• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Opini
  • Advertorial
  • Nasional
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Rohul
    • Rohil
    • Inhu
    • Inhil
    • Kuansing
    • Meranti
  • Dunia
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • More
    • Hukrim
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar

Pilihan

  • +INDEX
Silaturrahmi Akbar, IKA FIA Unilak Gelar Parade Musik dan Lagu
Dibaca : 1e3 Kali
Ketua PWI Riau Buka Resmi Agenda OKK Calon Anggota Baru Tahun 2025
Dibaca : 1e3 Kali
Bupati Bengkalis yang Tak Anti Kritik
Dibaca : 1e3 Kali
Ciri Khas Warna Kuning, Masjid Kuning Miliki Sejarah Panglima Minal
Dibaca : 1e3 Kali
Hasil Putusan PTUN, Posisi Ketua DPRD Bengkalis Dikembalikan kepada Khairul Umam
Dibaca : 1e3 Kali

  • Home
  • Dunia

Serangan Cepat Kombinasi CIA-Delta Force AS, Berhasil Tembus Benteng Baja Presiden Venezuela Maduro

Redaksi

Ahad, 04 Januari 2026 22:44:21 WIB
Cetak
Serangan Cepat Kombinasi CIA-Delta Force AS, Berhasil Tembus Benteng Baja Presiden Venezuela Maduro

BEDELAU,COM --Amerika Serikat (AS) telah menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro. AS mengerahkan CIA hingga pasukan elite Delta Force untuk merancang operasi penangkapan Maduro.

Dilansir CBS News dan BBC, Minggu (4/1/2026), Maduro ditangkap pada Sabtu (3/1) dini hari oleh anggota Delta Force. Pasukan itu merupakan pasukan elite untuk misi khusus militer AS.

Sumber CIA di dalam pemerintahan Venezuela diyakini telah membuat AS dapat melacak lokasi Maduro menjelang penangkapan. Ini merupakan bagian dari operasi dan jaringan intelijen AS yang luas.

Kepala Staf Gabungan AS, Jenderal Dan Caine, mengatakan operasi yang dinamai 'Absolute Resolve' itu dilakukan dengan perencanaan dan latihan selama berbulan-bulan. Dia mengatakan pasukan AS menunggu cuaca yang tepat.

AS mengerahkan lebih dari 150 pesawat untuk membawa pasukannya ke ibu kota Venezuela, Caracas. Tim tersebut tiba dan memasuki kompleks Maduro, yang disebut Trump lebih mirip dengan benteng, pada pukul 02.01 waktu setempat.

Pasukan AS lebih dulu memadamkan listrik di Caracas. Maduro disebut mencoba masuk ke tempat aman yang diperkuat baja.Trump mengatakan Maduro telah mencapai ke pintu tempat aman itu, namun pintunya tak dapat ditutup. Trump menyebut tidak ada pasukan AS yang tewas dan hanya ada 'sedikit' korban luka dalam operasi tersebut.

Maduro dan istrinya, Cilia Flores, kemudian dibawa ke kapal lalu ke pesawat. Keduanya kemudian dibawa di Pangkalan Garda Nasional Udara Stewart di negara bagian New York.

Ini merupakan intervensi militer AS yang terbesar di Amerika Latin sejak Perang Dingin dan dirahasiakan dengan ketat. Kongres AS bahkan tidak diberitahu atau dikonsultasikan sebelumnya.

Pejabat militer AS mengatakan mereka ingin memaksimalkan unsur kejutan. Ada upaya awal yang gagal 4 hari sebelumnya ketika Presiden Trump memberikan persetujuan. Mereka memilih menunggu cuaca yang lebih baik dan tutupan awan yang lebih sedikit.

"Selama beberapa pekan menjelang Natal dan Tahun Baru, para pria dan perempuan di militer Amerika Serikat duduk bersiap, dengan sabar menunggu pemicu yang tepat terpenuhi dan presiden memerintahkan kami untuk bertindak," kata Jenderal Dan Caine.

Sebelum operasi itu, intelijen AS telah memantau gerak-gerik Maduro selama berbulan-bulan. Sebuah tim kecil, termasuk informan AS di dalam pemerintahan Venezuela, diyakini telah mengamati di mana pria berusia 63 tahun itu tidur, apa yang dia makan, apa yang dia kenakan, dan bahkan, menurut para pejabat militer tinggi, 'hewan peliharaannya'.

Pasukan elite AS disebut membuat replika persis rumah persembunyian Maduro di Caracas. Hal itu dilakukan untuk melatih rute penyergapan mereka.

Perintah dari Trump untuk memulai misi datang pukul 22.46 waktu AS, Jumat (3/1). Yang terjadi selanjutnya ialah misi selama dua jam dua puluh menit melalui udara, darat, dan laut yang mengejutkan banyak orang.

"Dia mengatakan kepada kami, dan kami menghargainya 'semoga berhasil dan Tuhan memberkati'," kata Jenderal Caine.

Perintah Trump datang sesaat sebelum tengah malam di Caracas. Perintah ini memberi militer beroperasi sebagian besar pada malam hari, beroperasi dalam kegelapan.

Dari segi skala dan ketelitian, serangan ini hampir belum pernah terjadi sebelumnya. Hal itu langsung menuai kecaman dari beberapa kekuatan regional.

 

 

 

 

Sumber: SM News.com


[Ikuti Bedelau.com


Bedelau.com

BERITA LAINNYA +INDEKS

Dunia

Yayasan Rabbani Pekanbaru dan Inspirasi Al-Quran Foundation Salurkan Al-Quran untuk Minoritas Muslim Thailand Selatan

Sabtu, 01 Agustus 2026 - 08:00:00 WIB

BEDELAU.COM - Kepedulian terhadap kebutuhan Al-Quran.

Dunia

Plt Gubri Akan Hadir pada Prosesi Pernikahan Bupati Rohil Besok

Jumat, 03 April 2026 - 18:28:07 WIB

BEDELAU.COM --Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF.

Dunia

Usir Kapal Induk Abraham Lincoln, Iran: AS Alami Kekalahan Bersejarah

Sabtu, 14 Maret 2026 - 20:30:34 WIB

BEDELAU.COM --Militer Iran mengeklaim berhasil menye.

Dunia

Alasan China Tetap Diam Meski Sekutunya Iran Dibombardir Amerika Serikat

Rabu, 04 Maret 2026 - 21:25:08 WIB

BEDELAU.COM --Usai Amerika Serikat (AS) dan Israel m.

Dunia

5 Kandidat Utama Pengganti Ali Khamenei Usai Tewas dalam Serangan AS

Ahad, 01 Maret 2026 - 01:10:41 WIB

BEDELAU.COM --Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali.

Dunia

Umat Islam dari Seluruh Dunia Padati Masjidil Haram untuk Melaksanakan Tawaf

Rabu, 04 Februari 2026 - 09:25:00 WIB

Makkah — Umat Islam dari berbagai belahan dunia terus memadati Masj.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini

  • +INDEX
Hadiri Rakornas TPAKD 2026, Bupati Asmar Dorong Perluasan Akses Keuangan Masyarakat Meranti
23 Oktober 2026
Polres Meranti Bongkar Jaringan Narkoba Internasional, 9,3 Kg Sabu Disita, Hampir 9 Kg Dimusnahkan
23 Oktober 2026
Buron Dua Pekan, Pria Pelaku Pencabulan Anak Ini Akhirnya Ditangkap
21 Oktober 2026
Bisnis Gelap Solar Subsidi di Siak yang Dibongkar Polda Riau, 2 Orang Ditahan
21 Oktober 2026
Usai Didemo, Pemprov Riau akan Pertemukan Mahasiswa Unilak dan UIR dengan Plt Gubri
21 Oktober 2026
BMKG Buka Suara Soal Bau Menyengat di Pekanbaru
21 Oktober 2026
DLHK Cek PLTU Hingga Wilayah Perbatasan, Sumber Aroma Gas di Pekanbaru Masih Misterius
21 Oktober 2026
Bayi Ditemukan di Teras Rumah Pekanbaru, Polisi: Keluarga Diminta Datangi Dinsos
20 Oktober 2026
Demo di Kantor Gubernur Riau, Mahasiswa Unilak Sampaikan Kritik Lewat Puisi
20 Oktober 2026
Kera Diduga Picu Blackout Batam-Bintan, Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka
20 Oktober 2026

Terpopuler

  • +INDEX
  • 1 Wow! Mulai Tahun Ini Gaji ASN Dibayarkan Lewat Koperasi Merah Putih
  • 2 SF Hariyanto Sebut Asap Riau Berasal dari Karhutla Sumsel dan Jambi
  • 3 Dulu Prabowo Tegas Minta Karhutla Jadi Bencana Nasional
  • 4 Lapas Pasir Pangarayan dan Tim Gabungan Temukan Kembali Warga Binaan yang Kabur
  • 5 Kabut Asap Karhutla Selimuti Perairan, KSOP Bengkalis Imbau Kapal Waspadai Jarak Pandang
  • 6 PJJ Bukan Libur Jalan-Jalan, Anak Pekanbaru Kini Dikejar Ancaman Asap
  • 7 Antrean BBM Riau Mengular, SF Hariyanto Kini Tagih Pertamina: Jangan Main-Main!

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

Bedelau.com ©2021 | All Right Reserved