• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Opini
  • Advertorial
  • Nasional
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Rohul
    • Rohil
    • Inhu
    • Inhil
    • Kuansing
    • Meranti
  • Dunia
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • More
    • Hukrim
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar

Pilihan

  • +INDEX
Silaturrahmi Akbar, IKA FIA Unilak Gelar Parade Musik dan Lagu
Dibaca : 1e3 Kali
Ketua PWI Riau Buka Resmi Agenda OKK Calon Anggota Baru Tahun 2025
Dibaca : 1e3 Kali
Bupati Bengkalis yang Tak Anti Kritik
Dibaca : 1e3 Kali
Ciri Khas Warna Kuning, Masjid Kuning Miliki Sejarah Panglima Minal
Dibaca : 1e3 Kali
Hasil Putusan PTUN, Posisi Ketua DPRD Bengkalis Dikembalikan kepada Khairul Umam
Dibaca : 1e3 Kali

  • Home
  • Hukrim

Kalau Pimpinan Korup, di Bawahnya Jadi Rampok!

Peringatan Keras Jaksa Agung ke Kajati, Kajari dan Kepala Daerah

Redaksi

Sabtu, 09 November 2024 19:41:16 WIB
Cetak
Peringatan Keras Jaksa Agung ke Kajati, Kajari dan Kepala Daerah
Jaksa Agung ST Burhanuddin. Foto: SM News

BEDELAU.COM --- Jaksa Agung ST Burhanuddin mengeluarkan pernyataan keras kepada jajarannya dan kepala daerah se-Indonesia. Burhanuddin mengingatkan para pemimpin unit kerja kejaksaan dan kepala daerah agar menjauhi sikap koruptif sehingga menjadi contoh yang baik bagi anak buahnya. 

Burhanuddin menyatakan, jika para pimpinan unit kerja berlaku koruptif, maka kondisi anak buahnya akan makin lebih buruk dan parah. Sebaliknya, jika pimpinan daerah dan pimpinan unit kerja bersih, maka anak buah akan takut melakukan perbuatan tercela.

"Tapi kalau pimpinan unit kerjanya korup, di bawah adalah rampok. Ingat itu!", tegas Burhanuddin saat menyampaikan pengarahan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah Tahun 2024 yang digelar di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Kamis (7/11/2024).

Pernyataan itu disampaikan Burhanuddin di hadapan Menkopolkam Budi Gunawan, Menko Hukum Yusril Ihza Mahendra dan Kepala BPKP, Atep. Hadir dalam acara tersebut ratusan kepala daerah se Indonesia dan pimpinan unit kerja Kejaksaan se-Indonesia. 

Burhanuddin dalam arahannya mengutip pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut kiasan ikan busuk dimulai dari kepala. 

"Artinya kalau kepalanya bersih, insyaallah sampai ujungnya bersih," kata Burhanuddin. 

"Apabila pimpinan bersih, maka jika ada anak buah yang berbuat tercela korupsi, maka dia akan berani menindak secara tegas. Tetapi bila pimpinannya korup, dia tidak akan mau dan tak mampu menindak anggotanya," tegas Burhanuddin. 

Ia menceritakan aksi bersih-bersih yang dilakukannya di tubuh Kejaksaan saat diangkat Presiden Jokowi menjadi Jaksa Agung lima tahun silam. Namun ia mengakui, masih ada jaksa nakal sampai saat ini. 

"Jujur, sampai saat ini masih ada aja jaksa yang nakal, kita akui. Masih ada jaksa nakal. Tapi mulai menurun," kata Burhanuddin. 

Ia mengibaratkan seorang jaksa dengan sapu. Untuk membersihkan halaman, diperlukan sapu yang bersih.

"Kalian jaksa adalah sapu, bersihkan dirimu sendiri, berikan contoh ke institusi lain. Kalian penegak hukum sangat diharapkan oleh masyarakat," kata Burhanuddin. 

Korupsi Makin Merajalela

Burhanuddin mengakui kalau saat ini korupsi di Indonesia betul-betul memprihatinkan. Bahkan setiap waktu, Presiden Prabowo menyebut kebocoran yang terjadi lebih dari 30 persen anggaran.

Menurutnya, dari tahun ke tahun korupsi di Indonesia semakin tambah. Jika dulu pada era sentralisasi, korupsi terjadi hanya pada segitiga kekuasaan. Namun, sejak era otonomi daerah, korupsi menyebar mulai dari kepala desa sampai ke atas. Kata Burhanuddin, korupsi saat ini sudah menjamur. 

"Tadi kata Pak Atep (Kepala BPKP), Pemda yang tertib hanya 9 persen. Yang 91 persen masih insyaallah. Tolong tindak lanjuti," kata Burhanuddin. 

"Kita masuk negara paling korup. Kita semua tak ingin negara kita disebut paling korup. Saya yakin, kita punya harga diri," kata Burhanuddin. 

Ultimatum Kajati dan Kajari

Burhanuddin secara khusus menyinggung kasus korupsi yang terjadi di desa. Menurutnya, banyaknya kasus korupsi di desa karena kepala desa tidak memahami sistem keuangan pemerintahan. 

"Kepala desa dipilih dari masyarakat. Dipilih tak berpendidikan, dipilih menjadi kades. Kades yang tadinya tak pernah mengelola keuangan sampai Rp 2 miliar dalam setahun. Tugas berat mereka harus mempertanggungjawabkan sistem keuangan pemerintahan, tapi mereka tak mengerti apa yang harus dilakukan setelah menerima uang tersebut. Jaksa hati-hati menanganinya," kata Burhanuddin. 

Secara khusus, Burhanuddin juga meminta agar para Kajati dan Kajari membenahi sistem. Kejaksaan tidak cukup melakukan penindakan, tapi juga ikut memperbaiki sistem yang terjadi penyimpangan. 

"Saya minta para Kajari setelah melakukan pemberkasan, sidang dan putusan, lakukan koordinasi dengan pemda, lakukan perbaikan sistem, jangan sampai terulang," kata Burhanuddin. 

"Kajati dan Kajari sanggup lakukan itu? Dan apabila kalian tak memperhatikan apa yang saya sampaikan, kalian yang justru akan saya tindak!" tegas Burhanuddin. 

 

 

Sumber: sabangmeraukenews.com


[Ikuti Bedelau.com


Bedelau.com

BERITA LAINNYA +INDEKS

Hukrim

KPK Pindahkan Penahanan Abdul Wahid Cs ke Pekanbaru, Sidang Tunggu Penetapan

Rabu, 11 Maret 2026 - 17:26:50 WIB

BEDELAU.COM --Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mem.

Hukrim

Bukan omon omon Kakek 70 Tahun di Bengkalis Diduga Cabuli 8 Bocah

Senin, 09 Maret 2026 - 23:46:40 WIB

BEDELAU.COM --Suasana di Unit Perlindungan Perempuan.

Hukrim

Gegara Knalpot Brong, Pemuda di Inhil Dibacok Tetangga

Senin, 09 Maret 2026 - 23:37:12 WIB

BEDELAU.COM --- Pemuda berinisial R.

Hukrim

Kasus Gratifikasi Abdul Wahid Melebar, Ajudan Ikut Jadi Tersangka

Senin, 09 Maret 2026 - 23:31:47 WIB

BEDELAU.COM --Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) men.

Hukrim

Warga Pangkalan Kuras, Pelalawan Tangkap Dua Jambret Tas Berisi Emas

Ahad, 08 Maret 2026 - 00:00:53 WIB

BEDELAU.COM --Aksi pencurian dengan kekerasan (curas.

Hukrim

Dua Polisi Terluka Saat Mobil Tahanan Terguling di Dumai

Sabtu, 07 Maret 2026 - 20:31:38 WIB

BEDELAU.COM --Dua anggota kepolisian mengalami luka .

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini

  • +INDEX
KPK Pindahkan Penahanan Abdul Wahid Cs ke Pekanbaru, Sidang Tunggu Penetapan
11 Maret 2026
Pawai Obor dan Mobil Hias Bakal Meriahkan Takbir Keliling Pemko Pekanbaru, ini Rutenya!
11 Maret 2026
Pasca Abdul Wahid Dipulangkan ke Riau, Gedung KPK Dibanjiri Karangan Bunga
11 Maret 2026
Bukan omon omon Kakek 70 Tahun di Bengkalis Diduga Cabuli 8 Bocah
09 Maret 2026
Arus Mudik-Balik Lebaran: Angkutan Barang Dibatasi di Sejumlah JTTS, Termasuk Tol Permai
09 Maret 2026
Gagal Dapat Adipura, Begini Penjelasan DLHK Pekanbaru
09 Maret 2026
Gegara Knalpot Brong, Pemuda di Inhil Dibacok Tetangga
09 Maret 2026
Rayakan Momen Lebaran Idulfitri, Tol Trans Sumatera Diskon 30 Persen
09 Maret 2026
Kasus Gratifikasi Abdul Wahid Melebar, Ajudan Ikut Jadi Tersangka
09 Maret 2026
Perdana, MPD ICMI Bersama Pemuda ICMI Bengkalis Gelar Silaturahmi Sekaligus Buka Puasa Bersama
09 Maret 2026

Terpopuler

  • +INDEX
  • 1 Indahnya Kebersamaan, Majelis Taklim RW 22 Tebar Takjil dari Sedekah Warga
  • 2 Ternyata Ini Pemicu 11 Gajah Mengamuk di Siak: Berjuang Selamatkan Anak
  • 3 Sat Lantas Polres Bengkalis Antisipasi Balap Liar dan Kejahatan
  • 4 Rem Blong di Jembatan Siak II, Truk Lindas Dua Pengendara Motor
  • 5 Modus Kredit iPhone, Oknum Bhayangkari di Pekanbaru Tipu Puluhan Warga Rp1,5 Miliar
  • 6 11 Gajah Liar Masuk Perumahan Karyawan PT Arara Abadi di Minas
  • 7 Gerak Cepat Wako Agung, Awal Tahun Jalan Rusak di Pekanbaru Mulai Kembali Diperbaiki

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

Bedelau.com ©2021 | All Right Reserved