Pilihan
Silaturrahmi Akbar, IKA FIA Unilak Gelar Parade Musik dan Lagu
Ketua PWI Riau Buka Resmi Agenda OKK Calon Anggota Baru Tahun 2025
Bupati Bengkalis yang Tak Anti Kritik
Ciri Khas Warna Kuning, Masjid Kuning Miliki Sejarah Panglima Minal
Ngeri! Defisit APBD Riau 2025 Bisa Tembus Rp 3 Triiliun
BEDELAU.COM -- Setelah memanggil sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) akhir pekan lalu, Badan Anggaran (Banggar) DPRD Riau akan kembali memanggil OPD Pemprov Riau untuk mengklarifikasi isu defisit anggaran yang mencapai Rp2,213 triliun.
Apalagi dikhawatirkan defisit bisa bertambah terus hingga mencapai nilainya Rp3 Triliun.
Ketua DPRD Riau, Kaderismanto, menjelaskan, dalam pembahasan APBD, asumsi pendapatan harus dihitung secara realistis.
Namun, setelah APBD disahkan, muncul tambahan tunda bayar yang berimbas pada defisit yang lebih besar.
"Pendapatan 2025 diasumsikan berdasarkan kondisi 2024. Seharusnya, perhitungannya mendekati target. Tapi setelah APBD diketok, muncul tunda bayar yang menggelembungkan defisit,"ujar Kaderismanto.
Berdasarkan penelusuran lebih lanjut, defisit yang awalnya Rp2,213 triliun bisa bertambah menjadi Rp3 triliun.
Karena itu, Banggar DPRD Riau akan kembali memanggil Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) pada Senin (17/2/2025) untuk melakukan cross-check.
Kaderismanto juga mengingatkan, defisit ini akan berdampak pada pelaksanaan program di 2025, terutama menjelang pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Riau yang baru pada 20 Februari.
Selain itu, pemerintah daerah harus menyesuaikan anggaran sesuai Surat Edaran Mendagri.
"APBD kita Rp9 triliun, jika defisit mencapai Rp3 triliun, sisa hanya Rp6 triliun. Jika kondisi keuangan seperti ini, bagaimana program pembangunan dan janji kampanye bisa direalisasikan?" tegasnya.
Sementara Wakil Ketua DPRD Riau, Parisman Ihwan, menyatakan, DPRD perlu mendapatkan kejelasan karena angka ini jauh lebih besar dari yang tercatat dalam APBD.
"Kami sengaja memanggil OPD untuk menanyakan dari mana angka ini berasal. Dalam kesepakatan APBD, defisit hanya tercatat Rp570 miliar, tetapi tiba-tiba muncul angka Rp2,213 triliun," ujar Parisman.
Banggar DPRD Riau telah memanggil Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).
Parisman mengkhawatirkan bahwa defisit ini masih bisa bertambah jika tidak segera ditelusuri.
Sumber: SM News.com
Sawit RI Naik Daun, Hilirisasi dan Bioenergi Jadi Andalan Baru
BEDELAU.COM --Kinerja industri kelapa sawit na.
150 PMI Bermasalah Dideportasi dari Malaysia, Ada Menderita HIV
BEDELAU.COM --Sebanyak 150 Pekerja Migran Indonesia .
Berhasil Tekan Kemiskinan dan Stunting, Wako Pekanbaru Raih Penghargaan
BEDELAU.COM --Wali Kota (Wako) Pekanbaru Agung Nugro.
Pemindahan Jekson Sihombing ke Nusakambangan Disorot
BEDELAU.COM --Pemindahan Jekson Jumari Pandapotan Si.
Kemarau 7 Bulan Mengintai! Riau Jadi Alarm Bahaya Karhutla Nasional 2026
BEDELAU.COM --emerintah pusat bersama daerah mengakt.
Penanganan Banjir di Pekanbaru Butuh Dukungan Pemprov dan Pemerintah Pusat
BEDELAU.COM --Banjir yang terjadi di beberapa wilaya.








