Pilihan
Silaturrahmi Akbar, IKA FIA Unilak Gelar Parade Musik dan Lagu
Dibaca : 1e3 Kali
Ketua PWI Riau Buka Resmi Agenda OKK Calon Anggota Baru Tahun 2025
Dibaca : 1e3 Kali
Bupati Bengkalis yang Tak Anti Kritik
Dibaca : 1e3 Kali
Ciri Khas Warna Kuning, Masjid Kuning Miliki Sejarah Panglima Minal
Dibaca : 1e3 Kali
Densus 88 Turun Tangan Usut Konvoi Khilafatul Muslimin
BEDELAU.COM --Rombongan pemotor yang konvoi membawa poster hingga bendera bertulisan 'Khilafatul Muslimin' menghebohkan publik. Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri turun tangan mengusut peristiwa itu.
"Monitor. Sedang kita dalami peristiwanya," kata Kabag Banops Densus 88 Antiteror Polri Kombes Aswin Siregar saat dimintai konfirmasi, Selasa (31/5/2022).
Aswin belum memberikan penjelasan lebih lanjut. Dia menegaskan pihaknya masih mendalami ada tidaknya kaitan konvoi tersebut dengan terorisme.
"Kami masih mendalami peristiwa ini," ujarnya.
Konvoi Khilafatul Muslimin
Video konvoi puluhan motor membawa atribut berupa poster hingga bendera bertulisan 'Khilafatul Muslimin' viral. Konvoi itu disebut terjadi di Cawang, Jakarta Timur, Minggu (29/5) pukul 09.14 WIB. Terlihat para pemotor itu melintas bergerombol dengan memakai seragam dengan warna dominan hijau.
Para pemotor itu tampak membawa bendera berbahasa Arab berukuran besar. Sejumlah poster berisi pesan terkait khilafah pun turut dibawa peserta konvoi.
"Sambut Kebangkitan Khilafah Islamiyah," demikian tulisan di salah satu poster yang dibawa pemotor.
"Jadilah Pelopor Penegak Khilafah Ala Minhajin Nubuwwah," bunyi poster lainnya.
Polisi kemudian buka suara. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes E Zulpan menyebut tindakan konvoi berbendera khilafah tidak dibenarkan di Indonesia.
"Terkait dengan adanya video yang di media sosial, terkait adanya patroli (konvoi) kendaraan bermotor membawa tulisan 'Khilafah', tentu hal ini tidak dibenarkan," kata Zulpan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (30/5).
Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyebut kelompok Khilafatul Muslimin mudah berafiliasi dengan kelompok teror seperti ISIS.
"Selain itu, gerakan Khilafatul Muslimin mudah berafiliasi dengan jaringan kelompok teror seperti ISIS," kata Direktur Pencegahan BNPT Brigjen R Ahmad Nurwakhid kepada wartawan, Selasa (31/5).
Dia mengatakan Khilafatul Muslimin sempat digolongkan oleh peneliti terorisme asal Singapura sebagai kelompok yang telah berbaiat pada ISIS. Hal itu disebut terjadi pada 2015.
"Pada masa kejayaan ISIS pada tahun 2015, Rohan Gunaratna, peneliti terorisme dari Singapura, menggolongkan Khilafatul Muslimin telah berbaiat kepada ISIS," tuturnya.
Dia mengatakan BNPT telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan Forkopimda untuk mewaspadai Khilafatul Muslimin. Dia menyebut hal itu dilakukan demi mencegah penyebaran terorisme.
Sumber: [detik.com]
BERITA LAINNYA +INDEKS
UAS Meledak di Sidang Abdul Wahid, "Saya Tak Lihat Satu Bukti Pun!"
BEDELAU.COM --Suasana Pengadilan Tipikor Pekanbaru d.
Perampokan Sadis di Pelalawan, Kasir Ditusuk 22 Kali
BEDELAU.COM --Aksi perampokan disertai kekerasan bru.
UAS Ungkap Abdul Wahid Pernah Mengadu Soal Dugaan Ancaman Rekaman KPK
BEDELAU.COM --Pendakwah nasional Ustaz Abdul Somad m.
Ahli Bongkar Kunci Kasus Dugaan Korupsi Abdul Wahid
BEDELAU.COM --Sidang korupsi yang menjerat Gubernur .
Cemburu Berujung Maut, Suami Siri di Dumai Bacok Istri hingga Tewas
BEDELAU.COM --Misteri penemuan jasad seorang perempu.
Polres Rokan Hilir Ungkap Pencurian Hiolo Senilai Rp150 Juta di Kelenteng Hai Cuking
BEDELAU.COM --Polres Rokan Hilir berhasil mengungkap.
TULIS KOMENTAR +INDEKS








