Pilihan
Silaturrahmi Akbar, IKA FIA Unilak Gelar Parade Musik dan Lagu
Ketua PWI Riau Buka Resmi Agenda OKK Calon Anggota Baru Tahun 2025
Bupati Bengkalis yang Tak Anti Kritik
Ciri Khas Warna Kuning, Masjid Kuning Miliki Sejarah Panglima Minal
Banjir Rendam 18 Desa di Pelalawan, Kendaraan Kecil Cari Jalan Alternatif
BEDELAU.COM --Kabupaten Pelalawan, Riau, dilanda banjir yang telah merendam 18 desa dan kelurahan selama sepekan terakhir. Bencana ini dipicu oleh luapan Sungai Kampar akibat curah hujan tinggi.
Kondisi ini mengakibatkan lebih dari 3.537 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 12.000 jiwa terdampak.
Bupati Pelalawan Zukri menjelaskan, banjir tidak hanya merendam permukiman warga, tetapi juga merusak fasilitas umum, termasuk 24 unit sekolah. Kondisi ini memaksa kegiatan belajar mengajar dihentikan sementara.
"Anak-anak terpaksa diliburkan karena sekolah tidak bisa digunakan," ujar Zukri, Sabtu (25/1/2025).
Pemerintah Kabupaten Pelalawan telah mengambil langkah-langkah cepat untuk membantu warga yang terdampak. Posko pengungsian, layanan kesehatan, dan distribusi sembako telah disiapkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
"Kami memastikan kebutuhan pokok terpenuhi, menyediakan tenda pengungsian, dan memberikan pelayanan kesehatan untuk warga," kata Zukri, yang juga turun langsung ke lokasi bencana.
Sebagian warga memilih mengungsi ke posko atau rumah kerabat, tetapi banyak juga yang masih bertahan di rumah mereka meski terendam air setinggi 40 hingga 60 sentimeter. Zukri mengimbau warga yang bertahan untuk tetap waspada dan berhati-hati terhadap potensi bahaya.
Kabar baiknya, genangan air mulai menunjukkan tanda-tanda surut setelah debit air di Bendungan PLTA Koto Panjang menurun dan pintu bendungan ditutup. "Pagi ini air surut sekitar 4 sentimeter," ujarnya.
Pemotor dan Kendaraan Kecil Diimbau Cari Jalur Alternatif
Kasatlantas Polres Pelalawan AKP Enggarani mengatakan, hari ini kedalaman air yang menggenangi jalan tersebut sudah mencapai 50 cm.
Polisi telah memberlakukan sistem buka tutup untuk mengatur kendaraan yang melintas. Langkah ini dilakukan guna mencegah kemacetan panjang dan memastikan keselamatan pengguna jalan.
"Kami terus memantau situasi di lapangan dengan melaksanakan patroli roda dua (R2) secara mobile. Kami juga mengimbau pengendara untuk tidak mengambil lajur kanan dan tetap tertib mengantre," ujar AKP Enggarani, Jumat (24/1).
Kepolisian juga mengimbau para pengendara sepeda motor (R2) dan kendaraan kecil untuk menggunakan jalur alternatif, yakni Jalan Lintas Tengah melalui Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing). Hal ini dilakukan untuk menghindari risiko mogok atau kecelakaan di area yang terdampak banjir.
Untuk memberikan panduan kepada pengguna jalan, petugas telah memasang papan imbauan di titik sebelum dan sesudah lokasi banjir.
"Kami terus mengingatkan pengendara untuk menjaga keselamatan, mengikuti arahan petugas di lapangan, dan tidak memaksakan diri melintasi genangan air yang dalam," tambahnya.
Sejumlah petugas juga dikerahkan untuk membantu pengendara yang kesulitan melintas, terutama kendaraan yang mogok akibat genangan air. Para pengguna jalan yang hendak melewati Jalintim diimbau untuk memantau informasi terkini terkait kondisi banjir.**
Sumber: cakaplah.com
Hendak Pergi ke Pesta Adat Batak, Mobil Lansia Tabrak Rumah Warga di Pekanbaru
BEDELAU.COM --Sebuah kecelakaan terjadi di Jalan Har.
Malam Ini Sejumlah Wilayah Riau Berpotensi Diguyur Hujan Lebat
BEDELAU.COM --Cuaca di Provinsi Riau pada Sabtu (8/8.
Lantik 131 Ketua RT dan RW di Rumbai Timur, Begini Pesan Wali Kota Pekanbaru!
BEDELAU.COM --Wali Kota (Wako) Pekanbaru, Agung Nugr.
Geger ! Buaya Muara di Desa Sungai Undan Naik ke Darat dan Serang Warga
BEDELAU.COM --Suasana heboh Desa Undan, Kecamatan Re.
Remaja 13 Tahun Tewas Tenggelam di Sungai Siak
BEDELAU.COM --Tim SAR Gabungan akhirnya menemukan MS.
RT di Pekanbaru, Sulap Lahan Tidur Jadi Peluang Bisnis Lewat Ternak Puyuh
BEDELAU.COM --Terobosan pengurus RT di Kota Pekanbar.








