• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Opini
  • Advertorial
  • Nasional
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Rohul
    • Rohil
    • Inhu
    • Inhil
    • Kuansing
    • Meranti
  • Dunia
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • More
    • Hukrim
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar

Pilihan

  • +INDEX
Silaturrahmi Akbar, IKA FIA Unilak Gelar Parade Musik dan Lagu
Dibaca : 1e3 Kali
Ketua PWI Riau Buka Resmi Agenda OKK Calon Anggota Baru Tahun 2025
Dibaca : 1e3 Kali
Bupati Bengkalis yang Tak Anti Kritik
Dibaca : 1e3 Kali
Ciri Khas Warna Kuning, Masjid Kuning Miliki Sejarah Panglima Minal
Dibaca : 1e3 Kali
Hasil Putusan PTUN, Posisi Ketua DPRD Bengkalis Dikembalikan kepada Khairul Umam
Dibaca : 1e3 Kali

  • Home
  • Daerah
  • Pekanbaru

Putus Jeratan Rentenir, Pemko Pekanbaru Mulai Program Pinjaman Tanpa Bunga Bagi Pedagang

Redaksi

Senin, 16 Maret 2026 00:24:26 WIB
Cetak
Putus Jeratan Rentenir, Pemko Pekanbaru Mulai Program Pinjaman Tanpa Bunga Bagi Pedagang
Inspektorat Pekanbaru, Zulhelmi Arifin melakukan sosialisasi program pinjaman tanpa bunga bagi pedagang pasar

BEDELAU.COM --Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru, memulai program untuk memutus jeratan rentenir yang selama ini membebani pedagang kecil di pasar tradisional. 

Melalui program kredit Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bersubsidi, pedagang di Pasar Cik Puan kini disiapkan memperoleh akses pinjaman tanpa bunga.

Kepala Inspektorat Kota Pekanbaru, Zulhelmi Arifin mengatakan program ini merupakan bagian dari strategi pemerintah kota dalam memerangi praktik rentenir yang selama ini berkembang di lingkungan pasar.

Menurut pria yang akrab disapa Ami ini, langkah awal yang dilakukan adalah memetakan kondisi di lapangan, termasuk mengetahui siapa saja pelaku rentenir serta bagaimana pola operasinya.

"Kita tetap pada tujuan awal, yaitu memerangi rentenir. Dalam sebuah strategi, kita harus tahu lokasi ‘perang’ kita, siapa musuh kita, dan bagaimana cara kita bertindak," kata Ami saat melakukan sosialisasi kredit UMKM bersubsidi bersama pedagang di Pasar Cik Puan pada Senin (16/03/26).

Dalam kegiatan tersebut, sejumlah instansi terkait turut dilibatkan, mulai dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Koperasi, Bank Perkreditan Rakyat (BPR), Bagian Ekonomi Pemerintah Kota, hingga jajaran Inspektorat.

Sementara itu, hasil penelusuran awal menunjukkan praktik rentenir di Pasar Cik Puan ternyata lebih luas dari perkiraan semula. Jika sebelumnya hanya terdata sekitar 7 rentenir yang beroperasi dengan kedok koperasi, jumlahnya kini diperkirakan mencapai 15 hingga 20 pihak.

"Temuan tersebut muncul setelah pemerintah kota berdialog langsung dengan para pedagang di pasar tersebut. Kondisi ini, menunjukkan bahwa pedagang kecil masih sangat rentan terjerat pinjaman berbunga tinggi karena keterbatasan akses terhadap lembaga keuangan formal," sebut Ami yang juga menjabat sebagai Plh Asisten II Setdako Pekanbaru ini.

Sebagai solusinya, pemerintah kota menyiapkan skema pinjaman melalui Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dengan sistem tanpa bunga. Dalam skema tersebut, pedagang hanya perlu mengembalikan jumlah pokok pinjaman tanpa tambahan biaya bunga.

"Kalau pedagang meminjam Rp5 juta, maka yang dikembalikan tetap Rp5 juta. Jika pinjam Rp1 juta, ya dikembalikan Rp1 juta. Pembiayaan dari BPR nanti akan diselesaikan oleh pemerintah kota melalui koperasi," jelas Ami.

Program ini juga melibatkan pengawasan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk memastikan proses pembiayaan berjalan sesuai ketentuan dan tidak menimbulkan risiko baru bagi pedagang.

Pada tahap awal, pemerintah akan melakukan pemetaan atau profiling terhadap sekitar 20 hingga 30 pedagang yang diketahui terjerat rentenir. Langkah ini dilakukan agar bantuan kredit yang diberikan benar-benar tepat sasaran dan tidak menimbulkan kredit macet.

"Kita tidak ingin nanti para pedagang justru mengalami macet kredit. Karena itu kita lakukan profiling dulu terhadap pedagang yang terjerat," kata Ami.

"Program ini akan dievaluasi dalam waktu satu minggu. Jika berjalan lancar, jumlah penerima kredit akan ditambah secara bertahap setiap pekan," imbuhnya.

Pemerintah Kota Pekanbaru menargetkan Pasar Cik Puan menjadi kawasan pasar yang bebas dari praktik rentenir. Setelah program ini berjalan stabil, kebijakan serupa akan diterapkan di pasar-pasar lain di kota tersebut.

"Insyaallah, kita mulai dari sini. Jika berhasil, kita akan lanjutkan ke pasar lainnya secara bertahap. Target kita, pedagang pasar tidak lagi terjerat rentenir," pungkasnya.

Langkah ini diharapkan dapat memberikan ruang yang lebih sehat bagi pedagang kecil untuk berkembang tanpa tekanan bunga pinjaman yang tinggi. Selain itu, program tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat ekonomi kerakyatan di Pekanbaru.

 

 

 

Sumber: Riauaktual.com


[Ikuti Bedelau.com


Bedelau.com

BERITA LAINNYA +INDEKS

Daerah

Agung Nugroho Lantik 39 ASN, 18 Lurah Baru Siap Perkuat Pelayanan Masyarakat

Jumat, 24 Juli 2026 - 19:32:12 WIB

BEDELAU.COM --Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho kemb.

Daerah

Jadwal Pembangunan Flyover Simpang Panam Belum Ada Kepastian

Jumat, 24 Juli 2026 - 19:19:51 WIB

BEDELAU.COM --Rencana pembangunan Flyover Simpang Pa.

Daerah

Polsek Sukajadi: Kasus Tiga Eks Karyawan PT Asyifa Diduga Gelapkan Uang Perusahaan

Jumat, 24 Juli 2026 - 19:13:22 WIB

BEDELAU.COM --Polsek Sukajadi menegaskan perkara yan.

Daerah

Wako Agung Minta RT dan RW di Pekanbaru Aktif Laporkan Persoalan Lingkungan

Jumat, 24 Juli 2026 - 19:07:04 WIB

BEDELAU.COM --Para Ketua RT dan RW di Kota Pekanbaru.

Daerah

Penanaman Serentak Kuartal III Siap Dimulai, Polsek Tandun Tinjau Lahan Jagung

Jumat, 24 Juli 2026 - 12:00:00 WIB

BEDELAU.COM,ROKAN HULU – Polsek Tandun terus memperkuat dukungannya terhadap P.

Daerah

Dinkes Riau Catat 1.170 Kasus Positif HIV Selama 2025, Dominasi Kelompok LSL

Kamis, 23 Juli 2026 - 20:24:44 WIB

BEDELAU.COM --Dinas kesehatan (Diskes) provinsi Riau.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini

  • +INDEX
Agung Nugroho Lantik 39 ASN, 18 Lurah Baru Siap Perkuat Pelayanan Masyarakat
24 Juli 2026
Mangrove Rohil Dibabat Alat Berat, Polisi Sita Ekskavator dan Tetapkan Tersangka
24 Juli 2026
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Ternyata Sedang Diperiksa Tim 9
24 Juli 2026
Kecam Dugaan Pemukulan Wartawan di Siak, Desak Polisi Usut hingga Aktor Intelektual
24 Juli 2026
Jadwal Pembangunan Flyover Simpang Panam Belum Ada Kepastian
24 Juli 2026
Polsek Sukajadi: Kasus Tiga Eks Karyawan PT Asyifa Diduga Gelapkan Uang Perusahaan
24 Juli 2026
Wako Agung Minta RT dan RW di Pekanbaru Aktif Laporkan Persoalan Lingkungan
24 Juli 2026
Penanaman Serentak Kuartal III Siap Dimulai, Polsek Tandun Tinjau Lahan Jagung
24 Juli 2026
Jumat Berkah Subuh, Kepedulian Sosial Hadir di Meureudu
24 Juli 2026
Bongkar Dua Sindikat Curanmor, Polisi Bekuk 11 Pelaku di Pekanbaru
23 Juli 2026

Terpopuler

  • +INDEX
  • 1 Polisi Selidiki Kericuhan di DPRD Riau, Rekaman CCTV Jadi Bukti Utama
  • 2 Serang Pakai Sajam Saat Disergap, Polisi Tembak Pengedar Ekstasi di Pekanbaru
  • 3 Resahkan Warga, Wako Pekanbaru Perintahkan Satpol PP Segera Tertibkan Tenda Biru di Air Hitam
  • 4 Ditlantas Polda Riau dan BPTD Intensifkan Ramp Check Demi Keselamatan
  • 5 Prabowo Bocorkan Motor Listrik Nasional Segera Meluncur
  • 6 Konflik Parisman dan Eet, BK DPRD Riau Proses Sesuai Kode Etik
  • 7 Kejati Riau Dalami Peran Afrizal Sintong di Kasus Korupsi Dana PI SPRH

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

Bedelau.com ©2021 | All Right Reserved