemkab dan Forkopimda Desak PLN Segera Bertindak

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

Bedelau.com ©2021 | All Right Reserved