• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Opini
  • Advertorial
  • Nasional
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Rohul
    • Rohil
    • Inhu
    • Inhil
    • Kuansing
    • Meranti
  • Dunia
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • More
    • Hukrim
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar

Pilihan

  • +INDEX
Silaturrahmi Akbar, IKA FIA Unilak Gelar Parade Musik dan Lagu
Dibaca : 1e3 Kali
Ketua PWI Riau Buka Resmi Agenda OKK Calon Anggota Baru Tahun 2025
Dibaca : 1e3 Kali
Bupati Bengkalis yang Tak Anti Kritik
Dibaca : 1e3 Kali
Ciri Khas Warna Kuning, Masjid Kuning Miliki Sejarah Panglima Minal
Dibaca : 1e3 Kali
Hasil Putusan PTUN, Posisi Ketua DPRD Bengkalis Dikembalikan kepada Khairul Umam
Dibaca : 1e3 Kali

  • Home
  • Hukrim
  • Pekanbaru

Polda Riau Bongkar Makam Pelajar di Rumbai, Usut Dugaan Penganiayaan

Redaksi

Kamis, 06 Agustus 2026 20:13:55 WIB
Cetak
Polda Riau Bongkar Makam Pelajar di Rumbai, Usut Dugaan Penganiayaan

BEDELAU.COM --Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Riau melakukan ekshumasi atau pembongkaran makam M Fahri, pelajar SMK yang diduga menjadi korban penganiayaan. Langkah ini untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban.

Pembongkaran makam dilakukan penyidik bersama tim dokter forensik Bidang Dokkes Polda Riau, Kamis (6/8/2026) sekitar pukul 10.00 WIB, di Taman Pemakaman Umum (TPU) Tengku Mahmud, Rumbai. Petugas memeriksa jasad korban, disaksikan pihak keluarga.

"Pada hari ini, kita melaksanakan ekshumasi dan autopsi terhadap jenazah atas nama almarhum Fahri," ujar Kepala Subdit IV Ditreskrimum Polda Riau AKBP Abdillah Hariri.

Hariri menjelaskan, korban mulai mengeluhkan sakit di sekujur tubuh pada Ahad, 12 Juli 2026. Pada malam harinya, korban diantar kakaknya ke kamar mandi dan diketahui mengeluarkan urine berwarna hitam.

"Karena mengeluh sakit di sekujur tubuhnya, akhirnya pihak keluarga membawa almarhum ke Rumah Sakit Aulia," kata Hariri.

Di rumah sakit, korban menjalani pemeriksaan CT Scan. Hasil pemeriksaan awal menunjukkan adanya dugaan memar di bagian kepala serta cedera pada leher.

Dua hari setelah menjalani pemeriksaan, tepatnya pada Selasa, 14 Juli 2026 sekitar pukul 18.30 WIB, korban dinyatakan meninggal dunia.

Sebelum menghembuskan napas terakhirnya, korban sempat menceritakan kepada keluarganya bahwa ia terlibat perkelahian dengan seorang rekan berinisial B pada hari yang sama sebelum mengalami sakit.

"Berdasarkan cerita korban kepada keluarganya, sebelumnya terjadi perkelahian dengan terlapor berinisial B. Setelah menyampaikan kejadian tersebut, dua hari kemudian korban meninggal dunia," ujar Abdullah.

Atas keterangan tersebut, keluarga melaporkan peristiwa itu ke Polda Riau. Penyidik mulai melakukan penyelidikan, dan autopsi terhadap jenazah korban untuk memastikan penyebab kematian.

Sementara itu, dokter forensik menyampaikan hasil autopsi masih bersifat sementara dan belum dapat dipublikasikan secara lengkap. Namun, tim memastikan adanya kesesuaian dengan hasil pemeriksaan medis sebelumnya.

"Dari hasil pemeriksaan medis sebelumnya maupun hasil pemeriksaan kami, dapat dikonfirmasi memang terdapat cedera di bagian kepala dan leher korban," ujarnya.

Hingga kini, polisi belum menetapkan tersangka. Penyidik masih berada pada tahap penyelidikan dengan telah memeriksa dua saksi, yakni kakak dan abang ipar korban.

"Belum ada tersangka. Kami masih melakukan penyelidikan. Dua saksi dari pihak keluarga sudah kami periksa. Untuk terlapor berinisial B serta saksi kunci sudah kami identifikasi dan direncanakan akan dilakukan pemanggilan pada pekan depan," jelas Hariri.

Polisi juga menyebut motif perkelahian masih didalami. Berdasarkan keterangan korban sebelum meninggal, perkelahian diduga hanya melibatkan satu orang.

Kuasa hukum keluarga korban, Leyanson TM Siagian dan Alkahabi Syarizal, berharap proses ekshumasi mengungkap secara terang penyebab kematian korban.

"Harapan kami, melalui proses ini perkara bisa segera terungkap, apa sebenarnya penyebab kematian adik Fajri. Korban masih berstatus pelajar, begitu juga terduga pelaku yang juga masih di bawah umur," ujarnya.

Ia berharap peristiwa serupa tidak kembali terjadi, baik di Riau maupun di daerah lain di Indonesia. "Kita berharap kejadian seperti ini tidak terulang lagi. Mereka ini sebenarnya teman sepermainan," kata Leyason.

"Kita belum mengetahui secara pasti apa yang menyebabkan hingga berujung meninggal dunia. Nanti penyidik yang lebih berwenang menjelaskan hasil penyelidikannya," sambungnya.

Terkait kronologi, Leyanson menyebut, berdasarkan informasi yang diterima, korban dan terduga pelaku merupakan teman bermain. Diduga sempat terjadi perkelahian sebelum korban meninggal dunia.

"Kalau kronologi yang kami ketahui, mereka teman bermain. Diduga ada perkelahian, mungkin karena tersinggung atau sebab lainnya. Namun untuk kronologi lengkap, biarlah nanti disampaikan pihak kepolisian karena hari ini juga terduga pelaku turut menjalani pemeriksaan," pungkasnya.*

 

 

Sumber: cakaplah.com


[Ikuti Bedelau.com


Bedelau.com

BERITA LAINNYA +INDEKS

Hukrim

Aksi Cincang Truk Tronton di Pelalawan Terbongkar, 8 Orang Diamankan

Ahad, 20 September 2026 - 20:42:44 WIB

BEDELAU.C0M --Polisi mengungkap kasus penggelapan sa.

Hukrim

Buronan Karhutla Siak Ditangkap, Sempat Halangi Petugas Demi Selamatkan Sawit

Ahad, 20 September 2026 - 20:33:04 WIB

BEDELAU.COM --Polres Siak menangkap Y alias IM (48),.

Hukrim

Diduga Jambret Ibu-ibu di Jalan Cipta Karya Pekanbaru, 2 Pria Bertato Diamankan

Senin, 14 September 2026 - 18:46:35 WIB

BEDELAU.COM --Dua pria bertato diamankan warga setel.

Hukrim

Monumen F-16 Lanud Roesmin Nurjadin Tampilkan Wajah Baru

Kamis, 10 September 2026 - 21:14:07 WIB

BEDELAU.COM --Monumen pesawat tempur F-16 di kawasan.

Hukrim

Pengasuh Ponpes di Siak Ditangkap, Diduga Cabuli Anak

Kamis, 10 September 2026 - 20:55:03 WIB

BEDELAU.COM --Seorang pengasuh di salah satu pondok .

Hukrim

Cekcok Harga, Pemuda di Pekanbaru Sabet Leher Pedagang Kasur Pakai Arit

Kamis, 10 September 2026 - 20:52:23 WIB

BEDELAU.COM --Cekcok antara pembeli dan pedagang kas.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini

  • +INDEX
Aksi Cincang Truk Tronton di Pelalawan Terbongkar, 8 Orang Diamankan
20 September 2026
KPK Menggedor Kementerian ATR/BPN, Golkar Sebut Nusron Wahid Sudah Mundur
20 September 2026
Innova Reborn Tabrak Truk di Jalan Tol Bangkinang, Suami Istri Meninggal Dunia
20 September 2026
Tiga Jam Dicari, Pemuda yang Nyebur ke Kolam Eks Green City Ditemukan Tak Bernyawa
20 September 2026
Buronan Karhutla Siak Ditangkap, Sempat Halangi Petugas Demi Selamatkan Sawit
20 September 2026
DLHK Pekanbaru Perketat Pengawasan TPS Ilegal di Kawasan Perbatasan
20 September 2026
Viral! Pengendara Akui Dilempar Batu Saat Melintas Malam di Rumbai Pekanbaru
20 September 2026
Konfercab PA GMNI Rohul Digelar, Wahyu Rahayu Terpilih sebagai Ketua
20 September 2026
Jumat Berkah Subuh di Ulim, Kebaikan Menyapa Jamaah, Anak Yatim dan Pekerja Jalanan
18 September 2026
Penuh Kehangatan Kapolres Meranti Dalam Kenal Pamit Pejabat Usai Pelantikan
17 September 2026

Terpopuler

  • +INDEX
  • 1 Pemkab Meranti Berikan Rekomendasi Dukungan Pembentukan Riau Pesisir
  • 2 Listrik Meranti Kerap Mati-Hidup, Pemkab dan Forkopimda Desak PLN Segera Bertindak
  • 3 Prabowo Copot Purbaya, Suahasil Nazara Jadi Menteri Keuangan Baru
  • 4 Biji Getah Jadi Pangan, Inovasi Warga Bantan Tembus 10 Besar DPD RI Award 2026
  • 5 Sudah Padam, Tanaman Kelapa dan Bangkai Ular Gosong Ditemukan di Bekas Areal Perkebunan
  • 6 Baru Setahun Jadi Menkeu, Purbaya Pergi Tinggalkan Jurus Rp200 Triliun
  • 7 Pekanbaru Catat Pertumbuhan Ekonomi 7,39 Persen, Tertinggi di Indonesia

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

Bedelau.com ©2021 | All Right Reserved