• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Opini
  • Advertorial
  • Nasional
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Rohul
    • Rohil
    • Inhu
    • Inhil
    • Kuansing
    • Meranti
  • Dunia
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • More
    • Hukrim
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar

Pilihan

  • +INDEX
Silaturrahmi Akbar, IKA FIA Unilak Gelar Parade Musik dan Lagu
Dibaca : 1e3 Kali
Ketua PWI Riau Buka Resmi Agenda OKK Calon Anggota Baru Tahun 2025
Dibaca : 1e3 Kali
Bupati Bengkalis yang Tak Anti Kritik
Dibaca : 1e3 Kali
Ciri Khas Warna Kuning, Masjid Kuning Miliki Sejarah Panglima Minal
Dibaca : 1e3 Kali
Hasil Putusan PTUN, Posisi Ketua DPRD Bengkalis Dikembalikan kepada Khairul Umam
Dibaca : 1e3 Kali

  • Home
  • Daerah

Koordinasi Polda Tak Jalan, PETI Diduga Kembali Marak di Sijunjung, Sungai Kuantan Kembali Keruh

Redaksi

Rabu, 10 September 2025 16:55:28 WIB
Cetak
Koordinasi Polda Tak Jalan, PETI Diduga Kembali Marak di Sijunjung, Sungai Kuantan Kembali Keruh
Aktivitas penambangan emas ilegal di Sungai Palangki, Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat, foto: Riauterkini.com

BEDELAU.COM --Koordinasi dua instansi penegak hukum antara Polda Riau dan Polda Sumbar, nampaknya tidak berjalan sama sekali terkait komitmen pemberantasan penambangan emas ilegal atau tanpa izin (PETI) di dua wilayah Riau - Sumbar, seperti disampaikan Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan, SIK Agustus lalu.

Pasalnya aktivitas PETI kembali marak di Kabupaten Sijunjung, di aliran Sungai Palangki dan Ombilin, Hulu dari Sungai Kuantan, hingga menyebabkan keruhnya air Sungai Kuantan menjadi kecoklatan seperti teh susu.

Sebelumnya kondisi Sungai Kuantan sempat jernih saat pelaksanaan Pacu Jalur dan sepekan setelahnya. Karena aktivitas PETI benar-benar ditertibkan secara serius oleh Polda Sumbar, dan Polres Sijunjung, atas koordinasi yang dibangun Polda Riau.

Kembali PETI beraktivitas di wilayah Sijunjung, dibenarkan Ketua Walhi Sumbar, Wengki Purwanto. Informasi yang ia terima, memang sudah beroperasi lagi.

"Kiriman seorang kawan pagi ini, mereka tahu, aktivitas kembali marak, tapi khawatir mendokumentasikan secara langsung," ujar Wengki Purwanto, via WhatsApp mengabarkan kepada riauterkini.com Selasa (9/9/2025) tadi pagi.

Wengki Purwanto juga tak membantah bahwa permainan PETI ini ada keterlibatan APH, dan mereka main dalam skala besar. Bahkan Wengki mengirimkan dokumen aktivitas rakit PETI yang ada di Sungai Palangki, Sijunjung.

"Situasi hari ini (sembari mengirim poto). Batang Palangki, salah satu hulu Batang Kuantan di Sijunjung," katanya.

Ia juga menyampaikan, bahwa statemen Bupati Kuansing sudah mulai ramai dibicarakan, tapi memang belum sampai pada aksi mendorong zero PETI di Sumbar. "Semoga, Bupati Kuansing terus konsisten mendesak Sumbar," harapnya.

Lebih rinci Wengki Purwanto menyampaikan, bahwa Kabupaten Solok, termasuk aliran yang membuat Sungai Kuantan menjadi keruh, karena masih satu aliran dengan Batang Palangki.

Batang Palangki (di administrasi Sijunjung) ke hulu lagi, masuk ke administrasi Kabupaten Solok. "Di atas, hasil analis spasial yang kami lakukan, kami terus dalami temuan-temuannya," beber Wengki.

Di Kabupaten Solok katanya, terdapat 31 titik PETI beroperasi dari analisis data yang mereka kumpulkan. Namun, di Kabupaten Sijunjung, titik operasinya jauh lebih banyak.

"Jika di dua kabupaten ini berhenti aktivitas PETI, maka Batang Kuantan akan jernih. Kami yakin, jika Sumbar berhasil didorong untuk berkomitmen, dalam satu minggu, Batang Kuantan akan jernih," ungkapnya.

Ia herharap penertiban ini, bisa didorong bersama-sama. Peran Pemkab Kuansing dalam memerangi PETI di wilayah Hulu akan membantu kebijakan Sijunjung dan Solok.

Terkait video beredar tentang penertiban PETI yang tayang di tvOne dilakukan Dittipiter Polda Sumbar dan Polres Sijunjung, menurutnya video lama yang di-upload ulang. "Sepertinya itu video lama di-upload tanggal 11 - 8 - 2025," sebutnya.

"Operasinya dilakukan di seputaran kantor Bupati Sijunjung," terangnya.

Keruhnya Sungai Kuantan, akibat PETI di Sungai Palangki dan Ombilin

Bukti akar permasalahan penyebab keruhnya Sungai Kuantan, berasal dari Kabupaten Sijunjung, terungkap menjelang perhelatan akbar Pacu Jalur Agustus lalu. Polda Riau, gencar melakukan penertiban PETI di wilayah Kuansing, bahkan kondisinya benar-benar zero.

Meskipun Kuansing sudah zero dari aktivitas PETI, namun saat itu tak membawa perubahan apapun terhadap kondisi Sungai Kuantan dan tetap keruh. Setelah ditelusuri, ternyata akarnya berada di Sungai Palangki dan Ombilin, yang merupakan hulu Sungai Kuantan.

Kemudian Kapolda Irjen Pol Herry Heryawan, SIK membangun koordinasi dengan Kapolda Sumbar, hingga dilakukan penertiban di wilayah Sijunjung. Hasilnya pun terbukti, saat aktivitas PETI berhenti di wilayah Sumbar, Sungai Kuantan menjadi jernih, warga pun menikmati nostalgia karena tak pernah merasakan sejak 20 tahun terakhir. 

Atas upaya nyatanya ini, masyarakat Kuansing menyampaikan ucapan terimakasih. Selain itu, ia juga mendapat apresiasi dari Gubernur Riau, Abdul Wahid dan Bupati Kuansing, Suhardiman Amby, dengan julukan bapak lingkungan.

Bahkan Herry Heryawan, melakukan pemantauan di hari kedua pelaksanaan Pacu Jalur. Ia turun ke lokasi PETI yang telah disegel papan plang bersama Gubernur dan Bupati Kuansing dan Bupati Inhu, di Desa Pintu Gobang Kari, Kecamatan Kuantan Tengah. Di sini ia kembali menyatakan komitmennya bakal menjaga lingkungan dari aktivitas PETI.

Riauterkini.com dalam kesempatan ini, sempat mengajukan pertanyaan terkait apa jaminan Sungai Kuantan bakal bisa jernih selamanya, dengan lugas Kapolda mempersilakan mengecek ke Polda Sumbar atau search di google, atas koordinasinya dengan Polda Sumbar, terkait komitmen bersama menjaga lingkungan dari aktivitas PETI.

Namun, nyatanya komitmen tersebut, hanya sekedar pelepas tanya, sebab koordinasi yang ia bangun tidak jalan sama sekali, sebab air Sungai Kuantan kini sudah menjadi keruh, akibat maraknya kembali aktivitas PETI di wilayah Sumbar.*** 

 

 

 

Sumber: Riauterkini.com


[Ikuti Bedelau.com


Bedelau.com

BERITA LAINNYA +INDEKS

Daerah

150 PMI Bermasalah Dideportasi dari Malaysia, Ada Menderita HIV

Ahad, 26 April 2026 - 20:42:24 WIB

BEDELAU.COM --Sebanyak 150 Pekerja Migran Indonesia .

Daerah

Berhasil Tekan Kemiskinan dan Stunting, Wako Pekanbaru Raih Penghargaan

Ahad, 26 April 2026 - 20:31:15 WIB

BEDELAU.COM --Wali Kota (Wako) Pekanbaru Agung Nugro.

Daerah

Pemindahan Jekson Sihombing ke Nusakambangan Disorot

Sabtu, 25 April 2026 - 19:14:52 WIB

BEDELAU.COM --Pemindahan Jekson Jumari Pandapotan Si.

Daerah

Kemarau 7 Bulan Mengintai! Riau Jadi Alarm Bahaya Karhutla Nasional 2026

Sabtu, 25 April 2026 - 19:09:56 WIB

BEDELAU.COM --emerintah pusat bersama daerah mengakt.

Daerah

Penanganan Banjir di Pekanbaru Butuh Dukungan Pemprov dan Pemerintah Pusat

Sabtu, 25 April 2026 - 18:59:40 WIB

BEDELAU.COM --Banjir yang terjadi di beberapa wilaya.

Daerah

Polda Riau Cek Jalur Lintas Timur KM 83, Pastikan Pengamanan Pengguna Jalan

Jumat, 24 April 2026 - 21:22:28 WIB

BEDELAU.COM --Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Pol.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini

  • +INDEX
150 PMI Bermasalah Dideportasi dari Malaysia, Ada Menderita HIV
26 April 2026
Diduga Efek Sabu, Anak di Bengkalis Tega Ancam Ayah Pakai Parang
26 April 2026
Polda Riau Tangkap Preman Berkedok Debt Collector, Peras dan Keroyok Korban
26 April 2026
Berhasil Tekan Kemiskinan dan Stunting, Wako Pekanbaru Raih Penghargaan
26 April 2026
Ini Kronologi Debt Collector Aniaya Debitur di Pekanbaru
26 April 2026
Pemindahan Jekson Sihombing ke Nusakambangan Disorot
25 April 2026
DPR Murka! Modus Baru Debt Collector Ancam Nyawa Publik Tanpa Ampun
25 April 2026
Kemarau 7 Bulan Mengintai! Riau Jadi Alarm Bahaya Karhutla Nasional 2026
25 April 2026
Riau Nyatakan Perang terhadap Narkoba, Satgas Terpadu Dikerahkan Serentak
25 April 2026
Lima Pengedar dan Penikmat Perusak Saraf di Pinggir Bengkalis Diringkus Polisi
25 April 2026

Terpopuler

  • +INDEX
  • 1 Berita Acara Sudah Disepakati Namun Sampai Saat Ini Belum Ada Respon Dari Perusahaan
  • 2 Misteri Bau Sangit di Kampar: Nita Tewas Terbakar, Suami Malah Hilang Bak Ditelan Bumi!
  • 3 Tol Padang-Pekanbaru Dikebut, Amdal Disiapkan
  • 4 Masa Sanggah Hasil Pemilihan RT/RW Serentak di Pekanbaru Dibuka
  • 5 Lahan Sawit Jutaan Hektare Ternyata Bisa Jadi Pabrik Daging
  • 6 Penertiban PETI di Kuansing, Polsek Singingi Hilir Musnahkan Tiga Rakit di Sungai Bawang
  • 7 Polda Riau Bongkar Mafia Solar Subsidi di Pelalawan dan Inhil, Hak Rakyat Kecil Diselamatkan

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

Bedelau.com ©2021 | All Right Reserved