Pilihan
Silaturrahmi Akbar, IKA FIA Unilak Gelar Parade Musik dan Lagu
Ketua PWI Riau Buka Resmi Agenda OKK Calon Anggota Baru Tahun 2025
Bupati Bengkalis yang Tak Anti Kritik
Ciri Khas Warna Kuning, Masjid Kuning Miliki Sejarah Panglima Minal
Lantai 2 Tangsi Belanda Siak Ambruk, Diduga Kurang Perawatan
BEDELAU.COM --Tempat wisata bersejarah di Kabupaten Siak berubah menjadi momen mencekam. Dimana Lantai kamar bagian atas Tangsi Belanda ambruk dan menimpa sejumlah pelajar.
Lantai bangunan bersejarah Tangsi Belanda di Kecamatan Mempura roboh, Sabtu (31/1/2026) pagi, saat puluhan murid sekolah dasar tengah melakukan kegiatan study tour.
Peristiwa itu terjadi secara tiba-tiba ketika rombongan siswa SD IT Baitul Ridho Rawangkao, Kecamatan Lubuk Dalam, berada di area bangunan peninggalan kolonial Belanda tersebut.
Informasi sementara menyebutkan sekitar 10 siswa mengalami cedera dan dilarikan ke RSUD Tengku Rafian Siak untuk mendapatkan perawatan medis.
Selain itu, beberapa siswa lainnya serta satu orang guru dilaporkan mengalami luka ringan. Total peserta study tour diketahui berjumlah 55 siswa dengan pendamping sekitar 13 guru.
Hingga siang hari, pihak rumah sakit masih melakukan observasi terhadap kondisi para pelajar yang terluka.
Kapolres Siak AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar mengatakan, berdasarkan laporan awal, runtuhnya lantai diduga disebabkan kondisi kayu bangunan yang sudah rapuh.
"Menurut laporan sementara, runtuhnya lantai dua Tangsi Belanda diduga akibat usia kayu atau papan yang sudah dimakan rayap. Kami masih melakukan penelusuran lebih lanjut," ujar Kapolres.
Ia menambahkan, aspek perawatan bangunan cagar budaya juga menjadi perhatian dalam penyelidikan awal insiden tersebut.
"Diduga karena kurangnya perawatan dari Pemerintah Daerah dalam menjaga cagar budaya peninggalan Belanda yang ada di Kabupaten Siak, hingga saat ini kamì masih melakukan penelusuran," ungkapnya.
Diketahui, Tangsi Belanda Siak pernah dipugar oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Permukiman (PUTR) Kabupaten Siak pada 2018 dan 2019.
Selain itu, Kementerian PUPR juga melakukan program revitalisasi pada 2018 dengan anggaran sekitar Rp 5,2 miliar.
Secara historis, Tangsi Belanda merupakan kompleks pertahanan tentara kolonial Belanda yang terdiri dari enam bangunan mengelilingi halaman tengah.
Kompleks tersebut dahulu difungsikan sebagai penjara, asrama prajurit, kantor, hingga gudang senjata dan logistik.
Namun, dari dua bangunan utama yang teridentifikasi, hanya satu unit yang direvitalisasi penuh oleh Kementerian PUPR, yakni Gedung F di bagian belakang kompleks.
Sementara satu bangunan lainnya hanya tersisa tapak pondasi.
Pasca kejadian, Bupati Siak Afni Zulkifli turun langsung meninjau lokasi kejadian didampingi Kapolres Siak.
Bupati juga menyempatkan diri menjenguk para korban di RSUD Tengku Rafian Siak sebagai bentuk perhatian dan tanggung jawab pemerintah daerah.
Untuk sementara, objek wisata Tangsi Belanda ditutup guna keperluan observasi dan penyelidikan penyebab runtuhnya bangunan.
Insiden ini memunculkan sorotan publik terkait aspek keamanan bangunan bersejarah yang dijadikan objek wisata dan edukasi.
Sejumlah pihak mendorong pemerintah daerah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi fisik seluruh cagar budaya di Kabupaten Siak.
Tokoh Muda Siak, Juwana, menyatakan keprihatinannya atas kejadian tersebut. Ia menilai peristiwa ini harus menjadi bahan introspeksi dalam tata kelola kepariwisataan daerah.
"Kejadian ini harus menjadi catatan dan evaluasi agar tidak terulang di lokasi wisata lain. Aparat penegak hukum juga perlu melakukan investigasi mendalam, bahkan audit forensik jika diperlukan, agar jelas siapa yang harus bertanggung jawab," ujarnya.
Sumber: Riauaktual.com
Ada Apa Ya !!! Masyarakat Desa Sepahat Turun Melakukan Aksi di Lahan KSB
BENGKALIS, BEDELAU.COM--Ratusan masyarakat tur.
Karyawan Cafe Ditemukan Tewas, Diduga Bunuh Diri
BEDELAU.COM --Seorang pria berinisial SH ditemukan m.
Seorang Suami Berjibaku Melawan Buaya Saat Istrinya Diseret ke Tengah Sungai
BEDELAU.COM --Seorang nenek bernama Salasiah (65) me.
Diduga Dibuang, Bayi Laki-laki Ditemukan di Pinggir Jalan Rajawali Pekanbaru
BEDELAU.COM --Bayi laki-laki ditemukan dalam kondisi.
Mobil Terjun ke Kanal di Pelalawan, Dua Karyawan Bank Tewas
BEDELAU.COM --Kecelakaan lalu lintas maut terjadi di.
88 Mahasiswa Unilak Mendadak Muntah Massal, Usai Ikuti Acara Kampus Dibiayai Beasiswa Pemprov Riau
BEDELAU.COM --- Sebanyak 88 orang m.








