• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Opini
  • Advertorial
  • Nasional
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Rohul
    • Rohil
    • Inhu
    • Inhil
    • Kuansing
    • Meranti
  • Dunia
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • More
    • Hukrim
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar

Pilihan

  • +INDEX
Silaturrahmi Akbar, IKA FIA Unilak Gelar Parade Musik dan Lagu
Dibaca : 1e3 Kali
Ketua PWI Riau Buka Resmi Agenda OKK Calon Anggota Baru Tahun 2025
Dibaca : 1e3 Kali
Bupati Bengkalis yang Tak Anti Kritik
Dibaca : 1e3 Kali
Ciri Khas Warna Kuning, Masjid Kuning Miliki Sejarah Panglima Minal
Dibaca : 1e3 Kali
Hasil Putusan PTUN, Posisi Ketua DPRD Bengkalis Dikembalikan kepada Khairul Umam
Dibaca : 1e3 Kali

  • Home
  • Daerah
  • Kuansing

Bocah 4 Tahun Hilang di Sungai Batang Kuantan, Tim SAR Lakukan Pencarian

Redaksi

Sabtu, 04 April 2026 19:52:53 WIB
Cetak
Bocah 4 Tahun Hilang di Sungai Batang Kuantan, Tim SAR Lakukan Pencarian

BEDELAU.COM --Peristiwa hilangnya seorang bocah berusia 4 tahun di aliran Sungai Batang Kuantan mengundang keprihatinan mendalam dari masyarakat. Bocah bernama Rayen dilaporkan hilang dan diduga jatuh ke sungai yang berada di Desa Teluk Pauh, Kecamatan Cerenti, Kabupaten Kuantan Singingi, Riau. Hingga kini, upaya pencarian masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan.

Kejadian tragis ini terjadi pada Jumat (3/4/2026) sore sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu, Rayen diketahui sedang bermain di sekitar tepi sungai bersama teman-temannya. Seperti kebiasaan anak-anak di wilayah tersebut, area sungai memang kerap dijadikan tempat bermain. Namun nahas, momen kebersamaan itu berubah menjadi kepanikan saat Rayen tak kunjung pulang ke rumah.

Menurut informasi yang dihimpun, teman-teman Rayen pulang lebih dahulu, sementara korban memilih tetap berada di lokasi seorang diri. Ketika waktu mulai sore dan Rayen tak kunjung kembali, orang tuanya mulai merasa khawatir dan segera melakukan pencarian di sekitar area sungai.

Pencarian awal oleh keluarga membuahkan hasil yang mengkhawatirkan. Di tepi sungai, hanya ditemukan sandal serta alat bermain milik Rayen. Temuan tersebut semakin menguatkan dugaan bahwa bocah malang itu terjatuh ke dalam aliran sungai yang dikenal memiliki arus cukup deras.

Kepala Kantor SAR dan Pertolongan Pekanbaru, Budi Cahyadi, mengungkapkan bahwa pihaknya menerima laporan kejadian tersebut pada Jumat malam sekitar pukul 21.00 WIB. Setelah menerima informasi, tim SAR langsung bergerak cepat menuju lokasi kejadian.

“Begitu laporan kami terima, tim rescue segera diberangkatkan ke lokasi untuk melakukan pencarian,” ujar Budi, Sabtu (4/4/2026).

Perjalanan menuju lokasi bukan tanpa tantangan. Jarak tempuh sekitar 120 kilometer dari Pekanbaru ke lokasi kejadian membuat tim harus berpacu dengan waktu. Namun berkat kesiapsiagaan, tim SAR akhirnya tiba di lokasi pada Sabtu dini hari sekitar pukul 05.00 WIB.

Setibanya di lokasi, tim langsung berkoordinasi dengan unsur SAR gabungan yang terdiri dari aparat setempat, relawan, dan masyarakat. Operasi pencarian pun segera dilakukan dengan menyisir aliran sungai dari titik awal korban diduga jatuh.

Pencarian difokuskan dengan metode penyisiran sepanjang kurang lebih 3 kilometer ke arah hilir. Tim menggunakan berbagai peralatan, termasuk perahu karet, untuk menyusuri aliran sungai yang cukup menantang. Selain itu, pemantauan juga dilakukan di titik-titik yang dianggap berpotensi menjadi tempat tersangkutnya korban.

“Pencarian dilakukan secara intensif sesuai rencana operasi hari kedua, dengan menyisir aliran sungai dari titik kejadian,” jelas Budi.

Hingga saat ini, keberadaan Rayen masih belum ditemukan. Namun tim SAR memastikan bahwa upaya pencarian akan terus dilakukan secara maksimal hingga korban ditemukan. Harapan keluarga dan masyarakat pun masih menggantung, menantikan kabar baik dari tim di lapangan.

Peristiwa ini juga menjadi pengingat penting bagi orang tua untuk lebih waspada terhadap aktivitas anak-anak, terutama di area berisiko seperti sungai. Lingkungan sekitar sungai memang memiliki daya tarik tersendiri bagi anak-anak, namun juga menyimpan potensi bahaya yang tidak bisa diabaikan.

Selain itu, Budi juga mengimbau kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pencarian agar tetap mengutamakan keselamatan. Kondisi medan yang cukup berat dan arus sungai yang tidak menentu menjadi tantangan tersendiri bagi tim di lapangan.

“Kami mengingatkan seluruh tim dan masyarakat agar tetap berhati-hati selama proses pencarian berlangsung,” tambahnya.

Kejadian hilangnya Rayen di Sungai Batang Kuantan ini tidak hanya meninggalkan duka bagi keluarga, tetapi juga menggugah empati masyarakat luas. Banyak warga sekitar yang turut membantu proses pencarian secara sukarela, menunjukkan solidaritas yang tinggi di tengah musibah.

Di sisi lain, peristiwa ini juga menyoroti pentingnya edukasi keselamatan bagi anak-anak, khususnya yang tinggal di daerah dekat aliran sungai. Pengawasan orang tua serta pemahaman tentang bahaya lingkungan menjadi kunci utama untuk mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.

Seiring berjalannya waktu, harapan masih terus dipanjatkan agar Rayen segera ditemukan. Upaya tanpa lelah dari tim SAR dan dukungan masyarakat menjadi bukti bahwa setiap nyawa sangat berharga dan layak diperjuangkan.

Tragedi ini menjadi pengingat bahwa keselamatan anak adalah tanggung jawab bersama. Kewaspadaan, kepedulian, dan tindakan cepat sangat dibutuhkan dalam menghadapi situasi darurat seperti ini. Hingga kini, pencarian terus berlanjut, dan semua pihak berharap keajaiban akan datang di tengah duka yang mendalam.

 

 

 

Sumber: SM News.com


[Ikuti Bedelau.com


Bedelau.com

BERITA LAINNYA +INDEKS

Daerah

Polres Meranti Bongkar Jaringan Narkoba Internasional, 9,3 Kg Sabu Disita, Hampir 9 Kg Dimusnahkan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 08:30:00 WIB

SELATPANJANG, BEDELAU.COM--Peredaran narkotika jarin.

Daerah

Usai Didemo, Pemprov Riau akan Pertemukan Mahasiswa Unilak dan UIR dengan Plt Gubri

Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:55:33 WIB

BEDELAU.COM --Pemprov Riau berencana mempertemukan P.

Daerah

BMKG Buka Suara Soal Bau Menyengat di Pekanbaru

Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:53:16 WIB

BEDELAU.COM --Bau menyengat menyerupai bahan kimia y.

Daerah

DLHK Cek PLTU Hingga Wilayah Perbatasan, Sumber Aroma Gas di Pekanbaru Masih Misterius

Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:49:05 WIB

BEDELAU.COM --Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan .

Daerah

Bayi Ditemukan di Teras Rumah Pekanbaru, Polisi: Keluarga Diminta Datangi Dinsos

Selasa, 20 Oktober 2026 - 19:10:04 WIB

BEDELAU.COM --Polsek Bina Widya mengimbau jika ada o.

Daerah

Demo di Kantor Gubernur Riau, Mahasiswa Unilak Sampaikan Kritik Lewat Puisi

Selasa, 20 Oktober 2026 - 19:04:14 WIB

BEDELAU.COM --Aksi unjuk rasa Aliansi Mahasiswa Bada.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini

  • +INDEX
Pemkab Meranti Bahas Isu LGBT, Fokus pada Pencegahan dan Pemetaan Titik Rawan
23 Oktober 2026
Jumat Berkah Subuh Hadir di Masjid Madinah Japakeh, Iskandar Idris Koordinasikan Gerakan Berbagi di Pidie Jaya
23 Oktober 2026
Hadiri Rakornas TPAKD 2026, Bupati Asmar Dorong Perluasan Akses Keuangan Masyarakat Meranti
23 Oktober 2026
Polres Meranti Bongkar Jaringan Narkoba Internasional, 9,3 Kg Sabu Disita, Hampir 9 Kg Dimusnahkan
23 Oktober 2026
Buron Dua Pekan, Pria Pelaku Pencabulan Anak Ini Akhirnya Ditangkap
21 Oktober 2026
Bisnis Gelap Solar Subsidi di Siak yang Dibongkar Polda Riau, 2 Orang Ditahan
21 Oktober 2026
Usai Didemo, Pemprov Riau akan Pertemukan Mahasiswa Unilak dan UIR dengan Plt Gubri
21 Oktober 2026
BMKG Buka Suara Soal Bau Menyengat di Pekanbaru
21 Oktober 2026
DLHK Cek PLTU Hingga Wilayah Perbatasan, Sumber Aroma Gas di Pekanbaru Masih Misterius
21 Oktober 2026
Bayi Ditemukan di Teras Rumah Pekanbaru, Polisi: Keluarga Diminta Datangi Dinsos
20 Oktober 2026

Terpopuler

  • +INDEX
  • 1 Cegah Karhutla Sejak Dini, Magister Pendidikan Biologi UNRI Edukasi Santri MA Al-Munawwarah tentang Gambut
  • 2 Wow! Mulai Tahun Ini Gaji ASN Dibayarkan Lewat Koperasi Merah Putih
  • 3 SF Hariyanto Sebut Asap Riau Berasal dari Karhutla Sumsel dan Jambi
  • 4 Dulu Prabowo Tegas Minta Karhutla Jadi Bencana Nasional
  • 5 Lapas Pasir Pangarayan dan Tim Gabungan Temukan Kembali Warga Binaan yang Kabur
  • 6 Kabut Asap Karhutla Selimuti Perairan, KSOP Bengkalis Imbau Kapal Waspadai Jarak Pandang
  • 7 PJJ Bukan Libur Jalan-Jalan, Anak Pekanbaru Kini Dikejar Ancaman Asap

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

Bedelau.com ©2021 | All Right Reserved