Pilihan
Silaturrahmi Akbar, IKA FIA Unilak Gelar Parade Musik dan Lagu
Ketua PWI Riau Buka Resmi Agenda OKK Calon Anggota Baru Tahun 2025
Bupati Bengkalis yang Tak Anti Kritik
Ciri Khas Warna Kuning, Masjid Kuning Miliki Sejarah Panglima Minal
Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho
BEDELAU.COM --Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) tahap pertama di Provinsi Riau sudah berakhir. Operasi tahap pertama, setidaknya 35 ton garam (NaCl) telah disemai ke awan potensial hujan selama pelaksanaan kegiatan.
Kegiatan itu sebagai upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Riau. Meski berakhir, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) berencana melanjutkan operasi modifikasi cuaca tahap kedua pada April mendatang.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD dan Damkar) Riau M Edy Afrizal melalui Kepala
Bidang Kedaruratan dan Logistik, Jim Ghafur mengatakan, langkah modifikasi cuaca sangat dibutuhkan untuk membantu proses pemadaman kebakaran, terutama di wilayah yang sulit dijangkau tim darat.
Menurutnya, kondisi cuaca yang panas, angin yang cukup kencang, serta karakteristik lahan gambut di Riau membuat api mudah menjalar dan sulit dipadamkan tanpa dukungan hujan.
Sementara itu, hingga saat ini tercatat masih ada empat daerah di Riau yang dilaporkan mengalami kebakaran hutan dan lahan.
"Saat ini ada empat daerah yang masih terjadi karhutla, yakni di Kampar tepatnya di Rimbo Panjang, Indragiri Hilir di wilayah Gaung, Pelalawan di Teluk Meranti, serta Bengkalis di Pulau Rupat," kata Jim Gafur, Jumat (12/3/2026).
Di Kabupaten Kampar misalnya, kebakaran masih terjadi di kawasan Jalan Niaga, Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang. Tim gabungan hingga kini masih berjibaku melakukan pemadaman agar api tidak meluas, terutama karena lokasinya cukup dekat dengan permukiman warga.
Selain itu, kebakaran juga terjadi di wilayah Kecamatan Gaung, Kabupaten Indragiri Hilir, kemudian di Teluk Meranti Kabupaten Pelalawan serta di Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis.
Meski demikian, beberapa titik api yang sebelumnya muncul di Pekanbaru berhasil dikendalikan oleh petugas. "Kemarin di Pekanbaru juga ada beberapa titik, tapi sudah berhasil dipadamkan," katanya.
Sumber: cakaplah.com
Polres Meranti Bongkar Jaringan Narkoba Internasional, 9,3 Kg Sabu Disita, Hampir 9 Kg Dimusnahkan
SELATPANJANG, BEDELAU.COM--Peredaran narkotika jarin.
Usai Didemo, Pemprov Riau akan Pertemukan Mahasiswa Unilak dan UIR dengan Plt Gubri
BEDELAU.COM --Pemprov Riau berencana mempertemukan P.
BMKG Buka Suara Soal Bau Menyengat di Pekanbaru
BEDELAU.COM --Bau menyengat menyerupai bahan kimia y.
DLHK Cek PLTU Hingga Wilayah Perbatasan, Sumber Aroma Gas di Pekanbaru Masih Misterius
BEDELAU.COM --Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan .
Bayi Ditemukan di Teras Rumah Pekanbaru, Polisi: Keluarga Diminta Datangi Dinsos
BEDELAU.COM --Polsek Bina Widya mengimbau jika ada o.
Demo di Kantor Gubernur Riau, Mahasiswa Unilak Sampaikan Kritik Lewat Puisi
BEDELAU.COM --Aksi unjuk rasa Aliansi Mahasiswa Bada.








