• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Opini
  • Advertorial
  • Nasional
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Rohul
    • Rohil
    • Inhu
    • Inhil
    • Kuansing
    • Meranti
  • Dunia
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • More
    • Hukrim
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar

Pilihan

  • +INDEX
Silaturrahmi Akbar, IKA FIA Unilak Gelar Parade Musik dan Lagu
Dibaca : 1e3 Kali
Ketua PWI Riau Buka Resmi Agenda OKK Calon Anggota Baru Tahun 2025
Dibaca : 1e3 Kali
Bupati Bengkalis yang Tak Anti Kritik
Dibaca : 1e3 Kali
Ciri Khas Warna Kuning, Masjid Kuning Miliki Sejarah Panglima Minal
Dibaca : 1e3 Kali
Hasil Putusan PTUN, Posisi Ketua DPRD Bengkalis Dikembalikan kepada Khairul Umam
Dibaca : 1e3 Kali

  • Home
  • Daerah
  • Kampar

Video Bule Kenakan Bikini di Danau Rusa Viral, Disparbud Kampar Akui Kecolongan

Redaksi

Selasa, 10 Februari 2026 17:53:00 WIB
Cetak
Video Bule Kenakan Bikini di Danau Rusa Viral, Disparbud Kampar Akui Kecolongan
Potongan video memperlihatkan wisatawan asing atau bule mengenakan bikini di objek wisata Danau Rusa PLTA Koto Panjang, Kecamatan XIII Koto Kampar, Riau, foto: Riauaktual.com

BEDELAU.COM --Video yang memperlihatkan seorang wisatawan asing atau bule mengenakan bikini di objek wisata Danau Rusa PLTA Koto Panjang, Kecamatan XIII Koto Kampar, Riau, viral dan menuai beragam tanggapan.

Menyikapi hal tersebut, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Kampar, Afdal angkat bicara.

"Peristiwa tersebut bersifat insidental dan baru pertama kali terjadi di kawasan wisata tersebut," kata Afdal kepada Riauaktual.com, Senin (9/2/2026).

Afdal menyebut kejadian itu terjadi saat keterbatasan jumlah petugas pengawas di lapangan.

"Pada saat kejadian, petugas yang berjaga hanya dua hingga tiga orang. Sebagian staf sedang dialihkan untuk kegiatan gotong royong pembersihan di lokasi lain, sehingga kedatangan tamu tersebut tidak terpantau," ujar Afdal.

Afdal menegaskan bahwa peristiwa tersebut merupakan bentuk kecolongan pengawasan dan bukan sesuatu yang disengaja oleh pihak pengelola.

"Kejadiannya sudah terjadi dan tentu ini tidak kita harapkan," katanya.

Sebagai tindak lanjut, Disparbud Kampar akan menginstruksikan petugas di lapangan agar lebih aktif memberikan imbauan kepada seluruh pengunjung terkait norma dan etika yang berlaku di kawasan wisata, baik wisatawan asing maupun wisatawan lokal.

"Bukan hanya wisatawan asing, pengunjung lokal yang melakukan aktivitas camping juga harus diingatkan apabila ada hal-hal yang melanggar norma," jelasnya.

Afdal menilai viralnya Danau Rusa justru menunjukkan adanya ketertarikan wisatawan asing yang dapat menjadi peluang bagi pengembangan sektor pariwisata daerah, selama dikelola dengan baik.

"Ini sebenarnya potensi. Wisatawan asing bisa memberikan dampak ekonomi yang lebih besar dibandingkan wisatawan lokal. Tinggal bagaimana pengelolaannya dilakukan secara bijak," ungkapnya.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa pengembangan pariwisata tidak boleh mengabaikan adat dan budaya lokal.

"Kita sepakat ekonomi tidak boleh melanggar adat. Namun, cara mengingatkan wisatawan juga harus dilakukan secara bijak, tidak emosional, karena latar belakang budaya mereka berbeda," tuturnya.

Menurut Afdal, pendekatan universal dengan penekanan pada etika dan aturan bersama perlu dikedepankan agar potensi wisata tidak hilang akibat reaksi sesaat.

Sementara itu terpisah, Ketua Gugus Depan Pemuda Serambi Mekkah (GPSM) Kabupaten Kampar, Ustaz Masnur Abdurrahman, menyampaikan keprihatinan mendalam atas viralnya video tersebut.

Ia menilai peristiwa itu telah mencederai nilai adat dan agama yang dijunjung tinggi oleh masyarakat Kampar.

"Kampar memiliki norma sosial dan nilai religius yang kuat melalui prinsip Tigo Tungku Sajorangan, yaitu agama, adat, dan pemerintahan. Ketiganya harus dijaga dan berjalan seimbang," ujar Masnur, Senin (9/2/2026).

Menurutnya, pengembangan pariwisata tidak boleh mengorbankan tatanan moral dan akhlak masyarakat setempat.

"Mungkin terlihat menguntungkan secara ekonomi, tetapi yang muncul justru keresahan di tengah masyarakat," katanya.

Masnur juga menyoroti lemahnya pengawasan dari pihak pengelola dan instansi terkait.

Ia menegaskan penolakan terhadap segala bentuk pornografi dan pornoaksi, termasuk yang dibungkus atas nama peningkatan pendapatan daerah.

Sebagai langkah ke depan, ia mendorong pemerintah daerah untuk menerbitkan aturan dan edaran resmi terkait etika berpakaian dan berperilaku di kawasan wisata, disertai pengawasan yang lebih ketat.

Selain itu, Masnur mengusulkan pengembangan konsep wisata berbasis adat dan religi, dengan menonjolkan pakaian adat serta produk lokal sebagai identitas pariwisata Kampar.

"Kita tidak harus meniru konsep wisata daerah lain. Kampar punya jati diri sendiri, dan itu harus ditegaskan dalam promosi pariwisata," tutupnya.

 

 

 

Sumber: Riauaktual.com


[Ikuti Bedelau.com


Bedelau.com

BERITA LAINNYA +INDEKS

Daerah

Masker Gratis Bertebaran, Tapi Angka ISPA Pekanbaru Sudah Tembus 3.028 Kasus

Kamis, 10 September 2026 - 21:04:35 WIB

BEDELAU.COM --Kabut asap belum benar-benar pergi dar.

Daerah

Usai SF Hariyanto Murka, Bagaimana Modus Baru Bisnis Pengadaan Seragam Siswa SMA

Kamis, 10 September 2026 - 21:00:47 WIB

BEDELAU.COM --Kemarahan Pelaksana Tugas Gubernur Ria.

Daerah

Hujan Diperkirakan Guyur Sejumlah Wilayah Riau Hari Ini

Kamis, 10 September 2026 - 20:58:10 WIB

BEDELAU.COM --Hujan dengan intensitas ringan hingga .

Daerah

Ombudsman RI Dorong DPM-PTSP Pekanbaru Jadi Acuan Investasi Nasional

Kamis, 10 September 2026 - 20:47:35 WIB

BEDELAU.COM ---Pelayanan publik Pemerintah Kota (Pem.

Daerah

Danpos Didampingi Babinsa Padamkan Karhutla di Desa Tanjung Leban Kecamatan Bandar Laksamana

Rabu, 09 September 2026 - 16:30:00 WIB

BENGKALIS, BEDELAU.COM--Kebakaran hutan dan lahan (K.

Daerah

Mediasi PT KCN Belum Temukan Titik Temu, Abdul Halim Minta Waktu Pertimbangkan Tawaran Kompensasi dan Mutasi

Rabu, 09 September 2026 - 12:55:34 WIB

BEDELAU.COM,PEKANBARU – Perselisihan hubungan industrial antara manajemen PT K.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini

  • +INDEX
Jumat Berkah Subuh di Masjid Madinah Japakeh, Gerakan Berbagi Kembali Menyapa Jamaah Dayah Krut
11 September 2026
Monumen F-16 Lanud Roesmin Nurjadin Tampilkan Wajah Baru
10 September 2026
Masker Gratis Bertebaran, Tapi Angka ISPA Pekanbaru Sudah Tembus 3.028 Kasus
10 September 2026
Usai SF Hariyanto Murka, Bagaimana Modus Baru Bisnis Pengadaan Seragam Siswa SMA
10 September 2026
Hujan Diperkirakan Guyur Sejumlah Wilayah Riau Hari Ini
10 September 2026
Pengasuh Ponpes di Siak Ditangkap, Diduga Cabuli Anak
10 September 2026
Cekcok Harga, Pemuda di Pekanbaru Sabet Leher Pedagang Kasur Pakai Arit
10 September 2026
Ombudsman RI Dorong DPM-PTSP Pekanbaru Jadi Acuan Investasi Nasional
10 September 2026
Danpos Didampingi Babinsa Padamkan Karhutla di Desa Tanjung Leban Kecamatan Bandar Laksamana
09 September 2026
Mediasi PT KCN Belum Temukan Titik Temu, Abdul Halim Minta Waktu Pertimbangkan Tawaran Kompensasi dan Mutasi
09 September 2026

Terpopuler

  • +INDEX
  • 1 Sudah Antre 3 Jam, Pengendara Pekanbaru Malah Tak Kebagian Solar
  • 2 Belasan Tahun Tak Tersentuh Perbaikan, Pemko Pekanbaru Aspal Jalan Pesisir Rumbai
  • 3 Cek Karhutla Meluas, Kapolda Riau dan Pangdam Tuanku Tambusai Turun ke Siak
  • 4 Tim SAR Gabungan Temukan Korban Tabrakan Dua Speedboat di Perairan Sialang Pasung
  • 5 Pelebaran Jalan Tuanku Tambusai Ditargetkan Rampung Desember, Simpang SKA Bakal Ditutup
  • 6 Polisi Tangkap 9 Tersangka Penyerangan Warga Rohul, Pelaku Dibayar Rp300 Ribu
  • 7 Pertamina Tegaskan Beli BBM Tak Perlu Tunjukkan STNK

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

Bedelau.com ©2021 | All Right Reserved