• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Opini
  • Advertorial
  • Nasional
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Rohul
    • Rohil
    • Inhu
    • Inhil
    • Kuansing
    • Meranti
  • Dunia
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • More
    • Hukrim
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar

Pilihan

  • +INDEX
Silaturrahmi Akbar, IKA FIA Unilak Gelar Parade Musik dan Lagu
Dibaca : 1e3 Kali
Ketua PWI Riau Buka Resmi Agenda OKK Calon Anggota Baru Tahun 2025
Dibaca : 1e3 Kali
Bupati Bengkalis yang Tak Anti Kritik
Dibaca : 1e3 Kali
Ciri Khas Warna Kuning, Masjid Kuning Miliki Sejarah Panglima Minal
Dibaca : 1e3 Kali
Hasil Putusan PTUN, Posisi Ketua DPRD Bengkalis Dikembalikan kepada Khairul Umam
Dibaca : 1e3 Kali

  • Home
  • Daerah
  • Kampar

Sekda Kampar Dijabat Plh, Hambali: Bupati dan Wabup Ini "Mau Membunuh Saya"

Redaksi

Selasa, 02 Desember 2025 19:53:19 WIB
Cetak
Sekda Kampar Dijabat Plh, Hambali: Bupati dan Wabup Ini
Hambali

BEDELAU.COM --Suhu pemerintahan di Kabupaten Kampar kembali memanas pasca diberhentikannya H Hambali sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kampar, Senin (1/12/2025).

Hambali dihentikan dari Jabatan Pemimpin Tinggi Pratama di lingkungan Pemkab Kampar dan diberi jabatan baru sebagai Penelaah Teknis Kebijakan pada dekretariat Dinas Sosial (Dinsos) sesuai Keputusan Bupati Kampar Nomor: 62.lf /BKPSDM/XII/2025 Tentang Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil dari Jabatan Pemimpin Tinggi Pratama di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Kampar. 

Hari ini Bupati Kampar H Ahmad Yuzar melalui Wakil Bupati Kampar Hj Misharti juga menyerahkan  Surat Keputusan Bupati Kampar Nomor: 00004/21406/A.Y/ll/25 Tentang 

Dengan adanya penyerahan dua SK ini, Hambali kembali menyampaikan uneg-unegnya cara blak-blakan kepada sejumlah wartawan. 

Pasca pelantikan sejumlah pejabat eselon dua dan tiga di aula Kantor Bupati Kampar sebelum masuknya waktu Salat Zuhur Hambali menggelar konferensi pers. Konferensi pers ini digelar sebelum Hambali dipanggil menghadap oleh Wakil Bupati Kampar Hj Misharti usai Salat Zuhur. 

Kepada sejumlah awak media Hambali mengaku heran adanya pelantikan sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Kampar pada hari ini. 

Hambali belum mendapatkan kabar bahwa ada acara pelantikan pejabat pada hari ini. Padahal dia masih sebagai Sekda yang aktif. Ketika ia menanyakan kepada Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Syafrudin (sebelum dilantik pejabat yang baru Riadel Fitri), Syafrudin juga mengatakan tidak tahu. 

Setelah itu ia dapat kabar dari BKPSDM bahwa Sekda diminta jadi saksi pada prosesi pelantikan hari ini. “Proses mutasi ini saya tak ada dilibatkan sama sekali, tapi saya kan masih Sekda,” ungkap mantan Penjabat Bupati Kampar ini. 

“Memang bupati dan Wabup ini mau membunuh saya segera mungkin,  tapi saya tak mati-mati,” ulasnya tertawa. 

Ia mengaku mendapatkan undangan mendadak. “Apakah birokrasi begini. Sudah tak mengerti saya ini. Padahal masalah mutasi hal yang biasa,” bebernya lagi. 

Lebih lanjut Hambali mengaku tidak hadir pada acara pelantikan ini dan dia hanya mendapatkan kabar bahwa ia telah diberhentikan dari jabatan Sekda oleh  Bupati Ahmad Yuzar dan mendapatkan kabar, bupati telah menunjuk Ardi Mardiansyah yang juga Kepala Badan Perencanaan  Pembangunan (Bappeda) Kampar sebagai Pelaksana Harian (Plh) Sekda. 

Hambali mengungkapkan bahwa ia mengajukan pensiun dini dan berharap pensiunnya terhitung mulai 1 Januari 2026 dan berharap pensiun dari pegawai negeri sipil (PNS) dengan posisi masih sebagai Sekda. 

Dia juga mengungkapkan bahwa sebelum pensiun, ia mengajukan cuti untuk melaksanakan ibadah umroh pada 22 Desember 2025 mendatang. “Hari ini terhitung Plh udah ada. Saya justru bertanya, dari mana rumusnya. Saya belum pernah dapatkan sk pemberhentian. Nggak ngerti saya, saya kan belum dikasih tahu,” ucap Hambali sebelum menerima sk dari Wabup. 

Hambali juga menjelaskan soal penunjukan Plh. Jika ada Plh, artinya orang yang memegang jabatan tersebut masih ada. Penunjukan Plh bisa saja karena pejabat yang bersangkutan sedang keluar kota, melaksanakan pendidikan atau sedang cuti. 

Ia menuding kepemimpinan Ahmad Yuzar-Misharti menciptakan Kampar yang  tidak aman. Dia mencontohkan dalam pelantikan pejabat ini. Mestinya sebagai Sekda sebagai pimpinan tertinggi dalam hierarki birokrasi di daerah dan berfungsi sebagai orang yang membantu kepala daerah dalam menyusun kebijakan, mengkoordinasikan pelaksanaan tugas perangkat daerah, dan menyelenggarakan administrasi pemerintahan, pembangunan, dan kemasyarakatan mestinya dilibatkan dalam melakukan proses mutasi pegawai. 

“Saya tidak mau berkomentar banyak lagi sebenarnya karena hal yang saya sampaikan kebobrokan tim ini,” ulas Hambali yang menilai tidak ada profesionalisme Bupati dan Wabup dalam memimpin dan merusak birokrasi. 

Temui Wabup 

Setelah menggelar jumpa pers dengan wartawan, melalui ajudannya, Hambali mendapatkan perintah agar menemui Wabup Kampar Hj Misharti di ruangan kerjanya usai Salat Zuhur. 

Pada sorenya, kepada wartawan ia menceritakan hasil pertemuan itu. Hambali menyebutkan ternyata pertemuan itu dalam rangka penyerahan dua surat keputusan Bupati Kampar yakni pemberhentian sebagai PNS terhitung 1 Januari 2026 yang ditandatangani Tanggal 26 November 2025 dan pemberhentian nya sebagai pejabat pimpinan tinggi pratama (Sekda) Kampar. 

Kepada Wabup Hambali mempertanyakan kenapa tidak Bupati Kampar yang menyerahkan SK-nya. Wabup menyampaikan bahwa ia juga merupakan kepala daerah. Namun  Hambali mengatakan Wabup adalah wakil kepala daerah dan ia meminta Wabup membaca aturannya lagi.  

“Sama pula dengan kepala daerah. Jan kagodang-godangan lah bu Wabup saya bilang. Saya sampaikan, baca lagi undang-undangnya,” tutur Hambali. 

Setelah menerima SK, Hambali juga mengaku bingung bahwa dalam sk itu ia diberi jabatan baru sebagai Penelaah Teknis Kebijakan pada sekretariat Dinsoa Kabupaten Karnpar. “Tak ngerti saya. Saya tanya ke Pak Syafrudin (mantan Kepala BKPSDM red) tidak juga mengerti,” ungkapnya. 

Ia mengungkapkan masa pensiunnya terhitung 1 Januari 2026 dan surat dikeluarkan 26 Desember 2025 dan jabatannya sebagai Sekda sudah dicopot kemudian dikasih jabatan baru di Dinsos yang ia tidak mengerti apa maksudnya. 

Hambali mengaku khawatir ini akan menjadi permasalahan dikemudian hari. Selain itu, ia menilai bupati dan Wabup tidak memikirkan bagaimana kepentingan untuk masyarakat Kampar karena dengan kondisi sekarang, ada banyak administrasi yang harus ditandatangani oleh Sekda defenitif.

Di antaranya Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA)  pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2025. 

“Contohnya lagi orang nak ajukan GU (ganti uang red) tentu tak bisa Plh yang teken,” bebernya lagi. 

Dia menambahkan, banyak yang harus diselesaikan Sekda defenitif, maka ia ingin menyelesaikan tanggungjawab nya sebagai Sekda sampai semua urusan 2025 tuntas di tangannya. 

“Banyak akan diselesaikan.  Jadi, memang termasukpun ini karena emosi lupa kepentingan daerah.  Contohnya lagi, masalah anggaran yang disahkan tu (APBD 2026). Kan banyak rentetan itu yang jelas DPA nya. Tu ndak kan mau saya,” tegasnya lagi.

Ia juga mempertanyakan penggantian Edwar sebagai Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) dengan Dendi Zulheri yang juga riskan diganti saat kondisi seperti ini.

Agar adanya perimbangan berita ini, Bupati Kampar Ahmad Yuzar yang diminta konfirmasinya oleh wartawan  belum memberikan jawaban. Usai melantik sejumlah pejabat, Bupati kembali terlihat buru-buru meninggalkan wartawan yang ingin mewawancarainya. 

Sementara itu, Wakil Bupati Kampar Misharti usai acara ini sempat menerima permintaan wawancara. Ia mengatakan bahwa terkait dengan jabatan Plh Sekda, pemerintah sudah mendapatkan Pertimbangan Teknis (Pertek) dari Badan Kepegawaian Negara (BKN).

"Dan untuk itu pak Bupati Kampar menunjukkan Plh," ujar Misaharti usai pelantikan Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) di Aula Kantor Bupati, Bangkinang Kota, Senin (1/12/2025).

 

 

 

Sumber:: cakaplah.com


[Ikuti Bedelau.com


Bedelau.com

BERITA LAINNYA +INDEKS

Daerah

Polres Meranti Bongkar Jaringan Narkoba Internasional, 9,3 Kg Sabu Disita, Hampir 9 Kg Dimusnahkan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 08:30:00 WIB

SELATPANJANG, BEDELAU.COM--Peredaran narkotika jarin.

Daerah

Usai Didemo, Pemprov Riau akan Pertemukan Mahasiswa Unilak dan UIR dengan Plt Gubri

Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:55:33 WIB

BEDELAU.COM --Pemprov Riau berencana mempertemukan P.

Daerah

BMKG Buka Suara Soal Bau Menyengat di Pekanbaru

Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:53:16 WIB

BEDELAU.COM --Bau menyengat menyerupai bahan kimia y.

Daerah

DLHK Cek PLTU Hingga Wilayah Perbatasan, Sumber Aroma Gas di Pekanbaru Masih Misterius

Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:49:05 WIB

BEDELAU.COM --Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan .

Daerah

Bayi Ditemukan di Teras Rumah Pekanbaru, Polisi: Keluarga Diminta Datangi Dinsos

Selasa, 20 Oktober 2026 - 19:10:04 WIB

BEDELAU.COM --Polsek Bina Widya mengimbau jika ada o.

Daerah

Demo di Kantor Gubernur Riau, Mahasiswa Unilak Sampaikan Kritik Lewat Puisi

Selasa, 20 Oktober 2026 - 19:04:14 WIB

BEDELAU.COM --Aksi unjuk rasa Aliansi Mahasiswa Bada.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini

  • +INDEX
Bupati Asmar Siap Hadiri Upacara Hari Santri, Meranti Diusulkan Jadi Tuan Rumah Hari Santri Riau 2027
25 Oktober 2026
Kawal Instruksi Wali Kota, Kabid SD Pastikan Gotong Royong Massal Bulanan Berjalan Penuh Semangat
24 Oktober 2026
Pemkab Meranti Bahas Isu LGBT, Fokus pada Pencegahan dan Pemetaan Titik Rawan
23 Oktober 2026
Jumat Berkah Subuh Hadir di Masjid Madinah Japakeh, Iskandar Idris Koordinasikan Gerakan Berbagi di Pidie Jaya
23 Oktober 2026
Hadiri Rakornas TPAKD 2026, Bupati Asmar Dorong Perluasan Akses Keuangan Masyarakat Meranti
23 Oktober 2026
Polres Meranti Bongkar Jaringan Narkoba Internasional, 9,3 Kg Sabu Disita, Hampir 9 Kg Dimusnahkan
23 Oktober 2026
Buron Dua Pekan, Pria Pelaku Pencabulan Anak Ini Akhirnya Ditangkap
21 Oktober 2026
Bisnis Gelap Solar Subsidi di Siak yang Dibongkar Polda Riau, 2 Orang Ditahan
21 Oktober 2026
Usai Didemo, Pemprov Riau akan Pertemukan Mahasiswa Unilak dan UIR dengan Plt Gubri
21 Oktober 2026
BMKG Buka Suara Soal Bau Menyengat di Pekanbaru
21 Oktober 2026

Terpopuler

  • +INDEX
  • 1 Cegah Karhutla Sejak Dini, Magister Pendidikan Biologi UNRI Edukasi Santri MA Al-Munawwarah tentang Gambut
  • 2 Sasar Wisma di Pangkalan Kerinci, Polisi Ciduk Pria Positif Narkoba
  • 3 Polisi Sisir 8 THM di Pekanbaru, Dua Pengunjung Positif Narkoba
  • 4 Puluhan Triliun Denda Sawit Dalam Kawasan Hutan Mengalir ke Pusat, Daerah Penghasil Gigit Jari?
  • 5 IHSG dan Rupiah Hancur! Airlangga Tagih Bukti Reformasi BEI di Tengah Ancaman MSCI
  • 6 Wow! Mulai Tahun Ini Gaji ASN Dibayarkan Lewat Koperasi Merah Putih
  • 7 Beras Rp60 Ribu dan Telur Rp49 Ribu, Catat 5 Lokasi Pasar Murah Pemprov Riau Pekan Ini

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

Bedelau.com ©2021 | All Right Reserved