• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Opini
  • Advertorial
  • Nasional
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Rohul
    • Rohil
    • Inhu
    • Inhil
    • Kuansing
    • Meranti
  • Dunia
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • More
    • Hukrim
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar

Pilihan

  • +INDEX
Silaturrahmi Akbar, IKA FIA Unilak Gelar Parade Musik dan Lagu
Dibaca : 1e3 Kali
Ketua PWI Riau Buka Resmi Agenda OKK Calon Anggota Baru Tahun 2025
Dibaca : 1e3 Kali
Bupati Bengkalis yang Tak Anti Kritik
Dibaca : 1e3 Kali
Ciri Khas Warna Kuning, Masjid Kuning Miliki Sejarah Panglima Minal
Dibaca : 1e3 Kali
Hasil Putusan PTUN, Posisi Ketua DPRD Bengkalis Dikembalikan kepada Khairul Umam
Dibaca : 1e3 Kali

  • Home
  • Daerah
  • Kampar

Ribuan Ikan Mati di Sungai Tapung Kanan

Redaksi

Sabtu, 04 April 2026 19:28:40 WIB
Cetak
Ribuan Ikan Mati di Sungai Tapung Kanan
Ribuan Ikan Mati di Sungai Tapung Kanan, foto: cakaplah.com

BEDELAU.COM -Ribuan ikan ditemukan mati di aliran Sungai Tapung Kanan, Kecamatan Tapung Hilir, Kabupaten Kampar, pada Senin (30/3/2026).

Kematian massal ikan yang diperkirakan mencapai puluhan ton itu terjadi di sejumlah titik, yakni Desa Sekijang, Desa Koto Aman, dan Desa Kota Garo, serta berdampak langsung terhadap ratusan nelayan di wilayah tersebut.

Menanggapi kejadian tersebut, Tokoh Muda Kampar yang juga Ketua Bidang Lingkungan Hidup Ikatan Keluarga Sungai Tapung (IKST) Riau, Anggi Dharma Putra, menyayangkan sekaligus mengecam keras peristiwa itu.

Kejadian ini merupakan yang ketiga kalinya terjadi, setelah dua insiden serupa pada tahun 2025 di jalur sungai yang sama, meski dampaknya tidak sebesar saat ini.

ia mengatakan Ketua Umum IKST H. Sapaat Datuk Laksamana Mudo juga sudah berkomunikasi dengan Perwakilan Nelayan Sekijang dan mendapatkan fakta yaitu pertama terkait beberapa data yang nantinya akan difollow up dan yang kedua tentang fakta adanya pertemuan Tokoh Masyarakat Sekijang dengan perusahaan di Desa Sekijang yang belum ada titik temu atas keluh kesah warga pasca kejadian banyaknya ikan mati di sungai sekitar Desa Sekijang sampai ke Koto Aman dan Kota Garo pada Senin 30 Maret 2026 lalu.

"Kita selaku Lembaga IKST juga sudah berkomunikasi dan konsultasi dengan beberapa pakar lingkungan hidup di Riau. Dan mendesak pihak-pihak Pemerintah terkait baik Pemkab Kampar melalui Dinas LHK dan Gakkum Kampar dapat menuntaskan persoalan ini segera maupun pihak Pemerintah Provinsi Riau melalui DLHK Riau untuk turun ke Desa Sekijang segera," ujar Anggi.

DR. H. Ahmad Zikri, SAg, B.Ed Datuk Malin Mudo yang juga Ketua DPH Lembaga Adat Kenegerian Tapung (LAKTA) juga mengecam keras kejadian ini. Di masa-masa sulit sekarang kaum nelayan malah mendapat kesusahan dan kehilangan mata pencaharian dari keramba ikan dan mencari ikan di Sungai Tapung Kanan.

"Perlu dipahami bersama bahwa Desa Sekijang, Desa Koto Aman, Desa Kota Garo adalah desa-desa tua yang ada sejak abad 12-14 Masehi masa Kerajaan Petapahan, di mana mencari ikan atau nelayan menjadi mata pencaharian sejak lama sampai saat ini dan kita ingin warisan sungai yang baik untuk kehidupan dapat tetap diwariskan ke generasi yang berikutnya," sebutnya.

Berikut adalah maklumat pernyataan bersama Lembaga Adat Kenegerian Tapung (LAKTA) dan Ikatan Keluarga Sungai Tapung (IKST) :

- Meminta Bupati Kampar melalui dinas terkait untuk mengusut tuntas kejadian ketiga kalinya (2025 - 2026) atas banyak matinya ikan di sungai di wilayah Tapung Hilir di Desa Sekijang, Desa Koto Aman, Desa Kota Garo dalam aliran Sungai Tapung yang juga dimanfaatkan sebagai saluran akhir aliran dari kanal-kanal area industri yang ada di sekitarnya.

- Mewajibkan industri besar khususnya di wilayah Kenegerian Tapung untuk mengikuti penilaian lingkungan PROPER setiap tahunnya. Untuk menilai kepatuhan industri atas kewajiban lingkungan terutama atas air hasil IPAL, emisi pembakaran dan lainnya atas baku mutu dan kepatuhan atas aturan yang berlaku.

- Mendorong Pemerintah Kabupaten Kampar memfasilitasi ke industri setempat atas kompensasi atas kerugian keramba ikan dan kehilangan mata pencaharian masyarakat 3 desa terdampak sebagai bentuk win-win solusi jangka pendek, dengan tidak menghilangkan aspek hukum di masa depan jika memang ada temuan kelalaian atas tata kelola industri yang ada di tepian Sungai Tapung Hilir.

- Mendesak Pemkab Kampar dan pihak Pemprov Riau melalui Dinas Perikanan untuk melaksanakan program restocking bibit ikan di wilayah Tapung Hilir segera.

- Mendesak Kementerian Lingkungan Hidup RI agar selektif dalam memberikan perizinan lingkungan dan melakukan pengetatan aturan baku mutu untuk menjaga kondisi kelayakan Sungai Tapung saat ini dan masa depan.

Sekretaris DPH LAKTA Rais Hasan Piliang, SH, MH, CLA Datuk Bagindo Mudo menambahkan maklumat bersama tersebut adalah bagian dari konsep Tigo Tunggu Sajarangan di mana koordinasi Pemerintah Daerah, alim ulama dan kaum adat serta tokoh masyarakat setempat dapat berjalan baik seterusnya di masa depan.

 

 

 

 

Sumber: cakaplah.com


[Ikuti Bedelau.com


Bedelau.com

BERITA LAINNYA +INDEKS

Daerah

Bocah 4 Tahun Hilang di Sungai Batang Kuantan, Tim SAR Lakukan Pencarian

Sabtu, 04 April 2026 - 19:52:53 WIB

BEDELAU.COM --Peristiwa hilangnya seorang bocah beru.

Daerah

Home Ekonomi PTPN IV Regional III Sulap Limbah Sawit Jadi Bahan Bakar Pabrik dan Listrik

Sabtu, 04 April 2026 - 19:11:58 WIB

BEDELAU,COM --Limbah cair kelapa sawit yang selama i.

Daerah

Hari Ini Pacu Sampan di Aliran Sungai Kampar Mulai Diperlombakan

Jumat, 03 April 2026 - 18:34:33 WIB

BEDELAU.COM --Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kampar m.

Daerah

Waspada Super El Niño, Kapolda Riau Minta Kesiapsiagaan Hadapi Karhutla

Jumat, 03 April 2026 - 18:31:38 WIB

BEDELAU.COM --Memasuki April yang menjadi fase awal .

Daerah

Kakek yang Hilang di Kebun Sawit Rohul Ditemukan Selamat

Jumat, 03 April 2026 - 18:26:27 WIB

BEDELAU.COM --Lansia bernama Abdurrahman (83) dilapo.

Daerah

Kurangnya Transparansi Rekrutmen di PT Imbang Tata Alam Disorot, Dugaan Nepotisme Muncul

Jumat, 03 April 2026 - 14:00:00 WIB

KEPULAUAN MERANTI, BEDELAU.COM--Chandra Nopendra, ma.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini

  • +INDEX
Bocah 4 Tahun Hilang di Sungai Batang Kuantan, Tim SAR Lakukan Pencarian
04 April 2026
Kapolsek di Rohul Dipatsus Diam-Diam? Dugaan Setoran Narkoba Bikin Geger Riau
04 April 2026
Jenazah Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon Tiba di Bandara Soekarno-Hatta
04 April 2026
Tabrak Lari di Jalan Parit Indah, Pemotor Remaja Tewas
04 April 2026
Ribuan Ikan Mati di Sungai Tapung Kanan
04 April 2026
Daihatsu Ayla Terbakar di Jembatan Leighton Pekanbaru
04 April 2026
Home Ekonomi PTPN IV Regional III Sulap Limbah Sawit Jadi Bahan Bakar Pabrik dan Listrik
04 April 2026
Ngeri Banget! Leher Dicekik, Kepala Dibentur, Aksi Brutal IZ Bikin Geger Kampar
03 April 2026
Berkas Ijazah Palsu Lengkap, Anggota DPRD Pelalawan Langsung Ditahan
03 April 2026
Hari Ini Pacu Sampan di Aliran Sungai Kampar Mulai Diperlombakan
03 April 2026

Terpopuler

  • +INDEX
  • 1 Kurangnya Transparansi Rekrutmen di PT Imbang Tata Alam Disorot, Dugaan Nepotisme Muncul
  • 2 Antrean Kendaraan Mengular, Mal di Pekanbaru Dipadati Pengunjung
  • 3 Gugur Saat Bertugas, Aiptu Apendra Naik Pangkat Anumerta dari Kapolri
  • 4 Usai Libur Lebaran, Pelayanan Samsat di Riau akan Dibuka Besok
  • 5 Disorot Habis-habisan, Baznas Riau Batal Donasi Rp3 Miliar ke Jembatan Presisi: Dana Umat Nyaris Salah Arah?
  • 6 alur Riau-Sumut Macet Total, Kendaraan Mengular Tanpa Jalur Alternatif
  • 7 Warga Sudah Bisa Tukar Sampah ke Waste Station Pemko Pekanbaru Jelang Lebaran

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

Bedelau.com ©2021 | All Right Reserved