• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Opini
  • Advertorial
  • Nasional
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Rohul
    • Rohil
    • Inhu
    • Inhil
    • Kuansing
    • Meranti
  • Dunia
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • More
    • Hukrim
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar

Pilihan

  • +INDEX
Silaturrahmi Akbar, IKA FIA Unilak Gelar Parade Musik dan Lagu
Dibaca : 1e3 Kali
Ketua PWI Riau Buka Resmi Agenda OKK Calon Anggota Baru Tahun 2025
Dibaca : 1e3 Kali
Bupati Bengkalis yang Tak Anti Kritik
Dibaca : 1e3 Kali
Ciri Khas Warna Kuning, Masjid Kuning Miliki Sejarah Panglima Minal
Dibaca : 1e3 Kali
Hasil Putusan PTUN, Posisi Ketua DPRD Bengkalis Dikembalikan kepada Khairul Umam
Dibaca : 1e3 Kali

  • Home
  • Daerah
  • Pekanbaru

Warga Bongkar Plang di TNTN dan Minta Satgas PKH Tinggalkan Lokasi

Redaksi

Selasa, 25 November 2025 15:45:49 WIB
Cetak
Warga Bongkar Plang di TNTN dan Minta Satgas PKH Tinggalkan Lokasi

BEDELAU.COM --Sebuah video yang beredar di media sosial memperlihatkan ratusan warga di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), Kabupaten Pelalawan, Riau, membongkar plang serta gapura pos jaga milik pemerintah.

Warga juga meminta personel TNI bersenjata dari Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) meninggalkan lokasi. Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (24/11/2025).

Dalam rekaman itu terlihat sejumlah anggota TNI, yang masuk dalam struktur Satgas PKH, berada di lokasi saat warga membuka papan identitas kawasan dan tanda penguasaan pemerintah. Narasi dalam unggahan itu menyebut bahwa petugas diusir dari TNTN.

Juru Bicara Warga Terdampak Penertiban TNTN, Abdul Aziz, menjelaskan bahwa warga meminta agar petugas mundur sementara waktu dan meninggalkan lokasi pemukiman warga tersebut.

"Sebenarnya bukan mengusir, hanya meminta agar Satgas PKH, khususnya bapak-bapak dari TNI, keluar dari areal itu," kata Aziz, Selasa (25/11/2025).

Menurutnya, keberadaan aparat bersenjata di permukiman membuat warga resah. Kondisi tersebut diperparah dengan belum adanya kejelasan soal status kawasan maupun proses relokasi yang direncanakan pemerintah.

Aksi tersebut terjadi tak lama setelah ribuan warga melakukan demonstrasi di kantor Satgas PKH di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau, Kamis (20/11/2025). Dalam demonstrasi itu, warga meminta bukti proses pengukuhan batas kawasan hutan, namun hingga aksi berakhir dokumen tersebut belum diberikan.

"Sepulang demo, warga secara spontan meminta anggota satgas keluar dari lokasi. Ini reaksi dari kekecewaan karena tak ada jawaban," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa warga tidak menolak relokasi, namun meminta proses yang transparan serta penghormatan terhadap aset dan kehidupan mereka yang telah belasan tahun berada di kawasan tersebut.

Aziz menyebut sekitar 20.000 warga di enam dusun di Desa Lubuk Kembang Bunga dan Desa Bukit Kusuma masuk dalam rencana relokasi.

"Mereka sudah punya rumah, kebun, dan kehidupan di sana. Tidak semua masuk kawasan secara ilegal. Ini harus jelas," ujarnya.

Warga juga menyampaikan skema alternatif, meminta pemerintah mengambil alih 75.000 hektare dari total 153.000 hektare lahan korporasi yang disebut telah melanggar hukum, untuk dijadikan lahan pemulihan berbasis masyarakat.

"Masyarakat sanggup menghijaukan kembali. Tapi kalau hanya warga yang dipindahkan tanpa melihat penguasaan korporasi, tentu tidak adil," tegasnya.

Aziz juga mengapresiasi sikap anggota TNI yang memilih menghindari ketegangan dengan warga.

Sebelumnya, Komandan Satgas PKH, Mayjen TNI Dody Tri Winarto, memastikan bahwa penertiban kawasan hutan di TNTN masih berlanjut, namun warga diminta tidak panik.

"Saudara-saudara yang ada di sana tidak usah khawatir. Masih bisa bekerja dan anak-anak tetap sekolah," ujarnya.

Dody menjelaskan bahwa relokasi membutuhkan waktu panjang. Saat ini pemerintah tengah menyiapkan lahan pengganti seluas sekitar 900 hektare, yang masih dalam proses verifikasi.

Ia juga menegaskan bahwa penertiban dilakukan selektif agar tidak salah sasaran antara masyarakat dan perusahaan.

Dody menyebut Satgas PKH telah mengambil alih 3,4 juta hektare kawasan hutan di Indonesia dari target 4 hingga 5 juta hektare.

Untuk TNTN, saat ini tengah diverifikasi sekitar 160.000 hektare, termasuk lahan Hutan Tanaman Industri (HTI) dan kawasan inti taman nasional.

"Bagian paling sulit adalah memisahkan mana milik masyarakat dan mana milik perusahaan. Semua butuh proses," tutupnya.

 

 

 

Sumber: Riauaktual.com


[Ikuti Bedelau.com


Bedelau.com

BERITA LAINNYA +INDEKS

Daerah

Diterjang Hujan Lebat dan Angin Kencang, Dua Rumah Warga di Kuala Kampar Rusak

Selasa, 22 September 2026 - 19:35:41 WIB

BEDELAU.COM --Hujan lebat disertai angin kencang men.

Daerah

Wako Pekanbaru Tegaskan soal Jalan Berportal: Sudah Dibangun APBD, Harus Terbuka untuk Umum

Selasa, 22 September 2026 - 19:25:52 WIB

BEDELAU.COM --Jalan lingkungan di kawasan perumahan .

Daerah

Galian di Jalan Kayu Manis Viral, PUPR Pekanbaru: Sekarang Saluran Air, Tahun Depan Overlay

Selasa, 22 September 2026 - 19:23:13 WIB

BEDELAU.COM --Video yang memperlihatkan sejumlah pek.

Daerah

Bawaslu Rohul Gelar Diskusi Hukum Putusan MK, Kawal Demokrasi dan Keadilan Pemilu

Senin, 21 September 2026 - 21:47:04 WIB

BEDELAU.COM,ROKAN HULU – Badan Pengawas Pemilihan .

Daerah

Masyarakat Desak Pemkab Bengkalis Turun Tangan Kasus Lahan Chua Cin Heng di Rupat

Senin, 21 September 2026 - 21:36:45 WIB

BEDELAU.COM --Satuan Sengketa lahan seluas ribuan he.

Daerah

APBD Perubahan Riau Tahun 2026 Diprediksi Turun Jadi Rp8 Triliun

Senin, 21 September 2026 - 21:28:52 WIB

BEDELAU.COM --Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau tel.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini

  • +INDEX
Diterjang Hujan Lebat dan Angin Kencang, Dua Rumah Warga di Kuala Kampar Rusak
22 September 2026
Tanah Tak Lagi Tanpa Batas? Pemerintah Siapkan Aturan Penguasaan dan Kepemilikan
22 September 2026
Sengketa Lahan di Rumbai, Warga Diduga Diteror hingga Meninggal
22 September 2026
Wako Pekanbaru Tegaskan soal Jalan Berportal: Sudah Dibangun APBD, Harus Terbuka untuk Umum
22 September 2026
Galian di Jalan Kayu Manis Viral, PUPR Pekanbaru: Sekarang Saluran Air, Tahun Depan Overlay
22 September 2026
Bawaslu Rohul Gelar Diskusi Hukum Putusan MK, Kawal Demokrasi dan Keadilan Pemilu
21 September 2026
Masyarakat Desak Pemkab Bengkalis Turun Tangan Kasus Lahan Chua Cin Heng di Rupat
21 September 2026
3.391 Hektare Lahan di Riau Hangus, Polisi Sudah Tetapkan 63 Tersangka Karhutla
21 September 2026
Dituduh Buka Rahasia Rumah Tangga, Pria di Dumai Hantam Kepala Buruh
21 September 2026
APBD Perubahan Riau Tahun 2026 Diprediksi Turun Jadi Rp8 Triliun
21 September 2026

Terpopuler

  • +INDEX
  • 1 Konfercab PA GMNI Rohul Digelar, Wahyu Rahayu Terpilih sebagai Ketua
  • 2 Bupati Asmar Pimpin Apel Harhubnas 2026, Tekankan Keselamatan dan Konektivitas Transportasi
  • 3 Pemkab Meranti Berikan Rekomendasi Dukungan Pembentukan Riau Pesisir
  • 4 Listrik Meranti Kerap Mati-Hidup, Pemkab dan Forkopimda Desak PLN Segera Bertindak
  • 5 Prabowo Copot Purbaya, Suahasil Nazara Jadi Menteri Keuangan Baru
  • 6 Biji Getah Jadi Pangan, Inovasi Warga Bantan Tembus 10 Besar DPD RI Award 2026
  • 7 Sudah Padam, Tanaman Kelapa dan Bangkai Ular Gosong Ditemukan di Bekas Areal Perkebunan

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

Bedelau.com ©2021 | All Right Reserved