Pilihan
Silaturrahmi Akbar, IKA FIA Unilak Gelar Parade Musik dan Lagu
Ketua PWI Riau Buka Resmi Agenda OKK Calon Anggota Baru Tahun 2025
Bupati Bengkalis yang Tak Anti Kritik
Ciri Khas Warna Kuning, Masjid Kuning Miliki Sejarah Panglima Minal
Kasus Pelecehan, Warga Sintong Kembali Datangi Mapolres Rohil: “Jangan Abaikan Kasus Anak Kami!”
BEDELAU.COM --- Gelombang kekecewaan warga Kepenghuluan Sintong, Kecamatan Tanah Putih, Kabupaten Rokan Hilir, memuncak. Untuk kedua kalinya, puluhan warga mendatangi Markas Polres Rokan Hilir, Selasa (17/2/2026) sekitar pukul 23.00 WIB, menuntut kepastian hukum atas dugaan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur yang dilaporkan terjadi pada Senin (15/2/2026).
Tekanan publik semakin menguat setelah beredarnya video di Facebook yang memperlihatkan detik-detik penangkapan terduga pelaku oleh masyarakat. Dalam rekaman yang viral tersebut, seorang pria diamankan warga sebelum akhirnya diserahkan kepada pihak kepolisian. Video itu memantik kemarahan sekaligus simpati publik dan memperluas sorotan terhadap kasus ini.
Warga menilai, dengan adanya video penangkapan yang beredar luas, proses hukum seharusnya berjalan lebih cepat dan transparan. Namun yang terjadi justru sebaliknya. Terduga pelaku berinisial JA (31), warga Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, yang diketahui bekerja pada salah satu perusahaan subkontraktor PT GWDC di wilayah kerja Pertamina Hulu Rokan, dipulangkan setelah menjalani pemeriksaan. Penyidik menyatakan alat bukti belum mencukupi untuk dilakukan penahanan.
Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Rokan Hilir, Darlin Sitorus, SH, menegaskan bahwa pemulangan tersebut telah sesuai prosedur.
"Laporan masih memerlukan tambahan alat bukti dan keterangan saksi. Karena belum terpenuhi, yang bersangkutan dipulangkan sekitar pukul 17.00 WIB,” ujarnya.
Namun pernyataan itu belum mampu meredam kekecewaan warga. Mereka mempertanyakan transparansi dan keseriusan penanganan kasus, apalagi menyangkut korban anak di bawah umur.
'Kami tidak datang untuk rusuh. Kami hanya ingin kejelasan. Ini menyangkut keselamatan anak di kampung kami,” tegas Amat, salah seorang Ninik Mamak Sintong, didampingi Wira dan Wahyu.
Warga juga menyoroti minimnya komunikasi kepada keluarga korban terkait perkembangan pemeriksaan. Mereka khawatir pemulangan terduga pelaku justru menimbulkan rasa tidak aman di tengah masyarakat.
“Kalau memang belum cukup bukti, jelaskan secara terbuka. Jangan sampai muncul kesan kasus ini dibiarkan atau diperlambat,” ujar salah seorang warga dengan nada kecewa.
Di tengah situasi yang memanas, beredar pula informasi di masyarakat bahwa terduga pelaku diduga pernah terlibat kasus serupa di wilayah lain. Informasi tersebut belum dapat diverifikasi secara resmi oleh pihak kepolisian.
Meski diliputi emosi, warga menegaskan tetap menghormati proses hukum dan menyerahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum. Namun mereka mendesak agar penyelidikan dilakukan secara profesional, objektif, dan terbuka.
“Kami percaya hukum. Tapi hukum juga harus memberi rasa aman dan keadilan. Jangan sampai kepercayaan masyarakat hilang,” ujar perwakilan warga.
Kasus ini kini menjadi sorotan luas, terutama di media sosial. Warga Sintong berharap kepolisian segera menyampaikan perkembangan terbaru, memperkuat perlindungan terhadap korban, serta memastikan perkara ini ditangani secara serius sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Sumber: SM News.com
Mangrove Rohil Dibabat Alat Berat, Polisi Sita Ekskavator dan Tetapkan Tersangka
BEDELAU.COM --Hutan mangrove di pesisir Riau ternyat.
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Ternyata Sedang Diperiksa Tim 9
BEDELAU.COM --Mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana .
Kecam Dugaan Pemukulan Wartawan di Siak, Desak Polisi Usut hingga Aktor Intelektual
BEDELAU.COM --Pemimpin Redaksi Tribun Pekanbaru, Erw.
Bongkar Dua Sindikat Curanmor, Polisi Bekuk 11 Pelaku di Pekanbaru
BEDELAU.COM --11 orang pelaku curanmor berhasil di r.
Abdul Wahid Sebut JPU Jadi "Advokat" Dani, Replik Dinilai Penuh Narasi dan Asumsi
BEDELAU.COM --Gubernur Riau nonaktif Abdul Wahid mel.
Kejati Riau Geledah Disdik, Tiga Boks Dokumen Dugaan Korupsi Smart Board Disita
BEDELAU.COM --Tim Penyidik Bidang Tindak Pidana Khus.








