• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Opini
  • Advertorial
  • Nasional
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Rohul
    • Rohil
    • Inhu
    • Inhil
    • Kuansing
    • Meranti
  • Dunia
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • More
    • Hukrim
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar

Pilihan

  • +INDEX
Silaturrahmi Akbar, IKA FIA Unilak Gelar Parade Musik dan Lagu
Dibaca : 1e3 Kali
Ketua PWI Riau Buka Resmi Agenda OKK Calon Anggota Baru Tahun 2025
Dibaca : 1e3 Kali
Bupati Bengkalis yang Tak Anti Kritik
Dibaca : 1e3 Kali
Ciri Khas Warna Kuning, Masjid Kuning Miliki Sejarah Panglima Minal
Dibaca : 1e3 Kali
Hasil Putusan PTUN, Posisi Ketua DPRD Bengkalis Dikembalikan kepada Khairul Umam
Dibaca : 1e3 Kali

  • Home
  • Hukrim
  • Pekanbaru

Gagal Gelapkan MinyaKita 20 ton, Sopir Truk Dihabisi Secara Sadis di Pekanbaru

Redaksi

Ahad, 24 Mei 2026 19:26:35 WIB
Cetak
Gagal Gelapkan MinyaKita 20 ton, Sopir Truk Dihabisi Secara Sadis di Pekanbaru

BEDELAU.COM --Teka-teki kematian sopir truk Heri Supriadi (56) yang ditemukan dalam kondisi tubuh dan kepala dilakban dalam mobil box ekspedisi berisi MinyaKita akhirnya terjawab. Polisi berhasil menangkap tiga orang pelaku dan satu lainnya masih diburu.

Pengungkapan dilakukan Tim Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Pekambaru dibantu Brimob Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Riau.

Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Muharman Arta, menjelaskan pengungkapan kasus bermula dari laporan pihak perusahaan ekspedisi yang mencurigai pergerakan kendaraan karena sistem pelacakan Global Positioning System (GPS).

 “GPS kendaraan tidak sesuai rute, dari Medan ke Lampung. Kendaraan bergerak tidak wajar di wilayah Riau hingga akhirnya terpantau berhenti di satu titik," ujar Muharman saat ekspos di Mapolresta Pekanbaru, Ahad (24/6/2026).

Setelah dilakukan pengecekan, ditemukan korban dalam kondisi sudah tidak bernyawa di kendaraan operasional pengangkut barang di Jalan SM Amin, Kecamatan Payung Sekaki, Ahad, 3 Mei 2026.

"Jenazah korban dalam kondisi tidak wajar, dengan tubuh terikat dan wajah dilakban rapat," kata Muharman didampingi Kanit Brimob Jatranras Ditreskrimum Polda Riau, Kompol Rainly Labolaang, Kasatreskrim Polresta, AKP Anggi Rian Diansyah dan Kapolsek Payung Sekaki, Rafidin L.Gaol.

Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) yang melibatkan tim laboratorium forensik, polisi menemukan sejumlah petunjuk yang kemudian mengarah pada identitas pelaku.

Tim gabungan melakukan penyelidikan hingga berhasil mengamankan tiga orang pelaku di sejumlah lokasi berbeda. Sementara pelaku berinisial AN masih berstatus daftar pencarian orang (DPO).

"Tiga orang pelaku ditangkap berinisial FG, AN dan AS sedangkan satu pelaku lainnya berinisial AN masih diburu,' ungkap Muharman 

FG diketahui merupakan sopir mobil ekspedisi sekaligus otak perencana kejahatan. Ia ditangkap di wilayah Binjai, Sumatera Utara, pada 21 Mei 2026. Sementara ZN diamankan di Langkat pada 22 Mei 2026, dan AS ditangkap di wilayah Mandau.

“FG adalah otak pelaku yang merancang seluruh aksi. Sedangkan ZN dan AN berperan mengikat serta melakban korban. AS membantu dengan menyediakan lakban dan airsoft gun,” jelas Muharman.

Berdasarkan hasil penyidikan, motif awal para pelaku adalah upaya penggelapan muatan ekspedisi bermuatan 20 ton MinyaKita dengan nilai Rp400 juta.

FG berupaya membujuk HS untuk menyelewengkan MinyaKita. Namun rencana tersebut berkembang menjadi pembunuhan setelah korban berinisial HS menolak terlibat dalam kejahatan tersebut.

Para pelaku kemudian merancang skenario seolah-olah terjadi perampokan di perjalanan. Aksi tersebut dilakukan secara terencana sejak 2 hingga 3 Mei 2026, hingga korban akhirnya ditemukan meninggal dunia di dalam kendaraan.

Hasil visum dan autopsi menunjukkan korban mengalami kekerasan tumpul serta meninggal akibat kondisi tercekik dan kekurangan oksigen setelah wajahnya dilakban secara rapat.

Saat penangkapan, FG dan AN terpaksa dihadiahi timah panas sedangkan AS tidak. "Pelaku melawan saat ditangkap hingga diambil tindakan terukur. Sementara AS langsung mengakui perbuatannya," ungkap Muharman.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 340 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang pembunuhan berencana dengan ancaman pidana mati atau penjara seumur hidup.

Muharman menyatakan, penyidik masih melakukan pengembangan kasus untuk memburu satu pelaku lain yang masih buron serta mendalami kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain dalam jaringan kejahatan tersebut.*

 

 

 

Sumber: cakaplah.com


[Ikuti Bedelau.com


Bedelau.com

BERITA LAINNYA +INDEKS

Hukrim

Buron Dua Pekan, Pria Pelaku Pencabulan Anak Ini Akhirnya Ditangkap

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:01:26 WIB

BEDELAU.COM --Sebuah pencarian ayah berakhir di ruan.

Hukrim

Bisnis Gelap Solar Subsidi di Siak yang Dibongkar Polda Riau, 2 Orang Ditahan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:59:37 WIB

BEDELAU.COM --Praktik dugaan perdagangan ilegal baha.

Hukrim

Kera Diduga Picu Blackout Batam-Bintan, Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka

Selasa, 20 Oktober 2026 - 19:00:07 WIB

BEDELAU.COM --Seekor kera yang masuk ke area gardu i.

Hukrim

Sabu 56,64 Gram dan 28 Cartridge Etomidate Disita dari Kamar Kos Perempuan di Pekanbaru

Senin, 19 Oktober 2026 - 16:42:39 WIB

BEDELAU.COM --Satresnarkoba Polresta Pekanbaru mengu.

Hukrim

Sasar Wisma di Pangkalan Kerinci, Polisi Ciduk Pria Positif Narkoba

Ahad, 18 Oktober 2026 - 19:52:26 WIB

BEDELAU.COM --Satuan Reserse Narkoba Kepolisian Reso.

Hukrim

Polisi Sisir 8 THM di Pekanbaru, Dua Pengunjung Positif Narkoba

Ahad, 18 Oktober 2026 - 19:45:01 WIB

BEDELAU.COM --Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau .

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini

  • +INDEX
Pemkab Meranti Bahas Isu LGBT, Fokus pada Pencegahan dan Pemetaan Titik Rawan
23 Oktober 2026
Jumat Berkah Subuh Hadir di Masjid Madinah Japakeh, Iskandar Idris Koordinasikan Gerakan Berbagi di Pidie Jaya
23 Oktober 2026
Hadiri Rakornas TPAKD 2026, Bupati Asmar Dorong Perluasan Akses Keuangan Masyarakat Meranti
23 Oktober 2026
Polres Meranti Bongkar Jaringan Narkoba Internasional, 9,3 Kg Sabu Disita, Hampir 9 Kg Dimusnahkan
23 Oktober 2026
Buron Dua Pekan, Pria Pelaku Pencabulan Anak Ini Akhirnya Ditangkap
21 Oktober 2026
Bisnis Gelap Solar Subsidi di Siak yang Dibongkar Polda Riau, 2 Orang Ditahan
21 Oktober 2026
Usai Didemo, Pemprov Riau akan Pertemukan Mahasiswa Unilak dan UIR dengan Plt Gubri
21 Oktober 2026
BMKG Buka Suara Soal Bau Menyengat di Pekanbaru
21 Oktober 2026
DLHK Cek PLTU Hingga Wilayah Perbatasan, Sumber Aroma Gas di Pekanbaru Masih Misterius
21 Oktober 2026
Bayi Ditemukan di Teras Rumah Pekanbaru, Polisi: Keluarga Diminta Datangi Dinsos
20 Oktober 2026

Terpopuler

  • +INDEX
  • 1 Cegah Karhutla Sejak Dini, Magister Pendidikan Biologi UNRI Edukasi Santri MA Al-Munawwarah tentang Gambut
  • 2 Wow! Mulai Tahun Ini Gaji ASN Dibayarkan Lewat Koperasi Merah Putih
  • 3 SF Hariyanto Sebut Asap Riau Berasal dari Karhutla Sumsel dan Jambi
  • 4 Dulu Prabowo Tegas Minta Karhutla Jadi Bencana Nasional
  • 5 Lapas Pasir Pangarayan dan Tim Gabungan Temukan Kembali Warga Binaan yang Kabur
  • 6 Kabut Asap Karhutla Selimuti Perairan, KSOP Bengkalis Imbau Kapal Waspadai Jarak Pandang
  • 7 PJJ Bukan Libur Jalan-Jalan, Anak Pekanbaru Kini Dikejar Ancaman Asap

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

Bedelau.com ©2021 | All Right Reserved