• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Opini
  • Advertorial
  • Nasional
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Kampar
    • Pelalawan
    • Siak
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Rohul
    • Rohil
    • Inhu
    • Inhil
    • Kuansing
    • Meranti
  • Dunia
  • Politik
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Pemerintahan
  • More
    • Hukrim
    • Pendidikan
    • Olahraga
    • Video
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar

Pilihan

  • +INDEX
Silaturrahmi Akbar, IKA FIA Unilak Gelar Parade Musik dan Lagu
Dibaca : 1e3 Kali
Ketua PWI Riau Buka Resmi Agenda OKK Calon Anggota Baru Tahun 2025
Dibaca : 1e3 Kali
Bupati Bengkalis yang Tak Anti Kritik
Dibaca : 1e3 Kali
Ciri Khas Warna Kuning, Masjid Kuning Miliki Sejarah Panglima Minal
Dibaca : 1e3 Kali
Hasil Putusan PTUN, Posisi Ketua DPRD Bengkalis Dikembalikan kepada Khairul Umam
Dibaca : 1e3 Kali

  • Home
  • Daerah
  • Kampar

Kisruh Ganti Rugi Lahan Tol, Begini Suasana Panas Hearing DPRD Kampar

Redaksi

Selasa, 21 September 2021 19:48:13 WIB
Cetak
Kisruh Ganti Rugi Lahan Tol, Begini Suasana Panas Hearing DPRD Kampar
Rapat dengar pendapat (RDP) yang digelar DPRD Kabupaten Kampar, Senin (20/9/2021) sore

KAMPAR, BEDELAU.COM --Rapat dengar pendapat (RDP) yang digelar DPRD Kabupaten Kampar, Senin (20/9/2021) sore menyikapi protes para pemilik lahan yang akan dibangun jalan tol di Desa Sungai Pinang, Kecamatan Tambang berlangsung panas dan tegang.

Bertubi-tubi pertanyaan diajukan oleh para wakil rakyat hingga Tim Kuasa Hukum dari masyarakat dari Kantor Pengacara Boy Gunawan, SH.

Ketua DPRD Kabupaten Kampar Muhammad Faisal, Ketua Komisi I Muhammad Anshor yang memimpin RDP dan beberapa wakil rakyat yang hadir terlihat beberapa kali menyampaikan pendapat dan pertanyaan bernada tinggi kepada perwakilan Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) yang diwakili Veni dan kawan-kawan serta dari Kantor Pertanahan Kabupaten Kampar serta pihak Pelaksana Pengadaan Tanah (PPT). Hearing ini juga secara bergantian dipimpin oleh Ketua Komisi III Zulpan Azmi.

Ikut hadir dalam RDP ini Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Kampar Dedi Kurniawan, Sekretaris Pelaksana Pengadaan Tanah (P2T) Lucy Novianty, Manajer Teknik PT HKI M Razi, Kepala Desa Sungai Pinang dan beberapa perwakilan organisasi perangkat daerah.

Ketua DPRD Kampar M Faisal menyampaikan, hearing ini sengaja digelar karena ada pengaduan dari masyarakat karena kecewa dengan sistem dan nilai ganti rugi terhadap lahan mereka yang akan dibangun jalan tol di Desa Sungai Pinang.

Menurut pengakuan masyarakat kepada dirinya, proses ganti rugi tanpa adanya sosialisasi mengenai tata cara ganti rugi lahan sesuai Undang-Undang (UU) Nomor 2 Tahun 2012 tentang Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan Untuk Kepentingan Umum.

Dalam sebuah pertemuan lanjutan, masyarakat mengaku kaget karena disodorkan amplop oleh JKPP mengenai nilai ganti rugi lahan mereka. Jika masyarakat tidak setuju maka tim apraisal tersebut meminta masyarakat menempuh jalur hukum (pengadilan).

Persoalan lain yang dikesalkan Faisal adalah mengenai perbedaan harga lahan yang satu dengan yang lainnya cukup mencolok meski kadangkala lahan tersebut sepadan. Ia menegaskan bahwa jangan ada pilih kasih terhadap masyarakat.

"Ada yang enam ratus ribu (per meter persegi red), ada yang tiga puluh ribu. Lalu di seberang jalan sembilan ratus ribu sampai dua ratus ribu permeter. Apakah ada beda NJOP di sini?," tanya Faisal dengan nada tinggi. Ia meminta pihak terkait jangan semena-mena memperlakukan masyarakat yang awam.

Salah seorang masyarakat pemilih lahan H Husin dalam pertemuan itu mengungkapkan, dalam musyawarah pertama sampai kelima tidak ada bermusyawarah masalah harga sebagaimana pengakuan KJPP. Husin juga mempertanyakan dasar penetapan harga lahan masyarakat yang bedanya mencolok padahal satu hamparan.

Sementara itu, kuasa hukum masyarakat Boy Gunawan dalam hearing ini menyampaikan, berdasarkan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2012 tentang Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan Untuk Kepentingan Umum, maka ia meyakini proses ganti rugi lahan tidak sesuai prosedur. "Ada keluhan masyarakat nilai tanahnya luasnya 200 cuma diganti rugi 100. Artinya setelah dikuasai tol 200, tapi yang diganti rugi 100," tegas Boy.

Atas persoalan tersebut Ketua Komisi I DPRD Kampar Muhammad Anshor setuju masalah ini akan disampaikan ke Akan sampaikan ke MAPI (Masyarakat Profesi Penilai Indonesia).

"Ini akan direkomendasikan untuk diperiksa," tegas politisi PPP tersebut.

Dalam RDP ini sejumlah dewan termasuk ketua DPRD Kampar terlihat beberapa kali marah mendengar jawaban yang disampaikan Veni dari KJPP. Salah satu adalah mengenai jawaban atas penentuan harga yang disampaikan Veni.

Anggota Komisi III DPRD Kampar Juswari Umar Said bahkan mengingatkan para pihak yang terlibat dalam ganti rugi lahan tol agar berhati-hati karena. "Undang-Undang Nomor 2 tentang Ganti Rugi jelas ada tahapan yang harus dilalui. Apakah ada dilalui atau tidak apakah main todong atau bagaimana," tegas pria yang basicnya pengacara tersebut.

Pihak KJPP yang diwakili Veni menyampaikan penentuan harga ganti rugi lahan tidak ada hubungan sama sekali dengan NJOP (nilai jual objek pajak) namun mereka melakukan pekerjaan berdasarkan Undang-Undang (UU) Nomor 2 Tahun 2012 tentang Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan Untuk Kepentingan Umum.

Mengenai adanya pernyataan masyarakat yang dikasih amplop saat musyawarah itu adalah musyawarah bentuk ganti kerugian.

"Tak ada negosiàsi harga, yang ada musyawarah bentuk kerugian. Musyawarah bentuk ganti kerugian bukan musyawarah menentukan nilai," terangnya.

Terjadinya perbedaan harga ganti rugi lahan karena peruntukan lahan yang membedakan, misalnya apakah lahan itu perkebunan, tanah kapling atau perumahan.

Veni menegaskan bahwa tak ada satupun niat mereka mau merugikan masyarakat karena mereka ingin pembangunan jalan tol terlaksana. "Kami bekerja sesuai aturan berlaku. Kalau tak patuh kami yang akan diborgol," kata Veni.

Ia menambahkan, jika ada perbedaan pendapat maka jalur hukumnya ada.

Setelah hearing berjalan sekira dua jam, pimpinan RDP pengganti Zulpan Azmi membacakan beberapa kesimpulan RDP.

Kesimpulan pertama bahwa DPRD Kampar akan menyurati MAPI untuk meminta data yang diperdebatkan dan akan memanggil pihak MAPI.

Selanjutnya DPRD akan membahas dalam rapat internal tentang rencana investigasi akuntan publik berdasarkan keputusan rapat internal yang diikuti pimpinan, Komisi I, II dan III.

"Kami menganggap tidak fair. Karena masyarakat merasa dirugikan. Kami minta jasa akuntan publik mengaudit ini," tegas Ketua DPD PAN Kampar tersebut.

Selain itu DPRD juga akan melakukan pengecekan ke lapangan. "Informasi yang diberikan kades akan menjadi catatan penting. Ini menjadi bahan data dasar bicara lebih lanjut dengan MAPI dan JKPP," pungkas Zulpan.

 

Sumber: cakaplah.com


[Ikuti Bedelau.com


Bedelau.com

BERITA LAINNYA +INDEKS

Daerah

Danpos Didampingi Babinsa Padamkan Karhutla di Desa Tanjung Leban Kecamatan Bandar Laksamana

Rabu, 09 September 2026 - 16:30:00 WIB

BENGKALIS, BEDELAU.COM--Kebakaran hutan dan lahan (K.

Daerah

Mediasi PT KCN Belum Temukan Titik Temu, Abdul Halim Minta Waktu Pertimbangkan Tawaran Kompensasi dan Mutasi

Rabu, 09 September 2026 - 12:55:34 WIB

BEDELAU.COM,PEKANBARU – Perselisihan hubungan industrial antara manajemen PT K.

Daerah

Polsek Tandun dan Warga Panen Jagung di Tandun Barat Perkuat Langkah Menuju Swasembada Pangan

Rabu, 09 September 2026 - 12:50:32 WIB

BEDELAU.COM,ROKAN HULU – Upaya memperkuat ketahanan pangan terus digerakkan da.

Daerah

Dugaan Pencabulan Anak di Meranti Terbongkar, Pria 71 Tahun Diciduk Polisi

Rabu, 09 September 2026 - 09:00:00 WIB

KEPULAUAN MERANTI, BEDELAU.COM--Keberanian seorang a.

Daerah

Erupsi Anak Gunung Krakatau Reda, Penerbangan Rute Jakarta di Bandara SSK II Kembali Beroperasi

Selasa, 08 September 2026 - 21:07:30 WIB

BEDELAU.COM --Setelah sebelumnya terdampak aktivitas.

Daerah

Pemuda Tembilahan Ditemukan Meninggal di Sungai Indragiri Ketika Pergi Memancing

Selasa, 08 September 2026 - 21:05:02 WIB

BEDELAU.COM --BPBD Inhil bersama tim gabungan berhas.

TULIS KOMENTAR +INDEKS


Terkini

  • +INDEX
Danpos Didampingi Babinsa Padamkan Karhutla di Desa Tanjung Leban Kecamatan Bandar Laksamana
09 September 2026
Mediasi PT KCN Belum Temukan Titik Temu, Abdul Halim Minta Waktu Pertimbangkan Tawaran Kompensasi dan Mutasi
09 September 2026
Polsek Tandun dan Warga Panen Jagung di Tandun Barat Perkuat Langkah Menuju Swasembada Pangan
09 September 2026
Dugaan Pencabulan Anak di Meranti Terbongkar, Pria 71 Tahun Diciduk Polisi
09 September 2026
Erupsi Anak Gunung Krakatau Reda, Penerbangan Rute Jakarta di Bandara SSK II Kembali Beroperasi
08 September 2026
Pemuda Tembilahan Ditemukan Meninggal di Sungai Indragiri Ketika Pergi Memancing
08 September 2026
Mayat Pria Ditemukan Tergantung di Belakang Rumah Sakit Pendidikan Unri
08 September 2026
Dugaan Korupsi Belanja BBM hingga Pemeliharaan Kendaraan, Kejari Geledah Kantor Bupati Kepulauan Meranti
08 September 2026
Pekan Ketiga September 2026 Jembatan Siak I Pekanbaru akan Ditutup
08 September 2026
6 Malam Tidur di Lokasi Karhutla, Kapolres Meranti AKBP Gede Adi Padamkan Api Hingga Dini Hari
08 September 2026

Terpopuler

  • +INDEX
  • 1 Al-Hafiz KH. Ariful Makhali Hadir di Bahar Mulya, Kades M. Saidiner Tegaskan Dukungan untuk Palestina
  • 2 KH. Ariful Makhali Hadir di SMA Negeri 3 Muaro Jambi, Laksanakan Salat Istisqa dan Ceramah Maulid Nabi
  • 3 Jum’at Berkah Subuh Kembali Berlanjut di Meureudu, Peduli Marbot dan Pembersih Jalan
  • 4 Al-Hafiz KH. Ariful Makhali, MH., SQI., CMQ., CMA. Beri Tausiyah kepada Santri Nurul Iman Muaro Jambi
  • 5 Bawa 1.020 Tanda Tangan, Warga Rupat Desak Imigrasi Deportasi WN Malaysia Chua Cin Heng
  • 6 Yusril Tegaskan Hukum Tak Boleh Tebang Pilih, Termasuk Jika Ormas Terbukti Terlibat Kericuhan
  • 7 Beruang Liar Nongol di Dekat Rumah Warga, BBKSDA Riau Pasang Perangkap

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

Bedelau.com ©2021 | All Right Reserved