• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Opini
  • Advertorial
  • Nasional
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Rohul
    • Rohil
    • Inhu
    • Inhil
    • Kuansing
    • Meranti
  • Dunia
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • More
    • Hukrim
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar

Pilihan

  • +INDEX
Silaturrahmi Akbar, IKA FIA Unilak Gelar Parade Musik dan Lagu
Dibaca : 1e3 Kali
Ketua PWI Riau Buka Resmi Agenda OKK Calon Anggota Baru Tahun 2025
Dibaca : 1e3 Kali
Bupati Bengkalis yang Tak Anti Kritik
Dibaca : 1e3 Kali
Ciri Khas Warna Kuning, Masjid Kuning Miliki Sejarah Panglima Minal
Dibaca : 1e3 Kali
Hasil Putusan PTUN, Posisi Ketua DPRD Bengkalis Dikembalikan kepada Khairul Umam
Dibaca : 1e3 Kali

  • Home
  • Ekonomi

Pekerjaan Bergaji Tinggi Kini Jadi Ladang Pengangguran

Redaksi

Sabtu, 13 Juni 2026 17:14:00 WIB
Cetak
Pekerjaan Bergaji Tinggi Kini Jadi Ladang Pengangguran
Ilustrasi. Foto: Dok SM News

BEDELAU.COM --Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) kini tidak lagi hanya menghantam pekerja sektor informal atau tenaga berupah rendah. Profesi dengan gaji tinggi yang selama ini dianggap paling aman justru mulai berubah menjadi “ladang pengangguran” baru akibat tekanan ekonomi global dan masifnya penggunaan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Fenomena ini terjadi di berbagai negara dan menyeret sejumlah sektor elit seperti teknologi, jasa keuangan, konsultan bisnis hingga industri digital. Posisi yang sebelumnya menjadi simbol kesuksesan karier kini justru masuk daftar paling rentan dipangkas perusahaan.

Perusahaan-perusahaan besar dunia mulai melakukan efisiensi besar-besaran demi menjaga stabilitas keuangan di tengah perlambatan ekonomi global. Langkah pengurangan tenaga kerja yang awalnya dianggap sementara kini berubah menjadi restrukturisasi jangka panjang.

Data firma konsultan Janco Associates yang mengacu pada Departemen Tenaga Kerja Amerika Serikat menunjukkan tingkat pengangguran sektor teknologi informasi mencapai 3,8 persen pada April 2026. Angka tersebut naik dibandingkan Maret 2026 yang berada di level 3,6 persen.

Kenaikan angka pengangguran itu menjadi sinyal kuat bahwa industri teknologi yang selama satu dekade terakhir dianggap sebagai sektor paling menjanjikan mulai memasuki fase tekanan serius.

Sejumlah perusahaan raksasa teknologi bahkan terang-terangan menyebut AI sebagai alasan utama pengurangan tenaga kerja. Meta misalnya memangkas sekitar 8.000 pegawai atau sekitar 10 persen dari total tenaga kerja mereka. Langkah itu dilakukan untuk merampingkan operasional sekaligus memperbesar investasi perusahaan di bidang AI.

Gelombang efisiensi juga terjadi di perusahaan global lainnya. Nike mengurangi sekitar 1.400 karyawan atau sekitar 2 persen tenaga kerja mereka. Sebagian besar PHK berasal dari divisi teknologi dengan alasan penyederhanaan operasional global.

Sementara itu, Snap juga mengumumkan pemangkasan sekitar 1.000 posisi kerja atau 16 persen dari total karyawan demi meningkatkan efisiensi perusahaan.

Tidak hanya itu, sektor telekomunikasi dan pengolahan data juga mengalami pengurangan tenaga kerja hingga 11 persen atau sekitar 342 ribu pekerjaan. Puncak tekanan tersebut bahkan sudah mulai terasa sejak November 2022 dan terus berlanjut hingga sekarang.

Profesi Elit Mulai Kehilangan “Keamanan”

Selama era ledakan industri teknologi atau tech-boom, profesi seperti software engineer, data scientist hingga product manager menjadi pekerjaan paling prestisius di pasar tenaga kerja global. Gaji fantastis, bonus besar hingga opsi saham membuat profesi ini menjadi incaran jutaan pencari kerja.

Perusahaan teknologi saat itu bahkan rela mengeluarkan dana besar untuk memburu talenta digital terbaik.

Namun kondisi kini berubah drastis. Tingginya suku bunga global membuat aliran modal investasi mulai tersendat. Startup hingga perusahaan teknologi besar terpaksa mengurangi pengeluaran demi mempertahankan bisnis.

Ironisnya, pekerja dengan gaji tertinggi justru menjadi kelompok pertama yang terkena pemangkasan.

Langkah tersebut dinilai menjadi cara tercepat perusahaan untuk memangkas biaya operasional dalam jumlah besar tanpa harus mengganggu keseluruhan struktur bisnis.

Tekanan serupa juga terjadi di sektor jasa keuangan dan konsultan bisnis papan atas. Menurunnya aktivitas merger dan akuisisi, lesunya pasar saham serta berkurangnya penawaran saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) membuat kebutuhan tenaga analis dan konsultan berpendapatan tinggi ikut menyusut.

Banyak posisi strategis kini dianggap tidak lagi terlalu mendesak bagi perusahaan.

AI Jadi Ancaman Nyata

Selain tekanan ekonomi global, perkembangan AI generatif menjadi faktor paling besar yang mengubah wajah pasar kerja dunia.

Jika sebelumnya teknologi hanya menggantikan pekerjaan teknis dan repetitif, kini AI mulai mengambil alih pekerjaan profesional kelas menengah dan atas.

Pekerjaan seperti analis hukum, pembuat kode pemrograman tingkat dasar hingga menengah, analis riset pasar sampai spesialis keuangan kini mulai bisa dilakukan sistem AI dalam waktu jauh lebih cepat dan biaya lebih murah.

Perusahaan melihat penggunaan AI mampu meningkatkan efisiensi tanpa harus mempertahankan tim besar.

Akibatnya, pasar tenaga kerja mulai dipenuhi para profesional berpengalaman yang kesulitan mendapatkan pekerjaan baru karena jumlah lowongan jauh lebih sedikit dibanding jumlah pencari kerja.

Kepala Eksekutif Janco Associates, Victor Janulaitis mengatakan banyak perusahaan kini menunda perekrutan tenaga IT karena masih mempertimbangkan efektivitas investasi AI di tengah ketidakpastian ekonomi.

“Mengapa mereka harus merekrut spesialis AI untuk sesuatu yang mungkin tidak menghasilkan?” ujarnya dikutip dari Wall Street Journal.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa dunia usaha kini jauh lebih berhati-hati dalam merekrut pekerja baru, termasuk tenaga profesional dengan pengalaman tinggi.

Tekanan Finansial dan Guncangan Gaya Hidup

Fenomena pengangguran di kalangan pekerja bergaji tinggi juga memunculkan persoalan baru yang tidak sederhana.

Kelompok profesional ini umumnya memiliki gaya hidup yang menyesuaikan besarnya pendapatan mereka. Mulai dari cicilan rumah premium, kendaraan mewah, biaya pendidikan internasional anak hingga berbagai kebutuhan kelas atas lainnya.

Ketika kehilangan pekerjaan, tekanan finansial langsung terasa karena pengeluaran tinggi tetap berjalan sementara pemasukan berhenti.

Kondisi ini memunculkan fenomena lifestyle inflation shock, yakni situasi ketika seseorang kesulitan menurunkan standar hidup meski kondisi keuangan berubah drastis.

Di sisi lain, proses mendapatkan pekerjaan baru juga tidak mudah. Banyak perusahaan kini enggan merekrut kandidat senior karena dianggap memiliki ekspektasi gaji terlalu tinggi atau dinilai overqualified.

Akibatnya, banyak profesional akhirnya terpaksa melakukan reskilling, mempelajari kemampuan baru, bahkan rela menerima penurunan gaji demi kembali masuk ke pasar kerja.

Pengamat ketenagakerjaan menilai kondisi ini menjadi tanda bahwa dunia kerja global sedang memasuki fase perubahan besar. Gelar mentereng dan gaji tinggi tidak lagi menjamin keamanan karier jika pekerja gagal beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan industri.

Kini, kemampuan beradaptasi, fleksibilitas serta penguasaan teknologi baru menjadi faktor utama untuk bertahan di tengah badai PHK dan revolusi AI yang terus meluas.

 

 

 

Sumber: SM News.com


[Ikuti Bedelau.com


Bedelau.com

BERITA LAINNYA +INDEKS

Ekonomi

TBS Sawit Riau Makin Gemuk, Harga Umur 9 Tahun Tembus Rp3.945 per Kg

Rabu, 26 Agustus 2026 - 19:34:48 WIB

BEDELAU.COM --Harga tandan buah segar atau TBS sawit.

Ekonomi

Harga Ayam Ras Naik Secara Nasional, Dua Daerah di Riau Ikut Terdampak

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 20:45:43 WIB

BEDELAU.COM --Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau mel.

Ekonomi

Pemprov Riau Gelar Operasi Pasar Murah di Lima Lokasi Pekan Ini

Selasa, 18 Agustus 2026 - 17:35:20 WIB

BEDELAU.COM --Operasi pasar murah Pemprov Riau kemba.

Ekonomi

Harga TBS Sawit Riau Terus Naik, Hampir Sentuh Rp4.000 per Kg

Selasa, 28 Juli 2026 - 00:10:37 WIB

BEDELAU.COM --Harga tandan buah segar (TBS) kelapa s.

Ekonomi

CPO Melonjak, Kantong Petani Swadaya Riau Lebih Tebal

Selasa, 14 Juli 2026 - 17:48:08 WIB

BEDELAU.COM --Dinas Perkebunan Provinsi Riau merilis.

Ekonomi

Operasi Pasar Murah Pemprov Riau Hadir di 3 Lokasi, Ini Waktunya!

Rabu, 24 Juni 2026 - 17:53:09 WIB

BEDELAU.COM --Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau mel.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini

  • +INDEX
Aksi Cincang Truk Tronton di Pelalawan Terbongkar, 8 Orang Diamankan
20 September 2026
KPK Menggedor Kementerian ATR/BPN, Golkar Sebut Nusron Wahid Sudah Mundur
20 September 2026
Innova Reborn Tabrak Truk di Jalan Tol Bangkinang, Suami Istri Meninggal Dunia
20 September 2026
Tiga Jam Dicari, Pemuda yang Nyebur ke Kolam Eks Green City Ditemukan Tak Bernyawa
20 September 2026
Buronan Karhutla Siak Ditangkap, Sempat Halangi Petugas Demi Selamatkan Sawit
20 September 2026
DLHK Pekanbaru Perketat Pengawasan TPS Ilegal di Kawasan Perbatasan
20 September 2026
Viral! Pengendara Akui Dilempar Batu Saat Melintas Malam di Rumbai Pekanbaru
20 September 2026
Konfercab PA GMNI Rohul Digelar, Wahyu Rahayu Terpilih sebagai Ketua
20 September 2026
Jumat Berkah Subuh di Ulim, Kebaikan Menyapa Jamaah, Anak Yatim dan Pekerja Jalanan
18 September 2026
Penuh Kehangatan Kapolres Meranti Dalam Kenal Pamit Pejabat Usai Pelantikan
17 September 2026

Terpopuler

  • +INDEX
  • 1 Pemkab Meranti Berikan Rekomendasi Dukungan Pembentukan Riau Pesisir
  • 2 Listrik Meranti Kerap Mati-Hidup, Pemkab dan Forkopimda Desak PLN Segera Bertindak
  • 3 Prabowo Copot Purbaya, Suahasil Nazara Jadi Menteri Keuangan Baru
  • 4 Biji Getah Jadi Pangan, Inovasi Warga Bantan Tembus 10 Besar DPD RI Award 2026
  • 5 Sudah Padam, Tanaman Kelapa dan Bangkai Ular Gosong Ditemukan di Bekas Areal Perkebunan
  • 6 Baru Setahun Jadi Menkeu, Purbaya Pergi Tinggalkan Jurus Rp200 Triliun
  • 7 Pekanbaru Catat Pertumbuhan Ekonomi 7,39 Persen, Tertinggi di Indonesia

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

Bedelau.com ©2021 | All Right Reserved