Pilihan
Silaturrahmi Akbar, IKA FIA Unilak Gelar Parade Musik dan Lagu
Dibaca : 1e3 Kali
Ketua PWI Riau Buka Resmi Agenda OKK Calon Anggota Baru Tahun 2025
Dibaca : 1e3 Kali
Bupati Bengkalis yang Tak Anti Kritik
Dibaca : 1e3 Kali
Ciri Khas Warna Kuning, Masjid Kuning Miliki Sejarah Panglima Minal
Dibaca : 1e3 Kali
Ini Penjelasan Kemenlu
Indonesia Abstain dalam Voting Penangguhan Rusia dari Dewan HAM PBB
BEDELAU.COM --Indonesia memutuskan untuk abstain di dalam voting Majelis Umum PBB ihwal penangguhan Rusia dari Dewan HAM Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB).
Adapun hasil voting yang dilakukan pada Kamis (7/4/2022) malam di Markas PBB New York City, Amerika Serikat (AS) tersebut memutuskan untuk menangguhkan Rusia dari Dewan HAM PBB.
Selain Indonesia, terdapat 57 negara lain yang memutuskan untuk abstain pada voting tersebut.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI (Kemenlu RI) Teuku Faizasyah mengungkapkan, keputusan Indonesia untuk abstain lantaran menunggu hasil investigasi tim independen terkait dugaan pembantaian yang dilakukan Rusia di Bucha, Ukraina.
"Indonesia abstain karena sependapat dengan prakarsa Sekjen PBB untuk membentuk tim investigasi independen (International Commission of Inquiry, oleh the Human Rights Council) atas kejadian Bucha. Intinya memberi kesempatan tim bekerja dan tidak memberi judgment awal," ujar Faizasyah kepada Kompas.com, Jumat (8/4/2022).
Adapun berdasarkan hasil voting Majelis Umum PBB, sebanyak 93 negara mendukung resolusi, 24 negara menentang, dan 58 negara memilih abstain.
Voting dilakukan atas resolusi yang diprakarsai AS di tengah tuduhan bahwa tentara Rusia membunuh warga sipil saat mundur dari wilayah di sekitar Ibu Kota Ukraina, Kyiv.
Resolusi singkat tersebut menyatakan keprihatinan besar atas krisis hak asasi manusia dan kemanusiaan yang sedang berlangsung di Ukraina.
Pemungutan suara tersebut menjadikan Rusia sebagai anggota tetap pertama Dewan Keamanan PBB yang keanggotaannya dicabut dari salah satu badan PBB.
Hasil pemungutan suara Majelis Umum PBB segera disambut oleh Ukraina tetapi dikritik oleh Rusia.
Sumber: [kompas.com]
BERITA LAINNYA +INDEKS
Alasan China Tetap Diam Meski Sekutunya Iran Dibombardir Amerika Serikat
BEDELAU.COM --Usai Amerika Serikat (AS) dan Israel m.
5 Kandidat Utama Pengganti Ali Khamenei Usai Tewas dalam Serangan AS
BEDELAU.COM --Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali.
Umat Islam dari Seluruh Dunia Padati Masjidil Haram untuk Melaksanakan Tawaf
Makkah — Umat Islam dari berbagai belahan dunia terus memadati Masj.
Pemko Pekanbaru Upayakan MBG Sasar Wilayah Terluar Hingga Tertinggal
BEDELAU.COM --Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru, men.
Respons Keluhan Warga, Plt Gubernur Riau Instruksikan UPT Segera Perbaiki Jalan Rusak
BEDELAU.COM --Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau ber.
Serangan Cepat Kombinasi CIA-Delta Force AS, Berhasil Tembus Benteng Baja Presiden Venezuela Maduro
BEDELAU,COM --Amerika Serikat (AS) telah menangkap P.
TULIS KOMENTAR +INDEKS








