• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Opini
  • Advertorial
  • Nasional
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Rohul
    • Rohil
    • Inhu
    • Inhil
    • Kuansing
    • Meranti
  • Dunia
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • More
    • Hukrim
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar

Pilihan

  • +INDEX
Silaturrahmi Akbar, IKA FIA Unilak Gelar Parade Musik dan Lagu
Dibaca : 1e3 Kali
Ketua PWI Riau Buka Resmi Agenda OKK Calon Anggota Baru Tahun 2025
Dibaca : 1e3 Kali
Bupati Bengkalis yang Tak Anti Kritik
Dibaca : 1e3 Kali
Ciri Khas Warna Kuning, Masjid Kuning Miliki Sejarah Panglima Minal
Dibaca : 1e3 Kali
Hasil Putusan PTUN, Posisi Ketua DPRD Bengkalis Dikembalikan kepada Khairul Umam
Dibaca : 1e3 Kali

  • Home
  • Daerah
  • Rohil

Pengadilan Rakyat di Panipahan, Alarm Keras Lemahnya Pemberantasan Narkoba

Redaksi

Selasa, 14 April 2026 19:25:27 WIB
Cetak
Pengadilan Rakyat di Panipahan, Alarm Keras Lemahnya Pemberantasan Narkoba
Alpin Jarkasi Husein

BEDELAU.COM --Akumulasi kemarahan masyarakat terhadap maraknya peredaran narkoba di Rokan Hilir (Rohil) kian memuncak. Kejahatan yang tergolong luar biasa ini dinilai terjadi berulang kali tanpa penanganan yang tuntas, memicu spekulasi publik adanya praktik tersembunyi di balik lemahnya penegakan hukum.

Di tengah kondisi tersebut, aparat penegak hukum dinilai seolah kehilangan ketajaman. Penindakan kerap dimulai dengan konferensi pers yang meriah, namun berakhir tanpa kejelasan mengenai tersangka, aliran aset, maupun putusan hukum. Pola berulang ini memperdalam kekecewaan masyarakat.

Puncaknya, warga di Panipahan mengambil langkah sendiri dengan melakukan pengadilan rakyat (eigenrichting). Ironisnya, setelah aksi tersebut terjadi, aparat justru hadir dengan membawa dokumentasi dan narasi penegakan hukum, yang dinilai publik sebagai respons terlambat atas situasi yang sudah terlanjur memanas.

Fenomena ini mencerminkan runtuhnya kepercayaan masyarakat terhadap sistem peradilan pidana. Ketika warga mengambil alih peran negara dalam penegakan hukum, hal tersebut menjadi indikator kuat bahwa fungsi perlindungan negara dinilai tidak berjalan.

Fenomena itu menjadi sorotan DPD IMM Riau. Mereka menilai situasi ini tidak lepas dari lemahnya peran BNNP Riau dalam merespons eskalasi peredaran narkotika, khususnya di wilayah pesisir.

Sebagai lembaga yang memiliki mandat khusus dalam pemberantasan narkoba, BNN dinilai seharusnya menjadi garda terdepan dengan langkah yang progresif dan terukur, bukan justru terkesan pasif di tengah kondisi yang semakin memburuk.

Ketua Umum DPD IMM Riau Alpin Jarkasi Husein menegaskan, peristiwa di Rohil merupakan peringatan serius bagi negara.

“Apa yang terjadi di Rokan Hilir adalah alarm keras bagi negara, khususnya BNN Provinsi Riau. Ketika rakyat sampai harus bertindak sendiri, itu artinya negara gagal hadir,” tegas Alpin, Selasa (14/4/2026).

IMM Riau menilai pola penegakan hukum selama ini masih bersifat permukaan dan belum menyentuh akar persoalan. Penindakan yang hanya menyasar pelaku lapangan tanpa membongkar jaringan besar dan aliran dana dinilai menunjukkan lemahnya keberanian institusional dalam menghadapi kejahatan narkotika terorganisir.

Alpin juga menekankan pentingnya keberanian aparat, khususnya BNN, untuk menggunakan seluruh kewenangannya dalam menelusuri jaringan hingga ke akar.

“BNN harus berani membongkar jaringan sampai ke akar, termasuk menelusuri aliran uangnya. Kalau tidak, pemberantasan narkoba hanya akan jadi rutinitas tanpa hasil,” lanjutnya.

Menurut IMM Riau, peristiwa di Panipahan bukan sekadar insiden lokal, melainkan indikator kegagalan sistemik dalam fungsi intelijen dan pemberantasan narkoba. Ketika masyarakat bergerak lebih cepat dibandingkan negara, maka yang dipertaruhkan bukan hanya efektivitas penegakan hukum, tetapi juga legitimasi institusi itu sendiri.

Dalam situasi ini, BNNP Riau dituntut untuk bekerja secara luar biasa. Kejahatan luar biasa, menurut mereka, harus dihadapi dengan langkah yang juga luar biasa, mulai dari membongkar jaringan, memutus aliran dana, hingga memastikan tidak ada ruang perlindungan bagi pelaku.

IMM Riau juga mengingatkan, jika kondisi ini terus dibiarkan, potensi munculnya tindakan serupa di daerah lain akan semakin besar. Masyarakat yang kehilangan kepercayaan berisiko terus mencari keadilan dengan caranya sendiri, yang pada akhirnya dapat menggerus otoritas negara.

"Peristiwa ini menjadi peringatan keras. Kini, negara melalui BNN Provinsi Riau dan aparat penegak hukum dituntut untuk benar-benar hadir dan membuktikan komitmennya dalam memberantas narkoba secara serius, menyeluruh, dan berkeadilan," tegasnya.

 

 

 

 

Sumber: cakaplah.com


[Ikuti Bedelau.com


Bedelau.com

BERITA LAINNYA +INDEKS

Daerah

Cinta Tetap Bersatu di Balik Jeruji: Tahanan Polsek Pujud Resmi Menikah di Mapolsek

Selasa, 14 April 2026 - 19:31:51 WIB

BEDELAU.COM --Suasana berbeda tampak di Mapolsek Puj.

Daerah

Nyalip di Jalur Berlawanan, Colt Diesel Tabrak Truk Kontainer di Rumbai

Selasa, 14 April 2026 - 19:22:46 WIB

BEDELAU.COM --- Kecelakaan lalu lin.

Daerah

Kabel Lampu PJU di Pekanbaru Kembali Dicuri, Begini Kata Wali Kota!

Selasa, 14 April 2026 - 19:20:35 WIB

BEDELAU.COM --Sejumlah panel dan kabel lampu Peneran.

Daerah

90 Persen Pemilihan RT/RW Selesai, Walikota Pastikan Ada Masa Sanggah

Senin, 13 April 2026 - 20:03:06 WIB

BEDELAU,COM --Walikota Pekanbaru Agung Nugroho menye.

Daerah

Pemko Pekanbaru Koordinasi ke Pemprov Minta Bangun Drainase Jalan Soekarno Hatta

Senin, 13 April 2026 - 19:58:29 WIB

BEDELAU.COM --Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru, ber.

Daerah

Harapan atau Beban? BUMD Tuah Sekata Dipertanyakan Masyarakat Pelalawan

Ahad, 12 April 2026 - 20:32:25 WIB

BEDELAU.COM -- Kritik keras pertama justru datang da.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini

  • +INDEX
Dugaan Penggelapan Dana 7,1 M Tidak Terbukti Dalam Fakta Persidangan
14 April 2026
Cinta Tetap Bersatu di Balik Jeruji: Tahanan Polsek Pujud Resmi Menikah di Mapolsek
14 April 2026
Aparat Gabungan Geledah Rumah Terduga Bandar Sabu di Panipahan, Ini Hasilnya
14 April 2026
Pengadilan Rakyat di Panipahan, Alarm Keras Lemahnya Pemberantasan Narkoba
14 April 2026
Nyalip di Jalur Berlawanan, Colt Diesel Tabrak Truk Kontainer di Rumbai
14 April 2026
Kabel Lampu PJU di Pekanbaru Kembali Dicuri, Begini Kata Wali Kota!
14 April 2026
h inti novelty Anda (progressive legal policy)
14 April 2026
Ditahan KPK, Marjani: Nama Saya Dicatut
13 April 2026
90 Persen Pemilihan RT/RW Selesai, Walikota Pastikan Ada Masa Sanggah
13 April 2026
Pemko Pekanbaru Koordinasi ke Pemprov Minta Bangun Drainase Jalan Soekarno Hatta
13 April 2026

Terpopuler

  • +INDEX
  • 1 Penertiban PETI di Kuansing, Polsek Singingi Hilir Musnahkan Tiga Rakit di Sungai Bawang
  • 2 Kurangnya Transparansi Rekrutmen di PT Imbang Tata Alam Disorot, Dugaan Nepotisme Muncul
  • 3 Antrean Kendaraan Mengular, Mal di Pekanbaru Dipadati Pengunjung
  • 4 Gugur Saat Bertugas, Aiptu Apendra Naik Pangkat Anumerta dari Kapolri
  • 5 Usai Libur Lebaran, Pelayanan Samsat di Riau akan Dibuka Besok
  • 6 Disorot Habis-habisan, Baznas Riau Batal Donasi Rp3 Miliar ke Jembatan Presisi: Dana Umat Nyaris Salah Arah?
  • 7 alur Riau-Sumut Macet Total, Kendaraan Mengular Tanpa Jalur Alternatif

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

Bedelau.com ©2021 | All Right Reserved