• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Opini
  • Advertorial
  • Nasional
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Rohul
    • Rohil
    • Inhu
    • Inhil
    • Kuansing
    • Meranti
  • Dunia
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • More
    • Hukrim
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar

Pilihan

  • +INDEX
Silaturrahmi Akbar, IKA FIA Unilak Gelar Parade Musik dan Lagu
Dibaca : 1e3 Kali
Ketua PWI Riau Buka Resmi Agenda OKK Calon Anggota Baru Tahun 2025
Dibaca : 1e3 Kali
Bupati Bengkalis yang Tak Anti Kritik
Dibaca : 1e3 Kali
Ciri Khas Warna Kuning, Masjid Kuning Miliki Sejarah Panglima Minal
Dibaca : 1e3 Kali
Hasil Putusan PTUN, Posisi Ketua DPRD Bengkalis Dikembalikan kepada Khairul Umam
Dibaca : 1e3 Kali

  • Home
  • Daerah
  • Bengkalis

Polres Bengkalis Tetapkan Tersangka Tunggal

Teka-Teki Pembunuhan Sadis Bocah 12 Tahun di Ketam Putih Terungkap

Redaksi

Jumat, 09 Juli 2021 16:41:05 WIB
Cetak
Teka-Teki Pembunuhan Sadis Bocah 12 Tahun di Ketam Putih Terungkap
EKSPOSE : Kapolres Bengkalis AKBP Hendra Gunawan didampingi Kasat Reskrim Polres Bengkalis AKP Meki Wahyudi, SIK saat ekspose pengungkapan kasus pembunuhan bocah 12 Tahun di Desa Ketamputih, Jumat (9/

BENGKALIS,BEDELAU.COM — Sepandai-pandainya menyimpan bangkai pasti ketahuan juga. Pribahasa itu ditujukan kepada In (48) warga Jalan Parit Masjid, Desa Ketamputih, Kecamatan Bengkalis. In merupakan pelaku pembunuhan terhadap bocah usia 12 Tahun, RW yang terjadi 17 Juni 2021 lalu.

Terungkapnya kasus pembunuhan sadis tersebut ternyata modusnya adalah melakukan sodomi terhadap korban. Sebelum dibunuh secara keji, RW sempat diajak berhubungan intim oleh tersangka In, yang tak lain seorang pria peternak Kambing di desa setempat.

Kasus ini terungkap atas kehati-hatian pihak kepolisian, yang dibantu berbagai pihak mengungkapnya, baik mengumpulkan para saksi dan barang bukti (BB), sehingga dapat disimpulkan kasus tersebut.

"Pelaku melakukan pembunuhan secara keji terhadap korban setelah melakukan sodomi terhadap korban dan korban mengatakan ke pelaku. Sudalah, Jangan lakukan lagi selapas ini aku mengadu kepada Ayahku" kata Kapolres Bengkalis AKBP Hendra Gunawan, Jumat (9/7/2021) saat konfrensi pers terhadap pengungkapan tersebut.

Dikatakan AKBP Hendra, atas ucapan dari korban, membuat pelaku marah dan berusaha mengambil sebilah parang sekitar lokasi ditemukannya mayat bocah 12 tahun tersebut. Parang yang diambilnya itu kerap digunakan untuk mencari rumput ternak kambing dan itik miliknya. Lokasi parang dari lokasi kejadian, sekitar 20 meter.

Sebelum membunuh korban, pelaku sempat melampiaskan sahwatnya disemak-semak yang tidak jauh dari lokasi terbunuhnya korban selama kurang lebih 5 menit, hubungan intim sesama jenis.

Kapolres Bengkalis AKBP Hendra yang turut didampingi Kasat Reskrim AKP Meki Wahyudi dan P2TP2A Kabupaten Bengkalis Elly Kusumawati SH menerangkan, jika korban saat dihabisi nyawanya sempat menjerit minta tolong. Namun karena kondisi sepi, tak satupun warga yang mendengar jeritan korban tersebut.

"Tindak pidana pembunuhan ini berawal pelaku bertemu U untuk mengajak korban, ketemu pelaku pukul 14.00 WIB dan pelaku memberikan upah ke U sebesar Rp. 10 ribu - untuk uang bensin setelah mengantar RW ke lokasi pada pukul 18.30 WIB dan U meninggalkan korban. Saat itulah pelaku melakukan sodomi terhadap korban, karena korban mengancam pelaku maka pelaku kalap lansung melakukan pembunuhqn sempat korban meminta tolong tapi tidak ada yang mendengar," ungkap AKBP Hendra.

Ketika menghabisi nyawa korban, pelaku mengakui telah mengayunkan parang secara membabi buta. Korban pun sempat menangkisnya. Namun karena tenaga pelaku lebih kuat, sehingga parang itu mengoyak-ngoyak kedua tangan korban, hingga akhirnya korban tumbang dan terlentak disemak-semak belukar, hingga parang itu mengenai wajah, serta menggorokkan parang ke leher korban hingga korban tewas, bersimbah darah.

"Saksi yang sudah kita periksa, sebanyak 18 orang warga sekitar TKP terutama yang mengenal korban dan pelaku dan dipastikan pelaku mempunyai alibi. Dangan pembuktian dari sanksi dan barang bukti baik parang dan pakaian yang dipakai korban dan pelaku juga kondisi korban ke lab. DNA Mabes Polri memakan waktu 3 Minggu maka kita punya alat bukti yang kuat untuk membantah alibi si pelaku,"ungkap AKBP Hendra Gunawan didampingi Kasat Reskrim AKP Meki Wahyudi, SIK.(kr)


[Ikuti Bedelau.com


Bedelau.com

BERITA LAINNYA +INDEKS

Daerah

Polres Meranti Bongkar Jaringan Narkoba Internasional, 9,3 Kg Sabu Disita, Hampir 9 Kg Dimusnahkan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 08:30:00 WIB

SELATPANJANG, BEDELAU.COM--Peredaran narkotika jarin.

Daerah

Usai Didemo, Pemprov Riau akan Pertemukan Mahasiswa Unilak dan UIR dengan Plt Gubri

Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:55:33 WIB

BEDELAU.COM --Pemprov Riau berencana mempertemukan P.

Daerah

BMKG Buka Suara Soal Bau Menyengat di Pekanbaru

Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:53:16 WIB

BEDELAU.COM --Bau menyengat menyerupai bahan kimia y.

Daerah

DLHK Cek PLTU Hingga Wilayah Perbatasan, Sumber Aroma Gas di Pekanbaru Masih Misterius

Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:49:05 WIB

BEDELAU.COM --Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan .

Daerah

Bayi Ditemukan di Teras Rumah Pekanbaru, Polisi: Keluarga Diminta Datangi Dinsos

Selasa, 20 Oktober 2026 - 19:10:04 WIB

BEDELAU.COM --Polsek Bina Widya mengimbau jika ada o.

Daerah

Demo di Kantor Gubernur Riau, Mahasiswa Unilak Sampaikan Kritik Lewat Puisi

Selasa, 20 Oktober 2026 - 19:04:14 WIB

BEDELAU.COM --Aksi unjuk rasa Aliansi Mahasiswa Bada.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini

  • +INDEX
Hadiri Rakornas TPAKD 2026, Bupati Asmar Dorong Perluasan Akses Keuangan Masyarakat Meranti
23 Oktober 2026
Polres Meranti Bongkar Jaringan Narkoba Internasional, 9,3 Kg Sabu Disita, Hampir 9 Kg Dimusnahkan
23 Oktober 2026
Buron Dua Pekan, Pria Pelaku Pencabulan Anak Ini Akhirnya Ditangkap
21 Oktober 2026
Bisnis Gelap Solar Subsidi di Siak yang Dibongkar Polda Riau, 2 Orang Ditahan
21 Oktober 2026
Usai Didemo, Pemprov Riau akan Pertemukan Mahasiswa Unilak dan UIR dengan Plt Gubri
21 Oktober 2026
BMKG Buka Suara Soal Bau Menyengat di Pekanbaru
21 Oktober 2026
DLHK Cek PLTU Hingga Wilayah Perbatasan, Sumber Aroma Gas di Pekanbaru Masih Misterius
21 Oktober 2026
Bayi Ditemukan di Teras Rumah Pekanbaru, Polisi: Keluarga Diminta Datangi Dinsos
20 Oktober 2026
Demo di Kantor Gubernur Riau, Mahasiswa Unilak Sampaikan Kritik Lewat Puisi
20 Oktober 2026
Kera Diduga Picu Blackout Batam-Bintan, Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka
20 Oktober 2026

Terpopuler

  • +INDEX
  • 1 Wow! Mulai Tahun Ini Gaji ASN Dibayarkan Lewat Koperasi Merah Putih
  • 2 SF Hariyanto Sebut Asap Riau Berasal dari Karhutla Sumsel dan Jambi
  • 3 Dulu Prabowo Tegas Minta Karhutla Jadi Bencana Nasional
  • 4 Lapas Pasir Pangarayan dan Tim Gabungan Temukan Kembali Warga Binaan yang Kabur
  • 5 Kabut Asap Karhutla Selimuti Perairan, KSOP Bengkalis Imbau Kapal Waspadai Jarak Pandang
  • 6 PJJ Bukan Libur Jalan-Jalan, Anak Pekanbaru Kini Dikejar Ancaman Asap
  • 7 Antrean BBM Riau Mengular, SF Hariyanto Kini Tagih Pertamina: Jangan Main-Main!

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

Bedelau.com ©2021 | All Right Reserved