• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Opini
  • Advertorial
  • Nasional
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Rohul
    • Rohil
    • Inhu
    • Inhil
    • Kuansing
    • Meranti
  • Dunia
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • More
    • Hukrim
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar

Pilihan

  • +INDEX
Silaturrahmi Akbar, IKA FIA Unilak Gelar Parade Musik dan Lagu
Dibaca : 1e3 Kali
Ketua PWI Riau Buka Resmi Agenda OKK Calon Anggota Baru Tahun 2025
Dibaca : 1e3 Kali
Bupati Bengkalis yang Tak Anti Kritik
Dibaca : 1e3 Kali
Ciri Khas Warna Kuning, Masjid Kuning Miliki Sejarah Panglima Minal
Dibaca : 1e3 Kali
Hasil Putusan PTUN, Posisi Ketua DPRD Bengkalis Dikembalikan kepada Khairul Umam
Dibaca : 1e3 Kali

  • Home
  • Daerah
  • Pekanbaru

Mengejar Rezeki di Bawah Panas 'Bedengkang' Kota Pekanbaru

Redaksi

Sabtu, 01 November 2025 19:02:47 WIB
Cetak
Mengejar Rezeki di Bawah Panas 'Bedengkang' Kota Pekanbaru
Pekerja bangunan tetap melanjutkan pekerjaan meski di bawah terik matahari, foto: cakaplah.com

BEDELAU.COM --Terik matahari nyaris tak berbelas kasih, Sabtu siang. Udara di Kota Pekanbaru terasa membakar kulit, menembus tebalnya jaket, dan membuat aspal seperti memantulkan bara.

Suhu di ibukota Provinsi Riau itu mencapai 35 derajat celsius, dan bayangan pohon menjadi tempat paling berharga untuk sekadar singgah untuk meneguk air dingin.

Banyak warga kota hanya mengurung diri di rumah menghindari matahari membakar kulit, atau 'mengungsi' ke mal-mal dan kafe dengan ruangan sejuk ber-AC. Tapi tidak sedikit pula yang harus bertarung di bawah panas bedengkang. Kata terakhir merupakan sebutan oleh warga untuk menyebut panas matahari yang sudah sangat terik.

Salah satunya adalah Mukhlis, pria yang sehari-hari bekerja sebagai tukang bangunan. Warga Panam itu mengaku harus tetap melanjutkan dan menyelesaikan pekerjaannya meski matahari membuat kepalanya sakit dan kulit terasa terbakar.

"Hari ini pekerjaan sudah masuk tahap memasang atap. Walau matahari sangat panas tapi pekerjaan harus tetap dilakukan, karena pemilik bangunan minta cepat diselesaikan," ujarnya, Sabtu (1/11/2025).

Mukhlis yang sudah puluhan tahun menjalani pekerjaan sebagai tukang bangunan, mengaku dengan kondisi panas terik begini dirinya harus banyak istirahat untuk sekedar minum air putih. "Matahari terasa seperti di ubun-ubun, baru sebentar bekerja sudah haus lagi," cakapnya.

Hal yang sama juga dirasakan Feri, pengemudi ojek online di Pekanbaru. Saat ditemui di salah satu minimarket sambil menunggu orderan ia bercerita kalau dalam beberapa hari terakhir kondisi cuaca sangat panas. "Cuaca dalam seminggu terakhir sangat panas, tapi bagi kita yang berada di jalanan kondisi ini harus tetap dijalani," ujar Feri.

Ia mengaku ingin menurutkan kata hati untuk beristirahat sambil 'ngadem' di rumah tapi jika tidak 'narik' penumpang maka tak ada pemasukan. "Mau tak mau harus tetap di jalan mencari penumpang," cakapnya.

Bagi dia, panas bukan alasan untuk berhenti bekerja karena di balik matahari yang menyengat, ada perut yang harus diisi dan keluarga yang menanti.

Sementara itu Prakirawan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru, Bibin S, mengatakan suhu udara beberapa hari belakangan sudah tergolong ekstrem.

Pihak BMKG menjelaskan bahwa peningkatan suhu ini disebabkan oleh adanya pusat tekanan rendah di wilayah Laut Cina Selatan. Kondisi tersebut menarik massa udara dan uap air dari wilayah Riau ke arah laut, sehingga pertumbuhan awan hujan menjadi berkurang. Akibatnya, wilayah Riau mengalami cuaca panas dan minim curah hujan dalam 10 hari terakhir.

“Memang dalam sepuluh hari terakhir ini curah hujan di wilayah Riau cenderung berkurang. Itu karena adanya pusat tekanan rendah di Laut Cina Selatan yang menyebabkan massa udara lembap tertarik ke sana,” jelasnya.

Lebih lanjut, BMKG menyebutkan bahwa pusat tekanan rendah kini mulai bergeser ke wilayah Laut Andaman, namun potensi cuaca panas masih akan bertahan untuk tiga hingga lima hari ke depan.

Meski belum ada laporan terkait dampak bencana akibat cuaca panas ini, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap risiko dehidrasi dan gangguan kesehatan akibat paparan panas berlebih.

BMKG juga mengingatkan agar warga menghindari aktivitas luar ruangan pada siang hari dan memperbanyak konsumsi air putih.

 

 

 

 

Sumber: cakaplah.com


[Ikuti Bedelau.com


Bedelau.com

BERITA LAINNYA +INDEKS

Daerah

Kronologi Lengkap Ambruknya Tangsi Belanda

Ahad, 01 Februari 2026 - 16:33:06 WIB

BEDELAU.COM --Tragedi memilukan mewarnai kegiatan wi.

Daerah

Jelang Ramadan, Satpol PP Pelalawan Intensifkan Razia Penyakit Masyarakat

Ahad, 01 Februari 2026 - 16:29:01 WIB

BEDELAU.COM --Menjelang masuknya bulan suci Ramadan,.

Daerah

Ganggu Aktivitas Masyarakat, Pemko Pekanbaru Evakuasi 2 Tiang Kabel FO Tumbang

Ahad, 01 Februari 2026 - 16:22:09 WIB

BEDELAU.COM --Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota P.

Daerah

APBD 2026 Pekanbaru dan Indragiri Hilir Masih Dievalusi

Ahad, 01 Februari 2026 - 16:18:16 WIB

BEDELAU.COM --Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daer.

Daerah

Siap-siap! Camat dan Lurah se-Pekanbaru Segera Dilantik Serentak

Ahad, 01 Februari 2026 - 16:14:48 WIB

BEDELAU.COM  --Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbar.

Daerah

Keluarga Bantah ASN Pemko Dituding Selingkuh

Sabtu, 31 Januari 2026 - 23:48:04 WIB

BEDELAU.COM --Pemberitaan terkait dugaan perselingku.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini

  • +INDEX
Kronologi Lengkap Ambruknya Tangsi Belanda
01 Februari 2026
Jelang Ramadan, Satpol PP Pelalawan Intensifkan Razia Penyakit Masyarakat
01 Februari 2026
Polda Riau Tangkap Dua Truk Kayu Ilegal dari Suaka Margasatwa Kerumutan
01 Februari 2026
Ganggu Aktivitas Masyarakat, Pemko Pekanbaru Evakuasi 2 Tiang Kabel FO Tumbang
01 Februari 2026
APBD 2026 Pekanbaru dan Indragiri Hilir Masih Dievalusi
01 Februari 2026
Siap-siap! Camat dan Lurah se-Pekanbaru Segera Dilantik Serentak
01 Februari 2026
Razia Hiburan Malam Pekanbaru, Tim Gabungan Amankan Dua Wanita Pengguna Narkoba
31 Januari 2026
Diduga Pakai Ijazah Paket C Orang Lain, Anggota DPRD Pelalawan dari Fraksi Golkar Jadi Tersangka
31 Januari 2026
Keluarga Bantah ASN Pemko Dituding Selingkuh
31 Januari 2026
Lantik 22 Pejabat, Wawako Pekanbaru Ingatkan Tugas Berat Sekretariat DPRD
31 Januari 2026

Terpopuler

  • +INDEX
  • 1 Karyawan Cafe Ditemukan Tewas, Diduga Bunuh Diri
  • 2 PANITIA PEKAN RAYA BIOLOGI 2026 FKIP UNRI PERKUAT KESIAPAN JELANG PELAKSANAAN
  • 3 KUHP Baru, Hajatan hingga Sound Horeg Tanpa Izin Bisa Dipidana
  • 4 Bea Cukai Bongkar Gudang Rokok Ilegal 160 Juta Batang di Pekanbaru, Nilainya Rp300 M
  • 5 Setelah Libur Semester dan Awal Tahun 2026 Siswa-siswi SMKN 1 Bandar Laksamana Gelar Upacara Bendera
  • 6 Unilak Buka Pendataran Mahasiswa Baru 2026, Beri Potongan 500 Ribu, UKT Bisa Dicicil Hingga 3 kali
  • 7 Polres Inhil Kawal Pemulihan Ledakan Pipa Gas TGI dan Penanganan Korban

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

Bedelau.com ©2021 | All Right Reserved