• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Opini
  • Advertorial
  • Nasional
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Rohul
    • Rohil
    • Inhu
    • Inhil
    • Kuansing
    • Meranti
  • Dunia
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • More
    • Hukrim
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar

Pilihan

  • +INDEX
Silaturrahmi Akbar, IKA FIA Unilak Gelar Parade Musik dan Lagu
Dibaca : 1e3 Kali
Ketua PWI Riau Buka Resmi Agenda OKK Calon Anggota Baru Tahun 2025
Dibaca : 1e3 Kali
Bupati Bengkalis yang Tak Anti Kritik
Dibaca : 1e3 Kali
Ciri Khas Warna Kuning, Masjid Kuning Miliki Sejarah Panglima Minal
Dibaca : 1e3 Kali
Hasil Putusan PTUN, Posisi Ketua DPRD Bengkalis Dikembalikan kepada Khairul Umam
Dibaca : 1e3 Kali

  • Home
  • Hukrim
  • Pekanbaru

Dipicu Utang Rp270 Ribu, Pemuda di Dumai Bunuh Pemilik Warung dengan Sadis

Redaksi

Kamis, 20 Februari 2025 16:17:14 WIB
Cetak
Dipicu Utang Rp270 Ribu, Pemuda di Dumai Bunuh Pemilik Warung dengan Sadis
Wahyu Ade Saputra, buruh di Kota Dumai dengan sadis membunuh pemilik warung Munasiah (55), foto: cakaplah.com

BEDELAU.COM --Wahyu Ade Saputra, buruh di Kota Dumai dengan sadis membunuh pemilik warung Munasiah (55). Pria berusia 27 tahun itu telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan.

Kapolres Dumai AKBP Hardi Dinata melalui Kasat Reserse Kriminal AKP Kris Topel mengatakan, pembunuhan itu dipicu utang orang tua tersangka yang ditagih oleh korban.

"Utang orang tua tersangka sebesar Rp270 ribu. Sudah berbulan-bulan (tak dibayar), dan ditagih korban," ujar Kris, Kamis (20/2/2025).

Kris menjelaskan, awalnya tersangka berniat belanja sejumlah cemilan di warung korban, yang berjarak dua meter dari rumahnya pada Selasa (18/2/2025) sekitar pukul 11.00 WIB.

Saat melakukan pembayaran, korban menanyakan kepada tersangka untuk membayar utang orang tuanya. "Gimana itu utang mamak? Sudah lama ini jangan taunya ngambil saja kau," kata Kris menirunkan ucapan korban.

Atas perkataan itu, tersangka sakit hati dan berniat membunuh korban. Saat itu, tersangka melihat pisau dapur yang terletak di atas kardus, di dalam warung korban.

Untuk mendapatkan pisau itu, tersangka pura-pura membeli beras dan kopi. Ketika korban menimbang beras, tersangka mengambil pisau.

Tersangka menusuk kepala korban dua kali, kemudian menyeret korban ke arah dapur warung. Tersangka mengambil batu gilingan dan pisau cutter.

"Melihat korban masih bergerak, tersangka memukul kepala korban dengan batu gilingan sebanyak tiga kali. Melihat korban masih begerak tersangka mengambil kain panjang, lalu mengikat mulut dan leher korban," jelasnya.

Belum puas, tersangka yang melihat korban masih bergerak, kembali menikam kepala korban. Setelah itu, tersangka menyayat urat nadi tangan kanan korban dengan cutter sebanyak 5 kali.

"Hasil autopsi, korban meninggal karena benda tumpul pada leher yang menimbulkan mati lemas (Asfiksa), jeratan di sekeliling leher berupa pakaian yang dipelintir, kekerasan benda tajam di tangan," jelas Kris..

Jasad korban pertama kali ditemukan anaknya Sri Hartati pada pukul 21.00 WIB. Saksi yang baru pulang bekerja melihat rumah gelap dan bercak darah di lantai.

Setelah masuk, saksi melihat ibunya sudah tertelentang berlumuran darah. Kaget, dia berteriak meminta tolong.

Kejadian dilaporkan ke Polsek Bukit Kapur. Dibantu Tim Satreskrim Polres Dumai, pelaku ditangkap beberapa jam kemudian, pada Rabu (19/2/2024) sekitar pukul 02.00 WIB dini hari.

Selain tersangka, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain uang tunai sebesar Rp 360.000, pisau dapur, pisau cutter, handphone, shampo, baju kaos, dan celana jeans.

Atas perbuatannya, tersangka disangkakan Pasal 340 KUHP dan atau 338 KUHP tentang pembunuhan berencana dan atau pembunuhan.**

 

 

 

Sumber: cakaplah.com


[Ikuti Bedelau.com


Bedelau.com

BERITA LAINNYA +INDEKS

Hukrim

Sengketa Lahan di Rumbai, Warga Diduga Diteror hingga Meninggal

Selasa, 22 September 2026 - 19:29:40 WIB

BEDELAU.COM --Warga Kecamatan Rumbai mendatangi Frak.

Hukrim

3.391 Hektare Lahan di Riau Hangus, Polisi Sudah Tetapkan 63 Tersangka Karhutla

Senin, 21 September 2026 - 21:34:08 WIB

BEDELAU.COM --Enam puluh perkara karhutla sudah masu.

Hukrim

Dituduh Buka Rahasia Rumah Tangga, Pria di Dumai Hantam Kepala Buruh

Senin, 21 September 2026 - 21:31:23 WIB

BEDELAU.COM --Pagi buta di Dumai berubah menjadi lok.

Hukrim

Aksi Cincang Truk Tronton di Pelalawan Terbongkar, 8 Orang Diamankan

Ahad, 20 September 2026 - 20:42:44 WIB

BEDELAU.C0M --Polisi mengungkap kasus penggelapan sa.

Hukrim

Buronan Karhutla Siak Ditangkap, Sempat Halangi Petugas Demi Selamatkan Sawit

Ahad, 20 September 2026 - 20:33:04 WIB

BEDELAU.COM --Polres Siak menangkap Y alias IM (48),.

Hukrim

Diduga Jambret Ibu-ibu di Jalan Cipta Karya Pekanbaru, 2 Pria Bertato Diamankan

Senin, 14 September 2026 - 18:46:35 WIB

BEDELAU.COM --Dua pria bertato diamankan warga setel.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini

  • +INDEX
Diterjang Hujan Lebat dan Angin Kencang, Dua Rumah Warga di Kuala Kampar Rusak
22 September 2026
Tanah Tak Lagi Tanpa Batas? Pemerintah Siapkan Aturan Penguasaan dan Kepemilikan
22 September 2026
Sengketa Lahan di Rumbai, Warga Diduga Diteror hingga Meninggal
22 September 2026
Wako Pekanbaru Tegaskan soal Jalan Berportal: Sudah Dibangun APBD, Harus Terbuka untuk Umum
22 September 2026
Galian di Jalan Kayu Manis Viral, PUPR Pekanbaru: Sekarang Saluran Air, Tahun Depan Overlay
22 September 2026
Bawaslu Rohul Gelar Diskusi Hukum Putusan MK, Kawal Demokrasi dan Keadilan Pemilu
21 September 2026
Masyarakat Desak Pemkab Bengkalis Turun Tangan Kasus Lahan Chua Cin Heng di Rupat
21 September 2026
3.391 Hektare Lahan di Riau Hangus, Polisi Sudah Tetapkan 63 Tersangka Karhutla
21 September 2026
Dituduh Buka Rahasia Rumah Tangga, Pria di Dumai Hantam Kepala Buruh
21 September 2026
APBD Perubahan Riau Tahun 2026 Diprediksi Turun Jadi Rp8 Triliun
21 September 2026

Terpopuler

  • +INDEX
  • 1 Konfercab PA GMNI Rohul Digelar, Wahyu Rahayu Terpilih sebagai Ketua
  • 2 Jumat Berkah Subuh di Ulim, Kebaikan Menyapa Jamaah, Anak Yatim dan Pekerja Jalanan
  • 3 Penuh Kehangatan Kapolres Meranti Dalam Kenal Pamit Pejabat Usai Pelantikan
  • 4 Kapolres Meranti AKBP Gede Adi Pimpin Sertijab Lima Perwira, Dorong Penguatan Kinerja Kepolisian
  • 5 Bupati Asmar Pimpin Apel Harhubnas 2026, Tekankan Keselamatan dan Konektivitas Transportasi
  • 6 Pemkab Meranti Berikan Rekomendasi Dukungan Pembentukan Riau Pesisir
  • 7 Listrik Meranti Kerap Mati-Hidup, Pemkab dan Forkopimda Desak PLN Segera Bertindak

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

Bedelau.com ©2021 | All Right Reserved